Bukan antisosial, banyak orang malas bersedekah karena ini…

Pagi pagi seorang rekan bercerita modus penipuan dikereta…. Ada seorang yang panik karena uangnya ga cukup untuk pergi ke suatu daerah… Berbagai aksinya dan alasannya bikin orang lain percaya seakan dia memang membutuhkan uang… Entah anaknya masuk rumah sakit, orang tuanya kecelakaan, dll. Dan selalu saja ada orang yang lantas memberinya sumbangan. Nah rekan saya ini kebetulan bertemu dengan pelaku yang sama di lain tempat dan lain waktu namun dengan modus yang sama. Biasanya dia beroperasi di terminal atau stasiun, dan memasang raut muka memelas atau kebingungan.

Ada juga seorang kerabat SF juga hampir ketipu dengan peminta sumbangan masjid keliling… Lah kok kebetulan lokasi masjid tersebut sekampung dengan kerabat SF… Setelah ditanya macam macam jiper juga sipeminta sumbangan masjid abal abal tersebut. Ngeloyor pergi saja karena ketahuan belangnya… Sedikit lebih profesional penipu ini dah menyiapkan surat keterangan/pengantar RT/RW lokasi masjid, proposal, kartu nama dengan nomor telepon yang bisa dihubungi, dll. 

Yang heboh ada rekan SF yang ketipu satu kantor oleh seorang bapak tua nampak sedih memelas duduk di pelataran masjid kantor, setelah ditanyain pengurus masjid, bapak tua menunjukkan foto istrinya sedang terbaring tak sadar di Rumah sakit xxx, dia bercerita jika sedang membutuhkan biaya untuk operasi. Karena berniat membantu… Pengurus masjid yang juga karyawan kantor yang dikenal alim ini bikin edaran sukarela untuk diedarkan kepada rekan-rekan sekantor… Lumayan terkumpul beberapa juta sumbangan dari karyawan…. Tanpa curiga, uang tersebutpun diserahkan ke bapak tua …. Bapak tua dengan aksinya menangis  bersimpuh terharu menerima uang tersebut. Beberapa hari kemuadian ada teman dikantor lain bercerita modus yang sama dengan bapak tua tersebut… Setelah dicek dirumah sakit xxx tersebut ternyata tidak ada pasien yang dimaksud.

Belum lagi pengemis yang pura-pura cacat, gendong anak, dll

Ini Jakarta… Bagi pendatang yang belum mengenal kota ini , dengan mudah  menaruh simpati terhadap orang yang belum dikenalnya. 

Banyak Orang yang sudah hapal modus -modus ini akhirnya malah menjadi overprotektif… Selalu curiga dengan orang yang membutuhkan bantuan… Jadinya bagi sebagian orang dianggap anti sosial tidak berperasaan. Repot kan…. ??? Padahal belum tentu dia tidak pernah bersedekah….  

Yahhhh…Pandai pandainya kita saja untuk bersedekah tepat sasaran… Banyak contohnya…. Misalnya : langsung ke panti asuhan, ke tempat ibadah yang sedang dibangun, dll

Kalau tipe anda mudah kasihan dengan peminta-minta/orang yang membutuhkan…ya monggo sumbang saja dengan niat ikhlas karena Allah. Meski misalnya kita tertipu memberi sedekah kepada yang tidak berhak… Insya Allah ….. Masih mendapat pahala. Tapi ya jangan diulangi kalau ketahuan belangnya si penipu… Sebarkan saja atau laporkan kepada aparat jika menemui pelaku yang sama dengan modus yang sama. 

Semoga para penipu mendapat hidayahnya… 

18 thoughts on “Bukan antisosial, banyak orang malas bersedekah karena ini…”

  1. setuju mz yg ada sekarang bukan memberi sodaqoh malah memberi fitnah/su’udzhon trhadap peminta. Karena memang faktanya banyak yg disalahgunakan jg…

  2. karena itulah saya ga pernah ngasih uang ke pengemis di Jakarta
    zakat, sedekah, dll saya kirimkan ke kampung buat tetangga saya di kampung yang kebetulan kurang mampu
    bukankah kita lebih baik mulai menolong dari yang dekat dulu (saudara, tetangga, dll)

  3. Pernah sekali. Waktu jam pelajaran kuliah kosong, saya main ke Istiqlal. Lagi asik duduk setelah shalat, tiba-tiba ada bapak-bapak memanggil ajak ngobrol. Dan ujung-ujungnya dia mengaku merantau dari Medan, namun tak kunjung dapat pekerjaan. Dia kasih unjuk ktp, tapi saya heran, loh kok pendidikan pangkat Drs (tertulis di ktp) tapi susah cari kerja? Lalu dia minta sedekah katanya untuk modal pulang ke Merak berjalan kaki. Saya kasih lah Rp 10.000 karena merasa iba, sengaja gak banyak karena agak sedikit curiga.

    Singkat cerita setelah dikasih uang, dia pun pergi dengan alasan sudah ada janji dengan orang untuk pijat. Akhirnya saya pun turun ke lantai 1 pakai sepatu karena ingin pergi. Dan dari kejauhan saya melihat bapak itu mengobrol dengan seseorang sambil minum es. Nah saya berpikir dalam hati, butuh uang katanya untuk pulang, kok malah jajan es? Sepertinya ada yang tidak beres. Ya semoga saja prasangka buruk saya salah…

    1. kisah yang sama dialami teman saya… bapak2 dari gatsu rencana jalan ke depok karena ga ada ongkos… sengaja dia bertanya arah ke temen saya… dijawab temen saya ya silahkan jalan saja pak biar sehat. 🙂
      beberapa hari kemudian temen saya yang lain cerita hal yang sama…

  4. Jadi inget. Dulu di mesjid pernah ketemu 2 orang minta-minta uang buat ongkos pulang. Akhir-nya ane kasih. Tapi sesudah-nya malah curiga ane sama 2 orang tersebut.

    Something just not right… :/

  5. saya sudah sering melihat pengemis, peminta sumbangan modus” yg lain, jd malas sedekah ke yg seperti itu.
    akhirnya sedekah ke yg kita tau pasti kondisi nya, misalka. anak yatim atau orang jompo yg saya tau tempat
    tinggal & kondisinya. atau pemulung yg sering lewat depan rumah.
    ke panti asuhan atau pesantren.

  6. Pernah saat naik bus, ibu2 lusuh di sebelah berkisah tentang kerinduaannya thd keluarga tp kehabisan ongkos untuk pulang. Iba, saya sodori uang secukupnya dan ia tampak (sok) terharu. Namun setelahnya ia segera pindah ke beberapa bangku di belakang dengan membawa kisah yang sama. Ternyata… emang profesinnya menjual cerita iba .

Leave a Reply

Your email address will not be published.