Nostalgia ketemu GL max 

GL max neotech adalah tunggangan SF saat SMA hingga awal bekerja. Sebenernya ketika itu SF berharap dibelikan GL Pro. Namun ortu punya pertimbangan berbeda. Gl max 125 cc pas buat anak SMA, power cukupan, mesin halus, irit, dan awet. Tak dinyana pas ada acara dikantor kmaren ketemu rekan kerja yang masih setia sama GL max lawasnya… jadi pengen jajal dah.

Bener memang… GL max punya beberapa keunggulan dibanding tiger tunggangan SF sekarang. Parts lebih awet, mesin halus (sampai dilampu merah kupikir mesinnya mati), shock depan pakai gas, dan irit… bonusnya enteng dan lincah dikemacetan… kelemahannya ga ada electric stater, power ya jauh dibawah tiger, dan model jadul. Beberapa penyakit GL max diturunkan ke tiger… seperti gir yang memakai kancingan… , kamrat yang kurang awet dibanding GL lawas, dan tangki gampang kemasukan air. GL max SF dulu sangat bisa diandalkan di segala kondisi… tak terhitung berapa kali ke rute cangar (boncengan) yang penuh tanjakan ekstrim, Jogja, dan kota kota di Jawa Timur. Kecepatan maksimal yang pernah diraih dalam kondisi standar 125 kpj cukup lumayan untuk itungan motor 125cc.

Sayang saat akhir hayat bersama SF tiger mengalami siksaan luar biasa… seher suzuki carry, karbu GL Pro oprekan, monoshock abal2, footstep racing, dll…  trenyuh dah pokoknya. Dijual juga jauh dibawah harga pasar saat itu. 

Kondisi GL max sebelum distandarkan dan dijual

2 thoughts on “Nostalgia ketemu GL max ”

Leave a Reply

Your email address will not be published.