alasan

All posts tagged alasan

http://farmerskart.com/?x=cheapest-place-to-buy-propecia Sehari – hari SF menggunakan Nmax untuk aktivitas. Trayek cukup padat 26-27 km ditempuh dalam 75 menit. Untuk ukuran SF Nmax sangat pas untuk trayek ini… Matic gambot 155cc pas menyokong tubuh SF yang diatas rata-rata, powernya juga cukup mumpungi….. 
Bagaimana jika Yamaha memutuskan untuk memasarkan matic yang lebih besar lagi… Apakah SF tertarik menggantikan Nmax dengan yang lebih gambot lagi. 

http://acquistare-cialis.com/nuovo-farmaco-contro-lartrite-reumatoide/

Seperti yang SF bilang… Nmax sudah pas untuk keperluan sehari-hari. Rasanya bodi yang lebih besar akan lebih menyusahkan dirute perkotaan yang didominasi macet. Ber Nmax saja kadang ngiri sama matic kurus yang mudah lolos jebakan macet. Lain hal jika matic gambot entah namanya nanti , menggantikan peran si bolot (N250) sebagai kendaraan hobi. Manteb sepertinya untuk puter puter perumahan dan short turing.

Matic gambot 250cc untuk harian? kebayang tambah capek dikemacetan dan sakit hati karena kegencet diparkiran kantor 🙂 . sepertinya dimensi gambotnya bisa nglebihi si bolot nih…. 

Andai rute SF ga sepadat sekarang…..

Sering kali SF kesakitan pada tulang kering atau betis karena menerpa footstep belakang motor lain saat diparkiran padat. Kalau pas sadar dan ga kesusu sih SF sempat memonitor daerah kaki, klo kesusu pengennya cepet naruh/nyamber motor dan segera cabut. (Maling kalee :mrgreen: ) saat inilah footstep motor lain yang terbuka merepotkan dan bikin celaka pengguna motor disekitarnya.  Sering kali SF harus nunduk-nunduk ngelipet footstep motor lain saat diparkiran.

Sepele sih tapi lipatlah footstep belakang saat tak terpakai atau parkir. Saat melaju footstep belakang juga rawan tersenggol kendaraan lain dikemacetan. Apalagi beberapa motor footstepnya full logam… Lumayan sakitnya kalau kaki sampai nyenggol. 

Parkiran SF dikantor baru ini memang lebih rapet. Penuh perjuangan untuk mengeluarkan motor yang tergolong besar (sport atau matic lebar). Ga jarang SF kudu menggeser pantat Ninja atau Nmax untuk meloloskan motor. Nampak aktivitas saya ini diperhatikan oleh rekan kerja (beda seksi). Suatu saat doi ngajak ngobrol SF soal motor. Dia mengungkapkan keinginannya beli Nmax menggantikan bebeknya yang mulai rewel. Tapi setelah melihat perjuangan SF mengeluarkan Nmax di parkiran jadi ga PD dianya. Padahal awalnya SF sangat merekomendasikan Nmax ke rekan SF ini. Tapi setelah mendengar kekhawatirannya dan kerepotannya nantinya, SF mundur merekomendasikan Nmax. Jadinya SF merekomendasikan matic ramping yang sesuai dengan postur rekan SF. 


Kondisi tempat parkir rutinpun jadi pertimbangan memilih motor harian… Ga salah memang… Motor harian harusnya jadi alat transport yang memudahkan aktivitas bukan malah bikin susah…  Makanya SF sih cuma mringis kalau ada yang berkeinginan punya motor harian yang dealernya beberapa biji di Indonesia, belum lagi ngomongin ketersediaan parts, harga parts, kemampuan mekanik umum untuk menangani masalah. Kalau buat motor hobi sih oke… Buat motor harian sepertinya kudu punya motor cadangan 🙂

image

Ngomongin motor, dulu SF pualing anti sama motor matic… alasannya ringkih, boros, tangki kecil, rata-rata fisiknya mungil… lebih kecil dari Bebek.  Punya suzuki spin itupun buat nyonya, khusus jarak pendek
Semenjak perkembangan skutik makin heboh dengan perubahan fisik dan penambahan fitur, akhirnya SF mulai melirik motor ini terutama vario 125 dan PCX… ada beberapa hal yang bikin SF melirik beberapa skutik yang beredar dipasar… Continue Reading

Rekan SF ini emang tajir… dari keluarga berada plus posisi di tempat kerjanya juga lumayan. Pantesan mobilnya saja Fortuner.
Pas kunjungan kerja bareng dia ,  SF sempatkan ngobrol soal alasannya memilih Fortuner dibanding Pajero…. ini dia beberapa hal yang dia ungkapkan Continue Reading

Kalau pegawai berumur SF tanyain , SF yakin mayoritas akan memilih Nmax sebagai tunggangan harian. Nah kali ini SF menanyai 3 responden yang merupakan pegawai baru dikantor SF. Usianya baru 20 tahun.

image

Lulusan d1 langsung gawe

Saat SF bertanya, milih mana antara Nmax atau vixion untuk motor harian.. (SF sengaja membandingkan keduanya karena dalam kisaran harga yang sama, dan semerk biar ga ada pertikaian :mrgreen: )
Tanpa ragu 3 orang responden menjawab Nmax!
Alasannya fungsional bagasi besar, model kekinian terlihat lux, dan ga bikin capek untuk kendaraan harian.

image

Continue Reading

 

Mobil pertama kali dikeluarga SF adalah corona 73, setelah itu nambah Carry 1.0 tahun 87, beli bekas sekitar tahun 98an (tepatnya lupa)  …. mobil inilah yang lama menghiasi garasi rumah SF. AC ada namun ga dingin, ga bisa lari kenceng (gigi cuma 4),mogok kena banjir, dan kena banyak masalah saat dirawat ortu, pokoknya tiap naik mobil bawaannya selalu was-was.. disaat menginjak SMA SF punya keinginan yang terpendam… pengen punya kijang karena saat itu Toyota kijang seakan jadi standar mobil keluarga. tampilannya keren (punya hidung, dah kaya mobil beneran 😆 ) … dan pernah nyoba naik kijang sodara yang dingin ACnya dan larinya wuz..wuzz… serasa naik mobil mewah pokoknya…

kijang 1990 Continue Reading

Kebetulan saat itu SF jadi tandem seorang rekan kerja mengunjungi kliennya.
Awalnya SF sih cuma duduk manis karena merasa bukan domain SF… saat klien menjelaskan core businessnya baru deh SF ikutan nimbrung.
Informasi yang SF dapat yakni perusahaan ini mendapat order dari industri motor berupa pipa knalpot. Disini SF mulai usil ikutan nanya (padahal bukan klien SF) “pipa knalpot bagian mana ya? Header hingga sambungan menuju muffler?”
Ternyata tidak…  cuma pipa lurus saja, yang menghubungkan leher/header ke muffler…. untuk header ada suplier yang lain , begitu pula untuk muffler… parts-parts tersebut  dikirim ke perusahaan lain di las lantas difinishing….
Tiap perusahaan pasti ambil margin, belum lagi ongkos transport…. bayangkan ini cuma bikin knalpot saja butuh beberapa perusahaan….

image

Continue Reading