bahan bakar

All posts tagged bahan bakar

Perubahan petunjuk konsumsi bensin rata-rata pada Nmax selalu terjadi agak lumayan ketika motor dipakai Bundafaiz… petunjuk bensin jadi makin irit.
padahal BundaFaiz (jangan disingkat bahaya :mrgreen: ) ga bisa dibilang nyetirnya pelan-pelan loh… sejak SMP dah bawa motor berarti sekitar 16 tahun jadi lady biker.
SF tau betul riding stylenya kalau jalan kosong geber motor namun jauh sebelum ada hambatan, BF (nah kan dah dibilang ga enak kalau disingkat 😆 ) sudah menutup gas dan mengerem saat mendekat dengan hambatan. Itu ternyata triknya….

image

Mengurangi penggunaan rem… semakin jarang rem dipakai, motor bakal semakin irit… coba tutup gas lebih awal saat didepan ada hambatan.. biar motor melaju dengan konsumsi bensin minim.
pada NMax, Bar indikator (Nmax ada indikator ini loh) akan menunjukkan garis penuh.. artinya motor dalam kondisi paling irit… gimana tidak ?motor melaju beberapa saat dalam kondisi gas ditutup penuh… rem perlahan seiring mendekat dengan hambatan… bisa jadi motor ga sempet berhenti, hambatan didepan sudah lewat…
Bandingkan jika tetap ngegas motor dan baru ngerem dan menutup gas mepet dibelakang hambatan… disinilah bensin banyak terbuang…
Kalau pengen makin irit.. ngegasnya juga ngurut…
Apa ini menjadikan anda pengendara yang lambat… ? ga juga kok… timing ngegas dan menutup gas yang tepat tetap bikin anda bisa berkendara diatas kecepatan rata-rata motor lain.
Keuntungan lain selain hemat BBm, kampas rem juga dipastikan lebih awet 🙂
Jajalen dhewe…

Penggantian header ertiga dari 4-1 menjadi 4-2-1 benar-benar mengeluarkan potensi terpendam ertiga…  Buntuti innova atau melewati terios yang lagi kesusu di tol anyer sangat mudah…  Soal konsumsi bbm juga sangat irit..  Bisa 1:20km/liter dengan cacatan mid:avg  bahan bakar pertamax saat kondisi lancar di tol, dan menjadi 1:18,8 km/liter saat gatel tes performa dan macet keluar tol anyer. 

image

Continue Reading

image

Kalau sebelumnya kesan penggantian header ertiga yang standarnya 4-1 menjadi 4-2-1 hanya berupa kesan yang subjektif mengenai perubahan karakter mobil (selengkapnya baca disini).  Kali ini SF mengadakan pengujian terukur disertai foto hasil pengujian.  Seberapa iritnya ertiga GX 2013 setelah ganti header 4-2-1? Silahkan simak hasilnya

Continue Reading

image

Rabu 23 Juli SF sekeluarga mudik dari Bekasi menuju Surabaya menggunakan ertiga. Dari Bekasi hingga Cirebon perjalanan lumayan lancar, meski sempat merayap beberapa KM di tol cikampek. Gaya riding termasuk agresif (sempat 145 kpj on speedo= 139kpj on GPS garmin) , sering downshift untuk menyalip. Konsumsi bensin (premium) tercatat 16kmpl (sory bgt lupa ambil gambar) kondisi 3 dewasa (4 dewasa klo SF dihitung 2 orang, kwkqkwq) plus 2 anak kecil. Barang bawaan plus oleh oleh juga lumayan berat (1 koper ukuran super jumbo, beberapa tas, oleh-oleh, peralatan mobil) ditaruh diatap mobil.

image

Konsumsi BBM menjadi jauh lebih boros saat SF terjebak macet si Comal selama 5 jam. Karena beberapa kali SF menyalakan mesin mobil agar anak-anak ga kegerahan. Konsumsi bensin menjadi sekitar 13kmpl (lagi2 lupa difoto) he3…

Selepas jembatan comal jalanan relatif lancar sehingga konsumsi bensin terkoreksi signifikan menjadi sebesar 15kmpl .

image

image

Hasil konsumsi bensin 15kmpl tersebut ditunjukkan Multi Information Display (MID) pada Ertiga. Jarak yang ditempuh sejauh 851km dalam 28 jam (sempat muter-muter di semarang sekitar 2 jaman untuk cari toko oleh-oleh yang buka pagi hari) . Rute yang ditempuh  beraneka ragam, sangat lancar hingga sangat macet. Gaya mengendara  lumayan agresif.
Kondisi real seharusnya kurang dari 15kmpl karena ada deviasi pada MID ertiga.  (Untuk realnya monggo dilihat disini )
Sebenarnya jika anda tipikal pengemudi yang sabar, sangat mudah untuk berkendara lebih irit. Coba saja pertahankan kecepatan 80kpj pada gigi 5. Menyalip kendaraan depan dengan cara mengurut, terus jangan taruh barang bawaan di atap, yakin deh bisa lebih irit. 🙂

image

FYI : konsumsi bensin rata-rata ertiga yang ditunjukkan MID dalam kota (Jakarta) sekitar 13kmpl, ada peningkatan keiritan 2 kmpl untuk luar kota meski membawa beban berat.

Biasanya SF isi premium untuk tiger sebagai motor harian. Mumpung SF sedang dinas luar kantor dan melewati pom bensin shell, SF nyoba isi tiger dengan V power… full tank abis 100rb coy… he3…biasanya SF isi premium full tank cuma 45-50 rb.

image

Awalnya ga kerasa perubahan karakter mesin si tiger yang sudah oversize 50 ini. Beberapa menit berselang, premium yang ngendon di karbu sudah berganti v power baru deh karakter tiger boyo mulai berubah. Motor terasa lebih halus dan bertenaga… saat nyalip truk kontainer tenaga bawah sampai atasnya lebih berisi dibanding masih pakai premium, macan tak terasa abot meski nggendong beruang…
Sayang jalur harian SF ga lewati pom bensih shell… kalau lewat si tiget kemungkinan bakal sering nenggak v power itung – itung agar ruang bakar dan tangki bensin lebih bersih.


iseng-iseng ngitung biaya harian jika PP ke tempat kerja riding si Bolot : PP Plumpang, Semper- Harapan Indah = 44 KM

kosumsi BB Ninja 250+ knalpot racing+ jetting = 1:22 km

2liter pertamax x 9900= Rp. 19.800 / hari
Continue Reading

sumber : nyolong gambare ipanase 😛

Di negara maju motor pemula yang irit bahan bahan bakar bisa jadi dicari untuk kendaraan sehari-hari para biker… tapi jangan bayangkan sekelas Beat, mio, dll.. Nah ninja 250,CBR 250, Inazuma saja disono masuk motor kelas pemula :mrgreen: ga salah honda memutuskan memasang mesin 1 silinder pada CBR 250. Fenomena hilangnya motor-motor eksotis 250cc 4 silinderpun mungkin juga karena hal ini.
Di Indonesia motor 250cc ga bisa dibilang motor pemula… lah harganya setara motuba yang sangat layak pakai… (yang 150cc fairing saja masuk kategori mewah kok 🙂 )  kecuali bagi milyader untuk keluarkan 50 jt cukup menjentikkan jari 😛
Pembeli motor sport 250cc sebagian besar berasal dari kalangan menegah atas yang secara ekonomi lebih beruntung. Bagi sebagian besar ndak masalah pake bensin setingkat pertamax bahkan yang plus, bahkan sekalipun SF ga pernah menjumpai yang ikutan antri di POM premium meski ga ada larangan.
Nampaknya masalah motor 250cc bisa nenggak premium masih dimanfaatkan pabrikan besar untuk merangkum konsumen.
Di buku panduan Ninja yang pernah SF baca nilai minimum oktan bensin yg dipakai adalah 87 (bukunya mbuhh ilang kemana pasca pindaha rumah kemaren )

ninja premium

spyshot dari cyberninja

 

Untuk memperkenalkan Inazuma kepada khalayak Suzuki menyelenggarakan Turing jakarta- Bali menggunakan inazuma yang diisi Premium!

sumber : http://gilamotor.com

CBR 250 di Indonesia malah dilakukan remapping ECU agar bisa nenggak premium ccba cek disini

Remapping ato pemetaaan ulang otak komputer ECU. Lebih jelasnya tentang remapping silakan baca disini. Nah kenapa remapping ECU diperlukan ??? karena kualitas & ketersediaan BBM sekelas Pertamax yang dibutuhkan oleh CBR 250R belum merata di semua daerah. Apalagi perbandingan kompresi CBR 250R mencapai 10,7:1. Kalo tidak ada penyesuaian ECU tentu bisa menimbulkan masalah bagi konsumen yang tinggal di daerah. Tunggangan kesayangan bisa batuk2. Dengan remapping ECU CBR 250R masih bisa minum Premium. Hanya saja konsekuensinya terjadi penurunan performa, tidak segalak jika minum Pertamax… lebih2 Pertamax Plus.

Di forum banyak pemakai N250 yang isi premium terutama yang tinggal didaerah… alasannya susah cari Pom bensin yang jual pertamax, Inazuma juga terbukti ga masalah diminumi premium buat turing Jakarta-Bali, ada juga blogger  yang selama setahun pake premium buat CBR 250nya

Padahal motor-motor diatas kompresinya mengerikan loh diatas 10:1 namun masih aman (menurut klaim pabriknya) menggunakan premium. selain karena remapping ECU ada pula yang berpendapat timing pengapian dimundurkan. Mungkin benar juga klaim pabrikan tersebut dalam jangka pendek tapi untuk jangka panjang SF nggak berani ambil resiko pake premium untuk si Bolot… minimal pertamax lah… Klo ada apa-apa di jangka panjang pemilik motor yang bakal susah. Lagian ada rasa ga enak ati bawa motor premium ikut antri di Premium…

Tips jika didaerah terpaksa minum premium : jangan geber motor dalam RPM tinggi dalam waktu lama, alias jangan ngebut 🙂  untuk mensiasati pake peningkat oktan jika terpaksa

Yang rutenya PGC cawang -Yos sudarso pasti mengetahui Pom Bensin Shell sebelah kiri jalan. Persis beberapa meter setelahnya ada Pom bensin Pertamina. Uniknya di pom bensin pertamina ini harga pertamax lebih murah dibanding Shell bahkan dibanding POM bensin pertamina lainnya yang ga jejer shell. Selisih sekitar rp 200,- tapi meski demikian SF selalu memilih shell super. Kenapa? Ga Pake Antri !!!

image

Sebel juga di POM bensin pertamina pengisian premium dan pertamax untuk motor seringkali dijadikan satu, jadi Ikutan antri panjang untuk isi bensin. Beda dengan shell.. tanpa antri, petugasnya jauh lebih ramah, ga ada diskriminasi pengisian mobil dan motor . Pernah sekali SF ditolak petugas POM pertamina saat akan mengisi pertamax di pengisian mobil. Langsung saja SF ngeloyor sambil ngomel Saya ngisi 100 rb ! Sama seperti mobil biasanya ngisi! Sejak itu males ngisi pertamax di POM bensin Pertamina… bukan hanya si bolot yang sering isi shell super, tiger dan spin juga sering saat males antri premium. Klo lagi ga males atau antrian dikit baru deh tiger dan spin minum premium. Jadinya sering saat belok ke POM pertamina begitu tau antri buanyak langsung SF ngeloyor pergi untuk ngisi pertamax (kalau pertamax terpisah dengan premium), atau ke shell. Sayang manajemen serta kualitas SDM pengisian bahan bakar pertamina kurang apik, bikin banyak potential buyernya minggat ke sebelah. Sepertinya pelayanan di POM pertamina kudu belajar banyak pada shell. Keramahan, profesionalitas,safety…

image

ada cerita dari seorang rekan bermobil pengguna setia shell, saat antri isi bensin kaca mobil dilap,petugas mengingatkan untuk cek angin ban, struk diberikan meski ga diminta. Bagaimana pertamina? Ndak ngisi disini ga masalah…yang lain mau kok…
:mrgreen:
Coba kalau pengisian bensin premium dan pertamax untuk motor dipisah disemua pom bensin pertamina, biaya subsidi premium untuk rakyat miskin pasti berkurang.

Jitu banget masukan pengunjung blog yang tanpa id yang sempet mampir di artikel lalu. Pengguna ninja 250, CBR250 dan motor lain berkompresi tinggi yang turing ke pelosok bisa membekali diri dengan octane booster, jadi sewaktu-waktu ga dapat pertamax dapat nenggak premium plus octane boster sesuai takaran.

image

Tapi sebenarnya dalam buku panduan ninja 250 sebenarnya ga dilarang memakai premium kok. Entah bagaimana dengan CBR 250. Saran SF sih jangan digeber dalam rpm tinggi terus-terusan… 🙂

image

Abis baca artikelnya Ridertua, mesam mesem kecut…dulu SF hampir nulis analisa mengenai ngoroknya vario 125  padahal PCX 125 dengan basis mesin sama bebas masalah ini. Awalnya SF sinyalir pemilik PCX banyak yang menggunakan pertamax sehingga bebas masalah ngorok. Eh tapi pernah baca statemennya AHM bahwa Vartech 125 bisa pake premium, serta baca di artikel lain yang macem-macem penyebabnya jadi jiper nulis analisanya :mrgreen:.
Nah tiba-tiba Ridertua nulis jurus jitu untuk menghilangkan ngorok Vartech 125 miliknya dengan memakai pertamax. Berarti ngoroknya dulu karena menggunakan premium sehingga mesin nglitik (over compresion). Glodaghh!! P 😆  perasaan yang namanya motor nglitik jelas bisa berakibat fatal dalam jangka panjang.
Bahaya buat honda… penjualan vartech bisa seret! Technologi injeksi disematkan pada matik salah satu sasarannya untuk pengiritan lah kok tambah bikin kantong bolong… secara milleage bisa ngirit tapi secara RP/liternya membengkak…lah wong harga pertamax hampir 2 kali premium. Honda kudu segera bertindak dengan memberi penjelasan ke publik mengenai penyebab ngorok, penggunaan premium pada motor berkompresi 11:1, serta jaminan ketahanan mesin.