Gabung di Indomotoblog

Setelah hampir 2 tahun aktif memonitor Indomotoblog tempat saya mendapat berbagai informasi menarik tentang perkembangan roda dua di Indonesia, serta aktif sebagai komentator dengan nick name f41z, akhirnya pada hari ini 3 Maret 2011 smartf41z bergabung di Indomotoblog. Sejarah singkat Smartf41z bermula dari keinginan Saya untuk sharing pengalaman bersama rekan2 pecinta roda dua ditanah air.
Saat memutuskan bikin blok, penulis bingung mulai darimana karena bener2 buta mengenai dunia perblogeran, tapi berkat mesin sakti : Google! akhirnya penulis sukses juga membuat blog baru, tapi saat itu google mengarahkan saya ke blogspot. Setelah sempet bikin 3 artikel disana, baru ngeh kalo Indomotoblog maupun otoblogger – 2 website yang selalu saya baca memakai wordpress. Dan ada beberapa masukan dari sahabat saya dan rekan blogger kalau susah meninggalkan komen di blog saya saat itu. Akhirnya bikin lagi deh di WordPress tanggal 28 april 2011. Dan iseng2 email ke administrator indomotoblog syaratnya apa sih kalo mau gabung indomotoblog sambil ngasih link. Eh tau- tau hari ini udah gabung di Indomotoblog.

Buat yang pengen ngintip artikel yang sudah saya buat silahkan liat disini

Nama smartf41z sendiri bukan berarti mengagungkan atau menyombongkan diri, tapi merupakan doa dan harapan bagi putra pertama saya yang punya panggilan Faiz agar kelak menjadi anak yang smart.

Tips and Trik Ninja 250 : Relokasi Tabung Rem Belakang

Bagi pemilik ninja 250 yang ingin memasang Ban lebar ukuran 150/60 ke atas dan memasang Rear Hugger pasti akan terganggu penempatan tabung rem belakang yang letaknya di balik footstep belakang sebelah kanan. Mau ga mau tabung rem belakang ini harus dipindah atau diganti yang lebih tipis supaya ga bergesekan dengan ban atau rear hugger. Penulis menemukan solusi yang jitu dan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Yaitu memindah tabung rem tepat diatas master rem belakang. Langkah2nya:
1. Copot baut pengikat tabung rem belakang
2. Siapkan kain yang sudah dibasahi air. Buka tutup tabung dan tumpahkan isi (minyak rem) dengan cara membaliknya ke wadah khusus. Hati2 jangan sampai minyak rem terkena bodi motor, karena minyak rem ini kalau dibiarkan kelamaan akan merusak cat. Kalau ada tetesan yang “nyiprat” segera bersihkan dengan kain basah. Lepas tabung dari lelang rem dengan cara melepas klemnya terlebih dulu.
3. Potong selang rem hingga tersisa +-6cm dari pangkal selang diatas master rem.
4. Pasang tabung rem tepat diatas master rem (semakin mepet semakin baik), jangan lupa pasang klemnya juga ya. Isi kembali tabung dengan minyak rem- hati2 jangan terlalu penuh (perhatikan batas maksimal), dan tutup kembali tabung rem tersebut.
Selang rem penghubung tabung dan master rem cukup rigid kok jadi kondisi tabung rem ga bergoyang saat dikendarai. Sampe sekarang ga pernah menemui kendala apapun akibat pemindahan letak tabung rem ini..
Penampakan setelah terpasang :

gambar kurang detail gara2 lupa ga bawa kabel data

Sori nih, tadi sempet foto2 posisi close up pake Hp eh malah kabel datanya ketinggalan.

nih yg agak detail.

agak detail, meskipun ngeblur. Ngambil pake Hp pas mo berangkat kerja

Bagi Pendatang, Mending Beli Motor di Jakarta atau Kota Asal ya?

Pengalaman hunting Ninja 250 di Jakarta dan Surabaya membuat penulis tergelitik (hi3… geli) untuk menulis artikel khusus. Penulis sendiri warga asli Surabaya yang lagi dines di Jakarta. Saat itu bingung mau beli ninja di Jakarta, atau beli di Surabaya trus dikirim ke Jakarta ya??? Setelah direct hunting didealer Kawasaki di Jakarta dan Surabaya ternyata harganya terpaut cukup jauh. Dijakarta harga barunya kisaran 46.5 jt sedangkan di Surabaya saat itu hampir 50 jt (lupa tepatnya), kata salesnya klo cash masih bisa dikasih diskon. Awalnya penulis memutuskan untuk beli bekas di Surabaya saja karena biar mudah balik namanya dan selisih dari harga baru bisa buat ongkos modif. Hunting sana sini, saat itu nemu penawaran terbaik 42 jt KM baru 2500 thn 2009. Setelah liat perbandingan harga di Jakarta kok selisihnya jauh juga ya disini kisaran 37-39jt . Mending cari di Jakarta ya kalo begitu. Beruntung saat itu nemu di Kaskus barang yang masih mint. Bahkan penjualnya pun menjamin kalo ada baret sedikitpun duitnya bakal di kali lipat 2. Ninja Tahun 2009 KM masih 600 dan toolbox pun belum sempet dibuka (masih ada plastiknya). Akhirnya langsung berangkat ke Wilayah Jakarta Barat tanpa liat harga perbandingan yang lain. Lagian pilihan warnanya sesuai dengan keinginan penulis.. Hitam, biar ga nyolok/ low profile. Ternyata penjualnyabukan pemilik asli dan disinyalir emang usaha jual-beli. Bagi penulis ga masalah karena emang ga niat pinjem KTP alias langsung mau balik nama. Akhirnya ninja itupun pindah tahan seharga 38 Jt. Balik Nama atas nama penulis habisnya ga sampe 2jt.

Rinciannya :

Cabut berkas di Jakarta :                  500rb

kurir :                                                        100rb,

Pajak di Surabaya :                                629rb,

jasa pengurusan:                                    500rb

total                                                 1.729.000.

Perbandingan jika pendatang yang beli di jakarta dan beli di surabaya :

Beli di jakarta :

Motor :            38.000.000

Balik Nama :    1.729.000

Total :              39.729.000

Beli di Surabaya :

Motor :                              42.000.000

Balik Nama :                        1.129.000

Kirim ke Jakarta:                 500.000

Total                                 43.629.000

Keuntungan yang didapat penulis dengan motor dengan kondisi barang aple to aple : 43.629.000 – 39.729.000 = 3.900.000. Hmmm. Lumayan… selisih itu dipake Penulis untuk modif si Bolot. Istri pun tak berkutik saat disodorkan penghitungan diatas. Ha3… Sukses !!!!

Bahkan Untuk beli Ninja baru saja mending di Jakarta trus balik nama di daerah bisa dapet lebih murah.

Kalau untuk bisnis jual beli juga lumayan untungnya. Dijual aja ke daerah dengan iming2 termasuk biaya balik nama. Tinggal kerjasama aja sama jasa pengurusan balik nama kendaraan. Berdasarkan penghitungan diatas 39.729.000 termasuk Balik Nama + Ongkos kirim 500rb jadi 40.129.000 dijual Di Surabaya 42jt. Masih untung 1.871.000 MINIMAL! Soalnya saya sendiri beli dari perantara. Kalo beli dari pemilik sendiri bisa lebih murah lagi 1-2 jt an lah.

beli di Jakarta jual ke daerah untung juga loh

Kemungkinan hitung2an diatas juga berlaku buat mobil. Ada rekan saya yang bisnis beli mobil bekas di Jakarta dan dijual ke daerah.

Tapi kendalanya cuma satu. Birokrasi Di Indonesia masih kacau, untuk cabut berkas aja butuh waktu 3 Mingguan, belum lagi untuk proses Balik Namanya di kota asal. Jadi resiko kerugiannya juga besar kalo untuk bisnis jual beli, makanya marginnya juga harus besar.

Tiger Sang Legenda Punya Penyakit yang Juga Melegenda

Penyakit Honda Tiger yang satu ini ada bunyi berisik dari blok mesin sebelah kiri. Bunyi ini berasal dari kamrat kopling yang kendor karena LAT (Lift Assy Tensioner) alias penegang rantai kamrat yang kurang kuat menegangkan rantai kamrat. Seperti yang saya ulas di artikel sebelumnya. Desain mesin Honda Tiger disinyalir sama/ segaris dengan GL max dan GL Pro/Megapro lawas dengan kualitas yang kemungkinan besar sama. Dengan begitu beban yang di pikul honda Tiger ini terlalu berat karena tenaga dan bobot yang lebih besar daripada GL series. Inilah efek yang terjadi jika memakai desain mesin yang sama. untuk GL Max yang hanya 125 cc dan bobot yang lebih ringan, mesin akan menanggung beban dan luapan tenaga yang lebih ringan. Pada tahun 1996 silam penulis ingat di Surabaya GL Max bekasnya lebih banyak diburu daripada GL pro karena mesin yang halus serta lebih awet daripada GL pro. Kembali ke LAT dan permasalahan kamrat. Honda GL max penulis dulu masih teringat dibenak penulis turun mesin pada usia 50.000-an km karena masalah bunyi mesin yang berisik, setelah diperiksa ternyata rantai kamrat memang sudah kendor dan sekalian LAT diakali biar sodokannya semakin kuat. Namun pada kasus Tiger 2004 milik penulis mengalami masalah yang serupa tapi pada kilometer 20.000 km! kemungkinan analisa diatas penyebabnya. Tapi anehnya masalah ini tidak ditemui pada honda tiger keluaran awal yang “konon” materialnya lebih kuat karena masih import, penulis menarik kesimpulan material yang digunakan juga menjadi penyebab bunyi berisik ini.Setelah cari informasi kesana-kemari dan mencari informasi di komunitas tiger, kelemahan ini merupakan penyakit bawaan tiger dan rata2 solusi yang ditawarkan oleh pengunjung situs komunitas itu adalah kamrat diganti dengan milik AHM dan LAT pake honda Thailand aja karena harganya lebih murah (LAT AHM hampir 300rb, LAT Thai cuma 75rb).

Berhubung penulis sendiri sudah makan asam garam karena sudah memakai mesin jenis ini sejak 1996, masalah kamrat saya ganti dengan AHM dan LAT saya akali sendiri. Caranya, potong per yang bentuknya plat tipis beberapa cm dan gulung ulang per. nah ini caranya yang susah dijelaskan. Penulis meskipun udah beberapa kali gulung ulang per tetap saja merasa kesusahan. Tapi mau ga mau harus gulung sendiri karena beli bawaan honda mahal. :P. harus kreatif nih kalo pengen menghemat pengeluaran. Tanda2 kamprat kalo minta diganti gampang kok deteksinya, pada saat LAT nonjok tapi ujungnya ga nyentuh lidah penegang rantai berarti kamrat dah kendor bgt. Tapi sebelumnya cek juga apakah laher noken tempat gir atas kamprat bernaung masih belum oblak. Deteksinya mudah juga, buka tutup kamprat sebelah kiri atas blok mesin trus cungkit aja gir kamprat atas dengan obeng. Kalo oblag harus bongkar mesin tuh. Untuk masalah gulung ulang LAT kalau beruntung bisa tuh ditemukan bengkel yang bisa ngerjain.

USEFULL TIPS : per LAT bisa juga diganti per jam weker atau per dari mainan / mobil2 an, asalkan lebar per sama dengan aslinya.

No Smoking While Driving!

rokok kan beli, masa asap dan abunya dibuang.... kidding 🙂

Beberapa tahun lalu saya pernah mengalami kelilipan abu rokok. Rasanya pedih banget. Ceritanya saat itu saya sedang berkendara ga kenceng2 amat paling 60 kpj-an. Trus disalip dari sebelah kanan oleh pengendara bebek yang ternyata lagi ngisep rokok, tanpa tersadar ada abu rokok yang iseng masuk ke mata saya. Sayapun merasa kaget karena rasa pedih yang tak tertahan dimata kanan saya, langsung deh buru2 berhenti buat “ngucek” mata. Maunya sih ngejar pengendara motor itu, tapi apa daya mata terasa masih sangat pedih. Saat dalam perjalanan balik kerumah, eh liat pengemudi motor bapak2  yang merokok boncengin anak berseragam SD. Hadoh …!!! Ga kasian apa sama anaknya klo tiba2 ada abu rokok yang iseng. Merokok itu masalah pilihan, tapi klo sampe mengganggu orang lain itu masalah moral. Jadi, Merokoklah Pada Tempatnya!

TIPS : Kata temenku yang perokok berat, tempat merokok paling nikmat di WC sambil B**L.

DUBRAKKKK!%#$%^&%^….!!!

Motor Sport Tanpa Kick Stater dan Standar Tengah Nyusahin Buat Harian.

Sebelum memutuskan meminang si “bolot” (ninja kesayangan), hal utama yang menjadi pertimbangan adalah absennya kick stater dan standard tengah.  Setelah googling sana- sini motor sport 250 cc keatas memang mayoritas ga pake fitur ini. Menutut hemat saya, 2 fitur ini sangat penting  apalagi untuk motor harian yang harus tahan banting dan selalu siap pakai setiap saat. Saya sendiri orangnya sangat gemar otak- atik motor sendiri. Paling males klo disuruh kebengkel apalagi kalo sampe antri.

Ketiadaan standar tengah sangat menyusahkan saat mau bongkar pasang roda depan dan belakang. Bayangin aja kalo motor kena paku gedhe dan ketahuan pas dirumah, sedangkan rumah penulis sendiri jauh dari tukang tambal ban. Klo harus dorong motor yang segedhe itu Ogah banget! Selain berat, juga tengsin juga he3… .Problem lainnya makan space parkir yang luas jika ga ada standar tengah. Bisa bayangkan kalo motornya gedhe ga ada standard tengah trus pasang side box, bisa2 suruh bayar parkir buat tiga motor tuh. He3… (maksa.com)

Solusinya, ya mau ga mau harus beli stand paddock, harganya lumayan mahal loh! Itupun paddock belakang biasanya ga bisa buat depan. Nah loh harus beli 2 kan ! Solusi lain bisa pake dongkrak sih, tapi ribet dan kurang safety.

Ga ada kick stater juga menyusahkan loh. Bagi  motor yang berumur hal ini bisa jadi masalah, pengalaman pake tiger beberapakali bendik stater kena, trus belum lagi ada masalah kelistrikan/ korslet, ato aki sudah waktunya ganti,  nah pas ga ada waktu buat benerin kan tinggal “pancal” aja kan udah nyala motornya. Motor yang lama ga dipake juga kadang susah distater loh, solusinya ya “mancal” lagi. Sering juga motor ngambek karena bensin kecampur air lah, busi setengah modar lah, ato filter udara kotor lah sehingga meskipun elektrik stater jalan tetep aja ga bisa hidupin motor. Pake kick stater beberapa kali motor baru bisa hidup, daya hisap mesin kan lebih kuat pake tenaga kick stater (apalagi kalo yang “mancal” segedhe beruang 😛 )

Yang depan buat harian, yang belakang buat weekend

Karena saat ini ga ada motor 250cc yang pake kickstater dan standard tengah, akhirnya tetep ambil ninin  deh. Awalnya ada niatan mengistirahatkan Tiger kesayangan yang udah diserang penyakit “tua” dan pake Ninin buat harian, tapi mengurungkan niat (biar motor barunya tetep awet muda). Tiger pun tetap setia nemenin penulis sehari2 buat cari sesuap nasi.

Intinya punya motor harus selalu rajin dirawat, apalagi yang ga ada kick stater dan standar tengah, harus sediain dana ekstra untuk beli paddock ato charger aki kalau diperlukan.

Ninja 250 dan CBR 250 Cocok untuk Motor Pemula?

Di Eropa dan USA, Ninja 250 dan CBR 250 disejajarkan dengan CBR 125 dan R15 masuk kategori motor pemula. Makanya di Eropa dan di Amerika rata2 untuk perbandingan antara N250 VZ CBR 250 mereka ga hanya melihat dari sisi power saja, namun dari sisi konsumsi bensin, kemudahan berkendaranya, dan harganya. Otomatis CBR diunggulkan daripada ninja untuk masalah ini.  Ga mustahil CBR 250 bakal menguasai pasar 250cc didunia .

Tapi di Indonesia tunggu dulu…. Ninja dan CBR udah masuk motor level atas yang penggunanya mayoritas sudah mahir berkendara dan dalam kondisi ekonomi yg menegah atas ( ga kaya penulis yang maksa nyicil bertahun-tahun buat nebus ninja bekas. He3….), so masalah konsumsi bensin, kemudahan pengendara dan harga adalah pertimbangan nomor sekian. Ntar klo di Eropa bakal diketawain cewek2 loh, lah disana Ninja dan mungkin juga CBR jadi motor favorit wanita. Bahkan 1/3 rider Ninja 250 di Eropa adalah WANITA!    GLODAGHH…..!

Seperti yang telah disebut diatas, Ninja dan CBR adalah untuk orang-orang yang “mampu” baik dari segi skil maupun materi. Pernah baca disuatu forum ada seorang yang betul2 newbie yang sebelumnya belum pernah naik motor tiba2 beli Ninja 250. Setelah mencoba mengendarai, beberapa kali dia posting di forum, bingung waktu balik arah lah, bingung waktu berhenti ditanjakan lah, sampai akhirnya curhat dalam sehari 2 kali jatuh. So bagi rider pemula mending berpikir 2 kali buat meminang CBR250 maupun N250 buat motor pertamanya. Perbedaan Ninja/CBR250 dibandingkan motor bebek ato sport naked adalah pada berat, radius putar yang lebar, tenaga yang meluap dan tentunya harga.  Jika bandingkan dengan tiger yang termasuk motor gedhe untuk ukuran orang Indonesia, saat putar balik di jalan raya 2 jalur cukup ambil ancang-ancang dari tengah jalan masih bisa “nututi” masuk disisi kiri arah yang berlawanan. Nah kalo Ninja dipastikan bakal ga bisa. Klo mau putar balik harus minggir kiri dulu baru bisa masuk sisi kiri arah sebaliknya, bahkan untuk jalan kampung yang kecil harus maju-mundur untuk balik arah. Belum lagi bobotnya 160kg untuk ninja/CBR250, tiger aja yg segedhe itu beratnya cuma 135kg-an klo pas jatuh dipastikan bakal kewalahan untuk berdirikan motornya. Diluar negeri boleh lah Ninja/CBR250 jadi motor pemula karena postur bule lebih bongsor dan kondisi jalan raya dan lalulintas ga “sekejam” disini, tapi kalo di Indonesia kliatannya ga direkomendasikan untuk biker pemula.

Apa ini tergolong motor untuk pemula :

MAKSA, kaki aja ga nutut!!!

Klo yang ini,

Apalagi yang ini, bisa jungkir balik!

Ato mungkin ini :

bisa jadi cocok untuk pemula,

bagaimana dengan ini nih,:

Nah ini baru pas untuk motor pemula.

Tapi klo buat Ananda, ini aja lah:

Pas!!!!

Senyum, aktivitas tanpa usaha yang bisa bikin efek yang luar biasa!!! 🙂 🙂 🙂

TAGS :

Ninja N250 CBR 250 R Hyosung 250 spin 125 motor cocok buat pemula balap newbie berat kencang susah

Tourist Trophy, Game Motor Terbaik di Playstation

Meski dah punya anak istri saya masih seneng bgt maen game terutama balap. Setahun lalu baru ksampaian beli PS2 (abis nunggu PS3, masih ksulitan cari kasetnya). Dari setahun lalu game yg saya mainin cuma dua, Gran Turismo 4 sama Tourist Trophy, dua-duanya bikinan Poliphony Digital. Kali ini saya omongin Tourist Trophy yg hampir tiap saat saya mainin. (maaf klo bagi beberapa orang game ini termasuk game jadul)

Game ini ada koleksi motor2 keren dari tahun 80an dan terakhir thn 2005 (sayang Ninja/CBR 250 blm ada), dari model matic, trail, sport touring, cruiser, street bike mpe superbike ada, 125CC 2tak -1600cc 4tak. pabrikannya ada Kawasaki, Honda, YAmaha,Suzuki, Ducati, BMW, Buell, Aprillia, MV Agusta dan Triumph. emang ga seberapa komplit seh koleksi motornya tapi lumayan lah bisa buat inspirasi modif. gambar/foto waktu kita test ride bisa kita save ke Flashdisk secara langsung, bisa kita atur seperti layaknya kita potret beneran, atur zoom, sudut tembakan (bahkan objek bisa diputer2), fokusnya, diafragma, kontras, sampe tambahin efek. detail gambar lumayan sih asal jangan terlalu close up, ntar kliatan klo ga real.

BMW motorrad

Yang menjadi keunggulan utama game ini adalah handlingnya. pholipony digital merupakan produsen game racing terbaik untuk mesin2 PS. So jelas berpengalaman dalam bikin handling dalam game serasa real. Pengendalian game ini layaknya simulasi, yg mengharuskan kita untuk presisi saat breaking ato ambil sudut tikungan. Klo ingin sok lebay motor bisa diajak wheelie (tombol accel + kursor bawah) ato stoppie (tombol rem + kursor atas).

Untuk setting motor disediakan setingan suspensi, rasio Gigi, dan ban, beberapa motor juga bisa diganti dengan knalpot Racing. Masalah perlengkapan yang dipakai pembalap bisa diganti2 mulai dari Helm sampe sepatu, modelnya lumayan komplit dari yg jadul sampe yg modern. misal helm kura2, half face ampe full face ada ; jaket dari model kulit ala changchuter ampe baju balap kluaran merk2 terkenal jg ada. Yang ga kalah pentingnya riding position bisa kita atur seperti kebiasaan kita bisa dibikin knee down layaknya moto GP ato foot down layaknya nyetir motor2 trail ato enduro dan ini jadi berimbas pada pengendalian motor. Sayangnya kita ga bisa mengupgrade motor baik performa maupun tampilan (kecuali hanya ganti knalpot).

PS2
cornering

Cara mengkoleksi motor2 dalam game ini berbeda dengan GT4 (yg pake ngumpulin duit), tapi caranya lebih simple, kita pilih motor yg diinginkan di dealer, selanjutnya kita akan diadu dengan komputer yg memakai motor yang sama ato motor sekelas, klo kita menang motor itu bisa kita miliki dan dapat digunakan dalam Race.

tight race

Selamat mencoba!

>Modif Motor Premium ga Harus Mahal (unless money is not the big issue)!

>Punya motor mahal belum tentu harus modif dengan barang- barang mahal. Seperti penulis contohnya, berhubung beli Ninja 250 dengan cara kredit otomatis duit bulanan juga terkuras. Kqkqkkk…. Awalnya modif dininja bukan sekedar gaya2an tapi cenderung pada safety dan melindungi asset. Penulis sendiri punya motto: “modif dengan harga semurahnya yang penting puas”.
Ninja sendiri beli bekas loh, tapi masih kinyis jarak tempuh waktu itu baru 600km, harganya terpaut 8 jt dibanding yang baru.
Berhubung punya adek kecil yang sangat aktif dirumah mau ga mau knalpot harus ganti freeflow biar silencer ga panas. Pengalaman baru beli kemaren si kecil ga sengaja nyenggol knalpot dan tangannya melepuh. Dengan knalpot freeflow silencer cenderung lebih dingin, bahkan pernah dites sehabis perjalanan jauh silencer dipegang rasanya cuma anget aja (agak panas sih tapi ga sampe bikin melepuh). Setelah hunting sana sini dan terngiang pengalaman SMA dipinjemin moge ortunya temen jadi pengen knalpot stereo, nemu deh akhirnya dikaskus harganya separuhnya harga knalpot fullset bikinan lokal, double muffler lagi, tob dah.
Selanjutnya setelah dipakai nembus hujan baru sadar kalau shock belakang ninin ga ada pelindungnya, otomatis harus beli rear hugger, googling lagi deh. Akhirnya nemu model R6 harga murmer Cuma 300rban. Selang beberapa saat kerasa banget kalo ban IRC bawaan ternyata licin bgt, niat hati sih mo beli ban corsa ukuran 150/70 seharga 450rban untuk belakang modelnya itu loh persis bgt BT45, namun saat itu belum launching dan harus inden, gw cancel deh indennya. Pas pasang rear hugger kebengkel malah ditawarin satu set BT92, kondisinya sih masih mint, kata mekaniknya pemiliknya ganti yang lebih lunak karena BT92 kurang ngegrip buat di sentul. Gw tawar 700rb untuk belakang eh malah dikasih depan belakang + ongkos pasang lagi. He3… rejeki nih. (depannya dikasih gratis karena ada bekas tambalan, baik banget yg punya nih kaya ga butuh duid. He3….).

Satu lagi yg bikin tengsin saat ngeklakson bunyinya persis banget klakson bebek, eh ternyata klakson bawaannya cuma sebiji, kecil lagi!. Cari di toko sparepart pas ada cuci gudang, sepasang bel keong merk type R dilego seharga 30rb include 2 bj klakson, 4 braket plat dan sebiji relay. Suaranya caem bgt.
Berhubung sering boncengan dengan di kecil otomatis tangki depan ada baret2 halus, terpaksa googling cari kondom tangki model half-dilapisi carbon stiker dapetnya 200rban. So far aman deh tangki dari ancaman resleting jaket ato resleting celana jeans yang terbuat dari logam.
Kelemahan di Ninja lainnya ada di cover radiator yang “telanjang”, hal ini sangat berbahaya pasdipakai kecepatan tinggi dan ada kerikil terhempas dari roda depan bisa bikin radiator bocor tuh. terpaksa harus cari cover radiator. Dapetnya juga ga mahal2 amat Cuma 200rban, nyesel jg setelah liat di otista ada yg jual 150rban. He3…

Kejanggalan Ninja klo diliat dari depan terlihat penempatan plat nomor yang janggal, kliatan menyalahi pakem banget. Sy pindah deh di belakang windshield dengan modal dudukan Cuma 5000 rupiah.

Modif untuk safety lainnya saya pasang cakram lebar yang terpaksa saya beli merk import seharga 500rban karena bagian ini sangat vital, hal ini selain untuk mengimbangi rem belakang yang sangat pakem juga untuk nambah pede untuk rem mendadak (semoga aja motor dibelakang remnya juga pakem. He3…).
Karena keterbatasan dana dan timing yang pas untuk menghipnotis istri, modif2 diatas ga sekaligus loh tapi nyicil selama beberapa bulan. Sementara ini modi f harus berhenti dulu karena penulis harus bayar kontrakan rumah. Kqkqkqkkqk….
Intinya dalam melakukan modif harus kreatif. Klo mencari safety buat apa pake yang mahal2 kalo hasilnya sama. Penulis sendiri paling anti beli produk karena merknya, yang terpenting fungsinya. Ga worthed lah kalo beli knalpot luaran seharga puluhan juta, tenaga yang dihasilkan bahkan kalah sama knalpot bikinan anak negeri untuk suara mah bisa diakali. Trus klo baret diparkiran ato pas jatuh apa ga mumet tuh. He3…
Jangan berhenti berkarya karena dana cekak. Manfaatkan ide2 kreatifmu! klo bisa dikerjain sendiri ga perlulah ke bengkel. lumayan ngirit loh. apalagi klo buat motor2 premium gini ongkos bengkelnya pasti lebih mahal.

>Tips:Bikin DB Killer untuk Knalpot Freeflow dengan Biaya Murah

>Awalnya Penulis merasa kurang sreg sama knalpot Ori Ninja 250 yang suaranya terlalu sopan, akhirnya memutuskan ganti knalpot racing freeflow. awal2 ganti knalpot freeflow, gw sempet dikomplain istri dan tetangga. Akhirnya sy bawa ke tukang knalpot agar suaranya ga kenceng2 amat. Ini tips yang saya pelajari dari tukang knalpot :
ALTERNATIF I
1. silencer dilepas, dibagian pangkal silencer dimasukin pipa +-10-15cm yg diameternya lebih kecil dari sarangan, yg salah satu ujungnya dibuntu dan disisi-sisinya dilubangi jadi deh DB killer (semacam sarangan namun buntu jadi udara ga keluar langsung ke lubang pembuangan, tapi dipaksa belok), trus di las paten, ato kalo tukang knalpotnya pinter bisa juga dibikin model baut biar bisa bongkar pasang. tapi mengingat knalpot penulis model slip on dan ga ada space untuk nge-baut akhirnya dibikin paten deh alias di las mati.
2. Bagian ujung silencer (tempat udara keluar) lubangnya dikecilin. nah kalo ini sesuai selera karena menentukan karakter suara. lubang besar suara semakin ngebass, lubang kecil suara makin alus tapi agak pecah mirip knalpot ori bebek.

alhasil suaranya sangat adem klo stasioner suaranya ngebass aluss kaya NMP standar jejer dua (coz gw pake knalpot stereo kanan-kiri) dan klo akselerasi spontas (RPM menegah atas) suara twinnya sangat terasa tanpa memekakkan telinga, klo buat turing kec 80kpj sangat hening.

ALTERNATIF II

DB killer dipasang di lubang keluaran knalpot. Nah alternatif ini cocok untuk knalpot yang didesain paten alias bukan knalpot slip on. trus DB killer bisa dibongkar pasang. klo pengen performa ganas DB killer tinggal dilepas, klo ingin suara kalem DB killer tinggal dipasang. tapi ga enaknya model ini suaranya cenderung pecah, ga semerdu ALTERNATIF I.
Pada alternatif I udara/suara dari mesin ditahan dan dipaksa dibelokkan ke arah peredam, sehingga efek suara pecah dari tahanan itu dapat diredam oleh glasswool. Sedangkan pada alternatif II kebalikan dari alternatif satu, suara dari mesin diredam dulu oleh glasswool namun diujung dihambat oleh DB killer sehingga menimbulkan suara agak pecah, meski volume suara juga berhasil ditekan. makanya penulis sendiri memilih alternatif I.

pasang DB killer efek negatifnya tenaga ga segahar free flow murni, tapi masih mending daripada pake knalpot ori karena memadukan freeflow dan sekat. Spuyer sih pake ukuran standar aja ga masalah kok karena masih ada tendangan balik efek dari terpasangnya DB Killer, jadi ga boros2 amat. Buktinya efek pembakaran masih sempurna yang bisa diliat dari warna busi yang merah bata.
Oh ya hampir lupa, gw modif 2 silincer ini biayanya cuma 70rban di daerah condet raya. 1 silencer paling cuma setengahnya kali ya. selamat mencoba