Apes banget Si Faiz… beberapa waktu lalu SF belikan HP bekas sebagai hadiah ultah. Baru Seminggu HP ketimpa 2 X musibah. Musibah pertama kesalahan Bapake dan Bundane menjatuhkan  HP Faiz dari motor saat melaju. Untung cuma casing belakang pecah. Musibah kedua lebih fatal. Layar touchsreen  pecah gara-gara adiknya tak sengaja mejatuhkan spinner tembaga yang lagi muter pas diatas layar. Retak dah layar touch screennya. Jelasnya Faiz sedihnya ga ketulungan.

SF coba bawa ke tukang servis di PGC. Harga yang dipatok oleh beberapa gerai servis antara 600-700rb! Byuhhhh larang puolll…. ga ada yang berani ganti touchscreennya doank , kudu 1 set sama LCDny. nambah dikit aja dah bisa beli z1 bekas tuh.

SF coba googling cara mengganti LCD z1. Ada 3 mode yang ditawarkan. Ganti touchscreen doang, ganti touchscreen + LCDnya, dan sekalian ganti 1 set plus framenya. Sebelum nekat SF konsul dulu ke rekan yang biasa bongkar Hp anaknya. Sarannya mending sekalian sama framenya , lebih ga beresiko. Temen sableng inilah yang memprovokatori SF untuk ganti sendiri LCD z1… SF sempat jiper karena tools ga lengkap. Syarat di youtube perlu obeng, blower, pengungkit, pinset dll… rekan SF mau minjemin obeng… untuk blower bisa diganti korek

akhirnya SF kemakan juga dengan omongan  teman SF ini. Nekat …SF deal lcd plus frame xperia secara online . Nunggu barang datang sehari sekaligus nunggu obeng pinjeman.

Saat itupun tiba.. Continue Reading

Maxtron wireless bluetooth

Awalnya SF punya sebiji headset murmer keluaran maxtron entah apa tipenya… dah lama banget belinya…  Headset ini punya suara yang lumayan enak , tapi jelas ga bisa dibandingkan dengan headset ternama.

Bagi telinga SF yang ga seberapa bawel cukup bisa diandalkan untuk memutar segala jenis lagu. Yang SF suka adalah baterainya yang cukup awet. Sekali isi full bisa dipakai seharian di kantor. Sayang colokan USBnya masih model lama dengan lubang yang agak besar dibanding model sekarang. Jadi kudu nyiapkan kabel charger khusus. Kelebihan lainnya yakni tombol kontrol yang komplit :volume up/down, play/pause yang sekaligus tombol power dan pairing(jika ditahan),ff,rwd,back,next.

Continue Reading

Setelah sempat konsul dengan SF perihal masalah Vario 110 yang menurutnya ga nyaman untuk stop N Go, (bahkan setelah claim garansi motor masih terasa ga nyaman-baca artikel yang lalu disini ) akhirnya rekan SF pemilik vario tersebut mencoba saran SF. Mengganti kampas kopling dengan aftermarket yang lebih luas penampang kampasnya!

Sobat SF ini nemu produsen kampas kopling super untuk vario 110/beat/scoopy disalah satu toko online (klik disini ). Sayangnya stok barang lagi habis karena produsen kehabisan bahan baku (sepatu/plat dasar kampas).

Karena ga sabar nunggu, sobat SF ini mengirimkan kampas kopling vario 110 miliknya meski tergolong baru umurnya.

Hari yang sama, pengerjaan kampas kopling selesai dilakukan dan segera dikirim balik kepada rekan SF dengan ojek.  coba bandingkan sendiri penampakannya :


manurut rekan SF bahan kampas ori lebih keras dan licin berbeda jauh dengan produk aftermarket. Garansi 6 yang diberikan si penjual kampas bikin sobat SF tenang . kalau ada apa-apa tinggal dibalikin

terlihat jelas kampas aftermarket panjangnya hampir 2 X lipat ori. artinya permukaan kampas yang menggesek mangkuk kopling jauh lebih luas dibanding aslinya… Kampas lebih pakem menggigit mangkuk kopling.

Efeknya langsung terasa oleh rekan SF. penyakit vario yang dredeg, ndut ndutan dan selip menghilang! modal cuma 150 rb plus ongkos ojek…!

Kenapa ya AHM bikin kampas vario /beat/scoopy dengan penampang kecil dan bahan keras…?  silahkan tebak sendiri 🙂

eh ya… bagi pemilik vario 125/150 yang mengalami gejala sama bisa pake cara diatas atau kalau mau praktis, beli saja kampas ori Nmax, permukaan kampasnya lebih luas dibanding bawaaannya vario 125/150

Seorang rekan pengguna Vario 110 , curhat kepada SF perihal motor yang baru dibelinya beberapa waktu lalu. Menurutnya motor yang belum menginjak 1000 km ini kurang nyaman untuk stop N Go di kemacetan. Pengakuan dia, muncul getaran serta motor terasa tersendat sendat saat mulai melaju dari posisi berhenti.

Motor sempat di claim garansi ke dealer resmi dan sektor CVT sudah diganti total, tapi enaknya hanya beberapa hari, selanjutnya muncul gejala sama.

Cvt vario

Continue Reading

Mancing pulau tunda oktober 2016

Rejeki di tangan Allah… hasil mancing siapa tau…

Kali ini SF cerita berdasarkan pengalaman… dalam tahun ini terhitung 3 kali SF pulang mancing boncos (apes) ga bawa ikan. Apa saja sih sebabnya?

1. Kapal tidak memadai peralatannya

Beberapa bulan lalu komunitas SF berangkat menggunakan 2 kapal ke arah P.Mundu melalui Merak. 1 kapal dengan peralatan komplit (fish finder+gps), yang satu hanya GpS saja… akibatnya 1 kapal sukses panen, satu kapal boncos… Continue Reading

Ninja 250 mulai di standarkan. Rencana dikirimkan ke Surabaya untuk dijual. Sayang juga motor jarang pakai… tahun 2009 baru ngglinding 13rb km.

Ninja 250 dijual saja daripada nganggur

Saat balikin ke knalpot standar timbul masalah… bocor pakingnya. Dirapetin keempat baut pemegang leher knalpot ga ngefek juga…. setelah dibuka packing/ring knalpot berbahan tembaga sudah tidak rata, meski konon awet tapi bukan berarti ring tembaga ini bertahan lama-lama penyok ga rata dan tipis.

SF coba ratakan pake palu juga ga membantu. Suara desisan masih kluar dari leher knalpot.

Ya sudah terpaksa cari packing / ring knalpot. Tak lupa bawa contoh asli punya ninja..

Ring knalpot ninja 250 sama ukurannya dengan supra/grand

Continue Reading

Air laut terkenal korosif… gampang banget bikin besi berkarat. Karena itu set tackle mancing SF kudu dibersihkan selepas mancing dilaut.

Bagaimana jika motor sering kena air laut tapi ga rutin dirawat…? ancur mina…. ! Karat dimana-mana…

Penampakan CB150 yang SF jepret di perkampungan nelayan di Pakis-karawang ini contohnya…

Cb150 kena air laut

Continue Reading

 

Jaman SF suka turing dulu, dicurhati pengguna Scorpio yang retak rangka belakangnya (dudukan behel) gara-gara pasang box belakang. Penyebabnya ternyata desain dudukan braket box yang kurang kuat menahan beban berat.

Nah hal ini juga terjadi pada Suzuki Spin Milik Bunda… retak retak bagian dudukan braket box. Awalnya SF pikir kuat2 saja spin dipasangin box belakang bertumpu di dudukan behel. Karena jarang bawa beban berat dan ga pernah buat turing… ternyata bobot K45 yang berisi jas hujan dan tas sekolah Faiz mampu bikin rangka dudukan behel belakang retak….!

J

Ga semua motor bisa dan kuat dipasang box belakang. Dudukan Braket box minimal dibaut di 3 titik untuk menahan bobot box dan barang didalamnya. Dia harusnya kuat menahan beban kebawah dan beban dari kanan kiri. Kalau motor dudukan behel belakangnya cuma 2 jangan paksakan pasang braket box belakang , kecuali braket yang didesain khusus. Episode selanjutnya saya ulas yak… (klo sempet …. 😆 ) cara mengatasi dudukan braket motor agar kokoh menahan beban box… cara niat dan cara kepepet/Pahe  :mrgreen: