Review Reel OH Pahe Versus Trax 301 , Speknya PHP

Karena kesalahan SF sendiri , kenzi Marine OH pahe yang rutin SF pakai mancing jebol mur pengunci handle reelnya. SF terlalu rapat mengencangkan murnya saat bongkar reel untuk melumasi jeroan reel.Googling di toko online berniat cari sparepart kenzi, malah nemu reel pahe sekelas Kenzi marine tapi rasionya mengejutkan… 7.2:1 judulnya versus trax 301 . Versus juga keluarkan tipe lain dengan fisik yang mirip hanya beda di warna. Ada versus torium yang berpadu warna hitam-merah. Spek yang tertulis juga sama.

Rasio 7.2:1 ini mengatasi kelemahan kenzi marine yang rasionya 4.7:1 . Rasio kecil si kenzi bikin proses reel in baik saat menaikkan ikan ataupun mengganti umpan sangat lama. Kalah sama reel spinning. Emang sih enteng… Tapi gregeten kerek reel ga nyampai-nyampai.SF putuskan beli lewat online versus trax ukuran 301 untuk menggantikan si kenzi marine. Setelah barang sampai , SF merasa familiar dengan reel ini… Fisik 90% sama dengan kenzi marine bedanya magnetic brake kenzi marine tersembunyi cover bodi sebelah kanan, nah si versus ini magnetic brake ada diluar bodi.Kecurigaan SF ada pada klaim rasio yang mencapai 7.2:1 , setelah SF ukur sendiri rasio ga sampai 5:1. Alias 1 putaran handle reel menyebabkan spool berputar tidak sampai 5x… Jauh sama klain versus yang sanggup 7.2 x .

Jiahhh sedikit nyesek rasanya beli reel ini, speknya sama dengan kenzi marine kz300L milik SF sebelumnya. Kehalusan putarannya 11-12 dengan kenzi marine. Biasalah reel overhead stardrag memang harusnya halus putaran handlenya. Tapi kalau dibanding dengan Penn fathom yang sama-sama stardrag ya jauh… ga fair sih… Penn fathom harganya hampir 4 x lipat. :Mrgreen: . Ada sedikit suara gesekan saat knob handle diputar. Saat SF bongkar untuk dilumasi baru ketahuan. Bagian dalam Knop handle tidak memakai bearing namun hanya boss kuningan/tembaga.

Bodi versus trax ini terbuat dari logam, karena itu terasa lebih rigid dan lebih berat dibanding kenzi marine, kapasitas senarnya mirip. SF isi dengan PE 2,5 300meter masih sisa lumayan banyak. Wah untung spesifikasi kapasitas senarnya ga PHP. Kekuatan PE 2,5 duraking genesis pas dengan drag versus trax yang klaimnya sekitar 6kg (klo ini SF percaya karena kenzi marine juga segitu) .Rencananya reel ini akan SF padukan dengan joran maguro emmisary Pe2-3.

SF rasa sudah balance setup perpaduan ini. PE2,5 kekuatan 18kg, drag afdolnya diset 1/3 (6kg) jadi meski drag versus trax ini dimentokin masih aman buat PE. Ikan berontak ga sampai mutusin senar, tapi cuma narik senar kluar spool. Spek joran sendiri sanggup menahan drag 8kg. Pass banget…

Di sekitar Jakarta, Reel ini paling pas dibawa ke selat ( P.Tunda, mundu dan sekitarnya) . Bahkan ke laut selatan (binu) maupun SMR rasanya masih berani. Stel drag mentok 6kg , sambil berdoa ga disamber Pari atau Hiu…. 😅

Untungnya Versus trax ini secara kasat mata kualitasnya lumayan. Bahan cover kanan kiri dari logam bikin terlihat eksklusif. Ga monoton seperti kenzi marine yang full plastik. Ga jiper lah jejer reel lain.

Menurut SF, dengan mencantumkan spesifikasi yang salah, efeknya bikin pamor produsen jatuh. Konsumen yang sadar , bakal trauma dan susah percaya lagi dengan pabrikan tersebut. Dengan mencantumkan spesifikasi apa adanya, SF rasa reel versus ini banyak yang minat kok. Bahan lebih bagus dan Tampilannya lebih keren dari kenzi marine. Harganya juga ga terpaut jauh.

Portable Music Player, Perlu Buat Mancing Biar Ga Sepi dan Makin Semangat Narik

Mancing itu bisa jadi hobi dan bisa juga rekreasi. Bisa lihat sunset dengan background pulau dengan semilir angin itu sesuatu banget. Apalagi kalau ditemenin musik pilihan. Makin manteb. Sudah ada 3 speaker portable yang pernah SF bawa dalam kegiatan mancing. Boros amatt… !? Tenang bro. 1 speaker gratisan hadiah lomba mancing, dan 1 speaker dari flash sale 50rban. Sayang keduanya KO . Yang pertama error card readernya, sering skip atau restart sendiri . Yang kedua patah bagian konektor chargernya gara2 ketiduran teman. Karena itu SF putuskan beli 1 lagi speaker yang speknya agak mendingan. Budgetnya juga ga tinggi2 amat kok. Cuma 200rb plus dapat cash back 5% di toko online :mrgreen:

Sebelum review speaker yang baru ini, SF bagi tips untuk hunting speaker portabel untuk kegiatan outdoor.

Continue reading “Portable Music Player, Perlu Buat Mancing Biar Ga Sepi dan Makin Semangat Narik”

Perlunya Piranti Cadangan Kelas Berat Saat Mancing. Anda ga Pernah Tau Kapan Saatnya Frenzy

Wajah wajah bahagia ketemu frenzy di saat saat terakhir

Pengalaman mancing seminggu lalu ke selat sunda hampir saja boncos. Dari malam sampai siang hari cukup minim ikan yang berhasil landed. Meski ada beberapa kaci-kaci, kuwe dan beberapa kuniran. Tapi ga biasanya seperti ini. Padahal kondisi arus cakep… Jarang-jarang di selat sunda (P. Tunda) timah J8 bisa nancep. SF sendiri hanya strike baracuda, dan 2 ekor kuniran.

Setelah semalaman sepi strike di sekitaran Rig. Kami putuskan pindah spot karangan. Sampai dispot arah barat rig kami putuskan makan dulu. Cumi umpan dan ikan-ikan kecil kami goreng sebagai lauk makan siang. Mungkin ikan dibawah sono ngiler juga liat para pemancing makan lahap. Ngumpul deh mereka dibawah kapal kami. 🙂

Sehabis makan tak disangka terjadi Frenzy bertubi tubi, gerombolan kakap merah dan wakung sawo bergantian naik ke kapal. SF saat itu memakai piranti light dengan Reel kelas 3000an,dengan senar PE1,5 . Karena ga ingin menyianyiakan momen ini, SF langsung berganti piranti berat. Joran Custom PE5 dipadukan Reel Overhead Penn Fathom 20 dengan line PE4, menggusur piranti ringan sebelumnya. Lupakan sensasi strike dengan light tackle. Kulkas lagi kehabisan ikan soalnya. 🙂 Ga salah kali ini… Piranti kelas berat ini ga memberi ampun ikan. Sukses mengerek ikan ukuran lumayan bertubi-tubi tanpa perlawanan… ! Yup tanpa perlawanan… SF reel in saja terus tanpa Pompa joran… Puteeerrr reel dengan beringas. Bayangkan saja, teman sebelah pakai reel spinning kelas 6000 baru naikin seekor ikan , piranti SF sudah 3 kali menaikkan ikan dengan ukuran sama. Baru kali ini SF narik ikan berkali-kali secara nonstop di laut kedalaman 50meteran… Dan baru kali ini juga SF sampai kecapekan menaikkan ikan.

Penn Fathom 20LWLH piranti saat frenzy

Sayangnya frenzy cuma terjadi sekitar setengah jam. Setelah itu hanya ikan-ikan kecil jenis kuniran yang landed. Tak percuma penantian dari malam sampai siang ini terbayar pada setengah jam terakhir waktu mancing.

Tak ada salahnya bawa piranti ekstra saat memancing dilaut. Piranti ringan untuk menikmati sensasi perlawanan ikan saat strike karena inilah tujuan penghobi mancing. Dan piranti kelas berat untuk moment frenzy yang sayang disia-siakan, kalau ini istilahnya ngomzet… Biar dapat ikan banyak yang memudahkan SIM buat acara mancing selanjutnya. Bini juga pastinya seneng kalau suami bawa ikan banyak… Uang belanjanya utuh beberapa hari…. 😆

Hasilnya memang ga seberapa banyak. Tapi masih terbilang sukses dihari itu. Kapal lain kabarnya hasilnya kurang memuaskan.

Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk

Perkenalan SF dengan respiro terjadi di Desember 2014. Saat itu SF beli jaket respiro windproof tipe Dr. Flow R1.3 . Jaket ini masih SF pakai hingga sekarang. Sayang resleting dah mulai problem. Bagian bawahnya sering lepas , jadi restleting beberapa kali terbuka dari bawah saat berkendara. Maklum dah lebih 4 tahun dipakai.

SF membeli lagi jaket respiro karena puas dengan produk sebelumnya. Kali ini tipe Travelride Thermoline R1. Berharap agar tipikalnya sama dengan milik SF sebelumnya. Setelah barang datang, ada rasa sedikit kecewa karena berbeda dengan ekspektasi SF. Terutama dengan bahan kain bagian dalamnya.

Continue reading “Review Respiro Travelride Thermoline R1, lebih nyaman tapi sumuk”

Fansboy merk motor tertentu, apa sih yang bisa bikin hati berpaling

Motor ortu tidak pernah lepas dari honda mulai c90, star, prima, grand, grand impresa,GL max,kharisma dan motor terakhir Supra karbu 125. 2 motor terakhir ini masih dipakai sampai sekarang. SF sendiri dari SMA sempat mencicipi Grand, Grand impresa dan GL max sampai lulus kuliah dan gawe.

Pesan ortu, kalau beli motor kudu honda karena paling nyaman, irit dan bandel mesinnya. Saat itu non-honda maennya motor 2-tak. Jadi terjawab kenapa ortu saranin Honda karena cuma dia yang maen 4 tak. 🙂

Continue reading “Fansboy merk motor tertentu, apa sih yang bisa bikin hati berpaling”

Solusi bagi koin alarm BRT Imax yang tidak terbaca

Kedua koin alarm BRT yang dipakai Nmax rusak hampir bersamaan hanya selang beberapa hari. Padahal koin kedua termasuk jarang dipakai karena nempel dikunci cadangan. Anehnya kartu yang fungsinya seperti koin BRT masih berfungsi tanpa kendala. Sudah seminggu lebih SF pakai kartu untuk menghidupkan Nmax. Kalau sampai kartu juga ga terbaca sensor alarm, buyar dah. Motor ga bisa dihidupkan. Ga ada lagi pemancar yang dibaca sensor untuk mematikan alarm. Eh ya paket pemancar bawaan BRT imax ada 3 yakni 2 koin dan 1 kartu.

Kamis kemaren kebetulan libur, SF coba bongkar kedok depan Nmax, tempat bersarangnya alarm BRT imax, untuk mencari sebab kenapa koin tak terbaca sensor. Apakah karena korslet kena cuci steam beberapa hari lalu, atau cuma sensor alarm yang kotor. SF mencoba register ulang kedua koin yang tidak terbaca sensor dan kartu bawaan waktu awal beli alarm. hasilnya kartu terbaca sempurna dan koin tetap tak terbaca meskipun sudah nempel sensor. Fixed sudah… koinnya rusak !

Untuk itu SF pesan ditoko online pengganti koin BRT . Tapi kali ini SF pesan yang model kartu karena kuatir dengan model koin yang gampang rusak. Harganya 72 rb untuk 2 kartu. Barang datang dilengkapi dengan buku petunjuk yang males juga SF baca. Mending liat youtube… ! 🙂

Continue reading “Solusi bagi koin alarm BRT Imax yang tidak terbaca”

Jok custom, salah beli cuma dapat tampilan doank

Critanya jok custom model turing Nmax sobek dibagian sambungan yang kedua kalinya. Akhirnya SF putuskan tukar tambah di bengkel jok di sekitaran harapan indah. (Artikelnya ada disini) . Sayangnya yang tersedia hanya jok model sporty yang sedikit bikin SF menyesal. Kenapa ga sabar nunggu model lain yak…

Review jok baru ini , SF bikin sekarang setelah hampir 2 mingguan dipakai. Soal model memang keren. Warna hitam sedikit aksen karbon di bagian depan, dipadukan variasi merah ditengah jok bikin eksklusif. Jelas kliatannya lebih keren dibanding bawaan nmax. Rekan SF yang biasa nebeng sepulang kerja mengakuinya.

Continue reading “Jok custom, salah beli cuma dapat tampilan doank”

Error alarm BRT jilid dua. Koin tidak terbaca sensor

Cuci steam beberapa waktu lalu yang bikin alarm brt imax SF sempat error (baca artikelnya disini ). Ternyata masih menyimpan masalah.

Alarm memang masih berfungsi. Tapi , koin tidak terbaca oleh sensor BRT. Koin BRT tersebut berfungsi untuk menonaktifkan alarm sehingga motor dapat dihidupkan.

Jadi selang dua hari setelah cuci motor itu Nmax dipakai Bundafaiz, sedangkan SF sendiri ngantor pakai tiger. Saat Bunda akan berangkat ngantar sekolah, alarm tidak mau mati saat koin didekatkan ke sensor. Untung alarm masih bisa dimatikan dengan kunci+koin cadangan.

Nah keesokan harinya koin tersebut kembali tidak terbaca oleh sensor…jadi sudah 2 koin yang ga terbaca. Modiarrr… Ada satu lagi cara untuk mematikan alarm. Kartu ATM 😁

Koin dan kartu BRT

Continue reading “Error alarm BRT jilid dua. Koin tidak terbaca sensor”

Pengalaman jajal Go-bluebird, heran dengan tarifnya yang beda

Berita taxi bluebird bergabung dengan layanan Gojek sudah SF denger sebelumnya. Dalam benak SF tarifnya bluebird bakal sama dengan tarif yang ada di aplikasi gojek.

Karena itu Sabtu sepulang mancing kemarin SF putuskan untuk pesan melalui Aplikasi Gojek. Menu yang SF pilih awalnya Go-car. Entah kenapa, di aplikasi diprediksi kedatangan driver gocar dalam 6 menit (karena dekat dengan lokasi SF), namun ditunggu sampai 10 menit lebih, Posisi mobil di aplikasi tidak bergerak. Tetap di posisi ngetemnya. SF chat dengan driver duga tidak dibalas.

Continue reading “Pengalaman jajal Go-bluebird, heran dengan tarifnya yang beda”