Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.

Ada beberapa bahasan drum yang akan SF jadikan bahan artikel. Kali ini pembukanya dulu ya…

Jaman SMA SF biasa bermain musik bersama teman-teman. Bukan level profesional sih, cuma senang-senang saja. Kebetulan SF kebagian main drum.

Baru sekitar setahun ini SF memutuskan meminangnya. Alasan utamanya Faiz ikut les drum…. agak Gimana gitu klo anak les drum tapi ga punya drum. Meski kenyataannya 75% bapake yang pake dirumah :mrgreen:

Drum yang SF pilih adalah jenis drum elektrik. Ini berdasarkan masukan dari rekan SF yang melego drum akustiknya alasannya dikomplain tetangga karena berisiknya . Alasan lainnya adalah drum elektrik punya kelebihan yang ga dipunyai drum akustik.

1. Ringkas, gampang dibawa kemana mana

2. Tone dan fungsi masing-masing bagian bisa diubah-ubah tanpa harus beli drum pad baru.

3. Output / volume dapat diatur.

4. Bisa dikombinasikan dengan headset. Jadi meski maen hardcore-an tetep ga ganggu tetangga 😁.

Pilihan SF jatuh kepada DTX-400 yang merupakan seri entry level dari yamaha. Awal pakainya baik SF maupun Faiz merasa DTX 400 ini dah lebih dari cukup. Sudah memenuhi kebutuhan pembelajaran Faiz sebagai junior drummer.

Setelah setahun memakainya, baik SF maupun Faiz merasa kurang puas. karena drum ini punya banyak kelemahan. Ini dia alasan kenapa SF agak nyesel beli DTX400. Sekaligus yang jadi kelemahan drum elektrik entry level. :

1. Bass drum tanpa ayunan pedal. Ini penyebab utama bermain drum serasa kurang real.

2. Semua padnya single zone, dipukul pinggir/tengah suaranya sama semua.

3. Bahan Pad keras terbungkus semacam karet. Jadinya mantul. Bikin tangan capek bahkan sampai kapalan/lecet kalau bermain lama.

4. Bagian drum kurang lengkap

Memang kecewa sih atas kelemahan-kelemahan tersebut.

Namun tetap mengasyikkan kok menjalankan kembali hobi lawas. Main drum ternyata bisa buat olah raga. Setel lagu slow rock lawas seperti GNR, metalica,firehouse atau Pop lokal seperti lagu-lagunya padi, trus iringi dah drumnya… Ga sampai sejam dah bisa bikin pakaian basah kuyup… Kalau seperti ini olah raga jadi menyenangkan dan ga terasa capeknya.

Jadi kalau tertarik dengan drum elektrik untuk jangka panjang jangan salah pilih ya… Tapi klo cuma cari kringet ya dtx 400 cukup lah…. :).

Saran dari guru Drumnya Faiz, DTX 400 mending di upgrade. Atau ganti dengan seri diatasnya. Karena untuk keperluan pembelajaran Faiz, drum ini kurang lengkap fiturnya…

Byuhhh… SF bahas artikel selanjutnya yak, tips memilih drum electric.

One thought on “Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.