motor baru


Beberapa fitur motor lawas dianggap nambah biaya beberapa lagi dianggap merusak estetika , karena itu beberapa fitur motor lawas dihilangkan pada motor sekarang. Apa saja itu?

1. Tutup rantai full. Yang paling SF inget saat itu adalah honda prima dan honda grand milik ortu. Cover rantainya full menutupi gir dan rantai. Rantai jadi bersih dan awet. Tapi sering bertambahnya usia seringkali cover ini bergesekan dengan rantai/gir sehingga menimbulkan bunyi. apalagi kalau pernah kecelakaan, penyok semua deh cover dari plat ini. Untuk mengintip kondisi ketegangan rantai dan melumasi rantai ada lubang yang bisa dibuka tutup.

2. Bunyi sein. Yamaha alfa dan beberapa motor bebek lawas, kalau pas sein keluarkan bunyi tit…tit…tit… berguna agar pengendara sekitar waspada atas pergerakan kita. Hmm fitur ini sepertinya perlu dihidupkan lagi terutama untuk emak2…. tenang jaman sekarang masih ada yang jual modul flasher yang bisa keluarkan bunyi.

3. Rak dengan jepitan di atas spakbor depan , nah ini dulu ada diastrea 800 milik sodara. Lumayan buat jepit buku atau semacamnya yang tipis tipis. 

4. Shock depan gas. Motor SF dulu GL Max depannya ada pentilnya loh… 🙂 klo ingin ngerasin shock tinggal nambah gas, bikin empuk tinggal kurangin gas. Klo ga salah RZR (ato RXZ) ada juga ginian.

5. Shock belakang adjustable dengan pengoperasian yang mudah. Nah honda prima ada loh fitur ini pada shock belakang. Tinggal geser2 tuas. Beberapa motor sport sekarang adjustable juga tapi repot kudu pake kunci khusus

6. Headlamp kaca tebal, reflektor logam. Awet dah headlamp depannya… kalau sekarang mika plastik bening reflektor juga plastik yang di chrome.

7. Kick stater… kalau dulu setiap motor ada.. nah sekarang mulai diilangkan loh… sport CC besar, sport fairing, sampai Nmax ikutan ilangin fitur ini. Kedepannya jangan kaget klo tiba-tiba motor baru ga ada kick staternya.

8. Saklar lampu motor jadul untuk mengatur masing-masing kerja lampu senja, lampu dekat dan jauh. Motor sekarang lampu otomatis nyala saat mesin motor nyala. Saklar cuma untuk lampu dekat dan jauh.

9. Motor lawas yang laku dijual adalah versi spoke wheel, sekarang kebalikan versi spoke wheel malah ga laku. Motor baru rata2 ga menyediakan versi spoke wheel kecuali jenis adventure dan bebek versi terendah.

10. Rem depan tromol? Hayo ada ga motor sekarang yang rem depannya tromol

11. Injekan perseneling motor dulu 2 arah untuk nambah dan ngurangi gigi. Sekarang yang pake cuma motor bebek. Motor sport sekarang pindah gigi pake injek cungkil (1 sisi depan saja)… merusak sepatu dan ga ramah bagi pengendara bersendal :mrgreen:

12. Motor lawas pake karburator. Gampang settingnya. Sekarang pake injeksi makin tergantung sama bengkel dah.

Hmmm apalagi yak?… monggo kalau ada yang nambahin

Artikel kritik honda yang mengeluarkan Scoopy memakai ban 12″ sudah hampir selesai dan siap publish… isinya mempertanyakan keputusan honda kenapa pakai ban berdiameter kecil… kan banyak kerugiannya… GC turun bikin motor gampang gasruk poldur dan ga tahan banjir, ban motor juga juga lebih gampang kejeblos lubang dan sensitif terhadap jalan ga rata.

Untung SF baca-baca dulu soal  scoopy baru ini. 

Diameter velg memang mengecil dari 14″ jadi 12″ tapi ban jadi jauh lebih gambot (lebih tebal dan profil tinggi). Akibatnya diameter luar ban ga beda jauh dengan versi lama. Bahkan scoopy baru ini GCnya 143mm alias lebih tinggi 3% dibanding scoopy lawas.

Strategi cerdas dari honda… tampilan makin stylist, buat nikung lebih safety, kontur jalan makin teredam oleh karet ban, dan motor sedikit lebih aman dari poldur.

Tapi bukan tanpa kelemahan ya… ban gambot perlu perhatian lebih terutama mengenai tekanan anginnya… kurangnya tekanan angin dikit saja pada ban gambot bikin motor berat larinya… boros deh…. 

Berdasarkan pengamatan SF ada beberapa aliran retro yang beredar di pasaran. Ada murni klasik seperti motor jadoel yang dilahirkan kembali,ada scrambler dengan ban semi offroad gambot, cafe racer yang nunduk abis, cruiser untuk turing, hingga retro modern yang dibekali technologi canggih.

 

Dari berbagai aliran tersebut ada satu aliran yang cukup menarik perhatian SF yakni scrambler. Motor ini didesain agar dapat melaju di segala lintasan baik aspal maupun offroad, dengan tidak mengorbankan kenyamanan. Pabrikan tenar berlombablomba masuk aliran retro scrambler… ducati, triumph, BMW, dll.

Sebenernya SF cukup mengagumi trail namun tangkinya yang kecil bikin motor ini ga bisa diandalkan untuk harian. Seat height yang tinggi tentunya juga bikin kurang nyaman diperkotaan. Nah retro scrambler rata rata seit height ga seberapa tinggi, nyaman, tangki juga ga mungil amat, model jelas everlasting dan bisa dipakai di berbagai kondisi jalan.

Bagaimana dengan bro sekalian?

Angin segar berhembus sekali lagi dari yamaha… sayang bukan disini… majalah youngmachine bocorin planing yamaha untuk mengeluarkan versi retro dari MT25/R25 … 

Renderan MT25 versi retro oleh young machine


Di Indonesia modif retro lagi digandrungi. Owner ninja yang harganya puluhan juta saja rela mengeluarkan tambahan puluhan juta lagi untuk mengcustom ninjanya jadi motor retro. Tiger,scorpio,thunder ga lepas jadi korban mutilasi untuk diretrokan.


Matic retro dah ada scoopy, fino, lets. Di sport ada kawasaki estrela 250 yang sayang harganya nggilani. Lebih mahal dibanding Ninja 250… ini yang bikin heran… motor 1 silinder , dengan parts yang ga sekomplex ninja 250 namun harganya jauh lebih tinggi. Motor retro lebih kuat pada desainnya , gaya minimalis namun cantik dilihat menjadi kekuatannya.

Penekanan ongkos produksi tentunya lebih bisa dilakukan pada motor retro … empat jempol jika ada pabrikan yang merealisasikan. Mari berharap saja  bukan hanya yamaha yang nongolin sport retro… basisnya pakai motor domestik saja biar murah… masalah desain orang Indonesia kreatif kok….

Dah penyakit AHM kalau jadi follower … untung saja produknya menawarkan sesuatu yang lebih dibanding kompetitor jadi masih laku. Beat, CB150 dan CBR150 contohnya. 

Sayang beribu sayang Tiger yang dulu jadi kebanggaan AHM malah di suntik mati. 

Yamaha India segera menelorkan sport 1 silinder 250cc. Tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengikutinya. Pasar ini masih cukup menjanjikan, tentunya penghobi motor akan berminat dengan motor CC gedhe minim perawatan yang ga ribet untuk harian…

Moment ini sepertinya cocok bagi AHM untuk menghidupkan kembali si tiger… pake mesin CBR 250 1 silinder kalau ingin terlihat superior, atau memakai mesin CB twister versi 250cc yang jadi seteru fazer 250. 

Kemunculan yamaha FZ250 di India, sedikit menguntungkan AHM . Spek dan desain akan segera terpapar. Jadi kalau FZ250 di hidupkan di Indonesia , AHM ga start dari 0. Biasa lah… tinggal kasih value lebih, trus harga di kurangi, desain dibagusin, kasih nama tiger 250 dah…

Akan lebih seru lagi jika Yamaha bikin kejutan dengan menanamkan sesuatu yg tak terduga oleh AHM….

Produsen bersaing jor joran… konsumen diuntungkan :p

Aerox saat ini dah banyak yang nunggu kehadirannya… performa yahud, model gagah menjadi daya tariknya. Harga yamaha Aerox sepertinya akan dibenturkan ke honda Vario 150. Bagi SF, bukan keputusan yang susah jika disuruh milih keduanya…jelas aerox…  kok? Ganteng, Gagah,Gambot,Gengsi dan Gokil !

Vario 150 menurut SF sangat nanggung… model dan fitur seperti adiknya yang 125cc. Ngapain beli yang 150 jika yang 125 menawarkan sensasi yang sama cuma beda performa dikit. Itu dia… SF sempat nomong hal ini ke adik SF yang ingin beli vario 150….. 

Mungkin akan berbeda jika Vario 150 punya desain berbeda total dibanding 125… dimensinya diperbesar, fitur nambah, ban gambot… kalau bisa lebihin fiturnya dibanding Aerox, cakram belakang misalnya… 

Kekuatan Aerox kan dah keliatan, harusnya Honda dah bersiap dari sekarang… ntar sekalian hajar Nmax dan Aerox..

Si pemberani kawasaki akhirnya mengeluarkan motor adventure untuk pasar Indonesia… Versys X 250. Sport adventure ini salah satu aliran favorit pecinta turing di Indonesia… saat masih aktif bergabung di komunitas HTML dulu, sering banget SF jumpai tiger di modif beraliran adventure… kesan gagahnya dapet, kemampuan melibas jalan tak rata juga meningkat.  Motor kaya gini cocok di Indonesia… bahkan dikota… lah wong biker sini seneng nerobos trotoar… :mrgreen:

Belakangan ini SF juga sering jumpai merambah motor jenis lain… NMP, Scorpio, vixion, Pulsar, bahkan bebek dan matic ikutan aliran ini… artinya aliran ini banyak yang demen…!

Lantas apakah sebaiknya yamaha dan terutama honda ikut ngrecokin mainan baru kawasaki ini.. hmmmm sebaiknya seperti yang sudah sudah… tunggu sampai pasti laku baru ikutan… :mrgreen: mengingat kelas 250cc pasarnya sangat sempit.

-Ninja yang awalnya fairing, keluar juga versi nakedya… ini pernah SF sentil di 2011 jauh sebelum Z250 keluar. (Baca disini )


-Mesin powerfull Suzuki harusnya di temploki ke motor Sport 150  keturutan juga sekarang. Nyentilnya juga udah lama. (Baca disini )

-Model gagah seperti yamaha byson kudunya dibekali mesin mumpungi minimal mesin Scorpio lah…. atau kebalik ya… Scorpio kudunya dibekali desain gagah seperti byson… barusan keluar juga spyshot motor yang SF maksud (baca disini )

-mesin twin cyl Ninja 250 asyik juga kalau ditemplokin ke motor adventure. Sama seperti kakaknya 650 dimana mesin 2 silindernya dipakai untuk 4 model berbeda, fairing, cruiser, naked dan adventure bike… kenapa tidak dilakukan pada Ninja 250? Adventure bike bertajuk Versys 250 nongol juga akhirnya. (Cek disini )

Sayang versi Cruisernya untuk 250cc multi silinder dari pabrikan Jepun belum masuk sini….cocoknya mesin V, tapi jika 2 silinder sejajar dipaksa masuk ke model cruiser gapapa juga sih… asal multi silinder. (Sentilannya ada disini )

-Tiger 250 juga belum terealisasi… asyik juga kalau dibenamkan mesin 250cc 1 silinder milik CBR lawas. Harga lokal sajahhh 🙂
Bukan hanya SF yang punya pemikiran seperti diatas… buanyak blogger sepaham…. baru baru ini saja kebetulan pabrikan baru merealisasikannya… kira2 apa sebabnya ? 

– Persaingan industri roda 2 sudah sangat sengit, sehingga pabrikan perlu mainan baru dan membuka pasar baru agar ga bersaing langsung dengan lainnya. Versys 250, dan Vstorm 250 misalnya…. semoga kedepan ada model cruiser 250 multi cylinder yang terealisasikan. 

– Ada juga karena varian yang ada makin tergencet , dan memutuskan ikut main di kelas rame. Misal kasus suzuki yang awalnya ngandelin FU150 bakal main ke Sport 150

Intinya semua adalah soal keuntungan…. nekad nyemplung tanpa perhitungan matang, salah langkah dikit bakal distop tuh produk….
Nb. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca karena agak susah masuk blog ini. Blog sedang di maintenance karena pindah domain/hosting. Saat ini smartf41z.com sudah ga pakak https:// namun http:// . Perlu beberapa saat hingga normal kembali

Sebenernya bukan hanya masalah velg saja yang bikin Nmax kalah spek dibanding Aerox yang disinyalir berbagi mesin yang sama. Aerox menang di keyless ignition, SSS, colokan catu daya seperti dimobil. Namun ada sayangnya… rem belakang tromolll…. 

Sumber gambar : tmcblog.com

Trus kenapa yang di highlight cuma ukuran velg…..  ya suka2 yang punya blog :p

Velg 13″ bawa masalah tersendiri… ring lebih kecil mudah terperosok lubang. Nmax SF saja dah peyang velg belakangnya… selain itu , susah cari alternatif bannya. 

Jadi milih mana antara Nmax atau aerox… ?

Nmax karena sensasi selonjornya tak tergantikan …. kwkqkwq…. Nmax juga punya windshield yang bisa di upgrade untuk melindungi dada…. cocok buat keluarga SF , dimana krucil selalu minta dibonceng didepan.

Feeling SF , fitur pada aerox juga bakal dibenamkan di Nmax. 🙂

Sebelum bahas Big skutiknya honda dikelas 150cc, mari sedikit flashback pada CBR 150.
CBR 150 lokal sekilas tak berbeda dengan versi import dari Thailand… pembeda yang paling kentara pada rangka teralis dan knalpotnya. Langkah smart dari AHM melokalkan CBR 150. Ga mentah mentah jiplak versi importnya namun menyesuaikan agar memenuhi target pasar yang dituju… jelas menguntungkan saat CBR 150 dilokalkan baik bagi AHM maupun konsumen… harga bisa ditekan abis… alhasil CBR 150 lokal sukses membungkam R15 dalam hal penjualan.

image

Continue Reading