Jajal motor bekas yang baru dipinang menggantikan Spin 2007, Mio Soul GT 2012, gimana impresinya?


Beruntung SF mendapatkan motor bekas yang masih sehat . sudah berumur 8 tahun, tapi KM real masih 11.000. Maklum barang simpanan. Cuma dipakai antar anak sekolah dan kepasar.
Baru Jumat malam kemarin dipinang dari tetangga sekomplek , motor dah SF eksploitasi. Sudah SF jajal muter- muter dijalanan kompleks baik sendirian maupun boncengan dengan bunda. Maklum motor baru…
Impresi fisik. Sekilas Mio soul GT dimensinya lebih gedhe dibanding mio series. Ternyata setelah diamati dari dekat sama saja. Tergolong mungil buat SF yang babon ini . sepertinya rangkanya sama dengan mio lainnya. Cuma bodinya saja keliatan lebih berisi. Saat dijejerin dengan suzuki spin rasa2nya mio soul GT terlihat lebih kecil.


Performa mesin. Ini yang bikin SF kaget. SF kira mio soul GT 2012 sudah mengusung mesin 125 cc, ternyata Cuma 113cc. sama sekali ga nyangka. Meski buat boncengan tidak ada gejala tereak- tereak seperti Suzuki spin 125cc yang sudah SF miliki 10 tahun, Mio Soul GT ini lebih rilex SF kendarai bersama bunda. Bejek putaran tengah masih kerasa kenaikan tenaganya. Putaran atas ga sempat SF jajal. Ga penting blas… . Cuma menurut SF kampas kopling terlalu cepat menggigit, gas dikit saja dah nyantol, jadi sedikit kurang mendapatkan moment. Bayangkan seperti motor manual yang terlalu cepat melepas kopling. RPM belum naik, kopling dah nyantol ke penggerak belakang. Jadi kesannya sedikit ada delay buat stop N Go. Tapi wait… ini kalau buat boncengan loh. Buat sendiri ternyata nampol. Cukup responsif. Karakter ini SF rasa bakal menguntungkan di perkotaan. Bikin motor lebih irit. Apalagi sudah injeksi. Kalau mayoritas pemakaiannya buat boncengan Sf sarankan untuk ganti Per CVT yang lebih keras, untuk mengurangi gejala ngeden saat stop n Go. Meski demikian, dalam kondisi standar saja performa Mio Soul GT yang 113 cc lebih baik dibanding Suzuki Spin 2007 yang ccnya 125. Bahkan SF bandingkan dengan Honda beat injeksi milik adik di Surabaya , performa Soul GT ini masih lebih baik. Lebih ga ngeden dibanding beat. Cuma kok sepertinya bakal lebih nampol lagi jika Per CVT dikerasin dikit.

Budget terbatas niat cari motor bekas, prioritas mesin dulu

Spin tunggangan harian bunda akhirnya dipensiunkan. Dah ga kuat digodain terus. Akhirnya mau juga Bunda ganti motor.

Beli motor baru kok sayang… mending buat investasi saja uangnya. Toh ada rasa ga tenang bagi bunda pakai motor baru. Takut dibegal atau dicolong.

Di era internet ini cukup mudah mencari informasi motor bekas yang dijual. Jumat kmaren seharian ga konsen kerja ya karena hunting motor di internet. Ada 3 inceran motor under 8jt yakni, yamaha Xride dengan alasan lumayan tahan banjir, spacy helm in dengan alasan fungsional bagasi dan tangki bensin luas, dan Mio series alasannya harga bekas murah. Ketiga motor itu sudah SF dapatkan penjualnya, tinggal bikin janji ketemuan dengan pemiliknya.

Pengalaman beli motor bekas sebelumnya, mesin adalah prioritas utama. Apalagi kalau budget terbatas. Lupakan soal kemulusan body… yang penting fungsinya bukan gengsinya. Klo gengsi ya jangan beli motor bekas.

Suzuki Spin sering bermasalah, sempat niat ditinggal dijalan

Nyerah juga SF dalam sebulan sudah 4x ganti kiprok dan 2x ganti aki. Masalahnya ini bikin suzuki spin 2007 mogok di jalan dan ga bisa dinyalakan ulang pakai kick stater.

Saat dilapori bunda kalau spin mogok lagi kesekian kalinya, SF sempat bilang … tinggal saja motornya dipinggir jalan biar diambil orang. Tapi akhirnya SF koreksi, inget kalau ban dan aki baru, belum lagi box Kappa K46 yg lumayan harganya… 😅

untung abang gojek mau dorong sampai bengkel.

Emosi juga SF sama motor ini, sudah 2 bengkel yang nangani, sampai yang terakhir bilang kalau sumber masalah ketemu, ada kabel korslet digigit tikus. Memang setelah ganti kiprok dan urut ulang perkabelan motor bisa nyala lagi… tapiiii… seminggu kemudian mogok lagi. Suzuki spin pengapiannya ambil dari aki. Jadi kalau aki ga ngisi ga mau hidup.

Sudah berkali-kali SF nawari bunda buat ganti motor, tapi selalu ditolak alasannya lebih tenang pake motor butut, ga dilirik begal dan maling.

Masalah demi masalah menumpuk. diantaranya, mangkuk kopling baret, rumah roller dah aus, knalpot bocor, bodi getar semua… rasanya gamang buat diperbaiki. Sparepart susah dan mahal. Ga nyucuk sama harga motornya. Beda soal ya klo motor ini bernilai historis. Berapapun biayanya bakal dibela belain.

Jadi … goodbye spin, terima kasih sudah 10 tahun menemani. Tenang saja sudah ada yg mau nampung. Cuma SF bongkar dulu ban dan aki barunya.😇

Suzuki spin dan penggantinya

Penggantinya sudah ada yang lebih mudaan dengan kondisi yang lebih prima.

10 Kesalahan yang biasa dilakukan pemula saat memulai aquarium laut

SF ini masih pemula loh… banyak gagalnya bermain aquarium laut.

Sekarang sudah sekitar 2 tahunan mainan aquarium laut dannnn… masih ada aja biota yang tewas dengan berbagai macam sebab. Berikut SF share apa saja kesalahan pemula saat bermain aquarium laut

1. Budget nanggung, pengetahuan belum memadai, tapi maksa mainan air laut. Memang bermain aquarium laut tak harus mahal. Namun memaksakan bermain air laut dengan alat tempur tak memadai juga tak disarankan. Ketahui dulu peralatan minimal yang dibutuhkan lalu baru bisa  berburu peralatan yang murah namun hasilnya bagus. Filtrasi mekanik, biologis, kimiawi, cahaya, arus, alat ukur kandungan air, semua dibutuhkan untuk menunjang kehidupan biota dalam aquarium yang kondisinya diusahakan mendekati habitatnya.

2. Ga sabaran. Begitu setup aquarium langsung cemplung-cemplungin ikan. Alhasil langsung tewas. Dalam aquarium laut maupun tawar diperlukan siklus pembentukan bakteri pengurai, bakteri ini yang mengurai kotoran yang dihasilkan biota agar tidak kembali meracuni biota. Expert bilang ini namanya siklus nitrogen… nyalakan filter, lampu, arus air, jangan masukkan biota apapun samai bakteri terbentuk.

Untuk aquarium laut proses ini agak lama minimal sebulan lah. Jangan samakan seperti acara TV “tanked” ya mereka memakai pasir atau media yang sudah mengandung bakteri pengurai . 

3. Tak tahan godaan. Namanya saja hobi baru, budget kurang bermasalah, budget lebih juga gawat. Maen ke penjual ikan, ada yang bagus langsung samber-samber saja. Alhasil ketambahan biota dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Padahal bakteri pengurai masih progress pertumbuhan. Setelah proses siklus pada no.2 diatas selesai. Jangan langsung cemplungin banyak ikan. 1-3 ekorlah. Dan itupun yang tergolong ikan tahan banting misalnya, clown fish dan ikan betok

4. Kesalahan pemilihan ikan. Ada ikan agresive, ada yang peacefull, ada yang reef safe, ada yang reef safe with coution, ada yang totally not reef safe, ada yang ga tahan arus kencang, ada yang khusus  aquarium tua, (yg sudah banyak copeopod) , ada yang pure carnivora. Pelajari dulu ikan yang akan dibeli. Jangan sampai nyesel beli ikan karena warnanya keren eh suka notolin ikan lain, atau nyamil koral. Susah nangkep ikan kalau sudah nyemplung di aquarium utama.

5. New hobbist syndrom…. ! Tak bisa berhenti obok-obok kolam. Tentukan dulu landscapenya, usahakan jangan terlalu sering merubah penataan dalam aquarium. Ikan dan biota lainnya bisa stress, penyakitan dan mati.

6. Top up air aquarium laut yang menguap menggunakan air laut…. ! Ini terjadi dan SF dengar sendiri dari pelakunya yang sempat ngobrol di sentra ikan hias sumenep. Dia curhat ke seller ikan soal ikannya yang ga pernah awet. Setelah diselidiki doi  selalu topup menggunakan air laut. dipastikan kadar garam dalam aquarium laut akan meningkat. Penguapan air laut dalam aquarium terjadi hanya pada airnya saja! Garam tetap tinggal dalam aquarium. Jadi kalau topup aquarium laut cukup menggunakan air tawar… !

7. Kondisi biota dan aquarium dipaksakan menyesuaikan lingkungan kita. Salah besar…. harusnya kondisi didalam aquarium yang dibikin mendekati kondisi sebenarnya dialam. Suhu misalnya untuk coral diusahakan dingin 25-27c, ikan 27-30c, ikan dan coral di 26-27c, salinitas dipertahankan di.1.020-1.025.

8. Memakai aquarium ukuran kecil dengan alasan perawatan mudah. Salahhhh besarrrr…. ! Aquarium kecil sangat mudah terjadi swing alias perubahan kondisi air laut. Suhu, PH, salinitas lebih gampang naik turun, biota jadi gampang stress dan mati. makin besar aquarium jelasnya makin stabil tapi mahal pula… 😁

9. Kurang gaul. Pemain air laut senior pun masih butuh teman diskusi. Mereka juga pernah dan sering gagal , problem solving N solution inilah yang mahal ilmunya. Beruntunglah anda bergabung di grup para senior. Jangan malah minder… serap ilmu yang tak terbatas itu. Jangan selalu percaya seller, tanya dulu atau googling diforum soal apapun kalau memang belum tau.

10. Keburu naik kelas. Dana bukan segalanya saat bermain air laut. Kalau ilmu belum mumpungi, meski duit tak terbatas kemungkinan gagal masih terbuka lebar. Step by step , kumpulin ilmunya dulu, praktekin… baru kalau sukses bisa naek kelas. Jangan karena stress gagal maen LPS trus memutuskan lompat ke SPS.

Selain 10 diatas masih buanyak kesalahan yang dibikin pemula seperti SF ini… beli biota lewat online, pengukuran kadar komponen dalam air laut yang maen kira2 ga punya alat ukur, dll

Bagi SF sendiri main aquarium laut ga ada yang namanya expert. Expert maenan ikan, bisa jadi pemula di koral, expert di koral jenis LPS, bisa jadi pemula di SPS, bahkan expert mainan SPS saja bisa jadi pemula mainan ikan laut.

Next SF bahas soal penghematan yang bisa dilakukan saat bermain aquarium air laut.

Protein Skimmer Jebo 180-II solusi buat aquarium laut low budget performa lumayan. Tapi kudu di modif ya…

Protein skimmer termasuk vital fungsinya untuk aquarium air laut. Fungsinya untuk mengangkat racun-racun atau mineral berlebih dalam kandungan air laut. Racun  umumnya berasal dari kotoran ikan, ikan /biota mati, sisa makanan, jaringan koral yang mati, atau lendir yang dikeluarkan biota. Umumnya cara kerja protein skimmer adalah mencampur/mengocok udara didalam air. Ada yang menggunakan pompa baling2 yang mengocok udara dan air, ada yang menggunakan aerator yang menghasilkan gelembung sangat halus didalam air. Makin halus gelembung makin efektif mengikat kotoran dalam air. Gelembung yang mengandung kotoran/racun ini yang dikeluarkan ke penampungan skimmer. Jangan heran kalau dipenampungan protein skimmer isinya air berwarna hitam pekat kehijauan… itu dia sari racun yang terangkat.

SF sendiri memakai protein skimmer hangon merk jebo 180-II ,alasannya harga terjangkau dan penempatannya dalam sump filter atau dalam aquarium utama lebih fleksibel karena desain terpisah antara pompa dan bodi skimmer. Yang perlu dimasukkan ke air tidak perlu seluruh bodi skimmer, cukup pompa yang punya dimensi tidak begitu besar.

Berdasarkan diskusi diforum, memang banyak yang kurang merekomendasikan skimmer jebo ini. Namun karena dimensinya pas buat tank SF , tetap saja Saya pake ini.

Benar saja Jebo 180-II memang benar kurang memuaskan dalam kondisi standarnya. Saat setelan udara dibuka penuh permukaan air didalam bodi skimmer terlalu rendah akibatnya gelembung halus yang dihasilkan skimmer tidak mampu dikeluarkan ke penampungan. Agar permukaan airnya naik. Setelan udaranya perlu diperkecil. Ini dia yang bikin skimmer ini kurang optimal…. udara yang dikocok dengan air jadi kurang banyak….

Nah kali ini SF share cara bikin Jebo 180-II lebih optimal fungsinya. Ada 2 cara.

Cara pertama lebih sederhana bisa dikatakan tanpa modal. Gimana cara agar udara yang dicampur dengan air tetap maksimal dan gelembung udara yang mengikat kotoran mampu dikeluarkan ke penampungan? 1. Buka penuh pengaturan udara pada skimmer. 2. Persempit saluran air yang keluar melalui moncong skimmer, kalau SF memakai irisan stereofoam yang disumpal di moncong skimmer tempat air keluar. Atur sedemikian rupa hingga permukaan air dalam bodi skimmer menyentuh corong berbentuk kerucut yang sejajar penampungan skimmer. Kondisi ini Sudah jauh lebih mending dibanding standarnya jebo.

Atur ketinggian permukaan air dengan cara ganjel moncong dengan busa

Cara ke 2 butuh upaya yang lebih greget. Bukan hanya tambahan modal dana, namun juga ketrampilan.

1. Ganti pompa yang kekuatannya lebih besar . Standar jebo 180 pompanya berkekuatan 1200-1300l/h. Ganti ke 1400-1500l/h. SF sendiri memakai Resun SP2500 yang kapasitasnya 1400l/h

2. Ganti baling-baling/kipas menggunakan model Needle Wheel, bentuk kipasnya bergerigi. Ini ada yang jual di toko online.

Ganti baling2 kipas menggunakan needle wheel

Kalau mau lebih hemat pakai cara SF. Beli biobal bergerigi, potong 1 sisinya memakai gerinda atau pisau dipanaskan, jadi hanya tinggal 1 sisi yang bergerigi. Bor bagian tengah dan pasang ke rotor magnet bawaan Resun SP2500. Model kipas yang bergerigi mampu menghasilkan gelembung udara yang jauh lebih halus

3. Ujung pompa masih bisa menggunakan punya jebo 180-II

4. Seperti cara pertama, atur ketinggian air didalam tabung skimmer sampai menyentuh corong , dengan cara mempersempit output / moncong tempat keluarnya air pada skimmer

Cara kedua ini jauh lebih optimal lagi. Gelembung udara hasil kocokan lebih halus, gelembung yang keluar di penampungan lebih dry artinya lebih optimal mengikat kotoran. Air dipenampungan lebih coklat dan pekat.

Intip saja videonya kalau males baca

Solusi untuk setting suhu aquarium secara tepat

Repotnya untuk pelihara aquarium Coral dan ikan adalah menentukan suhu yang optimal yang cocok buat keduanya. Kendalanya adalah, coral membutuhkan suhu yang dingin sedangkan ikan kebalikannya. Butuh suhu yang lebih tinggi. Kasus yang sama berlaku untuk aquascape yang memelihara tumbuhan sekaligus ikan.

Awalnya SF menggunakan kipas DC 12 3 buah untuk pendingin aquarium.

Ternyata malam hari, saat lampu aquarium mati, Suhu air aquarium yang kebetulan didalam ruangan ber-ac mencapai 22°C. Ini terlalu dingin buat ikan yang butuhnya suhu 25°C keatas. Beberapa ikan akhirnya stress dan mati 😓.  SF kemudian merubah settingan kipas agar nyala bersamaan dengan nyala lampu. Nah siang hari saat kamar tidak dihuni otomatis ac dimatikan, meskipun lampu aquarium belum hidup. Suhu air didalam aquarium mencapai lebih dari 28°C. Jelas terlalu tinggi buat coral yang suhu optimalnya minta dibawah 25°C. Meski coral masih survive disuhu 28° C, namun jadi stress dan kurang mekar.  Repot kan… !

Berkat saran rekan di forum aquarium ait laut, SF memakai thermostat. Ga nyangka harganya ternyata murah…

Beli di toko komponen mesin tetas harganya lebih murah

Di toko Komponen Mesin Tetas, harganya Ga sampai 50 rb !. Sensor suhunya dah tahan air,jadi aman dicelup ke air. Oleh penjualnya, thermostat ini digunakan untuk mesin penetas telur. Oleh SF, alat ini dipadukan dengan kipas pendingin aquarium. Fungsinya adalah alat ini menginstruksikan kipas untuk menyala pada suhu tinggi , dan mematikan kipas pada suhu rendah. Untuk settingan aquarium laut dirumah , batas atas disetting di 25,5 °C sedangkan batas bawah di 24,5°C.

Cara settingnya gampang… colokkan dulu thermostat ke sumber listrik . Lalu setting kapan thermostat mengkoneksikan arus listrik (menyalakan kipas) , tahan tombol atas hingga display berkedip lalu setting batas atas suhu yang diinginkan. Lalu tunggu beberapa saat hingga berkedip. Langkah selanjutnya tentukan kapan thermostat memutus arus listrik kekipas. Kalau ini dengan menahan tombol bawah.

Dengan cara ini suhu akan selalu stabil di angka 24,5°C – 25,5°C.  Cocok buat suhu ikan dan coral . Klo ada budget lebih ,  mendinginkan aquarium  menggunakan kipas tidak disarankan karena membuat air menguap. Jadi kudu sering top up, top up bikin kandungan mineral air laut goyang. Mending pakai cooler khusus aquarium . Cooler untuk aquarium bukan hanya  mahal namun konsumsi listriknya juga lumayan. 😁

Speaker dolby surround 5.1 Logitech Z607, harga terjangkau tapi minim koneksi

Bermula dengan berlangganan Netflix premium, fitur audio surround 5.1 jadi aktif di TV LG SF. Kebetulan soundbar milik SF LG SJ2 juga support fitur dolby. Namun rasanya kurang maksimal mendengarkan alunan audio 5.1 yang dipaksakan keluar melalui speaker 2.1 . Mumpung 3 bulan SF libur mancing karena musim angin barat dimana ombak lagi lucu-lucunya, Jadinya SF pakai budget mancing buat hunting speaker 5.1

Speaker 5.1 terdiri dari 2 speaker depan, 2 belakang, 1 tengah dan tambahan 1 speaker frekuensi rendah/ subwoofer. Rupanya susah cari speaker jenis ini yang harganya terjangkau namun bisa disandingkan dengan inputan hdmi arc/optical yang keluar dari TV. Ada sih yang support bluetooth, tapi SF hindari dulu karena biasanya ada delay antara gerakan dan suara.

Beberapa opsi muncul tapi over budget diantaranya speaker soundbar LG 4.1 dan sony 5.1, SF pending dulu karena nyari yang lebih murah. Sedikit ragu SF mulai melirik speaker Logitech yang memiliki input analog 5.1 berupa lubang RCA 6 biji, stereo kanan kiri serta bluetooth 4.2. Sayang sekali tidak ada Fitur optical dan HDMI . Dalam benak SF Okelah sedikit mengorbankan gerakan dan suara yang tidak sinkron. Toh di smart TV LG ada fitur sinkron Gerakan dan Suara.

Dengan sedikit kebimbangan SF putuskan beli Logitech Z607 yang reviewnya lumayan cakep. Harganya setengah dari speaker soundbar LG atau Sony yang SF sebut sebelumnya. Bahkan speaker logitech ini harganya setara dengan speaker soundbar milik SF sebelumnya.

Continue reading “Speaker dolby surround 5.1 Logitech Z607, harga terjangkau tapi minim koneksi”

Braket box Nmax, fungsional namun ada kelemahannya

Bagasi Nmax sebenernya sudah cukup mumpungi untuk keperluan sehari-hari. Helm, mantel hujan, dll masuk-masuk saja. Beda soal kalau pas mancing. Ada aja keperluan yang harus di bawa.

Karena itu SF putuskan pasang braket box buat Nmax. Pilihan SF jatuh pada braket cetakan karena modelnya cukup simple dan lumayan rapi. Braket ini sepertinya terbuat dari aluminium cor, cukup kokoh. Finishing hitam doff berkontur kasar.

Setelah terpasang niat hati memindahkan base plat dan box givi yang terpasang di tiger ke Nmax. Tapi tertunda, Gara-gara bunda dan anak-anak terbantu oleh braket ini. Saat boncengan berempat cari cemilan di komplek, posisi bunda bisa agak mundur sedikit menduduki braket. Buat iket barang agak gedhean juga cukup bermanfaat.

Tapiiii ada saja kelemahan braket box ini.

Continue reading “Braket box Nmax, fungsional namun ada kelemahannya”

Lampu Led Custom Aquarium Laut Produk Anak Bangsa, bisa di Setting Sekehendak Hati Pemilik

Biasanya blog ini senengnya yang Pahe-pahe. Tapi kali ini dibikin nyerah dengan lampu pahe untuk aquarium laut. Berawal googling informasi aquarium air laut di youtube, kemudian mampir dibeberapa forum aquarium air laut, jadi sedikit tahu jika aquarium laut membutuhkan spektrum warna yang spesifik.

Isenglah googling di toko online, lah kok lampu led yang dikhususkan aquarium laut harganya mencengangkan!!! Nembus jutaan.

Akhirnya nemu juga custom bikinan anak negeri yang harganya lebih terjangkau. Setelah japrian dengan sellernya, SF makin keracunan. Lah dianya mamerin beberapa foto aquarium yang memakai lampu bikinannya.

Ya wis lah SF putuskan mengalihkan dana mancing buat lampu ini…. 😅 . Beberapa hari setelah pemesanan, barang datang langsung saja dijajal. Dan hasilnya cukup mengejutkan. Beda jauh dengan lampu pahe yang biasa SF pakai.

Lampu led 72watt ini penetrasinya lebih kuat, cahaya ga memendar diperjalanan untuk sampai dasar. Ini yang bikin ga silau, mata jadi ga lelah memandang aquarium berlama-lama. Didasar aquarium terlihat jelas sekali bayangan yang berasal dari ombak yang dihasilkan wave maker dipermukaan air. Rahasianya ternyata dari adanya lensa cembung yang terpasang di lampu led. Pantesan sinarnya fokus. Selain spektrum warna lampu sesuai dengan kebutuhan fotosintesis, lampu ini juga mampu menguatkan warna coral/ikan.

Yang juga bikin SF salut adalah lampu yang berlabel RDA ini, bisa dicustom sekehendak hati. Bisa diatur intensitas cahayanya (dimmer), bisa diatur komposisi warnanya, serta lampu ini juga support animasi. Misalkan perpindahan dari cuaca cerah kemudian berawan, sore menjelang malam, atau subuh menjelang pagi. Kecepatan animasi bisa juga diatur. Pengaturan diatas cukup dilakukan melalui remote control. Jangan kuatir overheat karena lampu led ini sudah dibekali kipas pendingin.

Yang tak kalah unik adalah terdapat 6 tombol yang dapat menyimpan settingan pemilik. Misalkan saja tombol diy1 untuk kondisi malam, diy2 buat pagi, diy3 buat siang bolong, dst sampai dengan tombol diy6. Fitur lainnya adalah lampu led ini juga dilengkapi sinar UV terintegrasi untuk membunuh bakteri/alga.

Awalnya SF isi aquariumnya dengan ikan saja (FO tank) tapi karena spek lampunya yang cocok buat coral, SF coba isi dengan beberapa coral seperti batu hyu, jerukan, polip, otak2, dll.

Sudah hampir sebulan lampu custom ini SF pakai dan alhamdulillah berjalan tanpa kendala. Berbagai macam coral sukses membuka tentakelnya secara maksimal, ini tandanya cahaya dan nutrisi buat coralnya pass.

Semoga saja lampu ini awet, mengingat air laut bersifat sangat korosif.

Klo tertarik dengan lampunya mampir saja ke toko online nama sellernya “rila aquarium” atau tanya2 dulu ke produsennya di 081296108846(Om mario). Ini bukan endorse produk loh ya… artikel dan videonya karena salut dengan kreativitas anak bangsa.

Ini dia video reviewnya…

Terserah mau subscribe, comment atau like… lah di channel youtubenya dah di blokir monetizenya… 😅

Kabinet untuk aquarium laut demi kerapian dan keamanan

2 minggu lebih SF upgrade aquarium. Awalnya panjang 60cm dengan total air sekitar 80 liter, sekarang lebih besar (panjang 80cm) dengan total air 220 liter (termasuk sump filternya) .

Aquarium lama dipensiunkan karena menambah jorok pemandangan dikamar. Terutama karena banyak perlengkapan aquarium bergeletakan dibawah aquarium utama.

Karena itu SF putuskan sekalian pesan paket aquarium berikut kabinetnya dan tutup aquarium. Tujuannya agar lebih rapi dan aman.

Continue reading “Kabinet untuk aquarium laut demi kerapian dan keamanan”