0 comments on “Kenapa ya susah banget bikin indikator bensin akurat menunjukkan sisa bensin

  1. Pertamax! hahahah
    terkadang pengaruh posisi motor juga. baik menanjak/menurun, miring ke kiri atau ke kanan, mungkin ada hubungannya dengan letak sensornya terhadap bensin
    karena bensin zat cair posisinya berubah-ubah mengikuti wadahnya

    mungkin beberapa tahun kedepan ada indikator bensin yang bersifat angka digital kali ya,.
    jadi bisa diketahui sisa bensin udah sepersekian liter

  2. Spt komentar Om The Biker Stig diatas, kondisi tanki, jenis fluida dan pergerakan kendaraan yg berpengaruh pada kerja sistem indikator (sensor) didalam tanki bensin.
    Bisa saja sih dibuat yg akurat (bahkan sangat akurat dg display yg informatif) tapi harganya nggak akan reasonable dibanding harga unit kendaraannya.

    Mobil eropa hgh end bisa pakai sensor canggih spt itu, lha wong harga mobilnya juga sudah “nggak reasonable” 😀

    Jadi utk sepeda motor harian, harap maklum saja dg kondisi (teknologi) fuel meter saat ini.
    Indikator “darurat” yg memberikan jarak 70 km itu sudah luar biasa menurut saya (setara jakarta-bogor lho), jadi sangat aman bagi rider (mobil saya saja hanya ngasih jarak 30-40 km utk segera isi bensin sebelum tetes bensin terakhir ditelan mesin)

    Di blog Om Leo kan pernah di-share, bahwa rider moge disana tetap butuh info konsumsi BBM motor, bukan utk tahu seberapa iritnya, tapi justru utk manajemen perjalanan (dimana dan kapan harus isi bensin berikutnya, baik saat turing mauapun pakai harian).

    🙂

    • saya sih gga seberapa canggih soal kelistrikan dan teknologi permotoran tapi sering bongkar pelampung motor… bentuknya sensornya garis2 tembaga… bentuk tangki besar diatas-kecil dibawah atau sebaliknya memang berpengaruh… namun bisa diatasi dengan kalibrasi tebal tipisnya garis tembaga sebagai sensor di pelampung agar indikator bensin makin real… ga asal pukul rata di sensornya. itu yang saya omongin motor karbu jadul loh… kalau N max yang sudah digital apalagi ada pengukur konsumsi bensin harusnya lebih mudah kalibrasinya… misal saja diset satu bar indikator mewakili 1 liter bensin

      • “1 bar = 1 ltr bensin”
        Maka dalam hal ini riset selanjutnya adalah mencakup: faktor bentuk tanki, efek guncangan bensin saat bergerak, dan soal garis tembaga di pelampung, lalu konversi ke display meter, bahkan sampai ke masalah kalibrasi.
        Anyway, kalo hal diatas dianggap mudah dan murah oleh pabrikan mestinya sih sudah diaplikasikan pada model motor harian.
        Mungkin kita perlu tengok model sensor dan display pada moge >250cc sbg benchmark soal akurasi ini. 🙂

  3. Ahh…. Mungkin saya berpikir terlalu rumit.
    “1 bar = 1 ltr bensin ” ini bisa diukur dan didisplay dg mudah dg syarat: tanki bensin harus berbentuk silinder sempurna (spt tabung sederhana), jadi penurunan level bensinnya selalu konstan, sehingga turunnya pelampung dan tampilan ke display juga bisa konstan.

    Tapi apa iya pabrikan motor mau bikin tanki bensin kayak gini (demi akurasi) 😀

    Dan profil bentuk tanki bensin saat inilah yg membuat pembacaan penurunan level bensin jadi nggak konsisten, walhasil tampilan didisplay meter terkesan nggak akurat, CMIIW

    • sepertinya merubah sensor lebih mudah dibanding merubah bentuk tangki… klo di motor lawas tinggal menyesuaikan tebal tipis plat tembaga. jadi ketebalan tembaga sensornya ga sama ditiap tingkat.
      klo sudah pake fitur MID seperti Nmax sepertinya memang jangan terlalu rumit mikirnya biar engineernya saja yang pusing 🙂 . tinggal masukkan bensin seliter trus bar di setting 1, masukkan 2 litter bar di set 2 🙂

  4. karena sensornya berupa sensor ketinggian fluida (bisa pelampung atau yg lain). sedangkan bentuk tangki tidak rata. seandainya bentuk tangki kotak atau silinder seperti drum minyak pasti lebih akurat

    • yup… model jungkitan… karena itu perlu mengkalibrasi sensor… bukan mengubah bentuk tangkinya… bisa jadi ketinggian bensin di tangki sisa setengah tapi indikator bensin cuma sisa seperempat karena bentuk tangki volumenya sempit dibawah…

  5. yup… model jungkitan… karena itu perlu mengkalibrasi sensor… bukan mengubah bentuk tangkinya… bisa jadi ketinggian bensin di tangki sisa setengah tapi indikator bensin cuma sisa seperempat karena bentuk tangki volumenya sempit dibawah…

  6. Sensornya berdasarkan ukuran berat (weight) aja bisa g ya ? Dari berat dikalibrasikan ke volume. Bisa kah ?

    • Bisa.
      Tapi justru sensor spt ini yg tergolong mahal (dibanding sensor ketinggian), belum lagi efek thd struktur tanki (penempatan sensor di dasar tanki) 😀

  7. Kalau motor sudah injeksi dan sudah ada fitur mileagenya, seharusnya ga perlu sensor bensin lagi.
    Sisa bensin = posisi bensin terakhir dikurangi dengan bensin yang dipakai (hasil hitung counter injeksi). Minimal teknik ini bisa digunakan bila mengisi bensin dengan full to full. Mid displaynya harus ditambah dengan menu fitur “reset fuel to full”.

    Motor saya tidak ada fitur mileage nya tetapi rata-rata km/liternya sudah ketahuan. Jadi tinggal mengalikan rata-ratanya dengan kapasitas tanki bensin (atau rata-rata x liter bensin yang dibeli)+ posisi odometer saat isi bensin maka akan didapat perkiraan odometer saat bensin habis. Kalau rute tujuan sudah rutin, maka manajemen pengisian bensin bisa lebih rapi. Kalau tujuan baru dan ada resiko bensin habis, ya mending mampir dulu deh.

    Tetapi pada akhirnya tetap pada teknik manajemen pengguna motor. Yang rumit bila pengguna, dan pengisi bensin ada beberapa orang yang berbeda. Untuk kondisi seperti itu memang indikator bensin yang aktual/tepat sangat diperlukan.
    Tetapi walau setepat apapun indikator bensin bila teknik manajemen bensinnya kacau/parah (sering berpikir “kayaknya bensin masih cukup/pas-pasan untuk ke pom bensin”), maka pasti akan kejadian kehabisan bensin.

    • Nahh… ini yg pas: “manajemen pengguna motor” (manajemen perjalanan).
      Tapi ya mau gimana lagi, lha wong ambil contoh yg punya warung ini aja masih “nggak puas” dg adanya indikator fuel bar berkedip (yg memberikan ruang 60-70 km sampai pom bensin berikut) 🙂

  8. Ehm.. gini bg, untuk nmax itu kan digital dn pengalaman ane pake spido minyak digital rata gitu bg, dibilang eror mutlak jga kagak dibilang akurat jga kagak mungkin soalnya masih pake pelampung manual di tengki..
    Jdi ya gak bsa di haeepin 100% untuk digital bg. Dn kalo dh ilang tibul satu kotak brati minyaknya udh kurang cmn gk sampe batas
    Misal shogun 5 kotak isi tengki 4.5 klo dh hbs 1.5liter habis kadang timbul ilang kotak bar soalnya gak bsa pas
    Pengalaman pake shogun 125 ama kharisma yg sama digital sekian
    Bener lh supra ganti ke manual di samping akurat dn hebat produksi sekian bg

Leave a Reply

Your email address will not be published.