Molting, momok bagi pecinta kelomang

Seperti halnya ular dan kepiting, kelomang juga mengalami proses molting (ganti kulit). Bagi kelomang strawberry, resiko kematian saat molting sangat besar. Berbeda dengan jenis brevi dan lainnya yang kemungkinan selamatnya lebih besar…

image
Kelomang brevi tanpa capit kanan, akan tumbuh saat proses molting

Sekitar sebulan lalu kelomang strawberry SF tewas saat molting … padahal sudah SF karantina sesuai saran forum2 crabitat. Nah 2 minggu lalu seekor brevimanus (kelomang ungu) bercapit satu menunjukkan gejala akan molting… sembunyi tanpa makan minum selama seminggu… nah beberapa hari lalu SF dikejutkan kaki dan capit kelomang yang berserakan disekitar kelomang yang bersembunyi tersebut.

image
Kulit luar kelomang brevi saat molting

Setelah SF amati capit dan kaki tersebut tidak berdaging alias kulit luarnya saja. Berarti positif molting ! SF sengaja tidak mengarantina komang ini, karena takut kelomang stress dan mati.
Posisi si kelomang bersembunyi didalam batok kelapa… sekitar 4 hari setelah molting, si brevi berani keluar batok kelapa dan mulai makan.
Pada proses molting ini, capit dan kaki yang lepas akan mengalami regenerasi… 

image
Capit kanan telah tumbuh

alhamdulillah si brevi yang awalnya kehilangan capit kiri (sejak beli sudah putus, SF pilih kelomang ini karena bagus cangkangnya), setelah molting, capit tersebut tumbuh kembali

4 thoughts on “Molting, momok bagi pecinta kelomang”

    1. Ga seberapa sih, selama ini ga ada keluhan asal makanan yang ga habis jangan sampai busuk… nah kalau ada kelomang mati baru bau tuh… pasir diatas harusnya kering, itu ketumpahan air saat mindah aquarium

      1. brarti aman ya.

        ini sama yang keong2an jaman sd dulu sama gak sih?

        kalo dia keluar dari cangkang gimana? dulu jaman sd beli keong2an asal keluar dari cangkangnya pasti gak lama mati 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published.