ban

All posts tagged ban

Tak terasa Nmax dah menempuh jarak 40.000 KM. selama itu Nmax dah habiskan 3 set ban. Ban pertama dan kedua memakai ban standar Nmax masing-masing menempuh 16.000an KM (baca disini ).

Ban terakhir memakai zeneos milano ( reviewnya baca disini ) ukurannya sengaja dilebarin 1 tingkat biar awet. Ternyata sama saja. 🙂 Bahkan perasaan tambah boros. Belum 10 rb KM ban belakang dah mulai halus kembangannya.

Continue Reading

Puyeng saat mengetahui ban mobil yang umurnya baru beberapa hari kena baut. Trauma menghampiri SF dimana tahun lalu salah satu ban ertiga SF juga kena baut ukuran 12. Apesnya ban tersebut tidak bisa ditambal.

untungnya ban hankook SF yang kena baut saat mudik ini dapat ditambal. proses tambal cukup cepat cukup 5 menit. petugas pengisian angin nitrogen yang juga menerima tambal ban tubeless, menginstruksikan SF untuk parkir dalam kondisi  berbelok belok penuh kearah kanan (ban kiri depan yang kena baut ), sembari perlahan memajukan mobil, tukang tambal menginstruksikan SF untuk berhenti ketika baut terlihat dibagian belakang ban. nice…. tambal ban depan kagak perlu dongkrak apalagi bongkar ban. paku/baut terpampang tanpa rintangan memudahkan proses tambal ban

suzuki ertiga ban 195/65-15

sekitar 2 minggu lalu SF mancing ke Pakis Karawang menggunakan ertiga. beberapa KM sebelum pantai jalannya rusak parahhhh…heran juga SF kok bisa ya tempat wisata rutenya kaya gini. padahal sekitarnya perkampungan nelayan yang tergolong padat. sekitar 2-3 kali, bagian bawah ertiga yang ditumpangi 5 dewasa dan peralatan mancing gasruk kontur tanah yang rusak.

Continue Reading

zeneos Nmax belakang

SF beli sepaket ban zeneos milano depan belakang dah beberapa waktu lalu . mumpung ada promo dari salah satu toko online. Zeneos yang SF beli ukurannya setingkat diatas ban standar Nmax. depan jadi 120/70 belakang 140/70 . Sempat mau ambil yang 150/70 buat belakang, tapi ga jadi…. Bunda pasti ngomel karena makin jinjit… beresiko juga kalau dipake nyonya bonceng 2 bocah Continue Reading

Mau dibilang ranjau Paku tapi bentuknya sudah ga berupa Paku. Jadi sebut saja ranjau pengempis Ban. Ertiga kena Ranjau baut yang dibalik dengan tatakan plat besi.

Ranjau paku/baut

Sedangkan Nmax tadi pagi, ini sudah kali ke tiga kena ranjau pengempes ban kena 2 tusuk lagi !. Model ranjaunya berupa aluminium kecil yang panjangnya kira2 setengah tusuk gigi. Penampangnya 1/2 lingkaran. Diameter 3mm, Ini penampakannya :

Bentuk ranjau pengempes ban

Rupanya pelaku pengempesan ban mensiasati agar ranjaunya tidak dapat tersapu oleh tim Saber (sapu bersih) yang menggunakan magnet untuk pembersih ranjau paku. Aluminium ga nempel di magnet…

Lokasi ranjau diprediksi di MT haryono mulai lampu merah flyover cawang kearah pancoran) sampai Lakespra (monumen pesawat seberang stasiun cawang)

Lokasi ranjau paku

2 kali SF tambal ban di pengadegan timur raya (titik biru di peta), 1 kali baru ketahuan saat SF dah dirumah (jenis ranjau yang sama). Menurut tukang ban tersebut, hati hati melintas di MT haryono. Mending ambil jalur tengah…. Lah SF sendiri mau belok kiri di lakespra masak ambil jalur tengah .

Ga mau menuduh siapapun, daripada salah nuduh malah dosa….Semoga pelakunya segera insyaf dan di beri hidayah oleh Allah SWT

 

Artikel pertama pasca lebaran…. Sebelumnya SF dan keluarga mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Selamat Hari Raya Idul Fitri,  Mohon Maaf Lahir Bathin

Balik ke topik. Niatan menyenangkan keluarga besar hari kemaren, sedikit ternodai dengan musibah yang menimpa ertiga SF. Saat putar-putar mencari lokasi waterpark ciputra Surabaya, SF sempat melewati kawasan sepi.

Titik merah destinasi waterpark ciputra surabaya, lingkaran merah kejadian kena ranjau

Sembari memperhatikan Google map yang kesusahan dapat sinyal GPS, mobil SF seperti melindas sesuatu, jeduk!!!….. Continue Reading

Kali ini SF akan share mengenai waktu/ periode pengecekan tekanan angin pada ban motor. Kebetulan motor harian SF adalah yamaha Nmax yang ban bawaannya sudah tubeless…

Ini gara-gara fitur konsumsi bensin pada Nmax nih, sehingga SF jadi aware kondisi motor. Kalau boros berarti waktunya servis atau sepele…. tekanan angin pada ban kurang dari semestinya.

Untuk Nmax, SF biasakan cek tekanan angin 2 minggu sekali di Pom bensin Shell yang canggih pengisian angin gratisnya :mrgreen: karena shock dah empuk SF bikin 31 psi depan belakang. Enaknya isi angin di shell ini selain GRATIS, pompanya juga ada informasi tekanan angin secara digital, untuk mengisi anginnya , tinggal set tekanan anginnya (biasa di default 29Psi oleh Shell), lalu isi anginnya, jika tekanan angin ban telah sesuai yang diinginkan , pompanya akan keluar bunyi tit…tit… 🙂

 

Ilustrasi pompa angin shell

Biasanya dalam 2 minggu,  tekanan angin pada ban Nmax berubah. Ban belakang jadi 25 psi dan depan 27 psi. kenapa ya tekanan angin pada ban  belakang lebih cepet berkurang dibanding ban depan….? kemungkinan karena beban hidupnya terlalu berat (gendongin beruang tiap hari, kadang sama keluarga beruang juga  😆 ) , dan suhu ban lebih tinggi  karena CVT/penggerak belakang dan deket knalpot.

Apa sih kerugian jika tekanan angin ban motor kurang dari semenstinya? Sudah SF bahas kemaren (silahkan baca artikel ini ) . Handling kacau, rentan kena poldur klo boncengan, boros bbm, gampang bocor kena benda tajam dan performa motor terasa menurun.

Mumpung gratis SF jadi rajin cek angin 🙂

Btw di POM bensin pertamina masih ada pompa anginnya ga sih? Ga pernah isi bensin di pertamina soalnya, antrinya lebih panjang soalnya. Klo di Shell kan mencolok banget pompa anginnya…kuning kotak gedhe kaya kulkas 😛

menurut rekan SF yang selalu isi bensin di Pertamina ,  katanya kebanyakan POM Pertamina pengisian angin gratis ditiadakan, ganti nitrogen berbayar. CMIIW…?

artikel terkait :

­I

Sudah tau kan kerasnya shock nmax? Beberapa waktu lalu ngobrol dengan rekan SF sekantor. Dia sudah lumayan lama beli Nmax. Awalnya memang dia mengaku sok Nmax memang terlalu keras. Karena itu dia memutuskan untuk mengurangi tekanan angin pada ban belakangnya. Katanya lumayan mengurangi efek kerasnya shock. Saat SF tanya berapa konsumsi bensinnya “1:35” katanya.

Agak kaget juga dia saat menunjukkan foto foto bahwa konsumsi Nmax SF Continue Reading

Artikel kritik honda yang mengeluarkan Scoopy memakai ban 12″ sudah hampir selesai dan siap publish… isinya mempertanyakan keputusan honda kenapa pakai ban berdiameter kecil… kan banyak kerugiannya… GC turun bikin motor gampang gasruk poldur dan ga tahan banjir, ban motor juga juga lebih gampang kejeblos lubang dan sensitif terhadap jalan ga rata.

Untung SF baca-baca dulu soal  scoopy baru ini. 

Diameter velg memang mengecil dari 14″ jadi 12″ tapi ban jadi jauh lebih gambot (lebih tebal dan profil tinggi). Akibatnya diameter luar ban ga beda jauh dengan versi lama. Bahkan scoopy baru ini GCnya 143mm alias lebih tinggi 3% dibanding scoopy lawas.

Strategi cerdas dari honda… tampilan makin stylist, buat nikung lebih safety, kontur jalan makin teredam oleh karet ban, dan motor sedikit lebih aman dari poldur.

Tapi bukan tanpa kelemahan ya… ban gambot perlu perhatian lebih terutama mengenai tekanan anginnya… kurangnya tekanan angin dikit saja pada ban gambot bikin motor berat larinya… boros deh…. 

Pengalaman sebelumnya memakai tiger buat harian selama hampir 4tahun  baru ganti ban. Nah pada Nmax cuma setahun lebih beberapa bulan, dah minta ganti ban… padahal rute harian ga beda jauh jaraknya. 

Tepatnya di KM 16584 si Nmax minta jajan ban… alur tengah sudah tipis dan hampir hilang (sory ga sempat foto bannya) , tapi anehnya meski alur dah tipis ban tetep menggigit loh… namun karena ban rentan bocor jadi SF ganti dah. (Dah ada 3 tambalan )

Ternyata susah cari ban yang ukurannya lebih lebar dari orinya…  mampir di beberapa toko di kawasan harapan indah nemu 3 jenis. Ban ori/IRC, swallow ukuran std, dan pirelli ukuran 140/60. Pilihan ban diameter 13″ memang ga umum, hanya Nmax dan skutik CBU yang memakainya. Karena itu banyak toko ga menyetok.

Mau pake swallow tapi kok belum terbukti performanya harganya juga setara IRC, pake pirelli eman banget , harganya 600rban…. jadi terpaksa pakai IRC lagi dah… harga 265rb include pasang. Performa dah jelas memuaskan… 

Yang bener ring 13 bukan 14 🙂

Sebenarnya dipasaran saat ini ada beberapa pilihan ban Nmax dengan ukuran lebih lebar (140/60-13 & 150/70-13) yang SF tau. Pirrelli harga 600 rban, CST 500rban, swallow 300rban, tapi sepertinya kudu ke toko onderdil yang komplit seperti di otista dll. Di toko online ada juga sih, tapi pasti lumayan ongkirnya 🙂

Proses bongkarnya berbeda dengan motor bebek sport yang cuma perlu lepas as roda, kalau Nmax kudu lepas knalpot dan arm sebelah kanan

Saran SF , gantilah ban Nmax pada toko yang punya alat khusus nelepas/memasang ban. Ganti ban Nmax lebih susah dibanding ban berdiameter 17″. Ban 13″ berukuran lebar lebih menggigit di velg…