Kembali kedatangan tamu ta diundang, kali ini coba diatasi sendiri

Maaf dah lama bingit SF tak menulis artikel. Bahkan sempat mau tutup saja blog ini karena ga menghasilkan, namun justru bikin tekor untuk bayar domainnya… 😁 berkat masukan rekan yang menyayangkan jika blog ini ditutup yo wis lah SF jajal nulis lagi saja.

Kali ini kejadian yang lumayan menegangkan terulang dirumah SF. Betapa kagetnya saat pagi- pagi buka pintu dapur, melihat kondisi dapur sudah berantakan. Baju berjatuhan dari jemuran, bumbu2, botol kecap, minyak goreng juga sudah jatuh dari raknya. Jelas bukan ulah tikus ini. SF takutkan kejadian beberapa tahun lalu terulang. Biawak besar masuk kedalam rumah dari atap yang jebol (baca disini)  . Saat itu SF minta bantuan satpam mengamankannya,karena ga tau apakah hewan ini nyerang manusia, apakah gigitannya beracun, dan ga tau juga cara tangkapnya . Maklum dari kecil ga pernah tau binatang ginian secara langsung

Biawak masuk rumah kejadian beberapa tahun lalu

Kekhawatiran terbesar SF adalah binatang ini memakan kucing2 SF. Ga kebayang dah kalau peliharaan yang sudah dianggap bagian dari keluarga sampai dimangsa hewan liar.

SF coba melongok di kolong meja dapur, bawah rak, dan pojok- pojok tersembunyi ,namun tak melihat apapun. Hari pertama nyerah. Aktivitas masakpun berhenti dihari itu karena nyonya takut ke dapur. Pintu dapur  terpaksa dalam kondisi selalu tertutup.

Besok siangnya baru terlihat seekor biawak berukuran lumayan berusaha menaiki tembok dapur. Berbekal nekat SF samperin biawak itu. Senjata SF saat itu hanya sebuah keset. Awal melihat SF, sibiawak terlihat panik. Jumpalitan kesana kemari berusaha naik tembok. Beberapa saat kemudian , si biawak terlihat tenang dengan kondisi membelakangi SF.

Saatnya beraksi…

Perlahan SF dekati biawak tersebut dengan posisi telapak tangan memegang keset. Area leher yang SF incar,dengan harapan mulutnya tak bisa berbalik menggigit SF . Secepat kilat SF cengkeram leher biawak tersebut dengn tangan kanan… dan serangan pertama langsung berhasil. Selanjutnya SF amankan bagian badannya dengan tangan kiri, baru SF angkat hewan tersebut dari pojokan.

Meski berontak sekuat tenaga tetap saja biawak tersebut ga bisa lepas dari dari cengkeraman SF. Saat masuk dalam rumah kucing SF lari menjauh. Takut juga mereka dengan hewan ini.

Awalnya bingung mau diapain, sempat mau dimasukkan kandang kucing trus dikasihkan orang. Tapi kasihan kalau sampai disate . Seperti kejadian biawak yang tertangkap sebelumnya. Ikut dosa juga SF klo sampai yang nyate itu seorang muslim juga. Karena setahu SF biawak haram dimakan.

Pengalaman pertama tangkap biawak

SF putuskan untuk melepas di depan rumah setelah mendengar penjelasan Asisten rumah tangga jika biawak ini makan tikus dikompleks perumahan ini. Beberapa kali asisten RT menemukan potongan tikus besar yang ga mungkin dimangsa kucing. Biawak ini juga ukurannya ga seberapa besar. Rasanya ga mungkin makan kucing.

Dah 3 kali kemasukan hewan liar. 2 kali biawak dan 1 kali ular. Gara2 ada sungai dibelakang rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published.