Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk

Perkenalan SF dengan respiro terjadi di Desember 2014. Saat itu SF beli jaket respiro windproof tipe Dr. Flow R1.3 . Jaket ini masih SF pakai hingga sekarang. Sayang resleting dah mulai problem. Bagian bawahnya sering lepas , jadi restleting beberapa kali terbuka dari bawah saat berkendara. Maklum dah lebih 4 tahun dipakai.

SF membeli lagi jaket respiro karena puas dengan produk sebelumnya. Kali ini tipe Travelride Thermoline R1. Berharap agar tipikalnya sama dengan milik SF sebelumnya. Setelah barang datang, ada rasa sedikit kecewa karena berbeda dengan ekspektasi SF. Terutama dengan bahan kain bagian dalamnya.

Bahan kain bagian dalam kata temen sih suede. Kain agak tebel tapi ringan dan lembut banget. Sepertinya sih nyaman, tapi kuatirnya gampang kotor, lembab dan panas. Bahan luarnya cukup bagus, pori-pori sangat rapat, percaya deh sama klaim respiro kalau bahan ini bisa menahan angin 100% soal menahan air masih perlu pembuktian, seminggu ini SF ga ketemu hujan 😅 . Sepertinya untuk hujan ringan sih ga nembus. Warna abu-abu yang SF pilih sedikit mengkilap. Penampakan jaket jadi makin eksklusif. Respiro berusaha memberikan sesuatu yang beda disini. Di lengan dalam bagian atas (dekat ketiak) ada resleting yang dapat dibuka. Tujuannya untuk mengeluarkan panas dari area ketiak. Dibagian pinggang belakang juga sama. Ada lubang pernafasan 3 pasang. Sepertinya respiro mendesain jaket ini untuk menahan angin dari depan, dan menyalurkan angin dari ketiak sampai kepunggung agar tidak gerah. Biar ga masuk angin tapi ga gerah/sumuk… Kira2 gitu 🙂

Lubang hawa di ketiak dan pinggang

Ternyata ga salah. Saat dipakai terbukti nyaman. Lembut dikulit. Ukuran XXL terlalu press buat SF yang bertubuh beruang. Ga seperti DR flow yang pas banget ukuran XXLnya.

Untuk berkendara di pagi hari (5.35) saat udara masih dingin dengan trayek Bekasi-Jakarta nyaman banget jaketnya, apalagi buat nembus BKT yang masih sepi. Pas banget…angin dan suhu dingin bener-bener dihalau jaket ini.

Tapi Ada sedikit yang kurang SF sukai saat jaket ini dipakai pulang kerja yang trayeknya lebih padat. Tubuh terasa hangat alias gerah. Masih batas toleransi sih . Sepertinya karena bahan bagian dalam yang terlalu “penuh” dan berpori- pori rapat jadi sirkulasi udara ga lancar. begitu trafik sedikit lancar baru terasa kalau panas didalam ikut terhalau. Disini peran lubang hawa di ketiak dan pinggang terasa manfaatnya

Andai bahan dalamnya berupa jaring-jaring / kasa pasti lebih nyaman buat menembus kemacetan jakarta. seperti saudara tuanya

One thought on “Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk”

  1. Wah sama snih jaketnya, yg saya kurang suka dari jaket ini selain sumuk adalah resletingnya suka nyangkut kalo dinaikin

Leave a Reply

Your email address will not be published.