2 tak

All posts tagged 2 tak

Rekan kerja SF ini dulunya termasuk alay … saat muda dia ndableg punya Ninja 150 dan RX King yang dimodif ringan disektor performa plus ban cacing :mrgreen: … setelah jatuh agak parah sekarang katanya sudah insaf, malah ganti haluan ke vespa… 🙂 .
saat mengetahui SF punya Ninja 250 dia berkali-kali mengutarakan niatnya kepengen jajal Ninja 250.
Nah Kamis siang kemaren baru keturutan 🙂

Bagaimana kesannya setelah jajal Ninja 250 di seputaran kalibata…? Continue Reading


Margin besar, tapi tetep banyak yang beli…. Itulah alasannya jualan motor global sangat menguntungkan di Indonesia. Meski penjualan Kawasaki di Amrik lebih banyak dibanding Indonesia namun secara keuntungan. KMI menyumbangkan masukan terbesar diseluruh dunia! Lah kok bisa?! Persaingan di Amrik sono sangat ketat!, jauh dibanding Indonesia dimana KMI nyaris tiada lawan sepadan dikelas premium sport .
Continue Reading

Pemberlakuan Regulasi EURO menyangkut batas polusi kendaraan bermotor di Indonesia pada mulanya mengakibatkan perubahan populasi motor… hampir semua motor 2 tak tak diproduksi lagi. Satu-satunya yang bertahan hanyalah ninja 150 series. efeknya bukan hanya itu power motor sport rata-rata ikutan tersunat terlebih saat pemberlakuan EURO2. Beberapa motor mengalami penyunatan tenaga sebut saja Scorpio, Tiger dan Satria FU150. Bebek sedikit tertolong karena dibenamkan duluan tehnologi injeksi, Si Vixion sport yang duluan pakai injeksi juga terbukt ga ikutan tersunat tenaganya malah naik.

Euro2 membatasi pembakaran yang menghasilkan oksida nitrogen (NOx) sebesar 0,3 g/km, emisi hidrokarbon (HC) 1,2 g/km untuk motor di bawah 150 cc dan 1 g/km untuk motor diatas 150 cc serta karbon monoksida (CO) sebesar 5,5 g/km.

Sementara dengan standar Euro3 setiap motor hanya memproduksi Nox sebesar 0,15 g/km dengan produksi CO sebesar 2,0 g/km dan HC sebesar 0,8 g/km di motor dibawah 150 cc serta 0,3 g/km di motor bermesin diatas 150 cc. sumber : http://ardianacong.wordpress.com/2012/04/28/indonesiareadytoeuro3/

pada motor karbu, pemberlakuan EURO2 bisa disiasati dengan penggunaan knalpot ber catalyc converter, penerapan dengan technologi Secondary Air Supply System dan sejenisnya (penyebutan mungkin berbeda-beda tiap pabrikan) yang cara kerjanya kira-kira dengan penyemprotan oksigen di saluran hasil pembakaran :), cara lain dengan penyesuaian ulang parts karburator (skep, pilot jet, main jet, dll) yang diprioritaskan bukan untuk power namun cenderung ke efisiensi dan hasil pembakaran yang lebih bersih. Disinyalir inilah yang bikin tenaga motor tersunat. Menuju EURO3 motor karburator tentunya lebih susah lagi dikilik agar memenuhi regulasi. Solusinya ya pakai injeksi yang menjamin pencampuran bahan bakar dan udara lebih sempurna sehingga menghasilkan hasil pembakaran yang lebih bagus. Karena pembakaran lebih sempurna ini motor akan tambah irit dan power motor bertambah.

jadi ga perlu kuatir EURO3 bikin power motor bakal tersunat.
yang perlu dikhawatirkan ternyata bukan soal itu namun efek lain. seperti kemungkinan dipaksanya konsumen menggunakan bahan bakar yang mendukung EURO3, kemungkinan diskontinyu-nya beberapa motor seperti Ninja 2 tak, Satria FU150, honda tiger, thunder dan bisa jadi Scorpio ( eh tapi klo mau scorpio bisa disulap jadi Fazer 250 🙂 ), serta makin meranaya bengkel umum yang ga sanggup beli alat setting / diagnosa motor injeksi.

image

Sekali lagi dapat info menarik dari pengunjung blog (thx to bro cilmot/motcil) di artikel beberapa waktu lalu . Top speed ninja 250 std mencapai 162 kpj std tanpa boncengan, sedangkan dengan boncengan 155 kpj. Jika sudah ganti knalpot kecepatan Ninja 250 bisa tembus 170kpj.
SF ga meragukan info diatas karena di video yang diunggah beberapa waktu lalu saat adegan CBR buntuti N250 yang diabadikan penumpang didalam mobil,kecepatan mobil menginjak 150kpj. Padahal sepertinya kecepatan N250 belum mentok.


Tambahan info yang tak kalah menariknya putaran bawah Ninja 250 kalah dengan Ninja 150rr, namun untuk kecepatan puncak ternyata N250 mampu mengungguli RR.
Ndak percaya? Monggo jajal sendiri :-). kalau SF suruh jajal sorry ga brani :mrgreen:

image

2 motor terkencang di jagad permotoran Indonesia sampai dengan 250 cc dipegang oleh kawasaki. 2 taknya diwakili Ninja 150rr, 4 taknya dipegang oleh sang fenomenal Ninja 250R. Namun dibalik itu, prestasi kawasaki didunia balap merana. Lihat saja di motoGP 2009 lalu sebelum absen Melandri yang ngejoki kawasaki cuma bisa bermain dipapan tengah, sampai akhirnya urutan 10 klasemen final. Belum lagi di 2010 dan 2011 kawasaki memilih absen karena krisis global. Nah di 2012 ini nampaknya ada 2 rider yang memutuskan ikut motoGp dengan motor CRT spec, namun hasil pada test II disirkuit sepang sungguh tragis :mrgreen: monggo diintip catatan waktunya :
1. Casey Stoner AUS Repsol Honda 2m 1.761s (Lap 8/16)
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda 2m 2.005s (12/36)
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 2.436s (14/22)
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 2.819s (12/31)
5. Alvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini 2m 2.959s (15/24)
6. Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 3.132s (21/44)
7. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 3.213s (16/55)
8. Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 3.245s (22/27)
9. Hector Barbera ESP Pramac Racing 2m 3.612s (11/24)
10. Stefan Bradl GER LCR Honda 2m 3.820s (16/31)
11. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech 3 2m 3.830s (12/23)
12. Colin Edwards USA Forward Racing (Suter-BMW CRT) 2m 5.510s (25/25)
13. Franco Battaini ITA Ducati Test Rider 2m 5.563s (10/11)
14. Ivan Silva ESP Avintia (FTR-Kawasaki CRT) 2m 8.479s (28/32)
15. Yonny Hernández COL Avintia (FTR-Kawasaki CRT) 2m 8.767s (8/16)

Tim kawasaki selisih 7 detik dari pembalap tercepat, bakal sering dioverlap nih :mrgreen: Yang lebih tragis lagi catatan waktunya kalah 3 detikan  dibelakang tim suter BMW yang baru mengikuti gelaran Motogp.
image
Di superbike kawasaki juga ga terlalu mengkilap prestasinya di 2011 cuma bisa urutan 11 klasemen final. Tapi harapan masih ada di awal 2012 ini kawasaki melalui Tom Sykes berhasil menduduki podium 3 klasemen sementara.
Pertaruhan kawasaki dikancah nasional ada pada kejurnas 2012 melalui kelas 250cc dan supersport, namun pertempuran kelas 250 cc di 2012 ga semudah 2011 dimana regulasi yang lebih memberatkan motor bermesin 2 silinder.

image

Tapi meskipun kalah SF tetep yakin image motor kencang  ga bakal pudar pada kawasaki. Image kencang ga didapat pada hasil kejuaraan balap namun fakta dilapangan. Sejak pertengahan 90an kawasaki konsisten memasarkan motor kencang yang memanjakan speedfreak, hingga sekarang pun kawasaki masih menjadi raja motor kencang. CBR amblas, Scorpio apalagi, P220 pun lewat.

image

NB : Top Speed N250 punya SF cuma 80 kpj, itupun speed limiter sudah bekerja berupa cubitan diperut, klo lebih kenceng limiternya jadi jitakan di helm plus cekikan di leher :lol:, SF bukan speedfreak loh (mantan sih 😆 ), beli si Bolot karena twinnya bukan speednya.

Melihat penampakan New Ninja RR baru diblognya IWB (gambar dari TMCblog) jadi ingin beropini. Dari sudut pandang SF yang bukan seorang desainer namun sekedar pecinta modif, dibanding KRR lama yang cenderung membulat, versi baru ini lebih berani memadukan garis tajam dengan desain membulat.
image

Berikut beberapa poinnya yang boleh SF  sebut tanggung pada new Ninja 150 RR:
– desain spakbor depan, tangki, serta bodi belakang cenderung membulat namun di fairing banyak terdapat garis lancip dan sudut-sudut tegas. Tabrakan jadi satu.
– garis patah-patah fairing bagian atas. ( area handle bar)
– arm belakang kurus.
– split seat nanggung. Perbatasan jok depan dan belakang melandai. (Kurang bertingkat)
– bagian tengah ( area dibelakang fairing sampai bawahnya jok depan) tampak hampa. Rangka ninja yang kurus malah tereksploitasi.
image
Terlepas dari detail diatas, new Ninja 150 RR ini mendapat sentuhan baru yang lebih futuristik dan berani. Tampak dari depan penampilan new ninja tampak fresh, cukup manis dengan desain kepala (headlamp dan windshield) yang lebih agresif, ada kemiripan dengan design Ninja 250. Motor yang cocok bagi penggila kecepatan.

image

image

Geli juga baca artikelnya bro IWB soal pengendara Ninja 150 yang macet superKIPSnya gara2 takut jambaan setan. 🙂 eh doi beralasan beli ninja cuma buat nampang. Masing-masing pengendara milih tunggangannya dengan alasan berbeda-beda. Belum tentu pembeli scorpio, p220, ninja,CBR, dan motor sport lainnya adalah penyuka kecepatan. Ada yang alasannya mejeng atau nampang seperti pemilik ninja 150 diatas misalnya, ada yang alasannya menunjukkan status, ada yang sekedar ingin merasakan sensasi nyemplak motor dua silinder, ada juga yang cuma batu loncatan sebelum ganti ke moge. Tapi memang ada yang bener-bener mendewakan kecepatan.
image
Menurut SF apapun alasannya sah-sah saja rider milih motor sport sebagai tunggangannya meski bukan penyuka kecepatan asalkan mereka mendapatkan rasa puas saat mengendarainya. Bisa dari kenyamanannya, kebanggaan ataupun sekedar kepuasan mendengar dentuman knalpot motornya. Rider motor sport harus kenceng!!!??? Klo hidup diJakarta yang penuh jalanan macet, alay namanya! 😆

image