Review Pompa Angin Listrik Digital Otomatis. Bisa diandalkan untuk kebutuhan kendaraan dirumah

Soal tekanan Ban SF memang lebih disiplin. Kurangnya tekanan angin bikin motor oleng, boros dan mengurangi performa

Sebulan bisa 2 kali SF sempatkan cek tekanan angin motor harian. Begitupula saat mau cari keringat bersepeda keliling perumahan, kurangnya tekanan angin bikin sepeda berat dikayuh. Tak lupa saat mau keluar kota, tekanan ban mobil selalu SF cek demi keamanan.

SF sempat beli pompa portabel agar mudah dibawa kemana-mana, ternyata malah kurang bisa diandalkan, bikin capek saat dipakai. Akhirnya SF putuskan beli pompa angin listrik portabel.

Ada 2 pilihan di toko online, yakni analog dan digital. SF pilih yang digital sesuai yang disarankan rekan yang sebelumnya pakai. Katanya lebih cepat, akurat dan pengaturan tekanan anginnya otomatis. Harganya sekitar 190 rban ditoko online. Silahkan cari dengan kata kunci inflator pompa mobil elektrik. Yang analog jauh lebih murah, ada yang sekitar 50 rban.

Yang disayangkan sumber dayanya 12V dengan model colokan lighter mobil. Kan ribet kalau mau pompa motor atau sepeda dirumah. Solusinya kudu dibelikan adaptor. Adaptor memakai voltase 12V dengan daya minimal 5A. Tenang saja ada yang jual ditoko online kisaran 90rban. Kalau mau hemat bisa memakai adaptor CCTV dan sejenisnya namun perlu diubah dulu colokan outputnya menggunakan colokan lighter (female).

Penggunaan pompa angin digital ini cukup mudah. Colokkan sumber daya, sesuaikan tekanan angin yang diinginkan, colokkan ujung selang pompa ke pentil ban lalu dikunci, selanjutnya tinggal pencet tombol power. Alat akan langsung bekerja dan baru berhenti otomatis saat tekanan ban yang diinginkan tercapai. Kalau tekanan ban terlalu besar , alat ini juga akan mengurangi tekanan ban secara otomatis. Suara pompa ini tergolong kenceng, Tapi ga sampai ganggu tetangga.

Saat SF ujicoba memompa ban tiger ukuran 140/70-17 (bawaan N250) dari tekanan 22,5 psi menjadi 30,5 psi membutuhkan waktu sekitar 40 detik. Lumayan lah. SF pernah iseng jajal sampai 40 psi alat ini masih sanggup meski suara mesinnya terdengar lebih ngeden . Disarankan untuk melebihkan tekanan 0,5 psi dari yang dikehendaki untuk jaga- jaga angin menerobos keluar saat colokan dilepas dari pentil ban.

Monggo simak langsung videonya…

Berturut-turut SF isi tekanan angin 2 motor dan 2 sepeda pompa listrik ini bekerja tanpa kendala. Pompa terasa hangat. Pengalaman rekan SF, sewaktu menambal ban mobilnya, dari tekanan hampir 0 psi menjadi 30 psi alat terasa sangat panas. Ga tega buat mengisi angin ban lainnya. Tapi kalau sekedar nambah angin 4 ban mobil ga jadi kendala.

Jelasnya pompa angin elektrik digital ini direkomendasikan untuk pemakai rumah tangga , Ga disarankan untuk usaha tambal ban yak…. 😁

5 thoughts on “Review Pompa Angin Listrik Digital Otomatis. Bisa diandalkan untuk kebutuhan kendaraan dirumah”

  1. Biasanya kalau dipaksa yang jebol kompressor-nya kecuali ada sensor cut-off atau sekring kalau panas terus langsung mati sampai jadi dingin lagi. Mending beli yang kompresor beneran lah…meski lebih brisik….

    1. Kompresor beneran? Berlebihan rasanya Buat nambah angin armada dirumah . Mompa 1 ban paling cuma beberapa detik. Dan ga setiap hari dipakenya

  2. kompresor beneran yg murah anggep investasi , klw sering dipakai banyak yg jebol gegara pelumas nya sdh kering , walau kompresor ini tdk beroli😂

  3. Om faiz.maaf oot. Om aku mau tanya honda tiher.mhon saran untuk jangka pajang tiger kum Aku punya honda tirev 09. Mau apsang kopling set kaki 6. Sama ganti brt cam fullset sama rollernya plus ganti cdi.

    1. Konon kopling 6 per lebih gigit, saya pernah tapi sayang bukan khusus tiger (punya GL) ga bisa presisi terpasang. Jadinya malah selip. Brt cam saya pake hingga sekarang. Performa mantab namun emang agak boros

Leave a Reply

Your email address will not be published.