sharing pengalaman

Belajar dari pengalaman ga perlu dari kejadian yang dialami sendiri. Kejadian yang dialami adik bisa jadi pelajaran berharga. Beberapa hari lalu , karena teledor lupa mengunci pagar, Vario 125 milik adik hampir saja raib. Untung saja Adik ipar memergoki maling yang akan beraksi. Maling ini posisinya sudah memegang setir Vario, dan akan menjebol kunci Vario. Saat itu Adik ipar membuka pintu akan berangkat tarawih … karena terpaku melihat pemandangan itu , Adik Ipar gelagapan dan cuma membentak ” Hei….Hei….!!!” Untung si Maling ga mengeluarkan senjata dan langsung lari menuju temennya yang sudah menunggu di luar pagar.
Kebetulan Minggu kmaren SF servis si Nmax ke bengkel resmi . Padahal biasanya muales ke Beres karena antrinya ga jelas. Ini saja SF dateng jam 8 motor baru ditangani jam 10 dan selesai hampir jam 13.00. Saat menunggu itu SF iseng melihat etalase parts variasi resmi Yamaha. Lah kok pandangan mata langsung tertuju pada tumpukan kotak di pojokan etalasi bertuliskan ” Imax DIGITAL SMART KEY” keluaran BRT.
Iseng tanya ke senior mekanik. Apakah bisa parts ini dipasang pada Nmax? “Sangat bisa katanya… bahkan versi yang dipajang ini khusus untuk Nmax. ” Karena parts ini resmi dijual bengkel resmi yamaha, maka keamanannya pun terjamin. Ga pake acara potong dan sambung kabel… cuma colok sana sini untuk memfungsikan alat ini. harganya 350.000 sudah termasuk ongkos pasang. ya wis dah SF putuskan mengaplikasikannya pada Nmax .
Prinsipnya mirip seperti immobilizer pada mobil. Agar mesin mau nyala, koin pemancar signal kudu dibaca oleh sensor saat motor akan distater. Cukup menarik… ga perlu kuatir motor di gondol maling…

Continue Reading

Nmax servis ke bengkel resmi

Nmax sowan ke bengkel resmi

*

Servis Mendekati 25 ribu KM performa Nmax memang terasa sedikit menurun. sudah kepikiran servis 25rb saat ganti V belt sekalian saja upgrade performa Nmax agar entengan dikit.

Ini dia detail upgrade saat servis Nmax:

  1. Roller Mio M3 (12 Gram turun 1 gram dari bawaan Nmax)
  2. Per Vario 150 (Per lebih panjang 4,8cm dan lebih keras)
  3. Filter Aftermarket Ferrox
  4. Setting CO+8

Paket Upgrade Nmax, Roller Mio M3 12 gr, CVT Vario 150, Ferrox

Gimana impresinya?

Continue Reading


SF pengguna tiger lama dari 2005 hingga sekarang… namun untuk keseharian 2tahun belakangan tugas tiger digantikan Nmax. Keduanya pernah SF gunakan untuk turing. Bagaimana komparasinya… monggo simak saja…

-Performa : jelas tiger lebih dapat diandalkan… asalkan mesin sehat terawat akselerasi dan speed cukup mumpungi kok… bahkan untuk bawa beban berat (boncengan+barang full loaded) tiger masih mampu dipacu 120kpj. Nmax dengan kondisi yang sama di kondisi yang sama 100 kpj lambat naiknya

-Konsumsi bahan bakar : Nmax bisa 10km/liter lebih irit. Tapi tiger minum premium saja cukup, Nmax setidaknya butuh pertalite/pertamax

-Kenyamanan : sebagai pengendara, jika jalanan mulus Nmax posisi duduknya lebih nyaman dan ga cepat pegal, sedangkan tiger posisinya lebih sporty. Untuk jalanan ga rata shock tiger yang lebih empuk, GC lebih tinggi dan ban yang diameternya lebih lebar dibanding Nmax jelas lebih nyaman. Sebagai boncenger : jelas dibonceng tiger jauh lebih nyaman kemana mana…. BundaSF pernah SF bonceng turing Surabaya Jogja, sampai ketiduran segala… kalau dibonceng Nmax? Sejam aja dah pegel…  :mrgreen: 

Handling : tiger lebih stabil dikecepatan tinggi, Nmax handlingnya lebih ringan jadi lebih mudah terpengaruhi kontur jalan. Kalau dibawa nyantai Nmax lebih nyaman handlingnya… 

Safety : Nmax grip bannya mantab, remnya juga sangat pakem… tiger kudu ngaku kalah masalah ini. Untung rem tiger yang ngeblong bagian belakangnya bisa disiasati dengan engine brake. GC Nmax lebih rendah, diameter ban juga lebih kecil.  ini masalah utama Nmax jadinya kurang PD kalau ketemu jalanan ancur….Tiger lebih PD melibas segala kondisi

Akomodasi : tiger ga punya tempat penyimpanan barang, sedangkan Nmax punya bagasi jumbo dibawah jok! Dek depan Nmax juga masih bisa buat naruh barang.

Lain-lain : turing pakai tiger rasanya lebih PD… anteng dikecepatan tinggi, ketemu jalan rusak seringkali tidak masalah diterobos. Kalau nyetir Nmax , pengemudi kudu lebih extra waspada… ga bisa dibuat grusa grusu… kalau ngerti selahnya dan ga kesusu apalagi jalan mulus kaya diluaran…. sepertinya Nmax lebih nyaman. Tapi tau sendiri lah kondisi jalan di indonesia…. 

Jadi untuk turing SF lebih prefer mana?

1. Turing santai SF lebih milih Nmax… lebih bisa menikmati riding

2. Turing jarak jauh, tiger terbukti lebih bisa diandalkan di segala situasi… baik bagi pengendara maupun boncenger.

Kedua motor tersebut kemampuan turingnya bisa ditingkatkan.

Nmax misalnya : tebelin busa jok agar lebih nyaman terutama buat boncenger, shock belakang yang super super atosss juga WAJIBBBB diganti 😆

Untuk tiger lama : Upgrade rem cakram belakang, ban lebar , dan pasang box belakang agar barang bawaan ga bikin lelah pengendara. 

Gimana kalau keduanya dibandingkan dengan Ninja ? 

😆 kira2 sendiri aja dah…. 


Beberapa hari lalu seorang rekan kerja pengguna vario mengeluhkan motornya yang bergetar, dan kurang responsif di kemacetan. Kadang juga timbul gejala tersendat sendat saat merambat dikemacetan. SF saat itu menebak jeroan CVT yang jadi masalahnya. 

Benar juga, tadi pagi diparkiran rekan SF tersebut langsung menunjukkan kwitansi servis varionya yang dia simpan di bagasi motornya…

Total 570.000 . Namun saat dijajal gejala tersendat / tidak stabil masih terasa saat merambat. 

Balik ke bengkel , dan ganti sekalian roller dan mangkuknya seharga 180rban (ga ada dalam kwitansi). Penyakit variopun hilang dan lajunya seperti motor baru lagi . 


Lumayan juga jajannya untuk motor yang belum genap melaju 150.000 km… jalanan Jakarta yang kejam plus kekejaman tangan pengendara disinyalir penyumbang terbesar penurunan fungsi CVT kendaraaan.

Untung Nmax SF yang berumur 22.000 km belum pernah ada masalah. Padahal servis saja jarang . terakhir servis KM 10000, selanjutnya ga pernah servis. Tapi rutin ganti oli tiap 2000km. Dan sering sekali buat boncengan 4 :mrgreen:

Waktu berangkat kerja karyawan di Jakarta rata-rata sudah terjadwal… begitu pula kita… jadwal akan berubah jika hujan turun atau ada berita penutupan jalan. 

Dalam kondisi normal… selisih keberangkatan 5 menit saja efeknya akan beda. 

Ini pengalaman SF ya…. biasa berangkat jam 5.50 dari Bekasi menuju Kalibata. Sampai Kantor sekitar 7.15. Begitu SF majukan jadwalnya 5 menit saja… nyampai kantor jam 7. Alias 15 menit lebih cepat…..! Lalu lintas signifikan lebih lancar. Ga banyak rider kesetanan yang bisa memancing emosi. Berkendara motorpun terasa lebih bisa dinikmati.

15 menit itu waktu yang sangat berharga loh…. bisa sarapan dulu, istirahat dan sosialisasi dengan teman untuk mengembalikan mood yang kurang baik setelah menembus belantara ibukota. 

Jadi menyisihkan waktu 5 menit demi kenyamanan … worthed kok. 

Masih berkaitan dengan artikel beberapa hari lalu (baca disini ), kali ini SF share pengalaman bongkar laptop ASUS X550D A10 untuk upgrade RAM. 

Semula RAMnya 4GB, SF upgrade jadi 8GB. Langkah pertama adalah cek RAM bawaan Laptop. Hasil googling menunjukkan asus seri X550D jenis RAMnya adalah DDR3L SoDim PC12800 1600MHZ 4GB , jadi kalau mau nambah/upgrade diusahakan RAM tambahannya speknya sama persis. Sukur sukur merknya sama.

Karena itu SF segera hunting di toko online. Sayangnya sellernya salah kirim harusnya DDR3L (Low voltage 1,35v), tapi terkirim DDR3 biasa (1,5v). Sellernya meyakinkan jika RAM yang dikirim tersebut tetap bisa dipasang.


Setelah barang datang, langsung saja SF pasang dirumah…. buka youtube dengan kata kunci cara upgrade ram x550 , ketemu 1 link video paling atas dengan bahasa Indonesia,  ini dia

Untuk lebih jelasnya SF jabarkan saja langkahnya….  karena ada bagian yang kurang jelas di video.

1. Buka baut dibawah laptop.
2. Buka casing bagian atas / keyboard, cungkil dengan benda lunak , SF  pake bekas SIM Card. Jangan langsung lepas keyboardnya karena masih terkoneksi dengan 3 flexy cable (kabel keyboard, touchpad dan led).

3. Cabut 3 flexy cable sebelum melepas keyboard.(2kecil,1besar) Nah disini adalah bagian tersulit karena di video tutorial ga dijelaskan secara gamblang cara cabutnya. Karena ini pula SF bikin artikel ini.  Awalnya SF coba cabut sepasang kabel kecil tapi alot banget, resiko kalau paksa …SF coba goyang-goyang dudukan kabel flexy, dan klik… ternyata colokan/dudukan kabel fleksi ada penguncinya , harus dicungkil dulu keatas agar ga mengunci kabel . Untuk kabel besar , penguncinya berupa sepasang switch kecil yang kudu digeser kearah batre/layar dua duanya. 


4. Setelah kabel terlepas baru dah keyboard bisa dibanting… eh dilepas :p

5. Copot kabel batre… pas ditengah Mother Board bagian atas

6. Copot CD room (cuma lepas 1 baut doang) geser kearah luar kompartemen CDnya

6. Copot hardisk, caranya lepas 2 baut pemegangnya lalu geer ke arah luar dan angkat keatas. Sekalian copot juga kabel flexy penghubung USB sebelah kanan.

7. Lepas baut baut pengunci mother board, lalu angkat perlahan motherboarnya. Disini SF ga mengikuti tutorial video untuk lepas flexy monitor dan speaker. Karena ga mengganggu proses pasang RAM.

8. Balik motherboard dan pasang RAM pada slotnya. Tekan RAM masuk sampai konektor kuningnya full masuk. Dan tekan RAM hingga terkunci (bunyi klik)

9. Rakit kembali dah Laptopnya. Awas jangan ada kabel yang belum tersambung…

Done….

Setelah RAM 8GB terpasang sempurna…. peningkatan performa langsung terasa… DDR3L bawaan laptop di combo dengan DDR3 ternyata tidak timbul masalah.

Game Fishing Planet sudah ga ngelag lagi….  🙂

Entah alasan apa yang buat Asus bikin bodi seri X550 dengan sistem unibody. Sangat menyusahkan Konsumen untuk upgrade ram/hardisk maupun ganti batre 

SF memang awam soal dunia laptop namun semua informasi saat ini sangat mudah didapat secara online.

Ini untungnya Bukalapak, Tokopedia,Lazada dan sejenisnya… barang apapun gampang carinya dan murah . Coba saja vendor berani jual mahal di toko online, ya bakal diabaikan konsumen 🙂 . Saking kumplitnya toko online Cari baut pritilan saja ada loh di toko online :mrgreen:

Awalnya SF berniat ke Mall khusus IT untuk Upgrade Laptop yang makin lemot buat main Fishing Planet. SF jiper pasang sendiri karena ga ada pengalaman bongkar  laptop unibodi seperti milik SF.  Bayangin saja… kudu bongkar motherboard untuk pasang RAM. 


Tapi dipikir-pikir , nunggu waktu lowong pas weekend kok kelamaen . Yo wis googling servis laptop deket kediaman SF sajah… 

Ketemulah salah satu tempat servis, chat lewat WA dengan ownernya dan akhirnya dikasih harga 500rb untuk nambah RAM 4GB… hampir saja SF deal, karena SF sudah cek toko online sebelumnya. RAM 4 GB harganya 365rb ditoko online, jadi panteslah harga 500 rb kalau termasuk ongkos pasang… 


Untung SF konfirmasi ulang. Ternyata harga 500 rb tersebut ga termasuk ongkos pasang! Ongkosnya sendiri 150 RB! Jadi total 650rb…. lah kok Larang :p

Yo wis cancel jadinya. SF lalu cari info di Youtube…. ternyata buanyak tutorial bongkar Laptop setipe milik SF (salah satunya disini ). Berbekal Nekat, SF beli RAM di Toko Online seharga 365rb, dan pasang sendiri dirumah sambil ngadep Youtube… sekitar 15 menit proses kelar….


 dana cuma abis 365 plus ongkir 9rb… bayangin kalau pasang di tukang Servis…. 650rb!!! Untuk pengerjaan cuma 15menit… 15 menit itu dikerjakan oleh newbie yang ga pernah bongkar laptop loh….

jaman sekarang kalau jual barang/jasa kemahalen ya bakal ditinggal konsumennya… konsumen dah kritis … sebelum beli barang dah cek harga ditoko online.

Seringkali beli barang secara Online plus Ongkir ekspress (barang dateng saat itu juga pake ojek online) harganya bisa lebih murah dibanding beli ditoko langsung. 

Sebelumnya SF nganter rekan hunting Hape Asus Max di salah satu pusat lerbelanjaan… harga di beberapa toko HP ternama rata rata LEBIH MAHAL 150 hingga 250rb dibanding toko online (barang sama2 garansi resmi) !!! Jelasnya rekan SF langsung beli dari toko online… kirim via ojek online langsung nyampai, harga lebih murah dan bisa dicicil 12 bulan bunga 0% pake kartu kredit…. kwkqkwkwkqq…

Entah sudah berapa kali SF mendengar kabar bahwa bensin shell merusak kendaraan… Baru- baru ini rekan SF satu seksi motor vespanya macet pistonnya setelah pakai bensin Shell super. Montirnya menduga karena ga cocok dengan bensin shell super.

Ada lagi pengakuan pemilik Suzuki xl7 yang kebetulan ganti BBM shell langsung kena fuelpumpnya… 

Lantas bagaimana menurut pendapat SF?…. 

SF ga berani berpendapat aneh-aneh ntar kena UU ITE :mrgreen: .. cukup share pengalaman saja…

3 motor SF yang sering SF pakai adalah tiger 2004, Ninja karbu 2009, Nmax 2015. Cukup rasanya mewakili 3 generasi dan 3 jenis berbeda. Ketiga motor tersebut langganan menggunakan shell.

-Tiger motor turing jadul karburator dengan kompresi rendah, BBM paling sering menggunakan shell super

-Ninja 250 motor sport karburator kompresi tinggi BBM seringnya memakai Shell Vpower

-Nmax motor modern berinjeksi kadang menggunakan shell super kadang Vpower

Ada masalah terkait penggunaan BBM shell? Nope tidak ada sama sekali… motor tetap segar bugar ga pernah ada masalah… jadi isu terkait bbm shell merusak kendaraan bagi SF tidak terbukti. Secara feeling sih perbandingan  shell dengan produk pertamina yang punya oktan sejenis, sama saja performa dan keiritannya… 

lantas kenapa pakai shell? Karena shell menganggap konsumen adalah raja lihat saja pakaian pegawainya rapi penampilannya juga menarik, Pom Bensinnya luas dan  tempatnya lebih rapi dan bersih, antrian lebih sedikit. Diskriminasi mobil dan motor kurang terasa disini… seluruh pegawai nampak sibuk melayani konsumen…ga seperti karyawan POM bensin pertamina… ada karyawan yang kewalahan melayani konsumen, ada juga yang nganggur menunggu mobil datang … 

Kejadian yang dialami Bundafaiz (klik) ternyata banyak dialami sahabat disekitar SF. Baik di grup WA SF maupun di medsos banyak sahabat mengaku punya pengalaman sama dengan Bundafaiz… bukan hanya taksi online, ojek online dan kurir pesan antar juga bermasalah.

1. Ada yang ga keluar histori pemesanan. Saat dicancel  driver online marah dan mengeluarkan kata-kata penghuni kebun binatang

2. Ada yang pesan makan melalui aplikasi online, yang dateng 4 orang . Jadi terpaksa bayarin keempatnya

3. Ada yang pesen 1 ojek yang dateng 2 orang, jadi dipakai 2-2 nya dengan cara saling beriringan 

4. Bahkan ada yang ga pesen, tapi dianggap cancel oleh driver.

Dan mungkin banyak lagi yang mengalami kejadian yang ga mengenakkan.

Jika tidak segera ditangani hal seperti ini akan mencoreng perusahaan penyedia aplikasi online.

Selagi memperbaiki aplikasi, penyedia layanan transportasi online juga kudu mendidik partner pengemudinya agar lebih santun dan tidak mudah tersulut emosi… masak aplikasi bermasalah, marahnya sama konsumen… Pengemudi memang dirugikan karena menghabiskan bensin untuk menjemput orderan, tapi ya jangan sampai keluar kata kata ga enak

kalau dapat konsumen kritis bisa kena jerat hukum loh pengemudi dan penyedia aplikasinya…. klo konsumen kebetulan keluarga orang penting….  apa ga berabe tuh pengemudi

Pagi pagi di tilpun bundafaiz yang menceritakan kisah sedihnya. Bundafaiz dimarahin sopir taksi online gara-gara cancel order.

Menurut nyonyah masalah itu disebabkan aplikasi bermasalah… sudah order 2 kali ga keluar historynya/reportnya. Saat nyonya mau berangkat nyari taksi, tiba2 driver taksi online yang diorder kedua nyampai… baru kemudian driver yang diorder pertama telpon nyonya… terpaksa dicancel nyonya dah…. ga salah sih sang driver marah… lah dah muter2 nyari alamat ngabisin bensin. Tapi mbokyo nanya dulu kenapa cancel, jangan keburu marah dulu…. aplikasi bermasalah marahnya ke customer.

Nyonya coba klarifikasi ke driver kedua, katanya aplikasinya sedang lambat… makanya ada delay direportnya

Ya sudah SF sarankan SMS saja ke driver yang merasa dirugikan minta nomer rekening, mau diganti ongkos bensinnya… 2 jam berlalu drivernya belum respon…