Speaker Soundbar Vs 2.1, pilih mana ya?komparasi LG SJ2 VS Thonet&Vander Grub

Baik speaker 2.1 maupun Keduanya punya keunggulan masing-masing. Kali ini SF akan membahas komparasi speaker untuk menonton film atau mendengarkan musik dirumah.

SF memakai speaker aktif 2.1 merk Thonet &Vander Grub untuk menemani TV di kamar depan, dikamar belakang SF memakai LG SJ2 Soundbar. Keduanya bertipe speaker aktif (tanpa perlu amplifier). Harga T&V grub separuhnya SJ2. Ga berimbang memang. Tapi punyanya cuma itu. 😁

Speaker 2.1 terdiri dari 3 box speaker. 2 speaker kecil (satelit) menghasilkan nada tinggi dan sedang, dan 1 box besar yang menghasilkan suara bass. Umumnya komponen elektronik, koneksi (line in-out, sumber daya) dan pengolah suara tertanam di box besar ini. Kontrol volume, bass dan treble juga di box speaker besar. Speaker 2.1 paling laku dipasaran bukan hanya karena harga terjangkau, juga karena sifatnya all round , cocok untuk berbagai keperluan baik nonton film, game atau mendengarkan musik. Kelemahan speaker yang SF pakai dan biasanya juga berlaku untuk speaker entry level/med adalah koneksi terbatas. Pada T&V grub milik SF , koneksi masuk berupa jack 3,5mm dan RCA (kabel AV seperti pada VCD player). Sayangnya. Jika colokan jack depan dipakai otomatis koneksi RCA ga aktif. Repot kalau mau ganti-ganti mode. Kudu pasang-cabut kabel. Kelemahan lain speaker tidak punya fungsi autopower on/off saat tidak digunakan. Kondisi speaker idle ada bunyi dengungan/distorsi yang keluar dari speaker. Solusinya matikan speaker kalau tak terpakai. Atau kecilkan volume hingga dengungan tak terdengar saat idle. Speaker TV grub ini cukup istimewa untuk mendengarkan lagu apapun jenisnya. Tersedia pengaturan trebel dan bass untuk setting suara sesuai keinginan. powernya terasa kedodoran untuk nonton film action. Ada gejala pecah saat ada adegan tabrakan/ledakan. Sepertinya kurang cocok untuk ruangan besar.

Berbeda dengan speaker soundbar. Contohnya LG SJ2 milik SF. Perangkat utama terdiri dari 2 box. 1 box memanjang , di sisi-sisinya ada speaker tweeter dan Mid range. Panjang sekitar 70-80cm. Soundbar sengaja didesain ramping agar pas ditempatkan didepan TV tanpa menutup layar TV. 1 box lagi berukuran besar berfungsi untuk mengeluarkan dentuman bass. Uniknya tidak ada kabel yang menghubungkan soundbar dan bass boxnya(kabel power terpisah), enaknya penempatan posisi bass bisa bebas dimanapun asal dekat colokan listrik. SF sendiri taruh bass boxnya di belakang. Efek surround saat nonton film makin terasa. Bass merata keseluruh ruangan. Soundbar dan bass boxnya punya kabel power sendiri-sendiri. Begitu soundbar nyala bass box otomatis nyala.

Komponen elektronik, pengolah suara, port koneksi in/out dan kontrol suara ada pada soundbar. Koneksinya tergolong lengkap. Optical, bluetooth, dan jack 3.5mm. Mp3 player juga tersedia melalui port USB. Uniknya soundbar dapat dihubungkan langsung ke beberapa alat. Tinggal pilih saja mode input yang diinginkan melalui tombol pada soundbar atau remote control. Untuk hasil terbaik SF sarankan memakai input dari kabel optical atau bluetooth. Suara jauh lebih jernih. Istimewanya lagi LG SJ2 punya fitur autopower on/off. Kalau sumber suara (TV) dimatikan, speakernya ikut mode standby jadi ga menguras daya.

Menginjak ke suara. Speaker soundbar punya kelemahan yakni terlalu dekatnya jarak speaker kanan dan kiri. Jadi bayangkan saja seperti speaker 2 channel kanan kiri lalu ditempatkan terlalu dekat. efek stereo saat mendengarkan musik terasa kurang lebar. Soal power, Soundbar cukup istimewa. Mid dan bass cukup memuaskan telinga. Cucok banget untuk film action mampu bikin jantung berdebar. Kalau buat musik, speaker soundbar sepertinya kudu mengalah pada speaker 2.1 T&V grub yang lebih dapat menyajikan detail dan renyah. Apalagi di soundbar sj2 tidak ada pengaturan trebel. Hanya bass saja yang dapat diatur. Power dan surround adalah yang paling istimewa. Cakep banget buat nonton film action.

Kesimpulannya

jika ruangan terbatas atau pengen speaker yang ringkas diruang tamu tapi menghasilkan suara menggelegar buat nonton film, soundbar sepertinya tepat. Apalagi kalau sumber suara (TV, android box atau blueray) support keluaran dolby surround makin moncer speaker jenis ini. Mode nirkabel (bluetooth) juga bikin rapi meja TV anda. Cuma ada colok power saja untuk mengaktifkan speaker ini.

Jika mencari speaker yang khusus jadi soulmate TV ga kepikiran input macem-macem, suara berimbang, mengakomodir berbagai keperluan baik musik, cinema maupun game, dengan budget terbatas. Rasanya 2.1 cukup mewakili. Tapi jangan komplain tidak ada fitur autopower on/off ya, susah cari fitur ini meski di merk2 tenar.

Gimana kalau seumpama budget sama :

Soundbar = power

Speaker 2.1 = kualitas

Leave a Reply

Your email address will not be published.