11 comments on “Peringatan bagi gojek/grab bike saat berkendara

  1. Di Daan Mogot beberapa kali liat abang gojek bawa penumpang sambil mainin hape nya yg touchscreen,si penumpang juga diem aja tuh harusnya kan memperingatkan pengemudi kalau membahayakan.

  2. Makin lama makin serampangan aja nih supir ojek online. Kelakuan jg gak jauh ama supir ojek pangkalan, bedanya cuma berjaket dan berhelm hijau doank.

    Harus segera diatur deh, jumlahnya dibatasi. Jangan setiap orang bs jadi supir gojek scara gampang. Lagian gak sehat jg kalo supir terlalu banyak, persaingan makin ketat kayak angkot/mikrolet, akhirnya penghasilan makin turun. Siapa yang rugi? Bukan konsumen lho.

  3. yang paling membuat cepet laku itu berita2 di media online, apa saja yg terkait gojek atau grab bike diberitakan. Bisa jadi itu juga teknik marketing

    • Bisa jadi. Banyak sekali artikel/berita yang menyatakan bahwa orang daftar jadi driver gojek dan mampu menghasilkan 1juta perhari, jauh mengalahkan penghasilan bulanan kerja kantoran. Saya kira ini tidak lain adalah artikel sisipan dan kampanye terselubung dari pihak gojek.

      Seakan-akan jadi driver gojek itu digambarkan sangat enak, kerja bebas, duitnya banyak dan cepat kaya. Hal ini malah memicu semakin banyak orang daftar jadi driver gojek. Ujungnya kayak fenomena batu akik, makin banyak yang tergila-gila dengan janji cepat kaya, lama-lama pasar jenuh karna banyaknya penawaran, sampe pada akhirnya bubbling dan pecah. Nasibnya saya kira tidak akan beda jauh sama driver gojek nanti.

      Hati-hati untuk yang coba jadi driver gojek, ini cuma fenomena sementara. Jangan lepaskan pekerjaan tetap hanya untuk cari keuntungan yang tidak pasti. Kalo untuk nambah duit jajan tidak masalah, tapi kalo jadi pekerjaan tetap hmm, saya kira jangan lah.

  4. Banyak sekali artikel/berita yang memberitakan bahwa orang daftar jadi driver gojek dan mampu menghasilkan 1juta perhari, jauh mengalahkan penghasilan bulanan kerja kantoran. Saya kira ini tidak lain adalah artikel sisipan, promosi dan kampanye terselubung dari pihak GoJek sendiri.

    Di artikel tersebut sering disebutkan jadi driver gojek itu sangat enak, kerja bebas tak terjadwal, duitnya banyak dan cepat kaya. Hal ini malah memicu semakin banyak orang daftar jadi driver gojek. Ujungnya kayak fenomena batu akik, makin banyak yang tergila-gila dengan janji cepat kaya, lama-lama pasar jenuh karna banyaknya penawaran, sampe pada akhirnya bubbling dan pecah. Nasibnya saya kira tidak akan beda jauh sama driver gojek nanti. Driver gojek semakin membludak, konsumen malah berkurang karna ada sebagian yang malah ikutan daftar jadi driver. Lalu siapa yang jadi konsumen kalo semua pake jaket hijau?

    Hati-hati untuk rider biasa yang baru coba jadi driver gojek, ini cuma fenomena sementara! Jangan sampai lepaskan pekerjaan tetap hanya untuk cari keuntungan yang tidak pasti dari nggojek. Kalo untuk nambah duit jajan tidak masalah, pulang kerja cari order gojek 1 atau 2 biji. Tapi kalo jadi pekerjaan tetap hmm, saya kira jangan lah. Umurnya tidak akan lama. Liat uber taxi, nasibnya gak jelas cuy. Ijin gak punya, pakai plat hitam, legalitas gak jelas dan malah ditentang asosiasi pengusaha taxi.

    Agak mirip monkey business. So sekali lagi, hati-hati.

    • Buat kalian yg kerja kantor an enak aja sih komen pedes nya, tp memang driver ojek online memang harus di training, sortir dan evaluasi lagi. Supaya semua mendapatkan kenyaman
      Thanks

  5. Saya sering naik gojek terkadang drivernya cerita tentang keluhannya dengan pekerjaan yang dia jalani. Seperti banyak penumpang yang menggunakan gopay untuk pembayaran yang sebagian driver tidak nyaman dengan metode ini karna seringnya driver yang pulang tidam membawa uang cash dan harus ke atm untuk mencairkan uang dan juga sistem bonus yang dirasa sulit untuk dicapai

Leave a Reply

Your email address will not be published.