18″

All posts tagged 18″

image

Ilustrasi dari google

Ban ring 18 dipadu ban kurus saat ini dianggap kurang modern. Alhasil banyak motor sport lawas berganti velg  lebar 17″ . Namun perubahan tersebut efeknya seperti mengganti gir belakang lebih besar. Tarikan maknyuss tapi nafas cepat habis jadinya cepat minta pindah gigi. Kalau sudah seperti ini motor hanya enak di jalan macet… saat jalan lowong mesin terasa lebih menggerung. Tiger SF misalnya untuk mencapai kecepatan 80kpj mesin teriak sekitar 5200rpm.
Continue Reading

Banyak pengguna motor sport yang ganti diameter motornya dengan diameter yang lebih kecil namun lebih lebar ukurannya. Sama halnya dengan Tiger 2004 milik SF. Niat awal sih pengen cari velg lebar ukuran 18″ namun susah cari dipasaran saat itu (ga tau sekarang) karena velg semakin gedhe semakin gampang melewati lubang. Akhirnya SF memutuskan ganti velg 17″ palang 3 merk Sprint.

Meski kata orang velg ini ringkih dan ane menyaksikan sendiri rekan ane pecah velgnya gara-gara menghajar lubang saat turing, namun penjualnya meyakinkan kalau velg palang tiga adalah generasi terbaru (kira-kira 3,5 tahun lalu) dan materialnya beda dengan yang palang 5 sebelumnya. Ga nyesel beli velg ini, udah 3thn masih kokoh meski sempet melahap rute harian 80 km. Back to title. pergantian velg ke diameter lebih kecil ada konsekwensinya yakni

1. Rasio gir bakal terasa makin besar. akibatnya tarikan makin mantab namun top speed berkurang. Solusinya gir belakang dikecilin 2 mata atau gir depan naikin 1 mata.

2. Jalan ga rata makin terasa dibanding velg 18″ solusinya pake ban gambot.

3. Spedometer jadi kurang akurat. Sempat ane bandingkan saat menempuh rute kerja, biasanya pake ring 18″ jarak yang ditempuh 78km, jika pake ring 17″ jadi 80an km. Solusinya ganti Koso RX02 dan dikalibrasi ulang (he3… mekso!)

4. Buritan makin rendah, solusinya anting shock ganti yang lebih tinggi. Ato ganti shock sekalian kalo ada budget lebih.

Namun yang wajib dilakukan saat ganti velg 17″ cuma ganti ban  🙂 yang lain mah sunnah aja