Kendaraan di set terbaik oleh produsen atau di set agar menghasilkan pundi-pundi uang bagi perusahaan? -debat dengan pelaku otomotif-

Beberapa tahun mengabdi pada instansi SF sekarang baru kali ini ketemu sama klien yang suka otomotif (roda 4 tapinya). Sebelum jadi direktur, klien SF ini ternyata dulunya pernah gawe sebagai staf RND suatu perusahaan otomotif.

Pada suatu titik kita debat masalah apakah produk otomotif yang di ciptakan adalah produk terbaik ataukah produk yang bisa menekan harga sehingga bisa menaikkan profit perusahaan.

Si klien berpegang teguh bahwa produk otomotif pastilah didesain terbaik bagi konsumen… pertimbangan terbaik adalah keseimbangan antara daya tahan, kenyamanan, keiritan, performa atau syarat lainnya yang menjadi ciri yang ingin di tonjolkan si kendaraan ( misal mobil sport jelas ngincer ke performa dengan keiritan kurang menjadi prioritas (bukannya diabaikan loh )). Karena itu proses RND butuh waktu lama… setelah dibikin unit uji cobanya masih perlu diujicobakan di jalan raya selama beberapa waktu.

SF hanya bengong mendengar penjelasan beliau yang sangat detail ( maklum bekas pentolan RND). SF yang berfikir dalam segi ekonomi dalam hati ingin mengamini… namun karena beberapa kali menemui kelemahan fatal di motor jadinya mengeluarkan jurus SF.

wpid-photogrid_1431046554039.jpg

Kenapa mobil MPV yang justru perlu torsi besar untuk menampung banyak penumpang, justru memakai konfigurasi header 4-1 dimana power justru keluar di putaran atas? Jawab si klien… klo masalah puncak power/torasi dapat digeser melauli setting ECU. SF timpa lagi “lalu kenapa pada ecu ga di set agar performa bawah lebih nendang?” jawab si klien “karena ada pertimbangan tertentu dari produsen… “, “termasuk pertimbangan biaya kah? ” “mungkin juga…” jawabnya

Lantas SF ngasih contoh lagi… tiger sekarang tergolong sangat lemah pada bagian rantai kamrat. Belum lagi kelemahan yang lain seperti gir memakai kancingan, dll masa RND bikin motor dengan begitu banyak kelemahan? Lalu kenapa knalpot sekarang jarang ada yang memakai chrome malah pakai cat item yang gampang ngelotok. segitiga komstir yang dulunya baja kuat sekarang malah pakai diral (aluminium), dll

 

Pendapat Ortu SF atau pengendara senior lainnya mungkin benar… motor/ mobil kalau mau awet jangan di modif aneh-aneh…. namun itu kondisi jaman dulu dimana mobil dan motor “mungkin” di set agar lebih awet… tapi kalau kondisi sekarang kok agak sangsi… SF pernah baca di komen atau artikel otomotif yang menyatakan motor sekarang cuma di set tahan cuma 5 tahun (entah kenyataannya gimana). dari knalpot saja kelihatan… gimana kondisi knalpot cat-catan 5 tahun ? pasti kena karat kan… belum lagi kondisi motor dulu yang tangkinya lebih tebal sehingga lebih awet… keawetan menjadi daya jual saat itu… itulah kenapa Honda jadi raja motor jaman dulu.. karena motornya terbukti awet ( cuma honda yang saat itu main 4 tak- klo sekarang mah sama saja )

apa komentarΒ  klien SF setelah mendengar celotehan SF?Β  Dari segi ekonomi memang saya kurang memperhatikan… namun Tim RND pasti dituntut untuk bikin produk terbaik sesuai dengan permintaan konsumen.

Dari statement terakhir debat kami berdua dapat mencapai titik temu… Produsen otomotif memang menciptakan produk terbaik yang memenuhi ekspektasi umum dari konsumen dengan budget yang ditentukan. tapi belum tentu produknya adalah yang terbaik karena jika ngomong terbaik berarti budget kudu tak terbatas… jadi siapa yang mau beli jika misal motor 150cc dijual seharga moge?Β  persaingan ketat diikuti dengan naiknya ekspektasi konsumen … bikin produsen mumet mikir gimana menjual produk dengan harga bersaing namun punya keunggulan berlimpah sesuai ekspektasi konsumen…

lepas dari budget yang di tetapkan diatas… Kendala produsen motor masal adalah tidak mungkin bikin motor memenuhi keinginan masing-masing konsumennya… kalau mau motor lebih nyaman karena menyesuaikan ergonomi pengemudi yang ga normal ya modif saja sendiri… πŸ™‚

Saat SF pamitan , si klien mengantar SF ke parkiran… si klien kaget juga lihat tiger SF yang sepertinya ogah pake parts standar :)…

SF meningkatkan fungsional motor dengan menerobos batasan budget yang ditetapkan si produsen honda… velg ganti punya NMP yang sudah ga pake sistem kancingan gir, ban pake lebar agar lebih aman dan nyaman, modif double disc dengan piringan lebar agar lebih pakem… modif yang tepat adalah yang bikin kendaraan kita lebih baik dari kondisi standar.

Klo nurutin emosional mah abaikan saja paragraf terakhir diatas… karena kalau ngomongin soal kendaraan hobi, pertimbangan logika kadang ga jalan…. πŸ™‚

 

0 thoughts on “Kendaraan di set terbaik oleh produsen atau di set agar menghasilkan pundi-pundi uang bagi perusahaan? -debat dengan pelaku otomotif-”

    1. motor dulu knalpot pake chrome bisa bertahan belasan tahun… lalu pada pake knalpot cat2an… awalnya di caci maki… lambat laun shampir semua produsen pake cat dan konsumen pada nrima karena ga ada pilihan lain… itu cuma knalpot loh… belum bagian lainnya…

      1. iya om K46 nya lampunya blom aku cek kemaren blom sempet,,kalo kemaren box E45 punyaku tak bongkar lampu Led nya coba sambungin kabel langsung ke soket rem ternyata nyala sehat lampu Led nya,,analisaku kemungkinan dari kabelnya,,mungkin yg K46 bisa jadi gitu masalahnya om..maklum udh setahun gak dipake itu K46 nya om.. πŸ˜€

  1. Yang pastinya harus berimbang dan optimal. Karena urusan budget dan kualitas memang jadi faktor penentu metoda dan material produksi. Kualitas tinggi berarti budget kudu tinggi. Kalo Vario dibikin budget 100jt mgkn bisa pake mesin supercharged v4 masgan hahahaha.

    Ya betul seperti kata agan, kualitas terbaik yang bisa diberikan dalam batasan budget yang sudah ditentukan. Ada kalanya suatu produk jg berkembang setelah bertahan lama di pasar. Fitur n kualitas nambah tapi harganya jg dikit2 merambat naik.

  2. Mindset Indonesia bingits.
    Klo beli apa-apa (dalam hal ini kasusnya ranmor ya) maunya awet sampe kiamat. Maunya bisa jalan normal walaupun jarang dirawat. Maunya gak bisa rusak. Klopun ada parts yg udah rusak diutak-atik agar kembali normal. Yah begitu lah…

    Balik lagi aja lah, emangnya seberapa lama sih produsen kendaraan mau menggaransi produknya? Contoh lah ya, pabrikan Y (klo nggak salah) hanya menggaransi selama 3 tahun. 3 tahun itu waktu yang lumayan lama lho. Lewat dari batas 3 tahun mungkin pabrikan sudah menganggap klo produknya itu proven sesuai dengan perkiraan. Lantas setelah 3 tahun pabrikan angkat tangan gituh? kan nggak juga. Kan ada 3S.
    Lagipula masalah garansi maunya digaransi sampe berapa tahun? 5 tahun? 10 tahun? atau malah full-time warranty? Ealah…

    Bandingkan dengan diluar negeri.
    Dibeberapa negara malah memberlakukan usia pakai kendaraan. Mau si produsen ngerancang ranmor yang lebih badak dari tank scorpion pun, tapi klo regulasi bilang maksimal usia kendaraan yang diperbolehkan beredar dijalanan cuman 5 tahun lha kepiye?

    1. semua konsumen tentu maunya keluarkan duit sedikit mungkin dengan mengharap kualitas sebaik mungkin… Saya tinggal di Indonesia tentunya saya nulis apa yang terjadi di Indonesia. Belum ada pembatasan usia motor disini. kalau saya hidup diluar dengan kondisi ada batasan usia kendaraan bermotor, bisa jadi ga ambil pusing dengan usia parts yang bertahan sebatas masa garansi…
      dari 1996 pegang motor banyak keheranan dibenak saya… kenapa motor ini knalpotnya harus begini, kalau begitu kan lebih baik, kenapa bannya segini, kalau segitu kan lebih aman, kenapa motor twin kok ga ada bunyinya, dll. karena saya mau motor yang lebih baik menurut saya, ya saya modif sendiri…
      Fakta yang tak terbantahkan motor lama kualitasnya diatas motor sekarang…. tiger 2004 masih setia menemani saya… supra teman saya 2002 juga masih tokcer dipakai tiap hari (belum turun mesin katanya). Padahal beli moge pun dia sanggup πŸ™‚
      Lah motor sekarang baru keluar pabrik digeber 8000 rpm saja ngebul… dan katanya ini hal yang normal (padahal oli berkurang booo… )

      1. Lho mas lupa yah saya klo harian pakai motor apa sampai sekarang?
        Kawasaki Kaze R 1996 mas. Tangan pertama a/n sendiri pakai dari baru. Coba deh dihitung sekarang usianya udah berapa tahun. Dan selama menemani saya si kaze itu juga melewati yang namanya ganti ini-ganti itu. Servis ini-servis itu. Yang namanya usia pakai nggak akan bisa bohong.
        Lantas apakah sekarang masih enak dipakai? Ya enak lah. Kan dirawat. Tapi untuk ukuran kalimat ‘terawat’ saya akui Kaze saya jauh dari itu.
        Mindset saya itu, apapun ranmor yang saya punya mau mobil, mau motor selama digunakan sewajarnya pasti akan berlaku wajar juga. Rusak saat masa garansi? Ya tinggal klaim. Rusak setelah masa garansi lewat? Ya itu bukan sepenuhnya salah pabrikan juga.

        #SekedarOpiniPribadi

        1. Bandingkan nanti jika motor baru… Tiger baru saja beberapa part perlu pergantian lebih dini dibanding yg lama… Why? Saya yakin bukan rnd yang maunya gitu.. Tapi karena budget part kualitas parts banyak yang dikurangi.
          Andaikan sekarang ada kaze baru kok rasanya kurang yakin kualitasnya/masa penggantian partsnya seperti kaze lama

  3. tergantung butuhnya gimana yang sesuai keinginan kita ya modif saja, toh yang makai kan kita sendiri kan? lagian kendaraan jangan dipakai lama lama ntar bosen

    1. masalah kebosanan itu relatif… klo motor difungsikan untuk kendaraan harian bagi sebagian orang rasa bosan mungkin di abaikan… yang penting bisa nyampai kantor. beda soal kalau sudah ngomongin hobi trus punyanya cuma 1 motor (yang juga buat harian)… nah ini rentan ganti2 motor kalau bosen πŸ™‚

    1. jadi tawar menawar dahhh… prinsip ekonominya itu tujuan akhir perusahan ya laba, untuk bisa gaji karyawan, kasih fasilitas, dll… sudut pandang engineer tentunya beda, jelas suatu kepuasan saat menciptakan produk terbaik… tapi bagi bos yang punya perusahan instruksinya tetap… Laba yang utama…. πŸ™‚

  4. Untuk contoh pertama soal header ertiga, memang lebih bagus pakai 4-1. Kenapa? Karena catcon itu butuh suhu tinggi utk bekerja. Kalau pakai header 4-2-1, catcon akan terlalu jauh dari mesin, dan akibatnya kerjanya kurang efektif. Ingat, pemerintah punya aturan soal emisi kendaraan yang harus dipatuhi produsen.

    Terus soal tiger, sudah obselete kayaknya. Sudah nggak diproduksi lagi kan? Tapi kalau mau dipakai selamanya ya terserah yang punya sih. Yang jelas tidak ada pabrik kendaraan, dari jaman dulu sampai masa depan, yang berpikir kalau produknya akan dipakai selamanya.

  5. Kalau mau contoh kendaraan kelas low end (pemula) tapi dengan spek gila-gilaan, biasanya cuma pabrikan Eropa yang berani.

    Contoh: Aprilia RS4 125 atau Yamaha R125

    Mesin cuma 125cc dan power pun cuma gak seberapa, tapi harganya mirip2 Kawasaki 650cc…

    Tapi terlepas dari berbagai keterbatasan kendaraan stock, saya cuma ingat ada istilah: “Best bike / car are build, not bought…”.

        1. Ada caranya.. Ada….. Ntar tak tanyain yang bisa masukin lambhorgitu tanpa dudukan plat nomer depan… πŸ™‚ Bisa lolos sampai dijalanan tanpa plat depan… πŸ˜†

  6. rante kampret tiger lemah ya om? bikin sendiri aja om yg kualitas dewa tar saya beli juga
    mobil pengen speknya seperti yg kita mau? beli porsche aja om bebas milih spek kita
    umm ato bikin mobil sendiri aja om tar saya beli juga

  7. setuju dengan RND
    kendaraan di desain terbaik sesuai denagn kebutuhan orang kebanyakan, dengan harga sesuai kemampuan target pasar.

  8. Itu karena konsumen sekarang maunya beli motor/mobil yang murah….produk bagus masih ada cuma lebih mahal….ya liat aja kalau pada teriak2 operpret…..:-D

Leave a Reply

Your email address will not be published.