Gara-gara Parkiran ga jadi beli motor idaman

Parkiran SF dikantor baru ini memang lebih rapet. Penuh perjuangan untuk mengeluarkan motor yang tergolong besar (sport atau matic lebar). Ga jarang SF kudu menggeser pantat Ninja atau Nmax untuk meloloskan motor. Nampak aktivitas saya ini diperhatikan oleh rekan kerja (beda seksi). Suatu saat doi ngajak ngobrol SF soal motor. Dia mengungkapkan keinginannya beli Nmax menggantikan bebeknya yang mulai rewel. Tapi setelah melihat perjuangan SF mengeluarkan Nmax di parkiran jadi ga PD dianya. Padahal awalnya SF sangat merekomendasikan Nmax ke rekan SF ini. Tapi setelah mendengar kekhawatirannya dan kerepotannya nantinya, SF mundur merekomendasikan Nmax. Jadinya SF merekomendasikan matic ramping yang sesuai dengan postur rekan SF. 


Kondisi tempat parkir rutinpun jadi pertimbangan memilih motor harian… Ga salah memang… Motor harian harusnya jadi alat transport yang memudahkan aktivitas bukan malah bikin susah…  Makanya SF sih cuma mringis kalau ada yang berkeinginan punya motor harian yang dealernya beberapa biji di Indonesia, belum lagi ngomongin ketersediaan parts, harga parts, kemampuan mekanik umum untuk menangani masalah. Kalau buat motor hobi sih oke… Buat motor harian sepertinya kudu punya motor cadangan 🙂

22 thoughts on “Gara-gara Parkiran ga jadi beli motor idaman”

    1. yang 1 dan dua dari kiri motor suzuki skydrive roda ring 14 kliatan dari stop lamp nya, yang no 3 dari kiri suzuki skywave roda ring 16 ( klo suzuki hayate pengganti skywave)

  1. Saya pikir parkiran motor di area kantor biasanya relatif lebih mudah dikendalikan, pelanggannya kan tergolong tetap, dia-dia juga (karyawan kantor tsb) dan pengelola lahan (pihak kantor) mestinya punya hubungan baik mereka ini.
    Jadi kalau ada itikad baik dari pihak kantor (sbg pengelola) utk perbaikan sarana parkir ini, tinggal buka komunikasi yg baik dan sekaligus proses edukasi juga kan buat semua penggunanya? 🙂

    1. Sepeda pancal dengan rute padat Jakarta 26km sepertinya kudu bener2 niat… Banyak waktu berharga dengan keluarga terbuang… Pakai motor saja berangkat 5.45 nyampai rumah klo ga lembur jam 18.15 itupun dah pegel …. Klo pake sepeda tinggal teparnya saat nyampai rumah…

Leave a Reply

Your email address will not be published.