0 comments on “Mesin yang keterlaluan untuk sebuah bebek, kenapa ga dibenamkan ke motor sport?

  1. Ini kalo gak salah ya…. Evolusinya dimulai dari Tornado –> Satria 2T –> Satria 4T, dan sukes hingga hari ini.
    Saat masa jaya Satria 2T Suzuki juga punya Shogun yg lahir dg 110, lalu klimaksnya di 125 SP, saat berubah ke Axelo malah jadi antiklimaks.
    Padahal menurut saya Shogun 110 hingga 125 (baik yg reguler maupun yg SP, tapi sebelum Axelo) itu populasinya sudah mendekati Honda Supra (ini cuma berdasarkan pengamatan lapangan), dan Yamaha belum serius main bebek 4T saat itu.

    Diluar type ayago, Suzuki sebenarnya sempat punya “gacoan” yg ngak bisa dibilang gagal, jadi alasan SF yg nomor 2 diatas kurang pas juga sih menurut saya, sayangnya entah kenapa evolusi Shogun kok malah jadi spt ini

  2. sebagai (mantan) pemilik Shogun 110 dan Skywave 125, dan merasakan sendiri ketangguhan mesin yang babar blas ga pernah rewel mulai dari dibeli sampai dijualnya, saya mengalami kebingungan yang sama mas.

  3. karen itu yg bisa dijual, dan banyak juga fbs yg dukung,

    katanya yg penting behind the gun

    140 juga dah nunduk kaya gitu

  4. katanya sih tergantung behind the gun,

    padahal bus aja dibatasi kecepatannya.

    lagian juga ada yg kegirangan suzuku buta ampe segitu

    padahal dapet segitu juga dah nunduk kaya apa gitu

  5. masalah ban kecil, kita nggak bisa hanya menyalahkan pihak konsumen (dalam hal ini pabrik motor). karena pabrik ban sudah mencantumkan spesifikasi tentang bobot maksimum dan kecepatan maksimum yg bisa ditanggung ban tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.