Jam Pintar Kekinian. Fungsinya Bukan Hanya penunjuk Waktu. Berikut Tips Memilih Jam Pintar (Smartwatch)

dulunya SF cukup ogah pake jam tangan. karena kulit tangan suka gatel dan risih. Sekarang malah demen pakai jam. ketertarikan SF soal Smart watch berawal dari keinginan bunda punya jam gaul. SF belikan untuk Bunda Xiaomi Amazfit BIP warna orange. Proses cari amazfit itu yang bikin SF googling sana sini tentang smartwatch. Akhirnya SF bikin artikel ini agar pembaca terbuka wawasannya dan terfokus pencariannya

ada beberapa hal yang akan SF bahas agar pembaca makin mudah menentukan pilihan

1. ketahanan terhadap air dan debu.

saat ini beberapa smartwatch sudah tahan air. IP67 tahan air kedalaman 1M sd 30menit, IP68 tahan air s/d 1,5m. Penting juga loh fitur ini… minimal ga lerlu lepas jam saat kehujanan, cuci tangan atau wudhu. ada juga yang sertifikasinya dibawah IP67. maksimal hanya sanggup menahan cipratan air, atau bahkan sama sekali ga boleh kena air.

2. changeable wrist band/tali jam dengan mudah diganti-ganti

ada smartwatch yang talinya paten ga bisa diganti ganti, ada yang didesain khusus ga bisa pake tali jam lain, ada juga yang bisa pakai tali jam universal. Beberapa dilengkapi dengan fitur quick release, yang dapat dengan mudah bongkar pasang tali jam

3. stand alone, tethered dan classic

stand alone memerlukan sim card sendiri untuk connect ke internet agar semua fiturnya terbuka. tethered smartwatch terkoneksi dengan smartphone. jam ini ada fitur notifikasi. pesan/telp yang masuk ke HP akan diteruskan ke smartwatch , pengguna bisa langsung membaca isi pesan. sedangkan tipe classic biasanya tampilan seperti jam pada umumnya namun bisa terkoneksi dengan HP, jam ini hanya bisa menunjukkan ada pesan masuk tapi ga bisa dibaca langsung pada jam.

4. Sistem Operasi

Ada yang memakai sistem operasi Android atau Apple. dua tipe OS ini bisa lebih bebas mengcustom smartwatchnya dengan menambah aplikasi yang ada di pasar. ada juga yang non OS terima apa adanya bawaan jam.

5. tampilan layar

Biasanya smartwatch yang ber OS layarnya akan mati dalam kondisi sleep mode. Tampilan ini cukup mengganggu bagi orang awam yang ga tau apa tu smartwatch. karena pemakainya terlihat seakan memakai jam yang rusak. Ada yang always on meskipun dalam sleep mode.

6. Ketahanan baterai

stand alone dan smartwatch ber sistem operasi akan sangat boros. bisa bertahan sehari saja bisa dikatakan cukup hebat. sedangkan smart watch Non OS ada yang bisa bertahan sebulan lebih. Amazfit BIP punya nyonya sudah terpakai 2 minggu always on baterai masih 70%

7. konektifitas

smartwatch minimal punya koneksi bluetooth, ada juga yang ber WiFI dan NFC. kalau ke komputer biasanya terkoneksi melalui kabelnyang sekaligus jadi charger

8. Sensor

smartwatch ya kudu smart. kudu bisa baca kkndisi sekitar. karena itu smartwatch dijejali berbagai sensor. sensor gerak, kompas, GPS,sensor ketinggian,tekanan udara, termometer, denyut jantung, dll

9. fully customable

fitur ini penting agar user ga bosen. mulai dari stok watch face (tampilan jam) berlimpah sampai dengan kemudahan penggantian tali jam.

10. bentuk fisik

jangan bayangkan smartwatch bentuknya monoton yak… secara umum ada 2 bentuk kotak dan bulat. bentuk bulat sekarang dah keren-keren loh ada juga yang full sport / adventure.

11. harga

100 ribu saja dah dapat loh bisa buat telpon,slot memory card, dan camera alakadarnya, ada juga yang jutaan rupiah. klo maunya bermerk ya siapkan budget lebih

12. lain2

camera resolusi tinggi untuk video recorder maupun untuk video call , slot memorycard/sim, kelengkapan fitur, dll

Hal-hal diatas itulah yang jadi pertimbangan saat milih jam pintar. tentukan prioritasnya baru mulai hunting. sesuaikan dengan budget juga yak…

jam terbaik menurut seorang pengguna belum tentu terbaik bagi yang lain.

artikel selanjutnya akan SF coba review mengenai Xiaomi amazfit BIP dan Xiaomi amazfit Pace.

16 thoughts on “Jam Pintar Kekinian. Fungsinya Bukan Hanya penunjuk Waktu. Berikut Tips Memilih Jam Pintar (Smartwatch)”

  1. bisa titi test!
    apakah memungkinkan dipasanag aplikasi alarm yg membaca denyut jantung, misal memberi peringatan saat denyut melemah (ngantuk), atau bisa juga memberi peringatan saat denyut terlalu kencang (saat olahlaga) agar istirahat.

        1. kurang ngeh nih… klo kaya gitu perlu continuous heart rate checking kali ya… ga kebayang gimana borosnya… OS android aja dah boros ketambahan heart rate checking terus2an , bisa2 umur baterainya cuma beberapa jam

  2. smartwatch yg bagus tuh kayaknya merk samsul 🙂 enak buat navigasi karena ada rotating bezelnya. Tapi buat saya jadi device lain yg perlu di charge…..untuk saat ini pake g-shock aja lah.

    1. sip…
      sayah kurang sreg karena boros batre dan layar completely off saat sleep mode. ada mode always onnya sih tapi jadi sangat boros. harganya untuk S2 juga lumayan dengan fitur yang ga jauh beda dengan amazfit. bezel putar emang sesuatu, fngsional dan memberi kesan clasik.

      preferensi dan prioritas pengguna macam2 sih tinggal sesuaikan saja. sempet kepincut juga bisa Gmap an di jam… tapi klo umur batre boros bgt jadi mikir ulang

  3. kang kalo berdasar reviewnya baterenya cuma kuat beberapa hari ya kang.. knp nggak pilih yang bip aja, berdasar beberapa review baterenya kuat untuk sebulan.. menyikapi artikel diatas, saya terpikir untuk mencoba smart watch juga sih, tapi kepikir males ngecas tiap 5 hari sekali aja sih kang..

Leave a Reply

Your email address will not be published.