awet

All posts tagged awet

Beginilah jika orang suka ngobrol… ada om-om penunggang astrea prima sedang mbubur malah diajak ngobrol … :mrgreen:

Kendaraan si om astra Prima keluaran 91 adalah motornya sejak SMA… dipakainya hingga sekarang… menurutnya motor ini sangat bandel, ga pernah rewel dan ga nyusahin, powernya juga ga kalah sama yang muda.

Ortu SF pernah punya motor ini… harus SF akui, meski modelnya nanggung namun performa motor ini cukup lumayan. dibandingkan honda grand ataupun supra lebih kenceng si astrea prima… ini diamini juga oleh bengkel langganan SF jaman SMA dulu… kompresi lebih padat dan ukuran spuyer lebih besar dari adik-adiknya yang menggunakan mesin yang sejenis. kualitasnya juga lebih bagus dibanding motor yang lebih muda. shock breaker belakang adjustable dan bodi ringgas bikin lincah dikemacetan….

http://toks1234.blogspot.com/2006/01/sepeda-motorku.html

Continue Reading

Beberapa tahun mengabdi pada instansi SF sekarang baru kali ini ketemu sama klien yang suka otomotif (roda 4 tapinya). Sebelum jadi direktur, klien SF ini ternyata dulunya pernah gawe sebagai staf RND suatu perusahaan otomotif.

Pada suatu titik kita debat masalah apakah produk otomotif yang di ciptakan adalah produk terbaik ataukah produk yang bisa menekan harga sehingga bisa menaikkan profit perusahaan.

Si klien berpegang teguh bahwa produk otomotif pastilah didesain terbaik bagi konsumen… pertimbangan terbaik adalah keseimbangan antara daya tahan, kenyamanan, keiritan, performa atau syarat lainnya yang menjadi ciri yang ingin di tonjolkan si kendaraan ( misal mobil sport jelas ngincer ke performa dengan keiritan kurang menjadi prioritas (bukannya diabaikan loh )). Karena itu proses RND butuh waktu lama… setelah dibikin unit uji cobanya masih perlu diujicobakan di jalan raya selama beberapa waktu.

SF hanya bengong mendengar penjelasan beliau yang sangat detail ( maklum bekas pentolan RND). SF yang berfikir dalam segi ekonomi dalam hati ingin mengamini… namun karena beberapa kali menemui kelemahan fatal di motor jadinya mengeluarkan jurus SF.

wpid-photogrid_1431046554039.jpg

Continue Reading

image

Berbincang dengan pengunjung blog yang juga penunggang vixion bener-bener bikin iri SF sebagai pengguna tiger. Bagaimana tidak usia kamrat vixion bisa sampai 90.000 KM! Kalau tiger jangan tanya… usia 90.000KM bisa jadi minimal 3 X ganti kamrat! Kamrat inilah salah satu penyakit tiger yang melegenda…. :mrgreen: vixion punya Adik SF KM sekitar 40.000 kamrat juya masih sehat.

image

Tiger SF saat usia menginjak 90.000km malah lebih dari 4 X ganti kamrat. Padahal kamrat selalu beli ori AHM begitupula tensionernya(LAT=Lift Assy Tensioner). Terakhir ganti bisa lumayan lama usia pakenya karena beli kamrat import yang harganya bisa ratusan ribu.

image

Diforum luar maupun lokal pengguna ninja 250 (entah yang lain) banyak mengeluhkan performa ban IRC road winner rx-o1 bawaan Ninja 250. SF pun merasa demikian…. rem mendadak di kecepatan sekitar 60 ban sudah ngesot ga karuan. Karena itu ban langsung SF ganti dengan merk lain dengan tapak lebih lebar.
Namun setelah ban IRC tersebut SF pasang pada tiger, keraguan akan performa IRC sedikit berkurang. Ban ini meski komponnya keras (terbukti awet bisa 4 tahun dengan pemakaian harian) namun gejala selip tidak terlalu sering terjadi seperti yang dirasakan pada Ninja 250.

Continue Reading

image
Memahami sepenuhnya problem yang dialami tiger dan berhasil menemukan solusi adalah jawabannya…. berikut SF jabarkan beberapa hal yang mungkin bermanfaat bagi rekan pengguna tiger lainnya… Continue Reading

Beberapa tahun lalu sinnob sempat menghebohkan dunia permotoran Indonesia karena berani menciptakan penggerak roda menggunakan belt…. namun produk ini tak kunjung launching… saat diuji coba ternyata produk yang mengadopsi technologi Moge cruiser tersebut gagal diterapkan pada motor jepang! Loh kok aneh…. ? Ternyata penyebabnya adalah putaran mesin moge cruiser diset sangat rendah … mentok paling cuma 5rb rpm, sedangkan motor jepang harian di Indonesia meskipun CC kecil namun bisa berkitir 2 kali lebih cepat karena bisa mencapai 10rb rpm bahkan lebih.

image

Continue Reading

image

Beberapa hari terakhir si bolot lagi ngambeg… ga bisa di stater. Bunyi cuma krekkk…krekk… tanpa ada gejala dinamo stater berputar. Gejala ini sudah terasa sekitar 2 bulan terakhir. Kadang langsung nyala, kadang cuma krekkk..kreeekk.. dinamo ga kuat muter, kalau sudah gini kontak dimatikan tunggu beberapa detik trus baru mau distater lagi.
Bukan SF kalau langsung ke beres terus nebus aki yang seharga 1.150.000 … jelasnya cari info soal aki ninja 250. Continue Reading

SF sudah menduga sebelumnya, jika 1 bagian tangki bocor karena keropos kudu siap siap dana untuk ganti tangki baru. Apalagi kondisi tangki tiger SF warnanya sudah kusem dan baret, tangki penyok karena dijatuhkan orang tak kenal diparkiran, serta sudah ada 3 tambalan (ditambal pake lem besi) merata di berbagai sisi. Apalagi tangki sudah berumur 10 tahun ya waktunya diganti lah. (Tips tangki awet sampai 10 tahun, usahakan ga parkir di area terbuka, dan sering cek apakah ada air didasar tangki dengan memutar kran bensin ke arah res ).
Jadilah tangki baru warna hitam (sesuai STNK) kudu ditebus di bengkel daerah THB-Bekasi. Tangki baru ini tak dilengkapi karet dudukan, sensor bensin, kran bensin, tutup tangki, dan emblem tiger. Jadi otomatis harus nyopot dari tangki lama.

image

Nah sebelum tangki bensin dipasang ada baiknya SF mengikuti saran beberapa blog untuk melapisi dinding dalam dengan lapisan fiber (cek disini, disini, dan disini). SF beli 2 botol fiber merk nuri untuk di gelontorkan kedalam tangki tiger baru. Sebelum proses dilakukan , tutup dulu semua lubang tangki yang ada. Tutup tangki dipasang, dan 2 lubang dibawah tangki (sensor bensin dan kran bensin) tutup dengan lakban. Sebelum cairan fiber(resin) dimasukkan campurkan dulu botol kecil (pengeras) ke dalam botol besar dan kocok.

image

Setelah itu masukkan kedua botol resin tersebut kedalam tangki. Awas jangan sampai netes ke bagian luar tangki. Setelah semua cairan fiber masuk baru deh tangki di putar perlahan kedalam semua bagian tangki yang rawan bocor. Bagian rawan kebocoran ada di bagian dalam tangki sisi dasar kanan kiri, bagian samping sisi dalam (coakan tangki) dan bagian dalam sisi luar. Untuk lebih jelasnya monggo dilihat gambar berikut.

image

Tanda merah diatas paling rawan bocor.

Kalau anda kurang yakin bisa memakai 3 botol fiber jika ingin lapisan fibernya lebih tebal.
Setelah proses pelapisan fiber selesai, lepas tutup tangki dan isolasi di bawah tangki. Jemur atau angin anginkan tangki selama 1-2 penuh. Klo SF sih menaruhnya didepan kipas angin agar ada sirkulasi udara didalam tangki.
Setelah 1-2 hari coba raba bagian dalam tangki, dapat dirasakan ada lapisan seperti kaca yang melapisi permukaan dalam tangki. Mau lebih yakin lagi? Ya diulangi saja proses pelapisan fiber diatas sekali lagi 🙂 . Baru deh pasang semua karet, sensor bensin dan kran bensin, setelah itu baru deh pasang tangki ke motor.
Eh ya sebelum shroud dan side cover dipasang, ada baiknya daerah tangki yang bersinggungan dengan shroud/side cover dilapisi dulu dengan double tape spons (warna hijau) biar tangki ga baret.
Tampilan tiger pun nampak lebih segar….

image

Info tambahan :
Harga tangki tiger ori warna hitam : 700 rb
Harga resin /cairan fiber nuri @10 rb
Per juni 2014

Artikel cukup mengejutkan dari blogger senior (bonsaibiker.com) Yamaha Indonesia cuma memproduksi 2000 unit R25 perbulannya… angka  cukup wow untuk pasar Indonesia… Tapi ternyata dari 2000 unit nantinya hanya 1000 unit buat pasar Indonesia !
Dari hal ini SF mencoba mengambil kesimpulan soal strategi pricing R25…. 🙂  hasilnya:
Pantesan harga R25 mahal untuk ukuran motor produksi lokal, lah targetnya emang sedikit.
Kalau terlalu murah malah blingsatan Yamaha memenuhi permintaan konsumen.

image

Bandingkan dengan target ninja 250 sendiri sebulan bisa 2000 unit, sejak masuknya R25 dikoreksi menjadi 1600an unit perbulan.

Beruntunglah indener pertama R25 karena masih diprioritaskan , bagi yang mau nyusul sepertinya kudu siap-siap inden lebuh lama.

Gampang-gampangan saja kalau gitu… jika kapasitas produksi emang sudah mentok sedangkan permintaan R25 tetap membludag cara mudahnya cukup simple…. naikkan saja harganya. (Sesat nih…. bisa ditinggal loyalisnya 😆 ) He3…

Ada satu lagi faktor pengkoreksi yang cukup signifikan terhadap pricing bahkan menurut SF faktor penentu kesuksesan R25 dimasa yang akan datang ….
Kualitas dan durabilitas produk itu sendiri….!

Terinspirasi dari tulisan mas bons:

http://bonsaibiker.com/2014/06/03/r-25-bukan-pembasmi-ninja-250-wong-kapasitas-prosuksi-hanya-2000bulan-dibagi-2-untuk-indonesia-dan-ekspor-cbr-250-masih-berpluang/