Sharing pengalaman bagaimana menambahkan ikan baru ke dalam aquarium laut , tips menghindari pembullian

Beberapa kali SF mengalami hal yang kurang mengenakkan saat menambah ikan baru. Ikan penghuni lama membully habis-habisan ikan baru. Bahkan sepertinya ingin membunuh. Salah satunya yang mendorong SF (admin) bikin artikel ini adalah saat Keranjang Bali menghajar habi-habisan Botana api yang baru masuk tank utama setelah dikarantina 1 hari, tak mustahil kalau ga segera diselamatkan bakal tewas si botana api. Lihat saja video detik-detik keranjang bali menyerang Botana api hingga penuh luka

Sirip atas dan ekor robek, salah satu sisi badannya juga luka. Untung si Botana Api bisa diselamatkan. Masuk lagi ke box karantina. Belajar dari pengalaman ini SF share tips bagaimana cara menambah ikan baru kedalam aquarium agar tidak dibully ikan penghuni lama.

Keranjang Bali Si Preman pelaku pembulian

Yang dibutuhkan adalah box karantina transparan (akrilik) dengan penutup, cari saja di toko online “box karantina”. Artikel kemaren juga sudah Saya share. Ukuran 25x10x10 cm rasanya cukup untuk ikan ukuran M, lebih besar lebih baik tapi jangan lebih kecil karena malah bikin ikan stress.

Saat ikan baru datang dengan media kantong plastik, langkah pertama adalah cemplungin kantongnya dalam aquarium (jangan dibuka kantongnya) , biarkan beberapa menit kantong mengambang dalam aquarium. Tujuannya adalah agar suhu air dalam kantong sama dengan aquarium  . Lalu cari cara bagaimana agar pertukaran air didalam bungkus ikan dengan air aquarium (MT alias Main Tank ) terjadi perlahan, ada yang pake metode dripping , ada yang dengan cara membuka bungkus plastik dalam MT dan membiarkan ikan keluar sendiri. Ini yang disebut proses aklimasi. Apa ini juga SF lakukan? Nooooo… saya bukan orang yang telaten. Setelah suhu air dalam kantong plastik sama dengan suhu MT , SF buka kantong bungkus ikan dan masukkan seluruhnya kedalam box aklimasi/box karantina yang sudah disiapkan didalam MT.

Kemudian menginjak proses terpenting… prosedur lock down alias karantina… kalau perlu 14 hari biar ikan dipastikan bebas corona 🤭. Jelas ga sabar kannn? Pasti lah…😅 Jangka waktu memang tak tentu. bisa sejam bisa seminggu. Lihat respon ikan lama terhadap kehadiran ikan baru. Untuk kasus keranjang bali VS botana api ini SF perlu waktu agak lama (seminggu lebih) karena awal-awal botana api masuk karantina, si keranjang bali terlihat nabrak-nabrak box karantina sembari melebarkan siripnya, terlihat jelas ga bisa menerima kehadiran botana api. Awalnya sih botana api ketakutan, sehari dua hari selow bae.

Kondisi botana api terkoyak siripnya. Dikarantina dulu agak lamaan biar mau makan dan mentalnya menguat

Jangan keburu beri makanan kepada ikan baru. Biarkan kelaparan dulu 2 harian dalam box karantina. Setelah itu masukkan pelet atau makanan rutin lainnya. Begitu mau makan, 1 masalah selesai. Tinggal tunggu ikan lama akur dengan ikan baru

Selanjutnya Lihat perkembangan respon penghuni lama. Kasus botana api ini, saya tunggu sampai si keranjang bali tidak lagi mengintimidasi / mengancam botana api dengan menabrak box karantina sembari melebarkan siripnya. Perlu agak lama sekitar 4-5 harian , sampai akhirnya keranjang bali terbiasa dengan kehadiran botana api. Sengaja SF beri makan rutin penghuni lama diarea box karantina. Biar penghuni lama dan baru terbiasa 1 area saat pemberian makan.

Setelah semingguan lebih, SF rasa mental botana api sudah kuat dan sudah waktunya keluar dari box karantina. Jangan dipaksa… buka saja penutup boxnya, ikan bakal keluar sendiri kalau sudah siap.

Sempat kuatir karena ternyata keranjang bali dah langsung melabrak botana api. Namun sangat berbeda dengan saat pertama kali. Dimana Keranjang bali benar-benar ingin menghabisi botana api. Kali ini cuma mengusir botana api. “Sono tempat Lu, ini spot Gw cari makan!!!” Kira2 begitulah. Botana api selalu berusaha menghindari berhadapan langsung dengan keranjang bali. Klo ga sengaja ketemu si Bali mengibas kibaskan ekornya, eh lah kok si botana api bales.

Beberapa hari kemudian cinta mulai bersemi… keranjang bali sudah menerima kehadiran botana api. Bahkan mereka makan bareng sepiring berdua… 🤭 maksudnya… makan Nory (rumput laut) dalam 1 penjepit. 😊

Botana api dan keranjang bali dah akur

Sebenarnya ada tips yang lebih mudah menghadapi pembullian ikan lama : jangan beli ikan sejenis (botana api dan keranjang bali sama2 jenis Tang), kalau terpaksa ikan baru kudu lebih gedhe dan kuat mentalnya.

Ada lagi nih cerita yang lebih dramatis dimana SF menambahkan 2 ekor botana Letter six (Dory) ukuran T dan S kedalam aquarium. Penasarannnn??? Ntar masih disiapkan artikelnya. Jelasnya penanganannya beda dan tingkat resiko lebih tinggi.

Box Karantina Wajib dimiliki  Penghobi Aquarium Laut

Terlalu banyak godaan dalam hobi aquarium air laut. Terutama karena biotanya punya warna yang mencolok dan punya sifat yang menurut SF lebih berkarakter. Inilah sebab SF butuh box karantina.

Box karantina minimal ukuran 25x10x10cm agar ga bikin ikan stress

Ada beberapa fungsi box karantina yang penting terutama bagi ikan baru. SF ingatkan saat beli box karantina (SF beli lewat toko online) wajib ada penutupnya.

Seperti yg SF singgung, karakter ikan laut macam-macam, ada yang peaceful ada yang teritorial, ada yang predator, ada usil, ada yang galak. yg galak juga pilih-pilih ada yg galak dengan sejenis, ada yg galak dengan semua ikan. Makin lama ikan dalam akuarium , makin merasa berkuasa, dan kuat mentalnya

Nah box karantina pegang peranan penting disini. Box ini sebagai sekat pemisah antara ikan baru dan ikan lama. Dengan dinding yang transparan, ikan baru dan lama akan saling mengenal. Saat ikan baru masuk box karantina akan diketahui sikap ikan penghuni lama terhadap penghuni baru. Biasanya ada saja yang kurang suka dengan penghuni baru. Penghuni lama akan mengintimidasi ikan baru dari luar box. Bayangkan kalau ga ada box ini. SF beberapa kali mengalami, ikan baru dihajar oleh penghuni lama, bahkan sampai tewas.

Dengan berada didalam box karantina ikan baru akan beradaptasi dengan kondisi lingkungan barunya dengan tenang, mentalnya perlahan akan tumbuh. Mereka akan cuek meski ikan lama masih mengintimidasi dari liat box. Setelah dirasa ikan penghuni lama berubah sikap (tidak lagi mengintimidasi ikan baru) , ikan baru boleh dilepas ke Main Tank.

Botana dory dikarantina dulu biar beradaptasi dan belajar makan pelet

Selain mengadaptasikan ikan dengan lingkungan barunya, box karantina juga berfungsi sebagai sarana untuk ngajari ikan yang baru ditangkap dialam liar untuk makan pelet/makanan rutin lain yang disediakan. Bayangkan kalau ga ada ini. Saat pemberian makan, ikan penghuni lama akan saling berebut. hitungan detik pelet amblas tak tersisa. Tentunya ikan baru ga kebagian. selain karena mental belum kuat, juga masih asing dengan makanan olahan. Kalau didalam box akan lebih tenang tanpa harus bersaing dengan ikan lainnya. Tips dari grup yang saya ikuti. Biarkan ikan kelaparan didalam box sekitar 2-3 hari tanpa makanan. Selanjutnya silahkan beri makan pelet. Sebagai tambahan informasi ikan laut jauh lebih rakus dibanding ikan air tawar… dannn tak kenal kenyang.

Smadar cicit terpaksa dihibahkan karena ketahuan makan coral

Fungsi lain yang tak kalah penting yakni sebagai sarana menjebak ikan yang tak dikehendaki. Syaratnya box karantina ikan harus ada tutupnya. Sudah beberapa kali saya menjebak ikan menggunakan box karantina. Sedikit tricky dan butuh kesabaran. Kalau beruntung ga perlu waktu lama untuk menjebak ikan yang dikehendaki. Caranya mudah biarkan box terbuka dan beri makan didalam box karantina. Begitu ikan masuk jebakan baru tutup boxnya. Saat menyadari akan dijebak dari atas ikan biasanya akan lari kesamping atau kebawah, jadi susah melarikan diri.

Jajal motor bekas yang baru dipinang menggantikan Spin 2007, Mio Soul GT 2012, gimana impresinya?


Beruntung SF mendapatkan motor bekas yang masih sehat . sudah berumur 8 tahun, tapi KM real masih 11.000. Maklum barang simpanan. Cuma dipakai antar anak sekolah dan kepasar.
Baru Jumat malam kemarin dipinang dari tetangga sekomplek , motor dah SF eksploitasi. Sudah SF jajal muter- muter dijalanan kompleks baik sendirian maupun boncengan dengan bunda. Maklum motor baru…
Impresi fisik. Sekilas Mio soul GT dimensinya lebih gedhe dibanding mio series. Ternyata setelah diamati dari dekat sama saja. Tergolong mungil buat SF yang babon ini . sepertinya rangkanya sama dengan mio lainnya. Cuma bodinya saja keliatan lebih berisi. Saat dijejerin dengan suzuki spin rasa2nya mio soul GT terlihat lebih kecil.


Performa mesin. Ini yang bikin SF kaget. SF kira mio soul GT 2012 sudah mengusung mesin 125 cc, ternyata Cuma 113cc. sama sekali ga nyangka. Meski buat boncengan tidak ada gejala tereak- tereak seperti Suzuki spin 125cc yang sudah SF miliki 10 tahun, Mio Soul GT ini lebih rilex SF kendarai bersama bunda. Bejek putaran tengah masih kerasa kenaikan tenaganya. Putaran atas ga sempat SF jajal. Ga penting blas… . Cuma menurut SF kampas kopling terlalu cepat menggigit, gas dikit saja dah nyantol, jadi sedikit kurang mendapatkan moment. Bayangkan seperti motor manual yang terlalu cepat melepas kopling. RPM belum naik, kopling dah nyantol ke penggerak belakang. Jadi kesannya sedikit ada delay buat stop N Go. Tapi wait… ini kalau buat boncengan loh. Buat sendiri ternyata nampol. Cukup responsif. Karakter ini SF rasa bakal menguntungkan di perkotaan. Bikin motor lebih irit. Apalagi sudah injeksi. Kalau mayoritas pemakaiannya buat boncengan Sf sarankan untuk ganti Per CVT yang lebih keras, untuk mengurangi gejala ngeden saat stop n Go. Meski demikian, dalam kondisi standar saja performa Mio Soul GT yang 113 cc lebih baik dibanding Suzuki Spin 2007 yang ccnya 125. Bahkan SF bandingkan dengan Honda beat injeksi milik adik di Surabaya , performa Soul GT ini masih lebih baik. Lebih ga ngeden dibanding beat. Cuma kok sepertinya bakal lebih nampol lagi jika Per CVT dikerasin dikit.

Budget terbatas niat cari motor bekas, prioritas mesin dulu

Spin tunggangan harian bunda akhirnya dipensiunkan. Dah ga kuat digodain terus. Akhirnya mau juga Bunda ganti motor.

Beli motor baru kok sayang… mending buat investasi saja uangnya. Toh ada rasa ga tenang bagi bunda pakai motor baru. Takut dibegal atau dicolong.

Di era internet ini cukup mudah mencari informasi motor bekas yang dijual. Jumat kmaren seharian ga konsen kerja ya karena hunting motor di internet. Ada 3 inceran motor under 8jt yakni, yamaha Xride dengan alasan lumayan tahan banjir, spacy helm in dengan alasan fungsional bagasi dan tangki bensin luas, dan Mio series alasannya harga bekas murah. Ketiga motor itu sudah SF dapatkan penjualnya, tinggal bikin janji ketemuan dengan pemiliknya.

Pengalaman beli motor bekas sebelumnya, mesin adalah prioritas utama. Apalagi kalau budget terbatas. Lupakan soal kemulusan body… yang penting fungsinya bukan gengsinya. Klo gengsi ya jangan beli motor bekas.

Suzuki Spin sering bermasalah, sempat niat ditinggal dijalan

Nyerah juga SF dalam sebulan sudah 4x ganti kiprok dan 2x ganti aki. Masalahnya ini bikin suzuki spin 2007 mogok di jalan dan ga bisa dinyalakan ulang pakai kick stater.

Saat dilapori bunda kalau spin mogok lagi kesekian kalinya, SF sempat bilang … tinggal saja motornya dipinggir jalan biar diambil orang. Tapi akhirnya SF koreksi, inget kalau ban dan aki baru, belum lagi box Kappa K46 yg lumayan harganya… 😅

untung abang gojek mau dorong sampai bengkel.

Emosi juga SF sama motor ini, sudah 2 bengkel yang nangani, sampai yang terakhir bilang kalau sumber masalah ketemu, ada kabel korslet digigit tikus. Memang setelah ganti kiprok dan urut ulang perkabelan motor bisa nyala lagi… tapiiii… seminggu kemudian mogok lagi. Suzuki spin pengapiannya ambil dari aki. Jadi kalau aki ga ngisi ga mau hidup.

Sudah berkali-kali SF nawari bunda buat ganti motor, tapi selalu ditolak alasannya lebih tenang pake motor butut, ga dilirik begal dan maling.

Masalah demi masalah menumpuk. diantaranya, mangkuk kopling baret, rumah roller dah aus, knalpot bocor, bodi getar semua… rasanya gamang buat diperbaiki. Sparepart susah dan mahal. Ga nyucuk sama harga motornya. Beda soal ya klo motor ini bernilai historis. Berapapun biayanya bakal dibela belain.

Jadi … goodbye spin, terima kasih sudah 10 tahun menemani. Tenang saja sudah ada yg mau nampung. Cuma SF bongkar dulu ban dan aki barunya.😇

Suzuki spin dan penggantinya

Penggantinya sudah ada yang lebih mudaan dengan kondisi yang lebih prima.

10 Kesalahan yang biasa dilakukan pemula saat memulai aquarium laut

SF ini masih pemula loh… banyak gagalnya bermain aquarium laut.

Sekarang sudah sekitar 2 tahunan mainan aquarium laut dannnn… masih ada aja biota yang tewas dengan berbagai macam sebab. Berikut SF share apa saja kesalahan pemula saat bermain aquarium laut

1. Budget nanggung, pengetahuan belum memadai, tapi maksa mainan air laut. Memang bermain aquarium laut tak harus mahal. Namun memaksakan bermain air laut dengan alat tempur tak memadai juga tak disarankan. Ketahui dulu peralatan minimal yang dibutuhkan lalu baru bisa  berburu peralatan yang murah namun hasilnya bagus. Filtrasi mekanik, biologis, kimiawi, cahaya, arus, alat ukur kandungan air, semua dibutuhkan untuk menunjang kehidupan biota dalam aquarium yang kondisinya diusahakan mendekati habitatnya.

2. Ga sabaran. Begitu setup aquarium langsung cemplung-cemplungin ikan. Alhasil langsung tewas. Dalam aquarium laut maupun tawar diperlukan siklus pembentukan bakteri pengurai, bakteri ini yang mengurai kotoran yang dihasilkan biota agar tidak kembali meracuni biota. Expert bilang ini namanya siklus nitrogen… nyalakan filter, lampu, arus air, jangan masukkan biota apapun samai bakteri terbentuk.

Untuk aquarium laut proses ini agak lama minimal sebulan lah. Jangan samakan seperti acara TV “tanked” ya mereka memakai pasir atau media yang sudah mengandung bakteri pengurai . 

3. Tak tahan godaan. Namanya saja hobi baru, budget kurang bermasalah, budget lebih juga gawat. Maen ke penjual ikan, ada yang bagus langsung samber-samber saja. Alhasil ketambahan biota dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Padahal bakteri pengurai masih progress pertumbuhan. Setelah proses siklus pada no.2 diatas selesai. Jangan langsung cemplungin banyak ikan. 1-3 ekorlah. Dan itupun yang tergolong ikan tahan banting misalnya, clown fish dan ikan betok

4. Kesalahan pemilihan ikan. Ada ikan agresive, ada yang peacefull, ada yang reef safe, ada yang reef safe with coution, ada yang totally not reef safe, ada yang ga tahan arus kencang, ada yang khusus  aquarium tua, (yg sudah banyak copeopod) , ada yang pure carnivora. Pelajari dulu ikan yang akan dibeli. Jangan sampai nyesel beli ikan karena warnanya keren eh suka notolin ikan lain, atau nyamil koral. Susah nangkep ikan kalau sudah nyemplung di aquarium utama.

5. New hobbist syndrom…. ! Tak bisa berhenti obok-obok kolam. Tentukan dulu landscapenya, usahakan jangan terlalu sering merubah penataan dalam aquarium. Ikan dan biota lainnya bisa stress, penyakitan dan mati.

6. Top up air aquarium laut yang menguap menggunakan air laut…. ! Ini terjadi dan SF dengar sendiri dari pelakunya yang sempat ngobrol di sentra ikan hias sumenep. Dia curhat ke seller ikan soal ikannya yang ga pernah awet. Setelah diselidiki doi  selalu topup menggunakan air laut. dipastikan kadar garam dalam aquarium laut akan meningkat. Penguapan air laut dalam aquarium terjadi hanya pada airnya saja! Garam tetap tinggal dalam aquarium. Jadi kalau topup aquarium laut cukup menggunakan air tawar… !

7. Kondisi biota dan aquarium dipaksakan menyesuaikan lingkungan kita. Salah besar…. harusnya kondisi didalam aquarium yang dibikin mendekati kondisi sebenarnya dialam. Suhu misalnya untuk coral diusahakan dingin 25-27c, ikan 27-30c, ikan dan coral di 26-27c, salinitas dipertahankan di.1.020-1.025.

8. Memakai aquarium ukuran kecil dengan alasan perawatan mudah. Salahhhh besarrrr…. ! Aquarium kecil sangat mudah terjadi swing alias perubahan kondisi air laut. Suhu, PH, salinitas lebih gampang naik turun, biota jadi gampang stress dan mati. makin besar aquarium jelasnya makin stabil tapi mahal pula… 😁

9. Kurang gaul. Pemain air laut senior pun masih butuh teman diskusi. Mereka juga pernah dan sering gagal , problem solving N solution inilah yang mahal ilmunya. Beruntunglah anda bergabung di grup para senior. Jangan malah minder… serap ilmu yang tak terbatas itu. Jangan selalu percaya seller, tanya dulu atau googling diforum soal apapun kalau memang belum tau.

10. Keburu naik kelas. Dana bukan segalanya saat bermain air laut. Kalau ilmu belum mumpungi, meski duit tak terbatas kemungkinan gagal masih terbuka lebar. Step by step , kumpulin ilmunya dulu, praktekin… baru kalau sukses bisa naek kelas. Jangan karena stress gagal maen LPS trus memutuskan lompat ke SPS.

Selain 10 diatas masih buanyak kesalahan yang dibikin pemula seperti SF ini… beli biota lewat online, pengukuran kadar komponen dalam air laut yang maen kira2 ga punya alat ukur, dll

Bagi SF sendiri main aquarium laut ga ada yang namanya expert. Expert maenan ikan, bisa jadi pemula di koral, expert di koral jenis LPS, bisa jadi pemula di SPS, bahkan expert mainan SPS saja bisa jadi pemula mainan ikan laut.

Next SF bahas soal penghematan yang bisa dilakukan saat bermain aquarium air laut.

Protein Skimmer Jebo 180-II solusi buat aquarium laut low budget performa lumayan. Tapi kudu di modif ya…

Protein skimmer termasuk vital fungsinya untuk aquarium air laut. Fungsinya untuk mengangkat racun-racun atau mineral berlebih dalam kandungan air laut. Racun  umumnya berasal dari kotoran ikan, ikan /biota mati, sisa makanan, jaringan koral yang mati, atau lendir yang dikeluarkan biota. Umumnya cara kerja protein skimmer adalah mencampur/mengocok udara didalam air. Ada yang menggunakan pompa baling2 yang mengocok udara dan air, ada yang menggunakan aerator yang menghasilkan gelembung sangat halus didalam air. Makin halus gelembung makin efektif mengikat kotoran dalam air. Gelembung yang mengandung kotoran/racun ini yang dikeluarkan ke penampungan skimmer. Jangan heran kalau dipenampungan protein skimmer isinya air berwarna hitam pekat kehijauan… itu dia sari racun yang terangkat.

SF sendiri memakai protein skimmer hangon merk jebo 180-II ,alasannya harga terjangkau dan penempatannya dalam sump filter atau dalam aquarium utama lebih fleksibel karena desain terpisah antara pompa dan bodi skimmer. Yang perlu dimasukkan ke air tidak perlu seluruh bodi skimmer, cukup pompa yang punya dimensi tidak begitu besar.

Berdasarkan diskusi diforum, memang banyak yang kurang merekomendasikan skimmer jebo ini. Namun karena dimensinya pas buat tank SF , tetap saja Saya pake ini.

Benar saja Jebo 180-II memang benar kurang memuaskan dalam kondisi standarnya. Saat setelan udara dibuka penuh permukaan air didalam bodi skimmer terlalu rendah akibatnya gelembung halus yang dihasilkan skimmer tidak mampu dikeluarkan ke penampungan. Agar permukaan airnya naik. Setelan udaranya perlu diperkecil. Ini dia yang bikin skimmer ini kurang optimal…. udara yang dikocok dengan air jadi kurang banyak….

Nah kali ini SF share cara bikin Jebo 180-II lebih optimal fungsinya. Ada 2 cara.

Cara pertama lebih sederhana bisa dikatakan tanpa modal. Gimana cara agar udara yang dicampur dengan air tetap maksimal dan gelembung udara yang mengikat kotoran mampu dikeluarkan ke penampungan? 1. Buka penuh pengaturan udara pada skimmer. 2. Persempit saluran air yang keluar melalui moncong skimmer, kalau SF memakai irisan stereofoam yang disumpal di moncong skimmer tempat air keluar. Atur sedemikian rupa hingga permukaan air dalam bodi skimmer menyentuh corong berbentuk kerucut yang sejajar penampungan skimmer. Kondisi ini Sudah jauh lebih mending dibanding standarnya jebo.

Atur ketinggian permukaan air dengan cara ganjel moncong dengan busa

Cara ke 2 butuh upaya yang lebih greget. Bukan hanya tambahan modal dana, namun juga ketrampilan.

1. Ganti pompa yang kekuatannya lebih besar . Standar jebo 180 pompanya berkekuatan 1200-1300l/h. Ganti ke 1400-1500l/h. SF sendiri memakai Resun SP2500 yang kapasitasnya 1400l/h

2. Ganti baling-baling/kipas menggunakan model Needle Wheel, bentuk kipasnya bergerigi. Ini ada yang jual di toko online.

Ganti baling2 kipas menggunakan needle wheel

Kalau mau lebih hemat pakai cara SF. Beli biobal bergerigi, potong 1 sisinya memakai gerinda atau pisau dipanaskan, jadi hanya tinggal 1 sisi yang bergerigi. Bor bagian tengah dan pasang ke rotor magnet bawaan Resun SP2500. Model kipas yang bergerigi mampu menghasilkan gelembung udara yang jauh lebih halus

3. Ujung pompa masih bisa menggunakan punya jebo 180-II

4. Seperti cara pertama, atur ketinggian air didalam tabung skimmer sampai menyentuh corong , dengan cara mempersempit output / moncong tempat keluarnya air pada skimmer

Cara kedua ini jauh lebih optimal lagi. Gelembung udara hasil kocokan lebih halus, gelembung yang keluar di penampungan lebih dry artinya lebih optimal mengikat kotoran. Air dipenampungan lebih coklat dan pekat.

Intip saja videonya kalau males baca

Solusi untuk setting suhu aquarium secara tepat

Repotnya untuk pelihara aquarium Coral dan ikan adalah menentukan suhu yang optimal yang cocok buat keduanya. Kendalanya adalah, coral membutuhkan suhu yang dingin sedangkan ikan kebalikannya. Butuh suhu yang lebih tinggi. Kasus yang sama berlaku untuk aquascape yang memelihara tumbuhan sekaligus ikan.

Awalnya SF menggunakan kipas DC 12 3 buah untuk pendingin aquarium.

Ternyata malam hari, saat lampu aquarium mati, Suhu air aquarium yang kebetulan didalam ruangan ber-ac mencapai 22°C. Ini terlalu dingin buat ikan yang butuhnya suhu 25°C keatas. Beberapa ikan akhirnya stress dan mati 😓.  SF kemudian merubah settingan kipas agar nyala bersamaan dengan nyala lampu. Nah siang hari saat kamar tidak dihuni otomatis ac dimatikan, meskipun lampu aquarium belum hidup. Suhu air didalam aquarium mencapai lebih dari 28°C. Jelas terlalu tinggi buat coral yang suhu optimalnya minta dibawah 25°C. Meski coral masih survive disuhu 28° C, namun jadi stress dan kurang mekar.  Repot kan… !

Berkat saran rekan di forum aquarium ait laut, SF memakai thermostat. Ga nyangka harganya ternyata murah…

Beli di toko komponen mesin tetas harganya lebih murah

Di toko Komponen Mesin Tetas, harganya Ga sampai 50 rb !. Sensor suhunya dah tahan air,jadi aman dicelup ke air. Oleh penjualnya, thermostat ini digunakan untuk mesin penetas telur. Oleh SF, alat ini dipadukan dengan kipas pendingin aquarium. Fungsinya adalah alat ini menginstruksikan kipas untuk menyala pada suhu tinggi , dan mematikan kipas pada suhu rendah. Untuk settingan aquarium laut dirumah , batas atas disetting di 25,5 °C sedangkan batas bawah di 24,5°C.

Cara settingnya gampang… colokkan dulu thermostat ke sumber listrik . Lalu setting kapan thermostat mengkoneksikan arus listrik (menyalakan kipas) , tahan tombol atas hingga display berkedip lalu setting batas atas suhu yang diinginkan. Lalu tunggu beberapa saat hingga berkedip. Langkah selanjutnya tentukan kapan thermostat memutus arus listrik kekipas. Kalau ini dengan menahan tombol bawah.

Dengan cara ini suhu akan selalu stabil di angka 24,5°C – 25,5°C.  Cocok buat suhu ikan dan coral . Klo ada budget lebih ,  mendinginkan aquarium  menggunakan kipas tidak disarankan karena membuat air menguap. Jadi kudu sering top up, top up bikin kandungan mineral air laut goyang. Mending pakai cooler khusus aquarium . Cooler untuk aquarium bukan hanya  mahal namun konsumsi listriknya juga lumayan. 😁

Speaker dolby surround 5.1 Logitech Z607, harga terjangkau tapi minim koneksi

Bermula dengan berlangganan Netflix premium, fitur audio surround 5.1 jadi aktif di TV LG SF. Kebetulan soundbar milik SF LG SJ2 juga support fitur dolby. Namun rasanya kurang maksimal mendengarkan alunan audio 5.1 yang dipaksakan keluar melalui speaker 2.1 . Mumpung 3 bulan SF libur mancing karena musim angin barat dimana ombak lagi lucu-lucunya, Jadinya SF pakai budget mancing buat hunting speaker 5.1

Speaker 5.1 terdiri dari 2 speaker depan, 2 belakang, 1 tengah dan tambahan 1 speaker frekuensi rendah/ subwoofer. Rupanya susah cari speaker jenis ini yang harganya terjangkau namun bisa disandingkan dengan inputan hdmi arc/optical yang keluar dari TV. Ada sih yang support bluetooth, tapi SF hindari dulu karena biasanya ada delay antara gerakan dan suara.

Beberapa opsi muncul tapi over budget diantaranya speaker soundbar LG 4.1 dan sony 5.1, SF pending dulu karena nyari yang lebih murah. Sedikit ragu SF mulai melirik speaker Logitech yang memiliki input analog 5.1 berupa lubang RCA 6 biji, stereo kanan kiri serta bluetooth 4.2. Sayang sekali tidak ada Fitur optical dan HDMI . Dalam benak SF Okelah sedikit mengorbankan gerakan dan suara yang tidak sinkron. Toh di smart TV LG ada fitur sinkron Gerakan dan Suara.

Dengan sedikit kebimbangan SF putuskan beli Logitech Z607 yang reviewnya lumayan cakep. Harganya setengah dari speaker soundbar LG atau Sony yang SF sebut sebelumnya. Bahkan speaker logitech ini harganya setara dengan speaker soundbar milik SF sebelumnya.

Continue reading “Speaker dolby surround 5.1 Logitech Z607, harga terjangkau tapi minim koneksi”

Braket box Nmax, fungsional namun ada kelemahannya

Bagasi Nmax sebenernya sudah cukup mumpungi untuk keperluan sehari-hari. Helm, mantel hujan, dll masuk-masuk saja. Beda soal kalau pas mancing. Ada aja keperluan yang harus di bawa.

Karena itu SF putuskan pasang braket box buat Nmax. Pilihan SF jatuh pada braket cetakan karena modelnya cukup simple dan lumayan rapi. Braket ini sepertinya terbuat dari aluminium cor, cukup kokoh. Finishing hitam doff berkontur kasar.

Setelah terpasang niat hati memindahkan base plat dan box givi yang terpasang di tiger ke Nmax. Tapi tertunda, Gara-gara bunda dan anak-anak terbantu oleh braket ini. Saat boncengan berempat cari cemilan di komplek, posisi bunda bisa agak mundur sedikit menduduki braket. Buat iket barang agak gedhean juga cukup bermanfaat.

Tapiiii ada saja kelemahan braket box ini.

Continue reading “Braket box Nmax, fungsional namun ada kelemahannya”