Pengalaman jajal Go-bluebird, heran dengan tarifnya yang beda

Berita taxi bluebird bergabung dengan layanan Gojek sudah SF denger sebelumnya. Dalam benak SF tarifnya bluebird bakal sama dengan tarif yang ada di aplikasi gojek.

Karena itu Sabtu sepulang mancing kemarin SF putuskan untuk pesan melalui Aplikasi Gojek. Menu yang SF pilih awalnya Go-car. Entah kenapa, di aplikasi diprediksi kedatangan driver gocar dalam 6 menit (karena dekat dengan lokasi SF), namun ditunggu sampai 10 menit lebih, Posisi mobil di aplikasi tidak bergerak. Tetap di posisi ngetemnya. SF chat dengan driver duga tidak dibalas.

Akhirnya SF putuskan untuk coba memilih menu lain yakni Go-Bluebird. Agak heran dengan tarifnya yang sedikit lebih murah dibanding Go-car. Begitu orderan di ambil, si driver langsung ada inisiatif menelpon SF, kasih tau posisinya dimana dan dengan sopan meminta SF untuk sabar menunggu. Wah gini harusnya driver yang baik. Kasih kepastian. Ga nyuekin penumpang tanpa kabar.

Bener juga. Tak seberapa lama taksi bluebird datang. Drivernya dengan ramah membantu mengangkat barang-barang bawaan SF kedalam mobil. Lumayan banyak juga. Coolbox 35 liter, tas joran, dan tas peralatan mancing yang cukup berat. Kalau barangnya dikit mah mending pilih Gojek… 🙂

Sepanjang perjalanan yang lumayan padat, SF banyak ngobrol dengan si driver yang ternyata bernama pak Suyanto, soal kondisi Indonesia sekarang. Pengalamannya jaman dulu yang lebih mudah mencari penumpang, dan kemudian sempat ngedrop sejak hadirnya aplikasi transportasi online. Namun alhamdulillah semenjak bergabung dengan aplikasi Gojek , orderan mulai ramai kembali. Menurut Pak Suyanto, pengemudi bluebird punya kelebihan dibanding gocar. Pegawai bluebird punya kualifikasi tertentu yang dibutuhkan seorang driver, dituntut ramah kepada penumpang, dan yang penting keamanan lebih terjamin karena dibawah manajemen bluebird yang jelas reputasinya. Karena itu beliau mengaku banyak mendapat orderan dari aplikasi Gojek.

Tak terasa beberapa menit kemudian nyampailah di kediaman SF. Awalnya SF pikir ga perlu lagi membayar ongkos taksi karena pakai saldo gopay , Ternyata persepsi SF meleset. Tarif yang berlaku bukan tarif pada aplikasi, Namun tarif yang tertera pada argo (yang melebihi tarif aplikasi). Karena saldo gopay SF kurang dari argo, jadinya kudu bayar cash secara penuh.

Jadi Begitu sampai di tujuan, driver bluebird memasukkan angka sesuai argo kedalam aplikasi. Itulah yang SF bayar. SF sempat tanya ke driver, “loh tadi diaplikasi cuma 50rban pak, kok jadinya 75rb ya, jadinya ga cukup saldo saya” . Pak driver menjelaskan, aturannya memang seperti itu dengan nada yang ramah bahkan sempat meminta maaf kalau tarifnya sedikit mahal. SF sih tak ada masalah, bahkan SF masih memberi tips karena kesantunan Bapak driver ini. Namun dalam benak masih menyisakan pertanyaan. Saat baca iklan beberapa lalu , perasaan bunyinya penumpang bayar tarif terendah antara aplikasi atau argo.

Nah tenyata terjawab esok paginya saat ngobrol dengan teman kerja. Jadiii… Gojek menerapkan 2 tarif terkait taksi bluebird. Jika menu yang dipilih melalui menu Go-car maka ada kemungkinan yang datang adalah taksi Bluebird. tarifnya yang berlaku sesuai aplikasi. Namun, jika pesan melalui menu Go-bluebird, tarifnya jadi mengikuti argo, tarif pada aplikasi adalah estimasi saja. Setelah SF kroscek, ternyata bener… Ada beritanya disini .

Yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan monggo bisa coba aplikasi Go-bluebird. Bahkan untuk Bunda Faiz SF sarankan juga pakai ini. Lebih tenang Sayanya 🙂

tapi.. , kalau rame-rame bisa pakai aplikasi Go-car . Pengalaman SF sih jarang dapat pengemudi yang ga ramah. Cuman dapet pengalaman di cuekin ya baru kali ini. Apa karena traficnya padat yaa???

One thought on “Pengalaman jajal Go-bluebird, heran dengan tarifnya yang beda”

Leave a Reply

Your email address will not be published.