Makin kekar saja P200 dipasang spakbor belakang

Awalnya P200NS ini dipasang spakbor extension milik byson. Nah belakangan dipasang juga spakbor tambahan asli milik P200. Kalau di India spakbor ini sudah bawaan motor, disini kudu beli dhewe..

image

Sayang karena kesibukan kerja yang padat SF belum sempat ketemu ownernya, jadi belum tahu harga maupun tempat belinya

image

Kalo bannya ikut dikekarin bakal tambah sangar kali….

Update : berita mud guard juga ada di otomotifnet. Dijual KMI seharga 150rb tapi tanpa tulisan pulsar. Sedangkan versi importir umum masih ada tulisan pulsar dengan harga yang konon lebih mahal.

Body belakang buntung, pengen gaya tapi bikin repot

Penampakan motor sport buntung bagian belakang alias tanpa spakbor sudah jamak kita temui dijalanan. Motor  sport fairing maupun non fairing banyak mengaplikasikannya untuk sekedar gaya.

image

Saat musim hujan gini tentunya pemilik motor tersebut yang dirugikan. Pasalnya air dari roda belakang nyiprat kemana-mana. Tak jarang SF melihat lampu belakang tertutup kotoran (lumpur) dari roda belakang, cipratan tersebut bahkan nyampai jok belakang. Pernah juga SF melihat lampu belakang jadi aquarium karena air cipratan roda belakang masuk kedalam lampu belakang….

Continue reading “Body belakang buntung, pengen gaya tapi bikin repot”

Wow…Sinnob bakal jual gir belakang secara terpisah

Cukup menggembirakan kabar dari sinnob ini. Informasi yang berhasil SF gali dari sumber yang dapat dipercaya, Continue reading “Wow…Sinnob bakal jual gir belakang secara terpisah”

Tiger pake velg ring 17 mesin terlalu meraung? Solusinya gampang….

image
Ilustrasi dari google

Ban ring 18 dipadu ban kurus saat ini dianggap kurang modern. Alhasil banyak motor sport lawas berganti velg  lebar 17″ . Namun perubahan tersebut efeknya seperti mengganti gir belakang lebih besar. Tarikan maknyuss tapi nafas cepat habis jadinya cepat minta pindah gigi. Kalau sudah seperti ini motor hanya enak di jalan macet… saat jalan lowong mesin terasa lebih menggerung. Tiger SF misalnya untuk mencapai kecepatan 80kpj mesin teriak sekitar 5200rpm.
Continue reading “Tiger pake velg ring 17 mesin terlalu meraung? Solusinya gampang….”

Cara angkat ban depan dan belakang Ninja 250 tanpa paddock

image

Sebenernya sudah lama ini pengen SF share , berhubung baru sekarang sempet mendokumentasikannya jadi ya segera dibikin artikelnya. Bagi pemilik Ninja /CBR mungkin yang pernah ganti ban dah ngerti cara ini, tapi tak ada salahnya bikin artikel ini siapa tahu berguna bagi yang lain.
Continue reading “Cara angkat ban depan dan belakang Ninja 250 tanpa paddock”

Mengapa ban depan lebih kecil ukurannya dibanding belakang

wpid-capture_186.png
Hampir semua motor yang beredar di Indonesia mempunyai ukuran lebar ban depan yang lebih kecil/tipis dibanding belakang. untuk motor CC kecil mungkin berbeda 1-2 tingkat namun untuk moge perbedaan ukuran ban depan-belakang malah semakin besar. Kita liat contohnya motor bebek depan lebar 80 belakang 90, atau motor semi moge :mrgreen: N250fi ban depan lebarnya 110 dan belakang 140. ER 6 malah lebih jauh lagi bedanya 120 dengan 160.
ER6 black
Untuk menjawab mengapa ban depan lebih tipis dibanding belakang ini SF mencoba mencari info dibeberapa forum luar… Didapat kesimpulan sebagai berikut :
Continue reading “Mengapa ban depan lebih kecil ukurannya dibanding belakang”

Mengapa kampas rem cakram belakang lebih cepat habis?

image

Entah hal ini terjadi hanya pada tunggangan SF atau juga pada yang lain. Dua motor tunggangan SF menganut dual disc brake, yang pertama honda tiger dan kawasaki ninja 250. Untuk honda tiger telah modif piringan cakram depan lebar bagian depan dan sudah dipasang cakram belakang. Penggantian kampas rem belakang teramat sangat sering, 3-4 kali ganti kampas belakang sedangkan kampas rem depan baru sekali. Pada ninja juga demikian, kampas belakang sudah ganti sekali sekitar 2000an km sedangkan yang depan masih sangat tebal. Saat itu kondisi piranti pengereman ninja masih standar (belum upgrade cakram depan lebar).
Awalnya SF pikir penyebab kampas rem belakang lebih cepat habis karena modif cakram belakang pada tiger tidak sempurna,karena terlihat saat penggantian kampas rem bagian kampas yang kemakan ga rata/miring, kondisi piringan cakram depan tiger juga diganti lebih lebar. Tapi ternyata pada ninja yang pengeremannya standar kampas belakang juga lebih cepat habis. Berarti ada hal lain yang menyebabkan demikian. Secara nyata beban yang diderita rem belakang berarti lebih dibanding rem depan.
1.  Dengan kata lain penggunaan rem belakang lebih sering dibagian depan. Hal ini karena rute harian SF menembus kemacetan. Di kondisi macet,rem belakang lebih banyak digunakan karena ga banyak mempengaruhi handling motor, handle motor tetap ringan dibelokkan untuk mencari celah diantara mobil atau menghindari jalan ga rata. Rem depan  digunakan saat kecepatan terlalu tinggi, perlu diperhatikan saat pengereman depan tentunya motor susah bermanuver, lah bobot motor dan pengendara berpindah kedepan, jika dipaksa manufer selain resiko selip, posisi shock depan naik-turun seiring penggunaan rem depan bikin menyusahkan pengendalian. Pada prakteknya mungkin rem depan-belakang di gunakan berbarengan namun saat menghadapi kemacetan dan menjaga keseimbangan rem depan lebih cepat dilepas dibanding belakang.
Tentunya berbeda saat berkendara normal. Rem depan lebih dominan penggunaannya. Apalagi yang rutenya jarang macet.
Logikanya semakin tinggi kecepatan motor lebih dominan penggunaan rem depan untuk mengurangi laju… lihat contoh kasus motogp/superbike. Waktu ngerem ekstreem bahkan ban belakang sering ga nempel aspal :-).
2.Atau habisnya kampas rem belakang disebabkan hal lain seperti misal besarnya piringan depan lebih besar dibanding belakang.
3. Ataukah Riding style yang bikin kampas belakang lebih cepat habis.
image

Monggo share pendapat dan pengalamannya, apakah yang rutenya lowong/jarang macet juga sama kasusnya atau malah terbalik. Alias kampas depan lebih duluan habis dibanding belakang?

NB: kampas rem depan- belakang tiger dan Ninja 250 milik SF tipenya sama-sama (kaliper 2 piston)

Repost : New Vixion tidak diperuntukkan pasang box belakang?-Bagi modifikator Indonesia mah Ecesss!-

New vixion ga disediakan behel belakang. Meski demikian New Vixion dibekali coakan di bodi belakang yang cukup kuat untuk menggeser motor.

image

Bagi kaum boxer yang doyan turing, behel belakang terutama bagian dudukan bautnya jadi tempat braket box ditautkan kuat. Dengan ketiadaan dudukan braket box di belakang tentunya bisa jadi bahan pertimbangan kaum boxer untuk meminangnya. Sebenernya ada juga sih braket universal yang fleksibel penempatan dudukannya (biasanya memanfaatkan baut shock belakang ataupun footstep belakang) namun perlu diingat shock new vixion bukanlah stereo serta footstep belakang tidak ada baut pengikatnya (apakah dilas paten ke rangka? ) .
Sepertinya harapan untuk pasang braket box pada new vixion ada dibawah jok belakang, yakni 4 baut pemegang bodi belakang. Tapi tetap saja jadi keraguan apakah ada space cukup bagi braket jika jok belakang terpasang?

image

image

Jawabannya: Bisa

Kucay lampung menjawab tantangan

http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?21622-Rack-bracket-yamaha-new-vixion-lightning,

gambar ada dikolom komentar

Ukuran diameter beda depan belakang. Ndakk masyallllaahh… Malah enak

Modif ini pernah SF terapkan pada GL max tunggangan SF sewaktu SMA. Velg depan memakai produk aftermarket D.I.D. ukuran 17″ sedang yang belakang memakai Velg honda Tiger 18″ lengkap dengan bannya. (Fyi Velg ori GL max 125 ukuran 18″ depan belakang). Efek ganti velg depan dengan ukuran lebih kecil seperti menaikkan shock depan, jadinya GC sedikit lebih rendah. Enaknya lagi, lebih kecilnya lingkar roda depan bikin handling jadi jauh enteng dan lincah dibanding standarnya. Efek ga enaknya sih roda depan terasa lebih sensitif terhadap lubang, tapi bisa disiasati dengan penggantian ban setingkat lebih lebar dibanding orisinalnya.

image
Satu-satunya foto kenangan dengan GL max yang tersisa

Sedangkan upgrade velg belakang dengan diameter sama namun velg dan roda lebih lebar bikin stabil di jalan lurus. Jadi modif diatas cukup memberi keuntungan handling dan stabilitas meningkat. Tapi kalau dipraktekkan untuk velg CW bikin tongpes… lah kudu beli satu set, belum lagi jika ingin gambotin sektor belakang… kudu beli 2 set velg CW… :mrgreen: Makanya buat tiger SF cukup pakai 17″ depan -belakang tapi tapak lebar. Lagian velg lebar 18″ buat tiger emang ga ada yang jual

Lipat kembali footstep belakang jika tak terpakai

image

Sepele… namun beresiko jika di abaikan. Footstep “njeplak” beresiko kesenggol motor lain maupun kaki rider lain. Beda saat ada pemboncengnya, rider lain pasti lebih jaga jarak saat kemacetan agar setang ga nyenggol si pembonceng. Kebiasaan riding dijakarta sedikit lebih ekstreem, ada space dikit saja segera ada yang nyerobot. Lebih berbahaya lagi footstep yang terbuat dari logam full. Kena kaki pasti sakitnya ga nahan… , kalau jatuh nindih kaki apa ga berabe tuh. So…. lipat footstep boncenger jika ga kepakai.

image