Mobil MPV Mampu memenuhi hampir semua kebutuhan , itu sebabnya laris manis

MPV alias Multi Purpose Vehicle saat ini tingkat kenyamanan, efisiensi maupun performanya hampir setara dengan Mobil sedan. Bahkan MPV punya kelebihan yang ga dimiliki sedan. Space alias ruang kabin yang lebih luas. Bisa buat barang maupun mengangkut penumpang.

Pengalaman Mudik beberapa kali menggunakan ertiga bagi SF cukup membuktikan jika MPV memenuhi segala aspek.

Kenyamanan

Bayangin saja mudik dari Bekasi jam 9 malam, anak-anak bisa tidur sangat nyenyak. Bangun- bangun dah mau nyampai Surabaya. AC dingin, jok empuk, kabin kedap.

Ertiga kondisi jok tengah dilipat dan jok dialasi matras. Kondisi macet parah ditol, penumpang tetap nyaman

Continue reading “Mobil MPV Mampu memenuhi hampir semua kebutuhan , itu sebabnya laris manis”

Lomba mancing di Laut, pahami dulu aturannya biar ga kapok

Jujur saja SF dah kapok diajakin mancing kelaut dalam rangka mengikuti lomba mancing. Nah kali ini SF pengen sharing pengalaman sekaligus alasan kenapa SF males lomba mancing dilaut.

Ini baru angler Pro 😁….

Sebenarnya persyaratan lombanya itu yang bikin SF ogah mancing. Berikut ini contohnya.

1. Kapal / kapten kapal diacak . Peserta tidak bisa milih. Ada alasannya sih. Kalau bisa milih kapal/kapten kapal ditakutkan ada kesepakatan jahat antara peserta dan kapten kapal.

Mancing itu hobi, nyari seneng. Kapal dan kru yang dipakai kudu recomended. Pelayanan ramah, masakan uenak, tau spot-spot potensial… Wajib itu. Lah kalau pembagian kapalnya acak gimana. Pengalaman beberapa kali mancing hanya beberapa kapal dan kru yang bener-benar totalitas berusaha memuaskan pemancing. Lainnya fasilitas ga layak, kru ga ramah, beberapa cuma sekedar cari nafkah. Grup-grup pemancing biasanya juga menanam rumpon ditempat tertentu yang cuma mereka sendiri tau spotnya. Lah kalau ngajak kapten kapal lain , bisa-bisa di tag spot itu. Dicolong dah kalau pas ga mancing sama kita….

2. Jam mancing dibatasi

Kalau bosen zonk atau ikan dah dapat banyak…. Angler sendiri yang memutuskan balik. Ga lucu kalau semalaman zonk trus ikan pas lagi makan tapi terpaksa balik karena waktu abis.

3. Ikan yang masuk kategori di simpan panitia

Dengan alasan penimbangan dan akan dimasak bersama seluruh peserta , ikan ditahan panitia. Padahal angler juga pengen bawa ikan pulang, oleh2 buat keluarga.

Ada temen yang nyeletuk “Lu angler apa nelayan sih…. ” SF timpalin sajah…. “Awas yah next trip Jatah ikan Lu buat Gw …! ” Ikan laut laut segar itu priceless… Ga bisa disamain dengan ikan di Pasar, bahkan TPI.

4. Alasan utama…. Sayahhh bukan pemancing profesionalll…. Bisanya cuma jeblugan. Apalagi hobi ngotrek Malu kannnn… 🙂

Belum lagi abis mancing selesai masih ada acara lain pengumuman panitia, masak bareng, alamakkk…. Dah semalaman ga tidur kudu molor lagi, trus masih harus nyetir pulang puluhan KM…. Ogiahhh….

Jadi maapin ya yang mau ngajakin saya ikut lomba mancing… Saya pass saja deh. Nyari ya lebih pro sajahhh….
😁
Mungkin nanti kalau saya sudah Pro dan banyak waktu luang, serta ada subsidi… Bolehlah diajak lomba mancing lepas pantai…. 😅

Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama

Mumpung malam minggu, SF riding sore bareng Bunda sekalian cari tempat servis HP. Lah kok ketemu resto steak yang baru buka. Ya wis urusan perut diutamakan. 🙂

Kebetulan SF parkir deket Aerox. Bunda yang biasa cuek , agak lama mengamati Aerox dari dekat. “Kok gedhe ya, kok dulu ga milih ini sih . Keren loh motornya” katanya. Sembari nunggu makanan, SF nanya ke bunda, apanya yang bagus soal Aerox. Sporty jawabnya. Dari belakang malah ga ngira kalau ini motor matic. Gedhe banget.

Continue reading “Parkir jejer Aerox, tetep saja Nmax pilihan utama”

Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.

Ada beberapa bahasan drum yang akan SF jadikan bahan artikel. Kali ini pembukanya dulu ya…

Jaman SMA SF biasa bermain musik bersama teman-teman. Bukan level profesional sih, cuma senang-senang saja. Kebetulan SF kebagian main drum.

Baru sekitar setahun ini SF memutuskan meminangnya. Alasan utamanya Faiz ikut les drum…. agak Gimana gitu klo anak les drum tapi ga punya drum. Meski kenyataannya 75% bapake yang pake dirumah :mrgreen:

Continue reading “Alasan memilih drum elektrik. Memang banyak kelemahan, namun tetap mengasyikkan.”

Mengapa Memilih Xiaomi Amazfit Pace?

Kelanjutan artikel kemaren perihal Tips memilih smartwatch ,

Kali ini SF bahas kenapa SF menjatuhkan pilihan ke Xiaomi Huami Amazfit Pace… monggo disimak kali saja kepincut 🙂

amazfit pace upgrade strap stainless

 

Seharusnya dengan budget yang sama , SF akan mendapatkan smartwatch yang jauh lebih canggih dengan sistem operasi Android. tapi sayang merknya ga jelas. 🙂

Untuk memilih smartwatch yang cocok  SF bikin daftar kebutuhan dan prioritas SF akan sebuah smartwatch. Smart watch yang SF butuh kudu memenuhi unsur berikut :

1. Awet baterainya .

ini jam bukan HP… masak jam di cass tiap hari. maunya sih yang awet bisa dipakai semingguan tanpa ngecass, biar ga repot klo mancing lama dilaut . kalau pake OS android apalagi yang stand alone sepertinya bakal boros.

2. Layar always on.

cukup aneh saat melirik jam tapi layarnya mati. meski smartwatch umumnya auto on saat layar jam digerakkan menghadap wajah, tapi tetap saja SF kurang suka punya jam berlayar blank. SF perlu yang setiap saat bisa dilihat, cukup dilirik ga perlu menggerakkan tangan/pencet tiap saat ingin lihat jam. lagi – lagi smartwatch bersistem operasi kudu SF coret dari pilihan. agak lucu juga di lihat orang awam, jam mati kok dipakai 🙂 (padahal mahal loh :mrgreen: )

3. Push message.

SF ga butuh smartwatch stand alone yang pake sim card sendiri agar fiturnya dapat terpakai semua. ribet piara simcard tambahan untuk berinternetan atau berbalas WA di jam. Terbayang begitu imutnya huruf di keyboard touchscreennya. SF lebih butuh push message dengan koneksi bluetooth. fungsi ini penting sekali. SF bisa monitor pesan di HP dengan sekelebat melihat layar jam saat berkendara. ga perlu berhenti merogoh HP untuk melihat pesan WA dari Bunda yang kepengen dibelikan martabak telor pas pulang kerja. push message juga sangat dibutuhkan saat trip mancing. ga lucu pas ribet mancing kudu buka2 HP untuk membaca pesan penting. resiko nyemplung tuh HPnya. lebih aman HP tetap di tas.

4. Tahan air

maklum sering buat mancing, naik motor hujan-hujan dll. minimal bersertifikasi IP67

5. bahan tali everlasting dan ga bikin alergi

jam SF semuanya ber strap/tali jam bahan stainless. SF coba bahan karet atau kulit sering bikin pergelangan tangan gatal. juga meninggalkan bekas dipergelangan tangan. paling ga jam nantinya akan mudah diganti-ganti talinya.

beberapa merk ternama terpaksa SF hapus karena borosnya dan layar mati (juga harganya yang jauh melebihi HP SF :mrgreen: ) . sempat terpikir model monochrome tapi sayang notifikasinya cuma ada pesan / telpon masuk tapi tidak bisa melihat isi pesan

awalnya pilihan jatuh ke amazfit BIP … baterai gokil, klaimnya sampai 45 hari sekali charge . jam ini dipakai juga oleh Bunda Faiz dan emang gokil… 2 minggu pake baterai masih 70% dengan kondisi siang konek HP malam ga dikoneksi namun posisi jam selalu nyala.

cukup disayangkan. bentuk amazfit BIP kotak dan terlalu imut untuk pergelangan “babon” SF. cancel dah… Bunda juga ga mau dikembarin.

akhirnya SF pilih saudaranya yakni Xiaomi Amazfit Pace. why???? these are the reasons : Continue reading “Mengapa Memilih Xiaomi Amazfit Pace?”

Mengupas Teknik Mancing Slow Jigging

Beberapa dekade terakhir teknik slow jigging mulai merambah angler Indonesia. khususnya yang suka mancing di laut dalam. teknik ini berbeda dengan Jigging biasa.

Jigging adalah teknik memainkan umpan buatan berupa Metal Jig (timah berbentuk ikan) sedemikian rupa sehingga mirip ikan mangsa yang berusaha melarikan diri dari predator.

Berbeda dengan Slow Jigging. Teknik ini berusaha menirukan ikan sekarat atau mangsa yang sedang cedera…. target mudah bagi predator tentunya. Kelebihannya teknik slow jigging adalah umpan berada lebih lama di area ikan target, Angler tidak cepat lelah, dan target ikan lebih luas.

Continue reading “Mengupas Teknik Mancing Slow Jigging”

Overhead Real Bukan Buat Sok-Sok an, ada kelebihan yang tidak bisa disaingi spinning reel

spinning reel adalah reel atau kerekan pancing konvensional yang umum dipakai oleh pemancing dari pemula hingga kelas berat. Ciri reel ini adalah penempatannya berada di bawah joran. Penggunaannya sangat mudah, siapapun bisa menggunakannya. buka bail arm (kawat melingkar), lempar umpan, tutup bail arm kembali saat menggulung senar. senar pancing lebih aman dari kusut. kemudahan ini yang disuka oleh pemancing. jarak lempar spinning reel juga lebih jauh dibanding Reel jenis OH (Overhead Reel) karena spool tidak ikut berputar saat senar keluar spool.

Tapi kenapa OH reel jadi favorit beberapa angler saat memancing dilaut?

bagi pemula yang baru memancing laut, seperti SF, reel OH hanya pemborosan alias buang-buang uang. spinning reel lebih banyak kelebihannya.

efek dari salah gaul dengan angler2 gokil :mrgreen: bikin SF membuka mata. rekan satu grup SF rata rata memakai OH reel tanpa leverwind.

left to right :spinning, OH leverwind, OH non Leverwind

Continue reading “Overhead Real Bukan Buat Sok-Sok an, ada kelebihan yang tidak bisa disaingi spinning reel”

Nmax atau PCX ya?jajal dulu baru beli! Yang jelas Nmax akan menerima pukulan telak dari pcx

SF tergolong blogger yang kurang aktif berkarya, masalah mood saja… nah selang beberapa hari setelah peluncuran PCX lokal… SF yang jarang memfollow berita-berita otomotif , dapat pertanyaan dari 3 rekan / pengunjung blog. Intinya sama…. mending beli mana Nmax dan PCX.
Jawabannya hampir sama SF berusaha mengembalikan keputusan pada mereka, dengan beberapa pertimbangan dan opini. Benar SF pengguna harian Nmax, tapi PCX hanya SF dapat dari literatur saja.

Kelebihan Nmax handling superb, daya rekat ban dan rem top level. Mesin responsif, motor bandel…. SF tergolong males ngebengkel palingan rutin ganti oli di 2000 atau pas khilaf 2500 km sekalian bersihkan filter udara dibengkel umum. Setelah gratisan servis berakhir SF cuma 2 kali mampir bengkel resmi pertama karena saatnya ganti belt sekalian roller dan rumah roller karena memang sudah waktunya( 25rb km), dan yang kedua mogok karena bensin kecampur air. Soal kemampuan menahan beban berat jangan tanya…. Nmax SF rutin boncengan sekeluarga.

Yang paling menjengkelkan soal Nmax adalah shock keras … karena shocknya sendiri yang luar biasa konyol kerasnya dan sudut shock yang terlalu tegak, dan melemahan lain yakni kemampuan melibas banjir yang parah… kalah sama beat/matic kecil. Motor2 itu masih melaju di genangan air cukup lumayan, Nmax cuma meraung raung tapi motor ogah melaju karena selip.

Gimana soal PCX… berdasarkan literatur saja yah… ada beberapa fitur dan Kelebihan PCX yang bikin SF pun ingin melamarnya… fitur ini yang telak mempermalukan Nmax , bikin Nmax terlihat tertinggal bebererapa abad :mrgreen:

PCX ada ISS , dimana mesin mati jika beberapa saat motor berhenti total, Nmax kagak ada!

PCX ada colokan charger, Nmax kagak ada!

PCX ada alarm dan keyless system. NMax pake kunci biasa seperti motor puluhan tahun lalu :mrgreen:

Ban pcx sekarang ga cemen dah kekar loh ukuran 120 buat belakang… memang sedikit lebih kecil dibanding Nmax yang 130… TAPI pcx dah pakai velg 14″ yang punya keunggulan lebih stabil dan lebih mentolerir jalanan ga rata dibanding velg yang lebih kecil diameternya.

Tampilan PCX tampak elegan, Nmax sporty klo ini soal selera sih…

Ada sedikit concern SF terhadap PCX… jika CVTnya plek dengan vario. Maka ada yang harus dibenahi… banyak kasus vario bergetar dan tersendat tersendat saat awal akselerasi, kemungkinan besar masalah pada kampas kopling yang permukaannya kurang luas. Semoga hal ini tidak menimpa PCX baru… solusi gampang… ahm jiplak saja kampas Nmax karena itu solusi yang diambil oleh pemilik vario lama 😆

Kapasitas bensin pcx 8 liter dibanding Nmax 6.6liter… cocok bagi orang yang males buang waktu di pom bensin

Nah sekarang masalah harga. Harga akan tidak beda jauh sekitar sejutaan untuk tipe terendah… inilah yang bakal telak memukul Nmax. Fitur PCX sepertinya cukup berlebihan dibanding selisih harga dengan Nmax.

Bagaimana prediksi SF….? Nmax bakal terpukul… akan di gerogoti bahkan pasarnya akan dirampok PCX , bukan mustahil PCX menggantikan posisi Nmax sebagai raja baru skutik selonjoran.

Terlambat…. terlalu pelit Yamaha memfacelift Nmax 2018… perubahan warna velg, shock tabung, tampilan speedo, dan desain jok akan susah digunakan untuk menangkis serangan PCX.

Meski performa Nmax sepertinya masih diatas PCX. Namun selama ini performa sama sekali tidak menjamin penjualan… ga percaya? Cek aja dah sendiri gimana penjualan beat vs mio, NVL vs CB gimana?!

Artikel diatas seakan SF mengagungkan PCX, namun knapa SF menganjurkan calon buyer untuk lebih baik membandingkan dulu secara langsung antara pcx dan nmax?. Kenyamanan bermotor bukan hanya dari baca artikel saja… coba sendiri… cocokkah dengan ergonominya, ketinggian kah, nyamankan…. gimana soal delivery powernya…, handlingnya? Sejauh mana calon buyer bisa mentolerir kelemahan produk yang akan dibelinya…. kalau sudah yakin dan cinta, lupakan opini blogger dan orang lain…. bukan mereka yang membelikannya untukmu.

Masing masing orang akan mungkin beda pendapatnya… opini dan kesan blogger juga akan beda dengan pembaca. Blogger mungkin sebagai pengingat …jangan emosional saat milih motor daripada menyesal kemudian. Motor ini ada ini itunya loh motor lain kagak….  motor ini kelemahannya ini loh….dll

Sebagai pemakai Nmax kok SF malah kliatan belain PCX… ini semata-mata biar yamaha sadar….  saingan mereka adalah pimpinan pasar! Kasih fitur lebih saja motor jualannya kalah bersaing dengan produk pimpinan pasar… apalagi kalau kalah fitur….

Nah kalau yamaha nambahi fitur Nmax paling tidak Nmax ga anjlok penjualannya, calon konsumen juga yang mesem… calon motor motor yang bakal dibeli fiturnya makin lengkap 😆

Trus SF sendiri milih mana? Ya tetep jajal dulu…. !

Klo katakanlah ga ada kesempatan jajal 2 2 nya … sepertinya pcx lebih menggiurkan

Tapi …Kondisi sekarang SF dah punya Nmax… motor ini sudah diset sesuai keinginan SF. Shock ganti super duper empuk, jok model sofa yang bikin terlena, windshield dah ditinggiin melindungi dada dari terpaan angin langsung, mesin dah disetting untuk perkotaan… cukup disayangkan jika ganti PCX.

Motor apapun punya kelemahan… kalau ngaku biker sejati bisa lah cari cara mengatasi kelemahan itu… kalau ga bisa ya….  life with it!

Setiap Pom Bensin Harusnya Pasang Warning Sign ini !

Kira-kira seminggu lalu saat SF kerja pakai Tiger hampir kena tilang polisi… untung ga jadi… mungkin karena lagi ramai, Pak Polisi yang baik hati itu cuma memperingatkan sambil nunjuk lampu SF yang lupa dinyalakan pasca isi bensin.

Beda cerita saat kemaren berangkat kerja… sebuah motor yang baru beberapa meter keluar dari POM bensin di kawasan MT haryono diberhentikan Polisi. Dugaan SF gara-gara lampu utama lupa dinyalakan setelah isi bensin. Kenapa? Karena saat itu SF melihat lampu belakangnya tidak menyala.

Apes memang kalau motor yang belum mengadopsi DRL …. saat matikan mesin pas isi bensin , lampu utama ikut dimatikan agar electrik stater kuat menghidupkan motor kembali. Kalau lampu lupa dihidupkan bisa apes… kena tilang beberapa saat keluar dari POm bensin. Kok ya kebetulan di rute SF, polisi biasa berjaga selepas pintu keluar POM bensin.

Harusnya POM bensin bikin papan peringatan dipintu…

“Bagi Pengendara Motor Jangan Lupa Menyalakan Lampu Utama Kembali !!!” BAHAYA MENGINTAI! ”

Peringatan menyalakan lampu siang hari

 

 

 

Sebulan berpisah dengan Ninja 250 Karena dikirim Ke Surabaya untuk dijual. Kagak ada kangennya karena yang lain lebih nyaman

Saat terakhir melepas ninja ke expedisiN

Tak terasa sudah sebulan lebih Ninja dipulangkan ke Surabaya untuk dijual. Dan selama itu, jujur saja SF belum merasa kangen/kehilangan. Dulu sebelum beli ninja 250 , maunya beli yang naked 2 silinder apalagi saat itu santer tiger bakal reborn 2 silinder . Tapi 1-2 tahun ga ada kabar produk naked 2 silinder baru dah memutuskan beli Ninja 250 demi aura moge multi silinder. Jadi bisa dikatakan pilihan terpaksa.

Sempet jatuh cinta sih… itu karena kantor SF dulu rutenya tergolong sepi… jadi bisa enjoy riding ninja dengan sesekali sprint dan mereng mereng :mrgreen: . Dentuman 2 silinder yang rapat, bikin tak terasa kalau motor dah melaju kencang. Pokoknya impian masa kecil SF punya Moge dah keturutan lah… 2 silinder dah cukup….

Nah semenjak pindah kantor yang rutenya macet (apalagi ketambahan pembangunan jalan Dimana-mana) kenikmatan riding ninja Seakan terampas… kaki banyak turunnya, susah selap selip nekuk stang, sampai panas terasa di daerah kaki… 25km ditempuh dalam 75-90 menit memakai ninja sama sekali ga nyaman, nyampai rumah badan pegel-pegel dan pantat panas. Jadinya ninja banyak diistirahatkan.  Belum tentu seminggu sekali dipake, motor harian balik ke tiger .

Ga tega motor lawas penuh kenangan tersiksa… SF memutuskan meminang Nmax untuk motor harian. Ninja makin terlupakan. Sabtu minggu saja jarang SF tunggangi… klo ga mancing ya riding santai dengan keluarga pake Nmax. Pantas saja 7 Tahun ikut SF jarak tempuh ninja baru 13.500km

Rute sehari-hari yang macet adalah penyebab SF kurang berkenan dengan ninja 250. Disandingkan dengan Nmax yang matic, ringan, dan bisa duduk selonjoran jauh banget kenyamanannya. Bahkan dibandingkan dengan tiger lawas SF lebih memilih tiger dibanding ninja untuk kemacetan.

Jadi maafkan aku yang telah mengabaikanmu dan mendepakmu….

Monggo dah di beli ninja SF yang posisinya sekarang ada di Rungkut-Surabaya.

Bagi yang tertarik monggo japri ke nomer saya