bel

All posts tagged bel

Beberapa kali kiriman paket dititipkan satpam, baru ketahuan jika bel rumah tidak berfungsi. Penyebabnya permukaan konektor batere bel rumah terkena karat.
Ga heran juga musim hujan gini air dengan mudah merembes kedalam bel rumah.
Setelah konektor dibersihkan bel berfungsi kembali.
Kali ini mumpung bel dibongkar… untuk mensiasati agar bel tidak terpapar air hujan SF manfaatkan barang tak terpakai yang ada dirumah.

image

Continue Reading

Diparkiran kantor mata langsung tertuju penampakan motor asing yang ga pernah pakir disini sebelumnya. Yang bikin menarik perhatian bukannya motornya melainkan klaksonnya. Pertanyaannya klakson ini variasi ataukah memang buat kerja? Mungkin saja rekan kantor saya punya usaha sampingan jual roti dirumah, dan kebetulan kendaraannya rusak sehingga pakai motor yang biasa buat bisnis rotinya. Positif thinking saja 🙂

image

Diblognyamitra.wordpress.com ada juga penampakan klakson anti tekor aki 😆

image

4 tahun lalu saat turing honeymoon Surabaya-Jogja bersama bundafaiz, ga kepikiran bakal beli klakson kenceng. Gara-garanya saat berangkat seringkali dipepet bus  atau mobil. Kalo ga gitu dipotong oleh rider lain. Nah pas nyampe tujuan baru deh pengen dendam pasang klakson stebel. Mau beli ori kok ya mahal ratusan ribu harganya, yo wis terpaksa beli yang KW, murah cuma 85 rban plus relay. Klakson itupun masih awet dan kenceng hingga sekarang :).

image

Ketika masuk gang tikus atau perkampungan padat penduduk sungkan juga nyalain klakson ini. Kalo ga ngeklakson bahaya  saat melewati tikungan buta dan sempit, bisa2 serempetan dan nyemplung got 😆 nah solusinya pasang kembali klakson orinya trus ditambahin saklar. Jadi kalo lewat perkampungan pilih mode sopan, saat dijalan protokol yang musuhnya angkot urakan dan metromini ngawur baru deh mode “korak” diaktifkan. Bukannya cari musuh, tapi biar pengendara lain aware kehadiran kita. Pasang saklarnya gampang kok, pasang saja switch saklar 3 kaki atau 6 kaki yang bisa milih 2 fungsi. Arus keluaran dari tombol bel tancepkan di bagian tengah switch saklar, nah bagian kiri – kanan tancepkan di klakson yang berbeda (misal kiri ke klakson ori kanan ke klakson stebell/hella) lebih afdol nancepin kabelnya pakai solder trus jangan lupa untuk mengisolasi “pantat” switch tersebut agar bebas korslet.

image

Penempatan saklarnya bebas. Klo SF penempatannya pada dudukan tuas kopling ( belakang), mudah dijangkau dan posisinya dekat tombol klakson

tin….tin…  !

“klik”

THOOIINNN… THOOOUUINN….!!!

Waktu berangkat turing honeymon bareng nyonya beberapa tahun lalu, ada beberapa kejadian yang bikin was-was karena bel tiger standar ane yang kurang kenceng bunyinya. Pertama, saat tiba- tiba ada motor yang keluar dari arah persawahan, saat ane bunyikan klakson kirain dia denger dan beri kami jalan eh nyatanya malah slonong boiii…. Sedangkan yang kedua kami dipepet bus yang ga mengetahui keberadaan kami.  Sebenernya dari jauh sudah terlihat ada bus berhenti dibahu jalan, ane pun segera kasih sein mendahului dan bunyikan klakson. Eh lah kok saat udah masuk di samping belakang bus itu tiba bus itu berjalan dan masuk ke jalan raya. Langsung deh ane ngalah daripada kena sikat kendaraan dari depan. Geram juga nih… akhirnya saat udah nyampe Jogja ane segera pasang bel angin stebel (abal-abal) yang harganya 75rban.

Ternyata gara-gara klakson ini perjalanan balik lebih nyaman, kendaraan sekitar pun jadi lebih aware keberadaan kami. Klakson kenceng emang sangat berguna untuk turing maupun sehari-hari namun pemakaian hendaknya seperlunya.