bensin

All posts tagged bensin

Aktivitas antri bensin seringkali jadi sangat menyebalkan karena antrian panjangnya. Karena itu seringkali SF isi fulltank biar ga sering mampir POM. 

Terakhir ngisi Ninja pertamax 100 rb, abis gitu motor ga kepakai sebulan lebih gara2 jalanan tambah macet semenjak pembangunan flyover dan LRT.

Daripada bensin ninjanya kadaluarsa, SF pindah ke Nmax… untung tanki bensin rendah, tinggal pakai selang , bensin Ninja gampang  berpindah ke Nmax tanpa kocar kacir. Tiger juga gitu sering disedot oleh Nmax. Lumayan nih punya 2 tandon bensin cadangan dirumah 😆


SF memanfaatkan selang pompa aquarium yang fungsi aslinya untuk menguras aquarium. Tinggal remes aja pompanya, bensin langsung mengalir…. praktis…. 

Ninja dan tiger jadi motor weekeend, dan tiap weekend itu isi bensin fulltank biar bisa disedot Nmax  dihari kerja 😛 . Enak isi bensin di komplek perumahan pas liburan… ga pake antri… Nmaxnya jadi ga pernah nge POM dah

Mengejutkan hasil yang dishare otomotifnet. Ertiga matic ternyata lebih irit dibanding manual. Baik untuk dalam maupun luar kota. Dalkot manual 1:12 kmpl dan matic 1:12.3 kmpl, Lukot manual 1:16.5 kmpl dan matic 1:19.3 kmpl. 


Meski secara performa ertiga manual unggul,untuk mobil keluarga rasanya matic cukup menggiurkan dengn kepraktisannya dalam kota.


SF sendiri saat itu milih manual karena prioritas luar kota yang rutenya banyak dilalui truk jadi perlu tenaga instan saat menyalipnya. Tapi seringkali galau pengen yang matic saat diperkotaan… 😆

Kalau untuk motor , saat ini bisa dikatakan manual/semi manual masih lebih irit dibanding matic. Kedepannya ? Who khows…. 🙂

Sumber pengetesan : http://otomotifnet.com/Mobil/Test/Mana-Lebih-Kencang-Dan-Hemat-Suzuki-Ertiga-Bensin-Vs-Diesel-Hybrid

Entah sudah berapa kali SF mendengar kabar bahwa bensin shell merusak kendaraan… Baru- baru ini rekan SF satu seksi motor vespanya macet pistonnya setelah pakai bensin Shell super. Montirnya menduga karena ga cocok dengan bensin shell super.

Ada lagi pengakuan pemilik Suzuki xl7 yang kebetulan ganti BBM shell langsung kena fuelpumpnya… 

Lantas bagaimana menurut pendapat SF?…. 

SF ga berani berpendapat aneh-aneh ntar kena UU ITE :mrgreen: .. cukup share pengalaman saja…

3 motor SF yang sering SF pakai adalah tiger 2004, Ninja karbu 2009, Nmax 2015. Cukup rasanya mewakili 3 generasi dan 3 jenis berbeda. Ketiga motor tersebut langganan menggunakan shell.

-Tiger motor turing jadul karburator dengan kompresi rendah, BBM paling sering menggunakan shell super

-Ninja 250 motor sport karburator kompresi tinggi BBM seringnya memakai Shell Vpower

-Nmax motor modern berinjeksi kadang menggunakan shell super kadang Vpower

Ada masalah terkait penggunaan BBM shell? Nope tidak ada sama sekali… motor tetap segar bugar ga pernah ada masalah… jadi isu terkait bbm shell merusak kendaraan bagi SF tidak terbukti. Secara feeling sih perbandingan  shell dengan produk pertamina yang punya oktan sejenis, sama saja performa dan keiritannya… 

lantas kenapa pakai shell? Karena shell menganggap konsumen adalah raja lihat saja pakaian pegawainya rapi penampilannya juga menarik, Pom Bensinnya luas dan  tempatnya lebih rapi dan bersih, antrian lebih sedikit. Diskriminasi mobil dan motor kurang terasa disini… seluruh pegawai nampak sibuk melayani konsumen…ga seperti karyawan POM bensin pertamina… ada karyawan yang kewalahan melayani konsumen, ada juga yang nganggur menunggu mobil datang … 

Jumat seminggu lalu saat pulang kerja, Tiger tiba tiba mogok. Pas macet lagi…. SF pikir bensinnya campur air. Segera SF buka baut pembuangan bensin dimangkok karbu, dan bensin cuma keluar beberapa tetes dan mampet!

SF coba getok pakai gagang obeng beberapa kali, dan untung bensin mengalir kembali….. problem solved dengan cara getok karbu :mrgreen: . Segera SF tutup baut pembuangan bensin, dan kembal melanjutkan perjalanan pulang. 

Sekitar 3 KM kemudian tiger kembali mogok… karena dah tau masalahnya SF getok lagi tuh karbu… tiger kembali mau dihidupkan. Nyampai rumah digletakin saja tuh tiger selama seminggu.

Baru minggu kemaren SF sempatkan bongkar karbu tiger… begitu buka mangkuk karbu langsung ketahuan masalahnya… ada parts berupa corong kecil yang lepas dari tempatnya.

 Parts ini rupanya menghalangi pelampung bensin untuk turun. Pelampung bensin ini berfungsi layaknya katup bensin… kalau posisinya turun, katup bensin terbuka. Bensinpun turun memenuhi mangkok karbu. Bensin yang memenuhi mangkuk akan mengangkat pelampung, saat itu katup bensin tertutup dan bensin berhenti mengalir. 
Kalau pelampung keganjel ga mau turun ya bensin ga ngalir… mogok dahhh…

Karena fungsinya ga jelas, SF copot saja parts yang ganjel pelampung itu… SF coba stater dan geber-geber tiger ga ada masalah…

Jadi kira-kira apa fungsi parts kecil berupa corong dari plastik didalam mangkok karbu itu ya?

Kenapa sih tiap berangkat kerja penunjuk konsumsi bensin Average pada Nmax SF selalu turun… (artinya tambah boros). Penasaran SF terjawab setelah pagi ini coba ngetes konsumsi BBM… pas dirumah reset MID. Dan gas…

Gaya berkendara SF dimirip-miripkan saat ngetes BBM beberapa hari lalu dimana saat pulang kantor SF dapatkan konsumsi bensin 1:40,1 km/l . 

Keluar dari harapan indah sampai walikota Jaktim konsumsi bensin lebih irit melewati 1:42km/l karena jalanan lowong. Selepas itu konsumsi turun lumayan drastis karena jalanan merambat. Apalagi pas lampu merah yang lebih dari 2 menit… Bisa turun 1-2 digit pada MID.

Tercatat ada 3 lampu merah dan 1 Palang Kereta pada jalur antara Harapan Indah hingga Kalibata. Kali ini SF kena 2 lampu merah lumayan lama, plus 1 palang kereta di pengadegan-kalibata… SF kudu nunggu 3 kereta lewat sekitar 3 menitan lah, biasa ini mah.. pernah nunggu sampai 4 kereta lewat!!! 

Saat berhenti di Palang kereta deket kantor konsumsi bensin masih menunjukkan 1:35,5 km/l, ga sampai 300 ratus meter sampai kantor konsumsi bensin jadi 1:33,3 km/l. Cuma gara2 palang kereta .

Hasil pengetesan kali ini cukup jauh selisihnya dibanding saat pulang kerja Senin kmaren, dimana Nmax dengan BBM V-power dan filter Ferrox dapat hasil 1:40,1 km/l. Kok bisa jauh ya selisihnya… padahal waktu dan jarak tempuh sama…

Positif salah satunya karena saat berangkat kerja lewat 3 lamer dan 1 Palker, sedangkan saat pulang kerja cuma kena 2 Lamer (1 lamernya jarang kena karena jalur prioritas, lampu merahnya bentar bgt)

Kalau pengen irit gampang… pas lampu merah dan Palang Kereta matiin mesin saja.  🙂

Disini fungsi SSS melakukan tugasnya, ga mustahil dalam rute dalam kota bisa ngirit 4 km/l kalau banyak lampu merahnya.

Seperti yang diduga sebelumnya, Ferrox yang berpengaruh terhadap performa motor pastinya juga mempengaruhi konsumsi BBM…

Senin kmaren SF sengaja mereset trip meter dan MID AVG (konsumsi bensin rata-rata) pada Nmax. Kenapa Senin… biasanya di hari Senin ini trafic lebih padat. Pas untuk tau konsumsi Nmax tanpa dibuat buat

Terbukti memang benar trafic lebih padat… namun ga terlalu banyak bedanya dengan hari-hari normal. Perjalanan kalibata harapan indah ditempuh dalam 69 menit untuk 26km. Dari parkiran kantor 17.05 sampai rumah 18.14

Cukup lumayan konsumsi bensinnya… 1:40,1 menggunakan BBM V-Power. 

Ternyata penggunaan filter aftermarket ga bikin boros kannn….

Vpower atau pertamax plus bikin Nmax makin ngacir… jeda antara puntiran gas dan laju motor makin terpangkas. Apalagi pakai filter. Afternarket…Motor jadi enteng larinya… tapi kalau rider gampang tergoda… tiap ketemu jalan lowong pengennya muntir gas… jadinya ya borosss…. 🙂

Tiger sebenarnya sudah punya filter bensin yang menyatu pada kran bensin. Biar bensin lebih murni bebas air dan kotoran, SF putuskan untuk memasang filter tambahan .

Dulu SF dah pernah pasang ( cek artikel lawasnya disini ). 

Filter ini ternyata kurang ampuh

Tapi filter yang biasa digunakan di motor bebek tersebut kurang efektif menyaring kotoran dan air. Buktinya di penampungan karburator, masih terdapat air dan kotoran

SF putuskan untuk ganti yang lebih baik. Setelah konsultasi dengan owner formula motor dikawasan harapan indah, SF memilih filter yang dianjurkan. Filter ori punya Scorpio seharga 50rb. Modelnya menggantung, inlet dan outlet berada diatas.

Model seperti ini bikin air dan kotoran ngendap di bawah, ga ngikut ke karbu dah…. 

Untuk memperkuat sambungan bisa memakai klem khusus atau cable tie. Monggo dijajal

Terkait dengan tes konsumsi bensin Nmax yang SF lakukan beberapa pekan lalu ( baca disini ). Kondisi harian, konsumsi Nmax menghasilkan angka real 1:38,2 km/l dengan penunjuk pada spedometer (MID) menunjukkan angka 1:38,9 km/l. Beberapa rekan dan pembaca penasaran bagaimana bisa Nmax yang bermesin 150cc bisa irit padahal jalur tergolong macet. Baiklah mungkin penjelasan ini bisa menjawab :

1. Kondisi rute

SF dibantu oleh jalur bebas hambatan sekitar 5km…(BKT pulo Gebang menuju Bekasi). meski sebelumnya macet, dijalur luancar ini konsumsi bensin lumayan tertolong jadi lebih irit (Bar keiritan bahkan bisa manteng di bar 4-5  dari 6 bar)

2. Riding style

SF memang bukan orang yang suka riding pelan… tapi ga pernah grusa grusu ngegas dan ngerem dadakan. Jadi klo mau kenceng ya ngegasnya cukup diurut… ga diplintir dadakan… maklum dah berumur…. wkqmw

3. Kondisi motor

Motor saat itu dalam kondisi fit karena habis di servis.

Itu yang bikin Nmax SF jadi irit…. 

sekarang gimana? Susah dapet angka segitu…. ! Jalur bekasi timur raya sedang perluasan trotoar dengan mengorbankan jalan raya. Dulu banyak kendaraan lewat jalur busway…  SF yang lewat jalur biasa jadi lebih lancar karena kepadatan terbagi. Sekarang jalur busway steril karena dijaga petugas. Jalur normal jadi makin padat…. motor apapun jadi boros kaya gini. Apalagi motor SF dah 4000km ga diservis (cuma ganti oli tiap 2000km). Rata-rata harian AVG menunjukkan angka sekitar 1:36 km/l. Bahkan pernah saat macet parah (kalibata – Harapan indah 90 menit!) konsumsi bensin dibawah 1:30. Menurut SF sih masih tergolong irit … ninja dan tiger lawas SF jelas lebih boros…..kwkqkq

Sebenarnya sepele sekali test kali ini… Tapi baru sempet SF lakukan. Metodenya full to full… Sebelumnya SF isi full Nmax menggunakan shell super. Setelah terisi penuh hingga hampir luber, SF reset trip meter dan petunjuk konsumsi bensin avg (average = rata2). Dipakai deh ngantor beberapa hari… Termasuk juga dipakai bunda nganter Faiz sekolah. 

Setelah meteran bensin berkedip SF putuskan untuk isi bensin lagi dengan tetap menggunakan shell super. Kondisi trip meter pada saat mengisi bensin menunjukkan 234,8 km 

Bensin yang dibutuhkan untuk mengisi kembali tanki Nmax hingga penuh sebanyak 6,15 liter. Artinya konsumsi bensin real sebesar 234,8km: 6,15l=38,2 km/l

Saat itu Penunjuk konsumsi bensin pada MID Nmax menunjukkan angka  38,9 km/l ….  
ternyata selisihnya dengan kknsumsi real ga beda jauh… Termasuk akurat lah….

Konsumsi tersebut dicapai dalam kondisi harian normal cenderung macet (26 km rata rata dicapai dalam waktu 75 menit ), riding style ga dibuat buat, bobot rider 100 kg :mrgreen: display sepanjang testing ini sengaja Ga SF set pada posisi yang menunjukkan besarnya konsumsi bensin AVG, namun SF posisikan agar menunjukkan jarak tempuh agar ga mempengaruhi riding style SF 

Taruna SF tercatat 3 kali turing Jakarta Surabaya sebelum dikandangkan di kediaman SF di Surabaya untuk kereta kencana orang tua. Ertiga SF juga 3 kali turing Jakarta-Surabaya

image

Bagaimana kesan menggunakan kedua mobil tersebut untuk perjalanan jauh? Baca selengkapnya ulasan dibawah ini…. Continue Reading