aquascape

Menangkap ikan perusuh dalam aquarium memang susah susah gampang. Susah kalau ga tau  caranya…gampangnya karena sekarang ada internet…. 🙂
Kalau aquarium ga banyak ornamen cukup pakai saringan… kalau aquascape atau aquarium laut yang penuh koral bisa repot kalau mau dibongkar
Nah diartikel ini SF share  cara efektif dan cukup simple… yang pertama sudah pernah SF bikin artikelnya….
Silahkan baca lagi..
https://smartf41z.com/2016/04/23/membuat-jebakan-untuk-menangkap-ikan-yang-tak-dikehendaki-dalam-aquarium/
Nah cara pakai botol plastik diatas hanya berfungsi untuk ikan kecil (sebesar lubang botol)
Nah kali ini target ikan yang SF incar agak gedhean… Continue Reading

SF sangat dipusingkan dengan ikan laut yang merusak pemandangan didalam aquarium… persis ikan kali. Padahal dulu saat beli warnanya lumayan, kuning cerah plus ada aksennya biru nyala. Mungkin karena perubahan parameter air ,warna ikan jadi berubah.Untuk menangkapnya sangat susah karena lincah ikannya… tiap kali mau ditangkap sembunyi dikarang. Modiar kalau kudu bongkar jeroan aquarium :mrgreen:

Kebetulan SF nyasar di youtube channel yang menayangkan cara membuat jebakan untuk menangkap minnow(ikan kecil) yang akan digunakan sebagai umpan mancing. SF praktekkan ini di aquarium SF dan terbukti 100% sukses!!!
Modalnya cuma botol plastik bening bekas minuman mineral, gunting dan makanan ikan.
Stepnya…
1. Potong botol kira kira seperempat bagian dari ujung / lubang botol

image

2. Potongan botol yang ada lobangnya dimasukkan ke dalam badan botol dalam posisi terbalik.

image

3. Beri lubang lubang kecil pada badan botol agar ada sirkulasi air  yang nantinya berguna agar aroma umpan didalam botol menyebar keluar
4. Beri umpan didalam botol
5. Masukkan botol secara horisontal didalam aquarium.

image

Dalam 5 menit SF berhasil menjebak 2 ekor ikan , termasuk salah satu yang SF incer. Tinggal angkat dah jebakannya

image

Kalau sudah masuk jebakan ikan bakal kesusahan keluar…

SF pindahin ikan buluk ke tandon air laut, sekalian jadi petugas pembersih disono :), Nemonya balik lagi ke aquarium

image

Perpaduan ranting dan moss tampak seperti pohon dalam air . Pic : www.aquascapingworld.com

Moss merupakan tumbuhan tanpa akar yang jadi favorit pemain aquascape. Biasanya moss dapat diikat pada batang kayu atau batuan yang disusun sedemikian rupa di dalam aquarium. Moss dapat menimbulkan kesan natural, alami , kesan ekosistem lawas bahkan dapat dimanipulasi untuk menirukan bentuk pohon didarat.
Jenis mos juga berbagai macam, yang SF punya diantaranya pelia, fissiden, xmass dan satu lagi SF lupa namanya 🙂

image

Moss pelia (tengah)

image

Moss fissiden

Moss tidak perlu cahaya yang sangat kuat, sedikit pupuk cair diperlukan untuk mencapai pertumbuhan optimal… tapi terlalu banyak pupuk malah beresiko menumbuhkan hama alga yang berdomisili diantara moss.
Karena tumbuhan tanpa akar  cukup mudah untuk memelihara tanaman ini. Cukup diikat pada ranting pohon mati (sebenarnya bukan ranting tapi akar yg dibalik),

image

Moss xmass seperti pohon cemara 2 dimensi 🙂

image

image

saran SF  cukup diikat di ujung2 cabang untuk menumbuhkan kesan natural…selain itu terlalu banyak moss yang diikat akan beresiko menahan cahaya lampu untuk sampai didasar aquarium yang berakibat fatal bagi tanaman yang berada didasar.

image

Air lagi butek gara rescape

Minggu ketiga serangan alga masih menjadi momok… pasukan pembasmi alga seperti otto, amano lokal, keong turbo/tanduk nampak kewalahan jadi terpaksa SF menceburkan diri mengambil alga rambut secara manual. Hasilnya tumbuhan baru cuba sebagian ikut terangkat bareng alga rambut.

image

Minggu ketiga

Continue Reading

image

Seperti janji saya… Insya Allah tiap Minggu saya laporkan perkembangan aquascape SF yang beberapa waktu lalu telah SF jabarkan tahap persiapan/perkiraan biaya dan cara penyusunan.
Kali ini aquascape dah berumur seminggu semenjak cuba (tanaman dasar ) masuk. Beberapa penyesuaian telah dilakukan pasca penyusunan aquascape yakni fauna telah dimasukkan (udang, keong) , tanaman yg berbahaya bagi udang disingkirkan, dan beberapa jam lalu ranting yang berbalut moss xmass juga baru ditanam. Berikut beberapa hasil jepretan kamera Nikon D5000 dengan lensa fixed nikkor afs makro 40mm Continue Reading

image

Berikut langkah-langkah (yang belum tentu dijamin berhasil 😛 )

– Susun ornamen dasar untuk meninggikan bagian belakang. Apalagi untuk yang temanya perbukitan. bagian belakang mutlak kontur tanahnya lebih tinggi. Timbun ornamen tersebut dengan pasir malang (yang sebelumnya sudah dicuci bersih), hingga kontur dasar terbentuk.
image

– Susun batuan alami sesuai selera.

-Taburkan pupuk dasar di area yang akan ditanami. Berhubung rencana semua area dasar akan dipenuhi cuba dan hairgrass maka pupuk dasar disebar merata di seluruh dasar kolam. Setelah itu taburkan soil khusus aquascape di seluruh permukaan.

– Masukkan air perlahan hingga semua bagian dasar tergenang. agar tidak merusak tatanan aquascape yang sudah terbentuk. alasi bagian jatuhnya air dengan plastik atau piring/ mangkok. karena kalau air langsung dimasukkan aquarium pasirnya dan ornamen lain akan berhamburan. Ada kemungkinan susunan batuan/ tanah akan longsor seiring masuknya air, perbaiki seperlunya

– Setelah bagian dasar seluruhnya terendam, susun tanaman pada area tanam secara merata. Disarankan menggunakan pinset agar ga merusak kontur

-Penuhi air sampai hampir penuh. pasang filter air, chiller/kipas pendingin, CO2, dan lampu pada tempatnya. Aktifkan semua alat

– Bersihkan semua kotoran yang ada dengan jaring mini

image

Sesaat setelah aquarium dipenuhi air

-Tahap Penyusunan selesai. Tinggal bagian perawatan awal. Seminggu pertama usahakan air diganti (WC-water change) 30-50% setiap hari. Pertahankan suhu sedingin mungkin dibawah 27derajat Celcius, semakin turun semakin baik. (Untunglah aquascape SF didalam ruangan ber AC). Beri sedikit pupuk cair 2-3 hari sekali setiap selesai WC. Setel CO2 2-3 bps(buble per second), nyalakan berbarengan dengan lampu 8 jam sehari.
image

Setelah seminggu fauna mulai dimasukkan, WC cukup dilakukan seminggu 1-2 kali. Sebulan kemudian cukup seminggu sekali. Pupuk cair juga seminggu sekali setelah WC.

Seringnya WC (water change/ kuras air) berbeda-beda antara berbagai sumber yang SF baca. Namun menurut bro Afri yang sudah pengalaman main aquascape highlight pada tahap awal semakin sering WC semakin kecil aquascape terserang alga/ lumut yang ga dikehendaki. Dia sendiri melakukan WC 50% setiap hari selama sebulan pertama, bulan ketiga 2-3 hari sekali. Selepas 3 bulan malah tidak pernah WC , cukup tambah air ketika air berkurang….

Bantuin rekan sesama penghobi aquascape
-pemesanan lampu led custom  (lebih irit dayanya ga sampai separuhnya neon, murah dibanding branded neon, dan tidak bikin suhu air naik drastis)  monggo hubungi bro Afri di 087884266499 lapaknya disini : http://m.kaskus.co.id/thread/518e02668027cf855700000f/lampu-custom-led-aquascape/
-pemesanan soil, pupuk, bermacam udang hias, pasir, macem2 tanaman, dll kontak bro Adrian  di 08988189877 lapaknya disini http://m.kaskus.co.id/post/50b609b7631243e8690001ba
Recomended seller semua tuh 🙂

Dua aquascape dirumah semenjak pindahan rumah memang kurang terurus. Kurang lebih 6 bulan berjalan aquascape dibiarkan begitu saja. Paling cuma ditambah air tiap harinya. Sebenarnya penyebab utamanya adalah aquarium utama retak karena pindahan… terpaksa SF pake aquarium yang lebih kecil untuk menyelamatkan fauna. Malah rungsep ga enak dipandang.
Ya sudah deh SF putuskan untuk bangun aquascape lagi. Aquarium yang retak SF dobelin kacanya (atas bawah). Selanjutnya SF pesen lampu led khusus aquascape (ga lagi main DIY -alias bikin dhewe), soil khusus menurunkan PH, Pupuk dasar, dan keperluan lainnya. Biaya memang jadi bengkak tapi sasaran SF memang aquascape yang agak bagusan dibanding yang lama.

Continue Reading

image

Aquascape kedua SF terserang hama gammarus/udang bongkok

Gara-gara aquascape mini terserang hama gamarus yang susah dibersihkan tanpa menyingkirkan udang peliharaan terpaksa SF nambah aquarium satu lagi. Niat awalnya versi pahe untuk mindah udang sementara dan aquascape yang terserang hama dimasukkan ikan predator untuk membasmi hama.
image

tapi begitu di tempat aquascape iman jadi goyah malah pengen bikin aquascape yang lebih advance :-). Tema kebun sudah ada di aquascape yang dihuni discus, tema hutan basah (padat) juga sudah. Akhirnya setelah melihat display yang ada SF dan Bunda tertarik bikin tema baru : perbukitan batu.

image

Aquascape pertama SF

Dibelilah perlengkapan aquascapenya… aquarium landscape mini ukuran 45x20x20, pasir silica, dan batu kali. Untuk tanamannya sengaja simple yakni mini xmassmoss, flame moss,anubias mini (lupa nama detailnya), moss ball, sedangkan perlengkapan lain seperti bohlam led dengan reflektor lampu belajar model jepit, filter samping, CO2 set, serta termometer diambil dari aquascape yang sudah ada. beberapa tanaman juga ambil dari aquarium yang sudah ada seperti mini pelia, dan fisiden . Ya terpaksa downgrade aquascape lain untuk bangun aquascape baru ini. Hasilnya lumayan… sementara sengaja ditaruh dalam kamar, ntar setelah pindahan dirumah kontrakan baru diset ulang . Inilah hasilnya :
image
image

image

Total biaya untuk aquascape ini lumayan sekitar 500 rban tidak termasuk perangkat CO2nya… beda dengan versi pahe sebelumnya .

Abaikan kabel-kabel bersliweran dibackgroundnya karena ga ada tempat lagi :mrgreen: ntar klo pindah di rumah baru , baru deh diset ulang untuk 3 aquascape ini.
sebenernya cost bisa ditekan lagi jika telaten nyari batu kali. lah beli di tukang aquascape bongkahan batu dihargai perkilo, (lupa harganya ) pokoknya batuan untuk aquascape mini diatas saja habis 125 rban, aquariumnya juga terpaksa beli yang agak mahal (klo ga salah 200rban, import dari Jepang katanya :mrgreen: ) karena aquarium murah dari akrilik ga ada yang bentuknya landscape (memanjang) , lagian kata penjualnya aquarium kaca hasilnya lebih bening. Yo wes dah terpaksa keluarkan ekstra budget.

image

Beberapa bulan terakhir SF memang sedang tergila-gila dengan dunia udang. Jangan dibayangkan udang untuk dimakan ya.. Beda jauh. Yang SF maksud udang hias. Besarnya maksimal 2-2.5 cman.
image

Meski tak terhitung berapa kali musibah menimpa udang milik SF, tetep saja ga kapok. pertama saat setingan aquascape belum mateng udang keburu dimasukkan. Hasilnya tiap hari nemu bangkai udang didasar aqua. Kedua waktu mudik seminggu ke Surabaya, eh… kran regulator kesenggol pembantu sehingga debitnya membesar yang menyebabkan semua udang di aquarium tewas 🙁 terakhir pulang ke Surabaya kembali dapat musibah pembantu kebanyaken kasih makan udang sehingga air keruh. Separuh populasi tewas…. hama berupa gammarus dan keong menggila. nah sekarang tiba saat yang paling menyenangkan. Apa itu? Aquascape sudah berpadu dengan penghuninya. Ditandai dengan banyaknya benih

udang diaquascape milik SF! image

Artinya parameter air sudah pas buat udang. Tercatat beberapa jenis udang ada di aquarium SF diantaranya rilli, sunkist, blue pearl, red bee, black bee dan mosura. Warnanya macem-macem ada putih, merah, kuning, hitam, biru, coklat. Ada juga udang ga jelas warna dan motifnya. Nah beberapa diantaranya bisa kimpoi silang. Bagi breeder, perkimpauan antar jenis bisa bikin kualitas/grading menurun atau bahkan naik.

image

Bagi SF ndak masalah lah wong ga niat dijual lagi :-). Sampai sekarang pengetahuan SF soal dunia perudangan masih terbilang minim. Pakem parameter air sering ditabrak karena SF cenderung cuek sama parameter air. Ga pernah ngecek kandungan air. Yang penting pertahankan suhu air dingin, ganti air (wc alias water change) 1/3 tiap minggu ,dan kasih pakan rutin .

image

Biasanya penghoby fotografi doyan traveling untuk hunting objek foto yang diinginkan… namun jika ada objek yang bagus dirumah kenapa harus hunting keluar (males mode : on ) 😛 ternyata untuk penghobi fotografi pemula seperti SF ini aquascape bisa dijadikan objek untuk belajar foto.
imageBerhubung minat SF di foto makro akhirnya berusaha sedapat mungkin bisa motho makro dengan biaya murah :mrgreen: awalnya beli extension tube agar jarak fokus bisa lebih dekat dengan objek, eh lah kok mata saya yang ga kuat cari fokus manual alias meleset terus, pakai reverse ring juga pastinya bakal sama, maklum ada kelainan di mata. Solusi lain yang lumayan ngirit SF memutuskan memakai filter close up yang cara kerjanya memperbesar objek dengan bantuan lensa cembung. pakai lensa bawaan juga ga bisa maksimal, lah wong ga bisa ekstreem membesarkan objek. Mo beli lensa khusus makro kok mahal ya .. diatas 3 jt bro! 🙁

image
Enaknya pakai objek aquascape, lokasi cukup dikamar ga perlu kepanasan untuk ambil gambar 🙂  objek yang diinginkan pun sliweran didepan mata. Mau udang, ikan, keong, tumbuhan, semua kumplit  🙂  kalau sabar bisa dapet moment yang bagus seperti keong main kuda-kudaan, Udang berebut makanan, ikan kejar-kejaran, dll sayang SF kurang sabar jadi ya motret seadanya ajahhh 😆

dibawah ini hasil jepretan SF selama beberapa hari memakai Filter close up. Gadget : Nikon D5000, lens kit 18-55 non VR, + close up filter (smua gambar di resize dan beberapa dicrop). Mohon masukannya… maklum ga pernah baca2 soal ilmu permakroan