Tambah tua kok tambah penakut

23 tahun SF tinggal diperkampungan di Surabaya. Jaman SD dulu tempat bermain SF dan teman-teman kampung adalah tanah kapling yang belum dibangun sehingga ditumbuhi ilalang. Disitu kami asyik hunting belalang sembah dan belalang kayu yang besar-besar. Nangkepnya pake tangan kosong coy… Tak peduli telapak tangan kesentil belalang kayu yang terkenal dengan tendangan mautnya atau belalang sembah dengan cakarannya. Bosen dari aktifitas itu kita lanjutkan ke got kecil yang belum dibeton dindingnya untuk mencari yuyu (kepiting kali)… tangan kita masukkan kedalam lubang-lubang dipinggiran got untuk meraih yuyu didalam lubangnya… Saat itu kita ga berfikir bisa jadi itu lubang ular… Yang agak ekstrem kita pernah hunting lipan/kelabang menggunakan sarung tangan dari kresek. Setelah dapat lipan kita potong bisanya lantas dibikin mainan….
Nah begitu sudah menginjak kepala 3 hal diatas jadi hal yang cukup menguji nyali. Sering kali di kamar mandi SF nemu lipan jadi agak panik dan cari sesuatu untuk membinasakannya.

image
Ibunda SF tercinta

Continue reading “Tambah tua kok tambah penakut”

Gara-gara matic makin banyak bocah bawa motor

image

Entah sudah berapa kali SF menyaksikan bocah yang kira-kira seumuran SD-SMP berkeliaran dijalan. Tak jarang pula motornya yang sudah dimodif alay dengan ban cacingan plus knalpot racing (punya kakaknya kali ya). Pemandangan ini dulu ga seberapa sering terlihat, hanya kadang terlihat bocah pengguna bebek yang terlihat.
Continue reading “Gara-gara matic makin banyak bocah bawa motor”

Hal sepele yang perlu diperhatikan saat parkir menggunakan standar samping

image

Beberapa tahun lalu ada musibah konyol menimpa Tiger kesayangan SF, Nyaris nyemplung sungai kecil…!!! :mrgreen:  kejadian ini berlangsung saat SF pulang kerja. Begitu nyampai depan kontrakan SF berhenti sejenak untuk membuka pagar, SF turunkan standar samping dan segera menuju pagar. Tiba-tiba dari arah belakang terdengar DuBraakkkk… ! Setelah menoleh ternyata motor SF hampir nyungsep ke sungai kecil (got besar selebar 3/4 meter). Seberang kontrakan SF memang ada got lumayan besar dan dalam , kondisi jalan juga sedikit menurun. Kesalahan SF saat itu SF terlalu tergesa-gesa memposisikan motor kurang benar. Parkir menggunakan standar samping harusnya posisi motor harus dipastikan sedikit miring kekiri dan setir menghadap kiri. Setir dalam kondisi lurus atau hadap kanan nikin motor lebih gampang jatuh jika kesenggol. Biasakan juga masukkan perseneling ke gigi 1 (atau parking brake lock untuk matic) tiap kali parkir, sekedar jaga-jaga jika ada yang ga sengaja nyenggol, apalagi jika punya anak kecil yang aktif. Satu lagi jika punya anak kecil dan motor ga ada standar tengah, usahakan parkir disebelah kiri tembok (knalpot mepet tembok) sehingga tidak memberi space untuk sikecil iseng manjat motor. Jika sikecil lolos dari pengamatan dan manjat sisi kiri motor lebih aman daripada naik dari sisi kanan motor. Sikecil pun terlindung dari panasnya knalpot. Sekian sekilas infonya, moga bermanfaat.

Apa-apaan ini, Faiz Kesurupan!!??

Astaghfirullah beberapa saat lalu kira-kira jam 20.00 saat faiz mainan tablet, tiba-tiba mata terbelalak melirik arah atas. Bunda yang berada disebelahnya langsung kaget dan berteriak! Ya Allah , aq langsung bangun ikut mendudukkan Faiz, mulutnya terlihat membiru. Pikiranku faiz tersedak sesuatu, tanpa pikir panjang tangan jariku langsung kumasukkan dalam mulut mungilnya yang terkunci rapat, sampai ke tenggorokannya, terdengar grok…grokk… beberapa kali. Tiba-tiba Faiz kejang-kejang, posisi 2 jariku masih dalam mulut si kecil, kuhiraukan gigitan pada jariku. Bunda langsung ambil obat penenang dari kulkas. Dalam posisi tangan kiriku jarinya digigit faiz, tangan kanan segera memasukkan obat penenang dari du**r Faiz.

Bunda terlihat panik ga karuan segera ke tetangga depan yang juga seorang dosen di bidang kebidanan. Tak lama tetangga depan datang dan segera mencari sendok yang dibungkus kain guna menggantikan tanganku yang digigit Faiz. Beberapa saat kemudian obat penenang bereaksi, nafas Faiz sudah berangsur normal. Baru kusadari banyak tetangga yang turut datang kerumah. Termasuk Nenek penghuni tertua kompleks ini. Saat semua tetangga meninggalkan rumahku.Nenek guru (panggilan beliau) memutuskan tinggal sejenak. Beberapa saat terlihat tangannya menengadah dan berdoa, kemudian mengusap beberapa bagian tubuh Faiz. Bunda masih terlihat shock dan menangis. Beberapa waktu kemudian Faiz tersadar namun terlihat lemas. Bahkan ga bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Untuk mendapat responnya segera aku nyalakan film kesukaannya. Dia pun langsung merespon. Lambat laun mencoba duduk namun masih ga kuat. Mengetahui Faiz sudah baikan, Nenek Guru pamitan. Bunda menghantar sampai pagar depan. Tampak mereka berdua bercakap. Menurut Nenek, tadi adalah ulah “penunggu rumah” yang ingin kenalan, cuma tadi sudah diingatkan Nenek, supaya jangan ganggu Faiz lagi. Saya sebenernya hanya menanggapi kurang serius mengenai hal ini.

Beberapa keanehan memang terjadi hari ini. Tadi pagi saat saya mandi dan Bunda kepasar. Tiba2 HPku berbunyi, sayapun segera keluar kamar mandi mengambil HP , kuatir kalau motor bunda mogok dijalan, eh begitu HP saya akan saya angkat dering berhenti. Saya berusaha telpon balik ga bisa nyambung. Beberapa saat kemudian Bunda datang dan segera saya tanyain. Jawabnya “Siapa yang telpon Papa? Lah Wong HPku tak tinggal dikamar dalam posisi mati kok”. Karena ga percaya call history saya cek dan benar bunda yang barusan telpon , Bunda segera ngambil HP yang posisinya mati dalam kamar. Hmmm… saya cuma menyimpulkan hp error nih!

Perihal sakitnya Faiz hari ini memang mengagetkan. Faiz memang punya riwayat step/kejang namun selalu diawali gejala panas tinggi biasanya 39 derajat baru step (sudah 4 kali kejadian) makanya dikulkas selalu ada obat penenang. Tapi kali ini diluar dugaan. Kondisi Faiz dalam kondisi yang fit tanpa gejala panas atau sakit, bahkan saat saya datang kerja masih menyambut dengan riang. Tapi saat bermain game pada tablet saya tiba-tiba tak sadarkan diri. Entah mungkin pengaruh cuaca atau kita kurang waspada pada kesehatan Faiz hingga sampai ga tau jika Faiz demam. Meski banyak yang bilang jika rumah yang saya diami ini ada “penghuninya” Saya dan keluarga selalu ga peduli, kita hidup dialam yang berbeda itu prinsip kami! Kita ga ganggu harusnya mereka juga ga ganggu. Mungkin semua ini hanya kebetulan semata dan peringatan bagi kami agar selalu waspada.
Saya hanya bisa berdoa untuk keselamatan Putra saya satu-satunya. Ga kebayang jika sesuatu yang buruk terjadi padanya. Mohon doanya sedulur agar Faiz anak saya selalu diberi perlindungan.