Menurunkan shock depan untuk sekedar gaya atau merubah handling?

Sebenernya bukan menurunkan shock (wong batang shocknya malah naik 🙂 ) , yang bener tuh menurunkan posisi segitiga komstir …. tapi sudahlah (artikel ini dibikin dalam kondisi admin ngelu… :mrgreen: ). Menurunkan shock disatu sisi memang merubah tampilan motor sport makin gagah… kelihatan kepala motor makin nunduk berwibawa. Sektor belakang juga terdongkrak karena kemiringan motor berubah… pantat makin terlihat nungging *ehhh…
Tapi tanpa disadari menurunkan shock depan juga berakibat lain. Antara lain :
-handling makin lincah, beda dengan kondisi standar yang tinggi dimana motor lebih terasa berayun saat bermanuver
-distribusi bobot berubah. Roda depan mendapatkan grip lebih baik, sedangkan belakang sedikit berkurang.
-karena bobot motor bergeser kedepan, handling jadi lebih berat.
-shock terasa makin keras dan jarak main shock berkurang.
-motor makin bergaya sporty alias rider makin nunduk. Bikin lebih pegel pastinya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menurunkan shock depan
-perhatikan jarak main shock depan…. pastikan spakbor tidak membentur segitiga bawah atau plat nomor saat memendek maksimum… spakbor riskan pecah pastinya.
-memendekkan shock ekstrem, harus disertai pengerasan shock depan (jelas makin tak nyaman bro). Perhatikan jalur slang dan perkabelan… perbaiki jalur slang (rem, kopling) agar tidak tertekuk. Begitu juga kabel kelistrikan. Pastikan tidak terjepit.  Saran SF sih memendekkan shock jangan terlalu banyak… handling rusak dan ga nyaman bro
-coba mainkan setir mentok kekanan kekiri apakah terhalang sesuatu.
-pastikan penurunan shock kanan kiri benar2 imbang… karena sangat menentukan kestabilan.
-memendekkan shock=rider makin nunduk. Agar tidak nunduk kasih saja raiser stang (kalau bisa besi jangan diral) tujuan memendekkan motor didapat tanpa rider harus pegel.
-terlalu banyak menurunkan shock depan bikin standar samping tak berfungsi. Atau masih berfungsi namun motor terlalu tegak jadi rawan ambruk saat tersenggol.

Selain gaya dan handling, ada tujuan lain dari rider
-agar rider ga jinjit
-ambil kesempatan saat pacaran… bayangkan motor dinunggingin trus jok belakang dioles silicon…. byuhhh sesat tenan iki…. 😆  *pengalaman temen

image

SF sih saat ini cukup nyaman dengan kondisi tiger yang shocknya turun sekitar 2cm plus raiser stang yang mundur kebelakang… handling makin mantab meski sedikit berat.

0 thoughts on “Menurunkan shock depan untuk sekedar gaya atau merubah handling?”

  1. asem … dioles silikon 😀 ngoyo men lek . yang pasti penurunan shock kayak gini harus di tambah minyak shock biar ga mentok . kalo aku sih yak … mending ga diturunin tapi stang jepit underyoke wuhhh 😀 sangar pasti ..

  2. Yang buat berat itu kayanya karena dipasang raiser, soalnya poros putar yang tadinya berada tepat di atas segitiga (pusat radius putar) jadi mundur ke belakang. Pernah jajal motor teman shock turun (tambah raiser) tapi kok stangnya berat banget ya, sedang punya saya shock turun (tanpa raiser) stangnya mah tetap ringan2 aja kaya standar… Entah memang benar atau cuma perasaan aja…

    1. Masok akal juga sudut kemiringan handle bar dari poros roda berubah… tapi lebih stabil sih. Itu komparasinya sama2 pake raiser. Sesudah dipendekkan jadi berat

  3. mohon petunjuk suhu…

    bro andaru, sebenarnya bukan rem blakang gak pakem tapi sesuai dengan penjelasan Suhu SF, berat motor berpindah ke arah depan, yang menyebabkan traksi bola belakang ke aspal menjadi berkurang sekitar 5-10% dari normal, sehingga daya cengkram ban kepada aspal juga ikut berkurang, hal inilah yang menyebabkan efek rem belakang jadi tidak pakem..

    Terima kasih

  4. om klo sudah diturunkan segitiga komstirnya lalu mau dinaikkan lagi kira2 batang shocknya bakal ada bekas jepitan atau baret2 terkena jepitan segitiga komstirnya ga?

Leave a Reply

Your email address will not be published.