Pengalaman perpanjang SIM online lintas kota di gerai SIM keliling dan beberapa keanehan yang menyertainya

Awalnya SF ragu prosedur SIM online kudu register online dulu lewat internet atau langsung saja ke gerai SIM .SF jajal register online dah di http://korlantas.polri.go.id/en/services/driving-license-registration/
Eh tapi pilihan SIM keliling di deket kantor SF ga ada… ga jadi register dah… nekat saja ke SIM keliling terdekat.

image

Ternyata SIM luar kota
juga diterima… ga pake register juga bisa. Prosedurnya juga ga beda dengan perpanjangan SIM di kota asal.
1. Cari info lokasi dan jadwal SIM keliling. Luangkan waktu karena antrinya bisa 2,5jam.
2. Siapkan SIM asli dan KTP asli. Masa perpanjangan SIM yakni 14 hari sebelum dan 3 bulan setelah SIM habis masa berlakunya
3. Minta formulir ke petugas… disini SIM asli akan di jepret ke formulir untuk jaga2 siapkan copy KTP… dibeberapa tempat harus bawa copy KTP … atau kalau ga ada bisa “minta tolong” petugas. Tapi ada juga yang ga perlu copy KTP…
4. Isi formulir perpanjangan SIM dan serahkan kembali ke petugas.
5. Tunggu sampai dipanggil petugas untuk di foto, ambil sidik jari, tanda tangan, dan cetak.. kalau sudah bagian ini cepet prosesnya.
6. Bayar dah SIM nya. SIM A kena 135 rb, SIM C kena 130 rb.
Beberapa hal yang aneh dalam sim baru…
1. Masa berlaku kartu hanya mundur 4 tahun. SIM SF habis di 01/2016 karena ngurusnya di desember 2015 masa berlaku sim baru mundur di 01/2020 … beda soal jika SF ngurus di awal Januari 2016. Waduhhhh… baru tau dari petugas dah …. rugi setahun nih….
2. Nomor SIM C tetap sama dengan  SIM lama, namun nomor SIM A berubah. SiM A dan C yang lama nomor SIM nya sama.

 

sim ac

3. Tinggi badan pada SIM A dan C beda… padahal di SIM lama sama.
4. Tarif SIM A dan C sebesar 265rb tanpa kwitansi dan rincian (apa kalau ga minta memang ga dikasih ya?). Setelah googling ternyata begini rinciannya. SIM C : perpanjangan SIM 75rb, cek kesehatan 25rb, asuransi 30rb. Bedanya SIM A biaya perpanjangan SIM jadi 80rb. Keanehannya…. ga ada yang namanya cek kesehatan… kalaupun pengamatan petugas dianggap sebagai cek kesehatan … kan ceknya cuma sekali doang kenapa SF dibebankan 2 x cek kesehatan pada SIM A dan C? Asuransi juga gitu… SF dikasih cuma 1 kartu asuransi… tapi bayar 2 X asuransi pada masing-masing SIM.
Overall SF sangat terbantu dengan adanya SIM online ini… sebelumnya SF kudu beli tiket PP ke Surabaya … bayangkan saja berapa ratus ribu tuh(sejuta lebih klo pesawat, kalau ga mau cuti)… kalau naik kereta juga kudu cuti 3 hari (tempat kerja SF cuti ga boleh sehari)… belum capeknya dan segala macemnya…..
Kalau ngurus KTP terpaksa kudu balik ke Surabaya….. byuh repotnya jadi pegawai yang mutasinya tingkat nasional…

0 thoughts on “Pengalaman perpanjang SIM online lintas kota di gerai SIM keliling dan beberapa keanehan yang menyertainya”

  1. masa berlakunya ga ngikut tanggal lahir tah om? kayak ktp gitu, ane bikin sim pertengahan 2010, berlaku sampe xx Des’15 (tgl lahir ane). kirain stelah diperpanjang berlakunya tgl lahir kita 5 tahun kedepan.
    ane belum perpanjang sih, jadi belum tahu nanti berlakunya sampe tgl berapa. ini juga udah lewat masa berlaku. mau tunggu januari aja prosesnya. huehe..

  2. “Online” tapi masih “manual”, yaah… inilah tahapan proses yg harus dilalui oleh birokrasi pada instansi pelayanan publik di negeri ini.
    At least pada tahapan ini sumber daya manusia yg ada sudah melek teknologi satu fase kedepan (meskipun di dunia luar sudah maju 5 fase).
    Mudah2an konsisten, dan pimpinannya punya strategi kedepan yg lebih baik 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.