Untung ARM motor sekarang ga seperti GL max/Pro

Seiring perkembangan jaman,  tehnologi ikut berkembang.  Salah satu yang sepele ada pada desain arm belakang motor.  GL max punya SF dulu punya beberapa kelemahan pada sektor arm belakang.  Yang pertama Arm belakang bikin ga nyaman…  Pijakan kaki belakang (footstep)  menempel pada arm.  Sehingga kaki boncenger bergerak naik turun mengikuti kontur jalanan.  Pijakan boncenger rawan lepas saat kena speedtrap. 

image
Nemu gambar di kaskus

Continue reading “Untung ARM motor sekarang ga seperti GL max/Pro”

NVL ban 150 masuk juga ternyata

Pas di tempat klien SF nemu NVL berban ganbot Zeneos ZN62, sebelumnya sih pernah liat juga NVL pakai ZN62 ukuran 140 sudah nampak sangar (sayang saat itu ga sempet difoto). Tapi kali ini SF menemukan NVL berban gambot ukuran 150/60…. makin nampak sangar…. !

image

Continue reading “NVL ban 150 masuk juga ternyata”

Edisi gagal gambotin ban vixion gara-gara ban bekas

Beberapa hari ini ada penghuni baru di garasi SF yakni old vixion…
vixion yang aslinya berkaki kerempeng ini sukses disulap jadi berkaki gambot dengan memakai velg berukuran 2.5″ dan 3.5″. Ban juga terhitung lebar untuk ukuran 150 cc yakni 110 depan dan 130 belakang. Arm vixion sendiri masih standard namun sudah digerinda di bagian sisi dalam arm agar muar ban yang lebih lebar.

Continue reading “Edisi gagal gambotin ban vixion gara-gara ban bekas”

NMP dibekali arm lebar, velg dan roda cukup standar

Salah satu upgrade yang dilakukan AHM pada produk barunya adalah disematkannya arm lebar pada NMP Fi.
Dulunya lebar arm 19,6cm sekarang 21cm. Dudukan gir dulunya selebar 28mm menjadi 39mm.
image

Cek artikel otomotifnet berikut

“Lebar swing arm-nya yang lama hanya 19,6 cm, sedang yang baru 21 cm,” buka Sarwono Edhi, Technical Training Manager Astra Honda Training Center (AHTC). Untungnya, meski swing arm lebih lebar tapi pelek yang digunakan tetap sama. Jadi pemilik yang berniat pasang pelek after market di New MegaPro FI bisa langsung pasang.”Peleknya sama, tapi ada beberapa komponen yang berubah mengikuti lebar swing arm,” Seperti flange final driven atau dudukan gear belakang. Yang kini sedikit lebih lebar, jika sebelumnya hanya 28 mm sekarang menjadi 39 mm.

Β 

Nampaknya tren ban lebar cukup diperhatikan AHM namun sayang… cuma arm saja yang disentuh… ukuran kaki-kaki dibiarkan standar. Kalau mau motor keren ya monggo modif dhewe… πŸ™‚

Posted from WordPress for Android

Tiger goyang dombret dan kasar- Pertanyaan dari pengunjung bisa dijadikan bahan diskusi dan sumber info

Email ini sudah lama masuk redaksi SF , ga salah kalau SF jadikan bahan artikel saat ini berhubung kehabisan inspirasi Β :mrgreen: Continue reading “Tiger goyang dombret dan kasar- Pertanyaan dari pengunjung bisa dijadikan bahan diskusi dan sumber info”

Busyet ada velg NVL aftermarket 4,5″

Kaget juga baca berita di situs langganan http://motor.otomotifnet.com ada artikel mengenai velg aftermarket buat NVL ukuran 2,5″ buat depan dan 4,5″ buat belakang…. HHahhh !!! 4,5″ ? Yup bener bro… ban ini direkomendasikan pake ban berlebar 140 (tipe tertentu),150 atau 160 . ajibgile… Ninja 250 berbody gambot makin bongsor pake ban 150/60 bervelg 4,5″ susah dibayangkan jika velg dan ban ini nampol di NVL.

Continue reading “Busyet ada velg NVL aftermarket 4,5″”

Fantasi Liar, enaknya Z250 dimodif gimana ya

KAWASAKI-Z250-03
SF dari semula adalah penggila sport Naked CC besar. sebelum meminang sibolot telah lama SF menanti Tiger 250 yang dari beberapa tahun lalu heboh beritanya, karena tak kunjung muncul SF jadi berharap kehadiran Fazer 250. eh sama juga isue itu hanya hoax belaka. bahkan sejak kemunculan N250 SF masih berharap Kawasaki bakal mengeluarkan versi nakednya. karena sudah ga tahan nunggu akhirnya SF pinang si bolot awal 2011… eh sekarang malah jatuh cinta sama motor fairing (meski sempat terbersit nelanjangi bolot, tapi malah diomeli istri πŸ˜› ).
Nah berhubung sekarang versi naked Ninja 250 telah muncul bolehlah SF sekedar berfantasi liar meski ga sampai daya membelinya.
Pertama : Knalpot diganti… ga perlu yang mahal. cukup knalpot lokal yang ber DB killer saja
wpid-capture_41.png
Kedua : Visor mini Z250 diganti yang jenong/ tinggi
visor Z800
Ketiga : Raiser setang biar ga pegel, inilah enaknya motor naked non setang jepit. mudah mengubah ergonomi sesuka kita. beberapa rider yang suka sedikit extrem bisa menurunkan shock depan, jadi motor makin nungging.
Keempat : Ban lebar 150/70
Kelima: Cakram depan lebar
Keenam : kalau ada budget lebih ganti Arm, velg dan ban moge minim ukuran 180 lah.
Eh ya yang terakhir memperbaiki tampilan std Z250 yang sedikit mengganggu yakni pindah plat nomor dibawah headlamp,posisi miring. Dudukan bisa memanfaatkan baut spakbor atau baut segitiga komstir bawah. Selanjutnya fairing tengah cukup pakai sempak saja , alias kathok klowornya ditanggalkan :mrgreen: opo kamsute? Lepas engine guard tengah, sisakan cover engine bawah dan airscoop. Kalau bisa loh ya… SF prediksi sedikit butuh upaya, karena tank radiator terekspose,bisa diakali dengan rangka jadi-jadian atau deltabox buatan… biar mengentalkan nakednya gitu loh πŸ™‚

Tulung ya yang jago sotoshop direalisasikan… Saya sendiri ga sempet (padahal ga bisa πŸ˜› )

modif Z800

Sementara ini ngelus-ngelus si bolot yang belum berani SF tunggangi sampai paling tidak sebulan kedepan karena SF masih penyembuhan pasca operasi

Variasi N250fi bakal banyak diburu pemakai Z250


Konstruksi mesin dan Rangka Z250 yang sama dengan New Ninja 250 Fi, bikin pengusaha assesoris makin mringis. Gimana tidak beberapa variasi N250fi juga bisa dipakai Z250. Sebut saja velg lebar, Cakram lebar,Arm, Ban, knalpot, single seat,hingga produk aftermarket peningkat performa. diantara variasi diatas Produk yang paling banyak diburu SF rasa adalah Knalpot!

dengan parts inilah Suara merdu mesin 2 silinder makin tereksploitasi, jadi membedakan dengan motor sport mainstream di Indonesia dengan engine 1 silindernya :mrgreen:. Efeknya Z250 ga bakal dikira Tiger modifan πŸ˜†

Tukar guling modif motor lama dengan motor baru

image

Karena merasa sayang ninja 250 milik ortunya yang baru seumur jagung dijual, rekan SF akhirnya memutuskan membeli motor milik ortunya. Keputusan itu bikin rekan SF ini harus melego tiger kesagangannya yang sudah full modif. Sebelum dilego tentu part modif tiger ini dipreteli dulu, kalau dijual sepaket sama motornya bisa rugi karena parts modifnya dihargai murah. Dasar kecanduan modif , rekan SF berniat memasang limbah moge bekas tigernya ke Ninja 250 karbu miliknya.

Beberapa parts yang sempat dijabarkan yakni shock depan upside down milik gsx 750 plus setangnya, velg perpaduan R6 dan R1, lebar velg belakang 5.5″ dengan ban ukuran 180. Beberapa hari lalu terjadi diskusi dengan SF mengenai rencana ini. Karena urusan modif SF ga pernah se heboh ini, SF hanya bisa kasih sedikit masukan.Ban ukuran 180 dipasang ke ninja 250 tentu sangat ekstreem , wong motor turing yang 650cc (ER6) saja dibekali dengan velg 4.5″ dengan ban ukuran 160, lah ini N250 mau dibekali velg 5.5″ dan ban 180. Dengan kondisi buritan Standar dikhawatirkan penampilan belakangnya kebanting, apalagi spakbor belakang ninja lawas yang meruncing dan panjang rasanya ga akur dengan lebarnya ban. Kecuali buritan belakang ganti aftermarket atau spakbor ganti yang kecil. Belum lagi penurunan performa akibat terlalu lebarnya ban. Bagian depan niat ganti Shock USD dipadukan dengan setang dibawah segitiga khas superbike. Kalau ini bakal mungkin menyusahkan karena mungkin mentok fairing dan tangki. Kalau ga sayang sih bodi bisa dicoak, atau ganti fairing total. jika nantinya terlalu banyak kendala memasangkan limbah mogenya rupanya rekan SF memilih untuk merubah aliran ninjanya jadi naked bike πŸ™‚

Cool.. ditunggu reportase hasil modifnya, yang katanya nunggu tiger revonya laku dijualΒ  πŸ™‚

Motor berumur, perhatikan kaki-kaki.

Kali ini seperti biasa Si Tiger minta jajan lagi. Laher/bearing roda dan laher arm minta ganti. Goyangnya parah bro. Kalo digas RPM 5000 keatas getar ga karuan, pada RPM bawah rantai terasa loncat-loncat. Buat nikung juga menakutkan…. miring dikit saja motor seolah-olah ditarik sama bumi πŸ˜† udah sebulan gejalanya tapi males ane servis. Nah seminggu lalu terpaksa SF sempatkan berhubung sudah ga bisa ditolerir lagi. Roda belakang yang sudah modif pakai rem cakram ngambek sering ngerem sendiri (gerem-lepas,ngerem-lepas), trus ban terasa geal-geol seperti kempes, makin ka karuan deh rasanya.Β 

image
tiger

Untung deket kantor ada bengkel, begitu nyampai kantor langsung mampir ke bengkel. Dicek sebentar, arm dipegangi trus roda di goyang, jelas laher roda kena ! selanjutnya arm di goyang, tambah parahhh…. ! :mrgreen:. Motor langsung SF titipkan, siang-siang pemilik bengkel ane telpon. “Laher roda goyang dan bearing arm sampe rompal/ cuil mas” tampaknya mekaniknya bingung kok bisa ya sampe ancur gitu. Maklum semenjak 2004 belum pernah servis kaki-kaki. :p Ongkos parts plus jasa 140 rb. (Sayang bukti bearing set arm yang rompal ga sempet SF foto, coz motornya ditinggal)
Sepulang kerja motor ane ambil. Hasilnya Ruar…Biasa…! Motor jadi alus saat akselerasi, gejala nyendat-nyendat karena rantai melompat-lompat di rpm bawah sudah hilang. Tarikan terasa konstan dari bawah sampai rpm atas. Ternyata efeknya gedhe banget ya perawatan sektor kaki-kaki ini. serasa naik motor baru nih πŸ˜† Sekarang jalan 60kpj manteng di rpm 4000 gigi terasa alus, lumayan buat ngirit bensin. πŸ™‚