Fansboy merk motor tertentu, apa sih yang bisa bikin hati berpaling

Motor ortu tidak pernah lepas dari honda mulai c90, star, prima, grand, grand impresa,GL max,kharisma dan motor terakhir Supra karbu 125. 2 motor terakhir ini masih dipakai sampai sekarang. SF sendiri dari SMA sempat mencicipi Grand, Grand impresa dan GL max sampai lulus kuliah dan gawe.

Pesan ortu, kalau beli motor kudu honda karena paling nyaman, irit dan bandel mesinnya. Saat itu non-honda maennya motor 2-tak. Jadi terjawab kenapa ortu saranin Honda karena cuma dia yang maen 4 tak. 🙂

Dialam bawah sadar tertanam donk kalau punya motor kudu Honda, ditambah saat itu Repsol honda di kendarai Mick Doohan tiada lawan di motoGP. Makin mantablah bagi SF beli motor pertama pakai duit sendiri bermerk Honda Tiger 2004.

Lumayan lama baru SF tersadar… Bagaimana motor milik SF yang notabene jadi motor premium dan kebanggaan Honda ternyata menghadapi banyak masalah mulai harga spareparts mahal sampai penyakitan. Cek saja artikel yang SF bikin beberapa tahun silam (klik disini ) . SF sebut saja masalah yang diingat. Pemegang Gir belakang motor segedhe itu cuma pakai sistem kancingan. 2 kali sudah SF ganti velg karena alur kancingan dan pelindungnya aus. Belum lagi masalah tangki yang banyak cerita gampang bocor, kemasukan air dari tutup bensin, kamrat gampang kendor, bodi mereng, rem belakang ga pakem. Kesemua itu pernah SF alami di tiger!!!

Itu baru salah satu faktor. Nah faktor lain yang paling utama adalah , SF termasuk barisan sakit hati honda! Teringat beberapa tahun silam komunitas dan club pengguna tiger sangat solid dan konon membernya paling banyak di Indonesia. Bertahun-tahun loyalis tiger ini termasuk SF berharap keluarnya penerus tiger yang lebih modern dan bertenaga. Hingga akhir hayat tiger, hal ini cuma wacana. Ga ada yang namanya tiger 250cc.

Bahkan yang lebih mengenaskan, tehnologinya dikelas sport disalip adik2nya. Sebut saja NMP injeksi, hingga yang terbaru CB series. Beberapa member sekomunitas SF pada beralih. Ada yang ganti scorpio, Vixion, Pulsar dan SF sendiri meminang Ninja 250. Bukannya di segarkan… Sang legenda tiger akhirnya malah disuntik mati.

Inget banget jaman itu ahm sampai dicap tukang ganti stripping saja. Sayangnya di jaman ini pabrikan dengan omset terbesar ini, masih saja ga berani jadi first mover. CMIIW. Coba SF ingat ya… Motor sport injeksi pertama kalah sama vixion, matic pertama kalah sama kymco lalu gen Mio, motor 250cc 2 silinder keduluan ninja, bebek super ada Satria FU150, matic adventure pertama di X ride, sport adventure ada KLX150, matic selonjoran pertama yang dilokalin ada Nmax, motor sport classic ada kawasaki estrella dan w175, Coba ada yang bisa bantu motor genre baru dimana honda jadi first mover selain scoopy?

Intinya konsumen ga bisa mengharap banyak honda bikin gebrakan. Honda selalu main aman , jual motor yang pasti laku.

Ada sih untungnya. Honda jadi lebih siap memberikan value lebih di produknya. Tapi seringkali telat. Vixion saja butuh bertahun-tahun hingga penjualannya bisa disaingi CB150. Mio dan kawan kawan kalau ga salah waktu itu juga bikin yamaha mengancam salip penjualan Honda.

Itulah yang bikin SF akhirnya berpaling dari honda. Ada time gap terlalu panjang bagi kompetitor untuk menancapkan kukunya di segmen yang belum dimasuki honda. Itu sebab SF memutuskan beli Ninja 250 saat dah kecewa sport 250 honda ga kunjung keluar, begitu juga beli Nmax. Kalau ini bahkan SF sampai cancel inden PCX 150 CBU.

Saat CBR250 beneran keluar dah terlambat, SF dah bosen mainan sport fairing 2 silinder, begitu juga PCX 150, SF dah terlanjur nyaman dengan Nmax.

Mungkin akan beda cerita jika Honda saat itu keluarkan honda Tiger 250 berbasis CB twister, atau PCX 150 dilokalkan. Ga pikir lama bagi SF untuk meminangnya.

Tau ga motor tapi ga keturutan ? Motor neo classic macam benelli patagonian eagle, kalau ga kawasaki estrella. Bukan honda juga kan? Telat sih main disini…

Dengan dana yang lebih, sebenernya mudah bagi Honda melibas kompetitor, sudah ada basis motor genre baru yang siap mengobrak abrik pasar Indonesia. Street tracker, big matic, naked sport 250, semua model punya. Tinggal kemauan honda. Yang lagi hot ada CB190ss. Saat Pecinta motor classic juga makin meningkat loh. Tetangga SF yang notabene bukan anak motor saja beli estrella karena model classicnya tapi ga mau repot bangun motor sendiri. Banyak yang kaya gitu juga loh. Berharap saja kedepannya honda memanjakan loyalisnya. Konsekwensinya ya komperitor bisa klepak klepek kalau honda masuk semua segmen 🙂

Btw sampai sekarang tiger tahun 2004 SF masih dipakai rutin loh. Kelemahan tiger dah SF obati sebagian. Velg dan gir set ganti NMP yang pakai boss gir, gigi sentrik dan rantai keteng ganti DID 4 lapis. Motor ini diusahakan ga dijual karena nilai historisnya.

2 thoughts on “Fansboy merk motor tertentu, apa sih yang bisa bikin hati berpaling”

  1. Saya sih ngarepin honda rebel 250cc pake mesin CBR 250RR
    Tapi sayang belum terwujud
    Saya yakin peminatnya banyak
    Motor sport tourer yang bertenaga dan macho,classy, classic/semi retro.
    Mo ngebut oke, santai juga oke. Yang paling penting, nyamannya itu loh. Motor sport dengan ergonomi PCX & NMax.
    Sesuatu yang baru dan beda

  2. Honda mah dah seneng jual matic beat vario , organisasi dah kelewat gede jd nyaman dgn kondisinya atau honda jepang yg ngebatasin gerak hingga kalah dgn honda india yg support selera konsumennya, jgn berharap krn waktu telah berubah (masih peliara black astrea 95, n gl pro neotech 96) dr eks orang astra

Leave a Reply

Your email address will not be published.