Begini deh resiko cari spion online, ga bisa explore lebih jauh

Sempat terpuaskan dengan spion keluaran aspira mini namun kacanya seperti ori (cembung) yang SF beli secara online, setelah beberapa kali pakai ternyata sedikit mengecewakan karena letoy untuk kecepatan tinggi (klik disini ).

SF putuskan cari lagi secara online. Kali ini pencarian SF terhenti dilapak dengan judul spion Scoopy standar honda… dari judulnya SF pikir barangnya  ori atau persis ori … judulnya saja standar.

Liat garis asbes gelombang, nampak lurus =kaca datar

Setelah barang sampai, segera SF pasang di tiger… ternyata sedikit mengecewakan. Cerminnya cenderung datar / kurang cembung…  jadinya view di cermin tampak besar… area cakupannya cermin jadi lebih sedikit/sempit. 

Sempat SF bandingkan dengan Ori scoopy, ternyata memang beda…. yang ori lebih cembung

Nampak garis vertikal bayangan gedung lebih melengkung = kaca cembung

Jiahhh… kudu ganti lagi yang ori… 

Penampakan makhluk halus…asli tanpa rekayasa dari nara sumber langsung

Seorang rekan kerja memotret ruangan yang telah dirapikan sebelumnya untuk ditunjukkan kepada saudaranya. Tak disangka sang saudara menangkap sosok aneh di pintu kaca lemari yang belum sempat terpasang pada lemari… sesosok bayangan wanita berbaju putih tampak menyeramkan!
Continue reading “Penampakan makhluk halus…asli tanpa rekayasa dari nara sumber langsung”

Knalpot bersekat lebih panas dibanding knalpot freeflow

image

Yup… ini sudah terbukti pada tunggangan SF sendiri. Indikator panasnya cukup dengan telapak tangan 🙂 . Yang SF bandingkan yakni knalpot aftermarket freeflow model GSX dan yang satu knalpot aftermarket namun dengan daleman bersekat layaknya knalpot ori. Header yang dipakai sama, cuma beda di desain silincer doang. Bahan kedua silincer juga sama persis. Yakni stainless steel….
Saat dipanasi sebentar silincer model sekat langsung terasa panas… apalagi jika dipakai jarak jauh… dijamin tangan melepuh jika memegangnya…

image

Beda dengan knalpot freeflow… meski abis dipakai jara jauh dipegang cuma terasa anget menjelang panas namun ga sampai bikin kulit tangan melepuh.
Penyebabnya mungkin desain knalpot bersekat kurang bisa mengusir panas didalam knalpot , sekat-sekat didalam knalpot juga menempel langsung  dinding/bodi knalpot. Beda dengan knalpot model freeflow . Sarangan didalam yang langsung terpapar udara panas mesin ga menempel langsung pada dinding/bodi knalpot, otomatis hanya ujung dan pangkal knalpot saja yang menempel sarangan. Udara panas dari mesin juga langsung terdorong keluar tanpa dibelok-belokkan seperti pada knalpot bersekat…

image

Ga percaya…. !? Monggo kerumah SF trus jilat knalpot SF setelah mesin dihidupkan 15 menit :mrgreen:

Knalpot bermerk lokal pun terasa mahal bila dibanding custom, kenapa ya?

image

Karena banyaknya knalpot custom replika knalpot merk luar, SF lantas cari info mengenai  ciri-ciri knalpot Asli… Siapa tahu SF yang pesen knalpot custom replika malah dikasih knalpot asli luar sama pedagangnya (ngayalll… !!! ) 😆
Eh lah kok SF malah nemu link di otomotifnet mengenai ciri knalpot racing asli   .
Continue reading “Knalpot bermerk lokal pun terasa mahal bila dibanding custom, kenapa ya?”

Nah kan… SF nambah knalpot lagi untuk Ninja 250

Untung SF ga beli knalpot Impor yang harganya diatas 5 juta Rupiah ! Berabe critanya kalau SF bosenan. Untuk Ninja 250 SF sudah ganti 3 knalpot. Yang pertama knalpot Ori dilengserkan karena suara terlalu kalem… bahaya riding agak kenceng… Rider didepan ga sadar ada motor dibelakangnya. Lagian SF beli N250 karena 2 silindernya… ga seru kalau ga ada suaranya :mrgreen:
Continue reading “Nah kan… SF nambah knalpot lagi untuk Ninja 250”

spion Variasi, bermanfaat atau bermasalah ?

Banyak yang mengeluhkan kenapa spion original desainnya terlalu panjang sampai melebihi handle bar sehinnga rawan senggolan saat dikemacetan. Alasan ini digunakan sebagai pembenaran oleh pengguna sport fairing untuk melipat spionnya supaya memudahkan manuver padahal resiko menjadi berkali lipat. Begitu juga bagi pengguna motor non fairing, alasan spion kepanjangan membuat rider menggantinya dengan spion variasi yang lebih pendek dibanding original (padahal ganti spion variasi karena spion orinya mahal 😛 ). Salah satunya SF sendiri 🙂 Spion yang cocok diperkotaan menurut SF adalah yang panjangnya pas ga melewati handle bar, kriteria kedua rangkanya tidak mudah bergetar, dan yang ketiga serta terpenting jenis kaca harus cembung! nah ini yang sering diabaikan oleh produsen spion variasi. bahkan spion mahalpun sering SF lihat memakai kaca cermin datar. Efeknya jangkauan pandangan terbatas karena objek tampak besar di cermin. beda dengan kaca yang cembung, jangkauan lebih luas dibanding cermin datar.
Pengalaman SF beberapa tahun lalu, SF pernah menggunakan spion Original yang di pendekkan tangkainya ditukang las. bekas las-lasan bisa dicat ulang, dichrome atau di tutup dengan pelindung slang shover. Pas banget dimensi spion ini kacanyapun lebar dan cembung. Spion ini diganti karena pecah gara-gara papasan dengan alayer.
setelah itu Tiger SF memakai Spion bulet Chrome menyesuaikan tiger yang mulai terhihat classic (a.k.a jadoel :mrgreen: ) sayangnya kacanya datar sehingga SF tempelkan spion cembung yang biasa dipakai mobil. kelemahan lain tangkainya masih dirasa kepanjangen. Akhirnya spion ini juga diganti karena beberapa kali spion cembung yang direkatkan dengan double tape lepas dari tempatnya.
wpid-DSCF1907.JPG
Setelah itu SF memakai Spion bulet bertangkai pendek dan kaca cembung. Perfect dah…. tangkai ga melebihi handle bar, jangkauan sangat luas melebihi spion ori, serta desain classic pas buat tiger jadoel. Disaat SF mulai cocok dengan spion ini saat kecepatan tinggi tiba-tiba kaca lepas. beli lagi spion ini trus SF olesi Lem besi di karet pengait (dipinggirannya) lumayan bertahan beberapa tahun. tapi pas dipakai pindahan rumah kemaren lepas lagi kacanya. 🙁

wpid-wpid-1326789765-picsay-1-1.jpg
handguard sekarang dah lengser gara-gara rusak drat dudukannya, ternyata lebih praktis tanpa ini

Karena ga terbiasa tanpa spion jadi mampir di pinggir jalan beli spion seadanya. eh nemu spion kotak berkaca cembung, cukup murah cuma 20 rb 🙂 setelah dipasang… pandangan pas cukup luas jangkauannya, setelah motor berjalan baru deh muncul kelemahannya… spion getar… hadewww…

Sepertinya kudu hunting spion lagi nih…

spion bulet cembung

bagi yang beranggapan spion original is the best yo monggo … lah wong Ninja saya pakai ori karena ga terlalu lebar (malah kalau mbaplang ga lebih lebar dibanding bebek), spin juga pake orinya satria, jelas kemudi spin ga terlalu lebar jadi aman pake ori. nah khusus tiger ini sengaja SF pilih non ori karena stang bawaan sudah cukup lebar kalau pake spion orinya kurang nyaman bagi SF. monggo share pengalaman pake spion variasi

Jawaban Pusat Pengaduan PoldaMetroJaya menanggapi laporan pengaduan tilang knalpot racing

image

“Knalpot Rancing
Mar 08, 2012

slamat mlm pa?? Sya mau tanya aturan knalpot racing itu sudah ada atau tidak??karena setau sya yg sya kutip dari detik.com wakil mentri lingkungan hidup mengatakan aturan untuk knalpot bising blm ada?? tp sya kena tilang dg psal 285(1)??yg ingin sya tanyakan aturan knalpot racing itu ada atau tidak??dan aturan teknis kndaraan itu sprti apa??jika mnurut standar pbrik seharusnya cat kndaraan polisi pun sharusnya tidak boleh dong??karena tidak standar pabrik?? ”

“Jawaban:

Selamat Siang ,Berdasarkan UU No22 th 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya pasal 285 ayat (1) Jo psl 106 ayat (3) dan psl 48 ayat(2) dan ayat (3) menyebutkan Persyaratan tehnis dan laik jalan meliputi Kaca Sepion,Klakson,Lampu Utam,Lampu Rem, Knalpot, dan kedalaman alur ban. apabila melanggar akan dikenakan sangsi denda maksimal 250.000, terima kasih. (Tr/TMC)”

hasil print screen web resmi Ditlantas Polda Metro Jaya

Monggo direnungkan baik2… tahan emosi dan amarah :mrgreen:

sebagai tambahan informasi baca juga artikelnya Bank Edo berikut :
http://edorusyanto.wordpress.com/2011/09/19/batas-kebisingan-sepeda-motor/

Motor Nyusahin Kok Dipiara! Pengalaman 7 tahun menunggang Tiger

Tertarik menyingkapi komentar pengunjung bloknya SF (bro kebandur) yang menyarankan SF segera pensiunkan si tiger karena trouble mulu. (thanks bro masukannya) Ada benernya juga sih pendapat bro kebandur. Selama setahun terakhir ini emang banyak duit yang SF habiskan untuk belanja buat si tiger. Antara lain pernah kehabisan oli sehingga harus oversize 25, untung daleman silinder top cuma kena laher nokennya aja, selanjutnya shock belakang mati alias sudah keras bin atosss ganti deh dengan shocknya apache, next gearset yang minta ganti, kopling house yang oblag, sistem tensioner dan kawan-kawan yang bikin ulah 2 kali dalam setahun dan yang terakhir kmaren spul pengapian tewas.

31 agustus 2011 Tiger SF genap berusia 7tahun.

 

Feeling ane kedepannya pasti ada lagi yang minta jajan. Paling kerasa boss arm belakang udah oblag dan bikin arm geal-geol. Maklum makin tua motor makin manja.Mungkin bagi sebagian besar orang bakal memutuskan untuk upgrade tunggangannya kalo udah bikin ulah kaya gini. Sebenernya niat awal beli si Bolot (ninja 250) adalah untuk menggantikan si Tiger namun yang terjadi malah si bolot jadi jadi koleksi dan kendaraan operasional sehari-hari tetep tiger. Makanya meski udah 9 bulan umur si bolot kilometernya ga nyampai 2000km. Alasan utama ane tetep bersikukuh pertahanin tiger kesayangan ane adalah : Nilai historikalnya terlalu tinggi! tiger 2004 ini adalah motor hasil keringat (campur darah :)) SF yang pertama, maklum cicilannya perbulannya saat itu ga jauh dari gaji bulanan. Tiger ini juga nemenin ane pindah kerja ke 4 tempat, terjauh PP Surabaya pasuruan setiap hari (80km PP) nembus lumpur lapindo. Pernah dibawa turing honeymoon Surabaya-Jogja bareng bunda faiz, jatuh berdua juga sama bunda Faiz( gara2 jatuh itu malah ketahuan kalo Bunda lagi hamil faiz). Kalo pas terpisah jauh dan lama (pas mudik) yang dikangenin malah tigernya bukan ninjanya.

Tiger over the Ninja

Udah SF anggap keluarga sendiri Tiger ini, biar kata orang yang pernah pinjem komennya negatif, misal remnya kok keras ya, grip gas a lot, kopling juga, footstep licin, bodi getar semua,  ban belakang geal-geol, toh ane masih cinta motor ini. That’s why SF ga akan jual motor ini (Insya Allah kalo ga ada kebutuhan mepet bgt). Makanya sedikit demi sedikit SF restorasi si tiger biar ga bikin ulah lagi. Knalpot racing silent sport lengser balik ke ori biar tendangan balik terjaga dan ga boros, kopling balik pasang judder springnya biar ga loncat2 mulu, karbu disetel irit, dan timing pengapian balik ke semula lagi, toh sekarang udah ga hobi ngebut lagi. eh tapi sebelum insaf tiger ini masih bisa nembus 130 kpj lohhh 🙂 Pernah di bypass krian menang sama vixion dan FU (kecepatan kira2 140kpj). Dites sama pulsar 200 kecepatan 100kpj juga masih didepan. Kalau dibandingkan sama tiger revo sekarang ya jauh, kondisi standard tenaga menang tiger lama hampir 1 hp, bobot tiger lama juga 10kg lebih ringan. Tapi itu mah dulu sekarang sama matic aja kalah (ngalah males ngladeni lagi) lagian kalo pas ngladeni tiger ane bisa jebol lagi. :lol

Berdasarkan pengalaman kelemahan utama honda tiger adalah pada sistem tensioner (kamrat dan LAT), untuk masalah lain cenderung motorsiawi aus karena termakan usia. Untung saja sparepart tiger sekarang murah2 ga kaya dulu yang harus beli ori dan kebanyakan buatan luar. Sebenernya meski udah ada 3 motor dirumah masih pengen nambah lagi nih biar Tiger banyak temennya…. Tapi ijinnya yang susah 😛 (eh duitnya juga ding…. )