bajaj pulsar

All posts tagged bajaj pulsar

Beberapa tahun terakhir seliweran di Jakarta , SF jarang melihat lampu belakang pulsar series nyala sempurna.. seringkali SF melihat lednya mati sebagian, jadi kurang enak dilihat. Kesannya ada yang kurang melihat motor cakep tapi lampu belakang nyalanya bogang-bogang alias nyalanya ga rata/penuh.
Dilematis memang punya motor berlampu belakang model led…disatu sisi irit listrik, tampilan lebih keren dan tampak modern, tapi disisi lain kalau mati susah cari penggantinya, harganya jelas lebih mahal dibanding bohlam pijar yang cuma ribuan rupiah perbijinya. Continue Reading

Alasan SF mengandalkan Tiger lawas untuk tunggangan sehari-hari tentu bukan alasan emosional semata… benar memang nilai historis tiger Silver keluaran 2004 milik SF tak ternilai harganya, namun bukan berarti haram untuk ditukar πŸ™‚ sempat ngobrol dengan pengguna pulsar 180 saat beberapa tahun lalu saat komunitas tiger tempat SF bernaung kopdar bareng pengguna pulsar Surabaya dengan bangganya user pulsar 180 mengelu-elukan kehebatan motor mereka. Tetap SF ga kepikir sama sekali melego tiger kesayangan. Saat baca di blog-blog bagaimana pengguna pulsar membanggakan betapa valuablenya kendaraan mereka tetap SF tak berniat mencobanya… mengapa?
Pertimbangan membeli motor bagi SF cukup komplek dan sebagian besar kekomplekan itu dijamin pabrikan besar/ Jepun… Sebut saja jaminan aftersales, tersebarnya jaringan servis resmi, going concern perusahaan lebih terjamin, serta ga kalah pentingnya harga jual motor juga relatif lebih stabil. Masa beli motor kok mikir dijual lagi….? eh bukan gitu bro… pada suatu titik katakanlah usia semakin tua, prioritas pilihan roda dua akan berbeda. bukan lagi gaya-gayaan, kebut-kebutan namun lebih ke kenyamanan dan fungsional (ngomongin kendaraan operasional loh ya, bukan kendaraan hobi), usia pekerja “senior” tentunya ga ingin kendaraan tua yang banyak masalah. makanya perlu refreshment kendaraan… saat itulah kendaraan lama dijual ganti baru (ada juga yang nyimpen motor lama untuk koleksi) . Pulsar pada awal kemunculannya SF anggap belum cukup kuat menggoyahkan iman SF karena alasan emosional (SF kerja 3 tahun di perusahaan India terbesar didunia), serta alasan going concern motor, mulai terbukti sekarang cek saja artikelnya mas bons http://2brk.wordpress.com/2013/03/19/adu-cepat-p-220-vs-sorpio-3-ternyata-di-lapangan-p-220-jauh-lebih-cepat/

statement yang menarik dari profesor motuba ini :

Ya, banyak faktor disinyalir yang menjadi sebab keterpurukan harga Rondo P 220 ini. Motornya sih memang jozz gan, manteb, irit enak dikendarai dan cepat larinya serta awet, namun banyak sisi yang membuat konsumen tidak puas seperti layanan bengkel yang susah diakses, inden part yang panjang, kelangkaan part, dan harga naik part, serta kebijakan internal Bajaj yang kadang membuat ketar-ketir para empunya P 220.

Sesuatu yang kebeli kenapa harus disesali, dijalani sajah… selama motor masih enak dikendarai dan ga bermasalah ya pake saja terus. jika didera rasa kuatir berlebihan misalkan ragu aftersalesnya bakal dianaktirikan bila bergabung dengan KMI, kuatir harga parts melambung jika dipegang KMI,kuatir motor dijual lagi ga laku atau makin ngedrop harganya, kuatir belasan tahun lagi ga ada partsnya… ya monggo dilego sekarang daripada berkendara ga tenang.
wpid-1360896714-picsay.jpg

SF pemakai tiger ga nyesel miara motor ini. Meski dikata SOHC boros, lemot, bermasalah, rantai kemrosak,mesin jadul,tangki bocor,bodi miring,selip kopling,kamrat kendor tetep saja dipiara lah wong tenang/ ga kuatir karena masih gampang cari partsnya di toko sebelah juga ada πŸ™‚ klo sudah mulai langka partsnya ya disimpen buat kenang-kenangan, atau kalau terpaksa banget ya dijual nantinya.
mungkin sama dengan perasaan pengguna pulsar, bedanya tiger dengan pulsar ya beda kelemahannya …. πŸ™‚ selama masih bisa ditangani ya ditangani… toh Bajaj roda tiga puluhan tahun usianya juga masih beredar. masalah parts ga tersedia? apa sih yang ga bisa diakali orang Indonesia ? πŸ™‚
menurut SF ya daripada dijual sayang dan ga cukup beli motor baru ya dipakai dulu… kecuali ya yang SF sebut diatas… perasaan ga tenang πŸ™‚ toh kekuatiran belum terbukti

image

image

image

image

image

Tetep saja SF ga bosen-bosen lihat penampakan gambar motor ini di galeri hasil download SF beberapa waktu silam. SF memang kurang menyukai model motor cruiser ber cc kecil seperti honda phantom maupun Bajaj Avenger rasanya maksa banget motor kekar gitu di jejali mesin 1 silinder ber cc kecil. 2 model diatas sih manteb banget jika pakai mesin V-twin, tampilan gahar, larinya ga malu-maluin, suarapun merdu.
Nah lain soal jika modelnya perpaduan antara cruiser dan street bike seperti buell blast ini, desain overall seperti layaknya tiger dan scorpio namun posisi setir agak naik serta footsteep depan lebih maju, sekilas sih terlihat nyaman riding motor ini. Sekilas berikut spesifikasinya :
Displacement: 492.00 ccm (30.02 cubic inches)
Engine type: Single cylinder Stroke: 4
Power: 34.00 HP (24.8 kW)) @ 7500 RPM
Torque: 40.68 Nm (4.1 kgf-m or 30.0 ft.lbs) @ 3200RPM
Starter: Electric
Cooling system: Air
Gearbox: 5-speed Clutch: Wet, multi-plate
Fuel capacity: 2.80 gallons
Power/weight ratio: 0.2082 HP/kg
Dry weight: 360.0 pounds/( sekitar 160 kg an)
Cuma ada yang sedikit mengganjal sih pada desain motor ini yakni desain footstep yang terlihat 1 kesatuan dengan rangka utama dan dilas paten. Bikin merepotkan jika jatuh dan bengkok. Mending sih footstep terpisah seperti motor pada umumnya.
Jika pabrikan Jepang bikin motor perpaduan cruiser dan street bike seperti ini dengan berbekal mesin 250cc bakal diterima penggila turing di Indonesia ga ya? Menurut SF sih bakal diminati penggila turing. Gimana menurut bro/sist sekalian?

Jumat kmaren saat cari peralatan kamera di daerah pasar minggu dikejutkan oleh sesosok Motor V-Twin milik sang empunya lapak, bener deh dugaan Smartf41z ini honda Shadow 750 lebih tepatnya Shadow Ace (American Classic Edition) tahun 1998. Flashback saat Smartf41z masih dibangku SMA tahun 1998, motor ini adalah pengalaman pertama Smartf41z riding moge dan gara-gara itu smartf41z bercita-cita pengen punya motor twin – cylinder. Saat Smartf41z dateng ke lokasi kondisi motor saat itu sedang diservis ringan, kata mas Bowo (pemilik motor), motor dibongkar karena mau ganti busi, “businya empat loh”. Ternyata technologi ini udah dipake Honda Shadow sejak tahun 1980an. Honda shadow series terkenal punya torsi melimpah dan hemat bahan bakar gara-gara technologi ini. Keunggulan lain twin sparks yakni mengurangi emisi, dan menyempurnakan pembakaran agar tidak terjadi detonasi (knocking). Menurut Mas Bowo konsumsi motor ini berkisar 1:15 km/liter, mungkin bisa lebih kalo buat turing ya.

motret pake HP jadinya burem

ganti busi pake busi honda tiger 4 biji

Menariknya, busi cukup pake punya honda tiger sebanyak 4 biji. Hmmm kirain cuma bajaj yang pake technologi ini, ternyata banyak juga motor yang pakai twin-sparks pada mesinnya, terutama moge, semisal Royal Enfield, Harley Davidson, BMW 650, Yamaha 360 RT2 dan masih banyak lagi. Selain itu Honda Shadow ini dibekali dengan mesin V-TwinΒ  745 CC, SOHC dengan 3 valves per silinder, tenaga sih ga seberapa gedhe cuma 33.7 KW namun torsinya badak 64.2 Nm khas mesin V-twinΒ  long stroke.

Titipan dari Mas Bowo yang juga punya usaha asesori kamera ini, silahkan bagi yang membutuhkan asesori kamera yang murah meriah dapat menghubungi mas Bowo di 08567610100.Ini iklan ga mempengaruhi independensi loh ya, wong gratis cuma mo bantuin rekan sesama biker. πŸ™‚

Smartf41z kemaren beli Tripod murmer seharga cuma 110 rb udah bisa dipanjangin sekitar 1360cman namun bisa dipaksa sampe 1600cm kalau kakinya ga dilebarkan mentok, barangnya lumayan ringan tapi kokoh. bisa memposisikan kamera vertikal maupun horizontal. A Realy Good Stuff!