Uncategorized

Masih ada hubungannya dengan hobi. kali ini SF coba review tas anti air yang sangat menunjang kegiatan mancing SF.

kalau dilipat jadi mini… liat tuh tas yang terlipat dibagian bawah

SF tau tas ini beberapa bulan silam dari rekan sesama Angler (pemancing) saat mancing di kepulauan Tunda. Baru Minggu kemaren SF membelinya dari salah satu toko online. Untuk ukuran 20L, harganya ga seberapa mahal kok dibawah 100rb.

 

Apa sih istimewanya tas ini. Oke langsung sajahhh… Continue Reading

Responsif dan Relax… 2 kata itu seakan menggambarkan performa Nmax milik SF saat ini. Tapi sebelum membahas apa saja yang SF lakukan pada Nmax, intip dulu perubahan yang SF lakukan sebelumnya disini.  Filter aftermarket Ferrox, Roller Mio J 12 Gr (1 Gr lebih ringan dari bawaan), dan Per CVT Vario 150. Paduan ini bagi anak muda yang seneng kebut-kebutan dan selap-selip mungkin cocok… Motor serasa siap melesat kapanpun dibutuhkan… delay antara putaran gas dengan bertambahnya kecepatan sangat singkat. Efek buruknya Motor menggerung terus maunya nyundul terus , kira-kira seperti motor manual yang giginya terlalu rendah saat melaju. Pastinya motor jadi tambah boros….

Per Vario 150 yang akhirnya dicopot lagii

Continue Reading

­I

Sudah tau kan kerasnya shock nmax? Beberapa waktu lalu ngobrol dengan rekan SF sekantor. Dia sudah lumayan lama beli Nmax. Awalnya memang dia mengaku sok Nmax memang terlalu keras. Karena itu dia memutuskan untuk mengurangi tekanan angin pada ban belakangnya. Katanya lumayan mengurangi efek kerasnya shock. Saat SF tanya berapa konsumsi bensinnya “1:35” katanya.

Agak kaget juga dia saat menunjukkan foto foto bahwa konsumsi Nmax SF Continue Reading

Beberapa minggu lagi liburan lebaran nih… bagi angler kelas berat sebulan puasa mancing tangan jadi gemeteran kaya orang sakaw 🙂
Nah ga ada salahnya mempersenjatai liburan dengan peralatan pancing portabel yang mudah dibawa kemana-mana. Disebut  juga traveler rod… karena bentuk ringkas sehingga menghemat tempat. Cocok buat yang suka traveling… backpacker apalagi… begitu nemu spot bagus… kluarin joran dari tas , trus mancing/casting dah
Lanjut…. kali ini SF akan share hasil buruan SF di beberapa toko Online dan forum-forum mancing.
Ada 2 tipe pancing portabel . Model antena/ telescopic dan model beberapa sambungan. Tinggal sesuaikan budget.
-Jika ingin joran antena berkualitas coba intip produk shimano seri holiday. Biasanya joran antena kekuatannya diragukan. Tapi untuk ini kekuatan bisa sampai 40Lbs (18 kg lebih) dengan ring fuji (tahan karat dan tahan gesekan extreem) tapi harganya kurleb 1 jt. Istimewanya joran ini kalau dilipat ukurannya cuma 44.5cman

Continue Reading

Sekitar 2 minggu lalu SF hunting paket perdana 4g hemat. Kebetulan juga paket internet IM3 28 gb 3 bulan seharga 70 rb  dah mau abis masa berlakunya.
Sortir sana sini nemu XL Go 90hari 90 gb seharga 65rb. 90gb terdiri dari 30gb/bulan x 3 (6GB 3G/4G, 24GB khusus Mifi).

Sinyal XL di modem huawei E5577 daerah kalibata di dalam gedung. Kadang 4 G 1 bar kadang 3G fullbar

Seminggu pake aman-aman saja. Ga kepikiran beli modem. Pas keluar dolan sama anak2 , mereka minta hotspot dari HP SF… waduh bisa abis kuota 6GB SF. Pertimbangan mau lebaran, anak-anak pasti butuh internet selama liburan. Ya wis lah beli modem gandengannya XL GO, huawei slim E5577 seharga rp 465.500 dari online shop.
Pemakaian pertama langsung agak kecewa.. lah kok sinyalnya drop… biasa di HP 2-3 bar sinyal 4G. Eh di modem ini cuma 1 bar kadang malah ga dapet 4 G , pindah ke 3G full bar. SF belikan antena portabel sedikit membantu. Lebih manteng di 4 G dan kecepatannya stabil.

Seberapa kencang kecepatannya?

Continue Reading

Panik menyerang SF hari Rabu kemaren… sepulang servisin Jeng Erti buat persiapan lebaran lah kok disambut oleh bunyi meteran listrik yang menandakan pulsa listrik pascabayar hampir habis. Segera samber HP dan niat beli pulsa listrik via mandiri online… yang bikin panik bukan proses belinya karena dah rutin dilakukan. Tapi keluar warning jika pembelian tidak dapat dilakukan karena telah melebihi limit KWH ! Awalnya, SF kira ada masalah sama sistem online banking… 

Coba SF kontak kenalan SF yg jualan pulsa listrik… eh sama juga transaksi gagal. SF putuskan untuk telp PLN dan menanyakan perihal ini. Ternyata….! Dibulan ini SF dah dinyatakan telah membeli pulsa listrik 5 x 500rb ! Dan ini terjadi di tanggal yang sama. Hanya beda menit…! Tepatnya tanggal 9 Mei. Pihak PLN menyebutkan berapa saja nomer token yang telah dikeluarkan untuk SF , SF catat saja pada selembar kertas. Selanjutnya SF diminta CS PLN untuk menghubungi mandiri untuk menyelesaikan masalah ini. 

Saya teringat, tanggal 9 Mei itu SF memang beberapa kali transaksi beli pulsa via mandiri online. Beberapa kali transaksi gagal tanpa sebab yang jelas. Saat itu SF yang sedang dinas sempat screenshot notifikasi mandiri untuk dikirim kebunda yang menunggu dengan segera kiriman pulsa listrik. 

Setelah beberapa kali usaha akhirnya pembelian pulsa berhasil, dan SF mendapat notifikasi nomer tomen yang harus diisi di meteran listrik. 

HARI ITU HANYA ADA 1 NOTIFIKASI PEMBELIAN TOKEN LISTRIK YANG BERHASIL !. ini screenshotnya :

Ini jelas salah mandiri , malah saya yang disuruh kesono… permasalahan jelas, data nasabah jelas, waktu kejadian jelas, pengaduan saya jelasnya juga direkam mandiri… lah kok saya yang disuruh kesana … ampun dah.

Saya putuskan telp PLN lagi untuk minta kepastian, untung saja ada jawaban yang sedikit bikin lega… token PLN yang sudah dibeli tidak ada expire datenya. Jadi bisa dipakai kapan saja… namun sayangnya token hanya bisa diisi di meteran listrik rumah yang saya tinggali, ga bisa dipakai ditempat lain. Slamet…slamet tokennya masih bisa dipakai… jadinya SF punya tabungan listrik untuk beberapa bulan kedepan. Masalahnya kalau SF pindah dinas sewaktu-waktu… kudu pindah rumah. Token listrik ini ga bisa dipakai… 
Pelajaran yang dapat diambil… meski transaksi perbankan online dinyatakan gagal , anda harus tetap meyakinkan transaksi itu, bisa cek saldo , dan cek transaksi terakhir. Lebih mantebnya hubungi CS banknya. 

Monggo lihat disturbing picture berikut ini… seorang pengendara ibu-ibu bonceng kedua anaknya plus beberapa kardus ukuran lumayan (terlihat 2 kardus digambar). Yang bikin miris, posisi anak perempuan yang dibonceng dibelakang… mepet baget dengan ujung jok… sekilas malah terlihat duduk diatas behel motor. Kemudian lihat tas anak perempuannya… menutupi lampu rem/sein motor. Si Anak perempuan tersebut juga ga pakai helm, ga pegangan ibunya malah megangin kardus… alamakkkk…..

Posisi mengemudi siemak juga pethingkrangan , si emak terpaksa taruh kakinya diatas kardus… jelasnya membatasi ruang gerak setang motor. Belum lagi anak lakinya dibonceng didepan… Luar biasa skill si emak, sampai mengesampingkan keselamatan anak anaknya…

Semoga bapaknya baca artikel ini dan mengenali gambar di artikel ini… biar dimarahin tuh emak emak…

Info dari rekan SF yang memfoto kejadian tersebut, lokasi jalan raya besar depan astra sunter ( JL. Yos Sudarso)… banyak kontainer lalu lalang di jalan raya tersebut

 

Budaya ngeyel/ngotot padahal bersalah, rupanya ga hanya menjangkiti kaum pemotor… pemilik mobil mewah juga demikian. Kejadian  kemaren…. ada dua mobil yang berhenti di jalur padat selepas RS duren sawit. 


SF lewati saja mobil belakang tanpa halangan karena masih menyisakan jarak cukup dengan metromini yang jalan disebelahnya… saat akan salip mobil didepan tiba-tiba pengemudinya buka pintu dan keluar mobil tanpa babibu dan tanpa memperhatikan situasi belakang. Jelas saja SF langsung mengerem mendadak… untung saja Nmax yahud soal pengereman 🙂 . SF cuma berujar… “ealahh pak…pak….! ” sembari mengharap permintaan maaf…

Bukannya minta maaf, si pengemudi malah nyolot… “saya kan sudah ngasih lampu hazard!” Dengan raut wajah kurang simpatik. Sudah gitu dianya ga mau minggir setelah tutup pintu mobilnya…. daripada emosi SF meledak SF , sengaja SF serempet pengemudi ngeyelan itu dengan spion lipat Nmax. Dia pun melompat kesamping dan kena spion nmax. 

Hheuuhhhh.. ga lolos lagi uji kesabaran. Udah nahan emosi saat lolos dari celaka, si pengemudi mobil malah nyolot… ya kesulut sumbunya…. 

GL max neotech adalah tunggangan SF saat SMA hingga awal bekerja. Sebenernya ketika itu SF berharap dibelikan GL Pro. Namun ortu punya pertimbangan berbeda. Gl max 125 cc pas buat anak SMA, power cukupan, mesin halus, irit, dan awet. Tak dinyana pas ada acara dikantor kmaren ketemu rekan kerja yang masih setia sama GL max lawasnya… jadi pengen jajal dah.

Bener memang… GL max punya beberapa keunggulan dibanding tiger tunggangan SF sekarang. Parts lebih awet, mesin halus (sampai dilampu merah kupikir mesinnya mati), shock depan pakai gas, dan irit… bonusnya enteng dan lincah dikemacetan… kelemahannya ga ada electric stater, power ya jauh dibawah tiger, dan model jadul. Beberapa penyakit GL max diturunkan ke tiger… seperti gir yang memakai kancingan… , kamrat yang kurang awet dibanding GL lawas, dan tangki gampang kemasukan air. GL max SF dulu sangat bisa diandalkan di segala kondisi… tak terhitung berapa kali ke rute cangar (boncengan) yang penuh tanjakan ekstrim, Jogja, dan kota kota di Jawa Timur. Kecepatan maksimal yang pernah diraih dalam kondisi standar 125 kpj cukup lumayan untuk itungan motor 125cc.

Sayang saat akhir hayat bersama SF tiger mengalami siksaan luar biasa… seher suzuki carry, karbu GL Pro oprekan, monoshock abal2, footstep racing, dll…  trenyuh dah pokoknya. Dijual juga jauh dibawah harga pasar saat itu. 

Kondisi GL max sebelum distandarkan dan dijual

Menjadi blogger bikin anda jadi rujukan rekan yang ingin membeli suatu produk. Jawaban blogger tentu tak lepas dari subjektivitas , obyektivitas, pengalaman dan minat blogger itu sendiri… 

Seorang rekan dimintai tolong pamannya di Solo untuk mencarikan Vespa baru di Jakarta, karena itu doi meminta pendapat SF. Langsung saja SF jawab: “not recommended … anda bertanya pada orang yang salah… ” . Sebelum protes SF langsung jelaskan … kalau niatnya buat harian batalkan saja (apalagi rumah omnya di Solo jauh dari Beres piaggio), kalau omnya bukan maniak vespa dan ga pernah punya kenangan vespa, mending jangan. Kalau omnya bukan orang yang stylist dan ga care sama penampilan, lupakan saja. Karena motor ini untuk orang yang stylist ,eksekutif dan ingin tampil beda. 

Memang SF ga pernah punya pengalaman dan ga tertarik sama motor ini, lah SF bukan orang yg mentingin penampilan , naik ninja sajah helm half face dan sandalan. :mrgreen: . Namun rekan kantor lama SF pernah nyesel beli Vespa baru untuk motor harian. Ga sampai 20rb KM mesinnya bunyi kasar seperti mesin jahit(pernah SF rekam dan bahas di artikel lama ) kasus ini dah pernah SF temui dijalan beberapa kali,  mogok sehingga kudu dibawa kebengkel (saluran pengkabutan bermasalah) , boros BBM, handling berat, akselerasi kurang, dan repot kalau mau servis. Akhirnya kapok dan malah ganti vario. 


SF akhirnya menyarankan rekan ini untuk googling lebih lanjut di forum-forum, tentang bagaimana melemahan dan kelebihan, tips N trik perawatan dan modifikasi… karena percuma tanya sayahhh …. 😆