Lagi-lagi tren sesat, bisa saja ngelesnya – jok super tipis

image

Pernah naik kuda? Apa yang anda rasakan? Tempat duduk keras bukan…. ?
Kira-kira seperti itulah yang dirasakan empunya motor yang modif joknya memakai busa super tipis. Empunya pasti keracunan modif thai look seperti yang sering dibahas di tabloid khusus motor. Saat mengganti jok spin yang rembes saat hujan, SF melihat penampakan 3 motor skutik yang ketiganya sama-sama pakai jok super tipis 😯
Continue reading “Lagi-lagi tren sesat, bisa saja ngelesnya – jok super tipis”

Pengalaman setahun lebih memakai jas hujan karet ASV

Sekitar setahun lebih SF memakai jas hujan ini…(review awal ada disini) awalnya tertarik dengan pengakuan anggota komunitas /klub yang banyak memakai jas hujan lentur ini akhirnya ketagihan juga. Continue reading “Pengalaman setahun lebih memakai jas hujan karet ASV”

Konsekwensi lewat jalur pinggiran pasca hujan

Beberapa hari lalu SF berangkat kerja dengan muka masam… lah gimana motor abis dicuci lah kok malah hujan saat subuh … tiger akhirnya dipilih untuk menembus jalanan becek. Jangan kira meski hujan dah berhenti 2 jam lalu jalanan sudah kering…
Continue reading “Konsekwensi lewat jalur pinggiran pasca hujan”

Hujan… jangan lupakan toleransi berkendara donk

jakarta-diguyur-hujan-angin-waspada-pohon-tumbang
Entah berapakali SF jadi korban saat musim hujan (mungkin pernah tak sengaja jadi pelaku juga) kecipratan air dari motor depan. kalau riding normal mungkin kesalahan SF ga menjaga jarak dengan motor depan. tapi yang paling menjengkelkan sudah tau jalanan becek setelah hujan dan masih gerimis ada yang nekat ga pakai mantel hujan malah ngebut zigzag biar pakaiannya ga basah. akibatnya banyak jadi korban cipratan air dari rodanya lah wong potong sana potong sini. Meski SF sendiri pakai jas hujan kumplit, helm full face tetap saja cipratannya kena muka (helm sering dibuka kacanya agar kacamata ga ngembun).
Sering juga melihat rider saat hujan hujan deres banyak genangan air malah kesusu dan ga mengurangi kecepatan melibas genangan. Akibatnya nyiprat kemana-mana, kasihan tuh penumpang yang neduh nunggu angkot.
152968_jakarta-diguyur-hujan_663_382
Meski hujan jangan lupakan toleransi sesama pengguna jalan donk! kalau anda sendiri jadi korban gimana?

Review jas hujan ASV murah mantab

image

Jas hujan ini untuk menggantikan jas hujan lama yang sudah rembes kemana-mana. Setelah search di google nyasar ke forum pulsarian yang dalam satu kesempatan menyebutkan banyak anggotanya pakai jas hujan merk ASV. Nyari kesono-kemari secara online ketemu deh penjualnya yakni saung motor harganya 125 rb. Weit…hampir sama harganya dengan jas hujan SF dulu yang sudah rembes. Setelah barang diterima segera di cek… kualitasnya lumayan… bahannya terbuat dari karet tentunya lentur.
image

Untuk SF bertinggi 174cm dan berat 90 kg ukuran XXL nampaknya cukup. bagian dalam jas hujan disertai jaring sehingga bikin nyaman, resleting seperti lainnya tertutup oleh bahan yang dapat dikancingkan. Begitu pula celananya disertai jaring dan karet lentur bagian pinggang. Antar sambungan dibikin pres-presan sehingga air ga rembes masuk, untuk aktifitas naik turun motor laki juga ga kuatir robek karena bahan yang lentur dan sambungan kuat.

image

image

Menariknya untuk tutup kepala bagian depan berbahan transparan jadi ga membatasi area pandangan saat berkendara, alias memudahkan melirik spion.
image

Untuk sementara sudah dicoba hujan sedang (ga deres amat) memakai honda tiger dan hujan deras pake spin so far aman ga ada tanda air tembus. Meski belum sempet memakai dalam kondisi ekstreem dalam jangka waktu lama (turing misalnya) namun SF cukup puas memakai jas hujan ini. Jika dibanding jas hujan dengan harga dikisaran itu nampaknya jas hujan ASV termasuk yang diunggulkan (masuk best seller). Monggo jika ingin berkomentar atau menambahkan pengalamannya…..

Perlunya Selimut/Cover untuk Motor Simpanan

image

Awalnya sih SF mikir ga perlu-perlu amat karena si bolot (panggilan n250 ane 🙂 ) masih dipake paling ga seminggu 1 kali. Namun tiap kali make kok motor penuh debu halus ya, belum lagi kena kotorannya cicak dan bintik-bintik coklat (mungkin dari nyamuk). Kalo dipikir-pikir jika telanjang terus bakal kudisan nih motor 😆 akhirnya hunting di kaskus cari harga yang paling murah ( like always 🙂 ) asal berkualitas. Salah satu syaratnya tahan air dan pas buat Ninja.

Nah ini dia linknya. Harganya murmer setahun lalu dapet harga 90 rban. Enaknya ada belt dibagian bawahnya, berguna agar tidak terbang saat kena angin. Meski agak ribet tiap habis pake namun cukup berguna untuk melindungi sibolot, terutama dari ulah si Faiz yang suka ngedrift pake motor listrik roda tiganya (meskipun telat ada baret halus difairing kena motornya Faiz ) . Sekedar saran jika kondisi motor kotor mending jangan dipasang dulu cover motornya, sayang bagian dalam cover jadi ikutan kotor. Apalagi kalau motor basah habis kehujanan haram langsung dipasang cover, air yang menempel dibodi motor susah mengering akibatnya bisa menimbulkan karat.

Aki tekor, jangan keburu ganti

image

Sebulan terakhir tiap pagi tiger ga kuat pake elektric stater. Ane kira karena aki yang waktunya ganti, maklum umurnya sudah menginjak 2 tahun. Saat nunggu timing yang tepat buat ganti aki, tiba2 elektrical mati total saat abis kehujanan. Ane pikir ga mungkin aki mati menyebabkan elektrical jadi matot, biasanya kalo aki mati elektrical tetap nyala tapi ga stabil alias naik turun mengikuti rpm mesin. Bener deh ternyata soket kiprok leleh. Lah kok setelah diganti, kerja kelistrikan berjalan normal bahkan lebih baik dari sebelumnya. Lampu 50 watt H4 yang ane pasang ditiger makin terang bahkan sambil mencet stebel imitasipun masih kuat ngangkat. 🙂  elektrik stater tiap pagi sekarang tinggal senggol sekali.
So sebelum memutuskan ganti aki periksa dulu kondisi kelistrikan terutama kiprok dan kabel-kabel dari mesin yang mengarah ke kiprok serta jangan lewatkan kabel massa (bodi) daripada setelah ganti aki, ternyata tetep letoy

image