Kualitas motor CBU Thailand lebih bagus? Think again. 10rb KM shock dah bocor

image

Ini dialami oleh SF… N250 2010 milik SF sudah mengalami oli shock depan bocor. Padahal KM baru 10rb… Ini motor improotttt loh…

image

Bandingkan dengan suzuki spin 2007 yang sering buat boncengan 4 oleh SF. Jarak tempuh lebih dari 3X lipat, sering menanggung beban jauh lebih berat dibanding Ninja, dan umur lebih tua. Hingga sekarang awet shock depannya. Motor harian SF, tiger 2004 bocor shock baru 2 X dengan jarak tempuh hampir 100rb km.

image

Jadi anggapan jika motor import lebih berkualitas kok ga sepenuhnya benar. Selain seal shock bocor yang sering dialami Ninja 250 ,spedo dan headlamp berembun, bodi mleyot(tipis), dan beberapa problem hinggap pada N250. Sepertinya kualitas CBU import dari Thailand ga jauh lebih baik dibanding motor produksi Indonesia.. (Terbukti untuk kasus seal shock ini). Pantas saja R25 laku menyalip N250.
Image CBU dengan kualitas tersebut punya dampak lebih menyakitkan… Parts lebih mahal, dan susah dicari.
SF pun memutuskan beli seal shock punya Thunder 250… Harga ga sampe setengahnya seal shock Ninja 250.
Motor mahal harusnya berkualitas donk… Jangan Ngeles parts mahal karena import padahal suplier lokal bisa menyediakan dengan kualitas setara atau mungkin lebih baik.

0 thoughts on “Kualitas motor CBU Thailand lebih bagus? Think again. 10rb KM shock dah bocor”

  1. Tergantung merk bro….kalau suzuki sih yg lokalan aja udah bagus apalagi yg impor :-D, kalau merk lain mah biar CBU Thai juga kadang masih kalah rapih sama bikinan lokal sijuki. Bukan BC ya ini cuma fakta….

  2. hahaha itu benar, tapi salahnya yang memesan. dia berbisik pada thailand. “eh bro kurangin dikit gradenya biar lebih murah”.
    salah satu contoh. cbr150 thai untuk thai 19.5 tenaga kuda. cbr 150 thai untuk indo 17 tenaga kuda.
    kira kira animo masyarakat terbentuk dari itu, bukan cuma masalah sil

  3. Saya malah berpikir itu hal yg wajar. Ninjanya buatan 2010 kan?
    Karet seal shock itu salah satu parts motor yg umurnya bukan berpatokan pada berapa km motornya berjalan, tapi lebih ke usia pemasangannya.

    Contoh : motor gress alias baru, km:0, tapi didiamkan digudang dari tahun 2010, apakah begitu dipakai saat ini kondisinya masih 100%? Belum tentu. Karet seal bisa saja bocor, ban bisa saja sudah kadaluarsa plus beberapa parts seret.

    Faktanya adalah sifat dasar karet yg cenderung melar dan menyusut seiring pemakaian dan uniknya akan getas / keras jika jarang digunakan.
    Maka dari itu pada banyak kasus, motor yg lebih sering digunakan malah jauh lebih awet dan bandel partsnya dibandingkan motor yg jarang dipakai.
    Walaupun perlakuan, pemakaian dan perawatan dari pemilik ada pengaruhnya juga sih.

    Kalau saya sih lebih memilih motor aus partsnya karena dipakai dibanding motor rusak karena jarang digunakan hehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.