Lamer dan Palker ikut sumbang pemborosan BBM lumayan signifikan

Kenapa sih tiap berangkat kerja penunjuk konsumsi bensin Average pada Nmax SF selalu turun… (artinya tambah boros). Penasaran SF terjawab setelah pagi ini coba ngetes konsumsi BBM… pas dirumah reset MID. Dan gas…

Gaya berkendara SF dimirip-miripkan saat ngetes BBM beberapa hari lalu dimana saat pulang kantor SF dapatkan konsumsi bensin 1:40,1 km/l . 

Keluar dari harapan indah sampai walikota Jaktim konsumsi bensin lebih irit melewati 1:42km/l karena jalanan lowong. Selepas itu konsumsi turun lumayan drastis karena jalanan merambat. Apalagi pas lampu merah yang lebih dari 2 menit… Bisa turun 1-2 digit pada MID.

Tercatat ada 3 lampu merah dan 1 Palang Kereta pada jalur antara Harapan Indah hingga Kalibata. Kali ini SF kena 2 lampu merah lumayan lama, plus 1 palang kereta di pengadegan-kalibata… SF kudu nunggu 3 kereta lewat sekitar 3 menitan lah, biasa ini mah.. pernah nunggu sampai 4 kereta lewat!!! 

Saat berhenti di Palang kereta deket kantor konsumsi bensin masih menunjukkan 1:35,5 km/l, ga sampai 300 ratus meter sampai kantor konsumsi bensin jadi 1:33,3 km/l. Cuma gara2 palang kereta .

Hasil pengetesan kali ini cukup jauh selisihnya dibanding saat pulang kerja Senin kmaren, dimana Nmax dengan BBM V-power dan filter Ferrox dapat hasil 1:40,1 km/l. Kok bisa jauh ya selisihnya… padahal waktu dan jarak tempuh sama…

Positif salah satunya karena saat berangkat kerja lewat 3 lamer dan 1 Palker, sedangkan saat pulang kerja cuma kena 2 Lamer (1 lamernya jarang kena karena jalur prioritas, lampu merahnya bentar bgt)

Kalau pengen irit gampang… pas lampu merah dan Palang Kereta matiin mesin saja.  đź™‚

Disini fungsi SSS melakukan tugasnya, ga mustahil dalam rute dalam kota bisa ngirit 4 km/l kalau banyak lampu merahnya.

Ferrox plus Vpower tambah irit dan garang, asallll gaya berkendara terjaga

Seperti yang diduga sebelumnya, Ferrox yang berpengaruh terhadap performa motor pastinya juga mempengaruhi konsumsi BBM…

Senin kmaren SF sengaja mereset trip meter dan MID AVG (konsumsi bensin rata-rata) pada Nmax. Kenapa Senin… biasanya di hari Senin ini trafic lebih padat. Pas untuk tau konsumsi Nmax tanpa dibuat buat

Terbukti memang benar trafic lebih padat… namun ga terlalu banyak bedanya dengan hari-hari normal. Perjalanan kalibata harapan indah ditempuh dalam 69 menit untuk 26km. Dari parkiran kantor 17.05 sampai rumah 18.14

Cukup lumayan konsumsi bensinnya… 1:40,1 menggunakan BBM V-Power. 

Ternyata penggunaan filter aftermarket ga bikin boros kannn….

Vpower atau pertamax plus bikin Nmax makin ngacir… jeda antara puntiran gas dan laju motor makin terpangkas. Apalagi pakai filter. Afternarket…Motor jadi enteng larinya… tapi kalau rider gampang tergoda… tiap ketemu jalan lowong pengennya muntir gas… jadinya ya borosss…. 🙂

Tambahan filter bensin, pakai punya scorpio lebih mantab

Tiger sebenarnya sudah punya filter bensin yang menyatu pada kran bensin. Biar bensin lebih murni bebas air dan kotoran, SF putuskan untuk memasang filter tambahan .

Dulu SF dah pernah pasang ( cek artikel lawasnya disini ). 

Filter ini ternyata kurang ampuh
Tapi filter yang biasa digunakan di motor bebek tersebut kurang efektif menyaring kotoran dan air. Buktinya di penampungan karburator, masih terdapat air dan kotoran

SF putuskan untuk ganti yang lebih baik. Setelah konsultasi dengan owner formula motor dikawasan harapan indah, SF memilih filter yang dianjurkan. Filter ori punya Scorpio seharga 50rb. Modelnya menggantung, inlet dan outlet berada diatas.

Model seperti ini bikin air dan kotoran ngendap di bawah, ga ngikut ke karbu dah…. 

Untuk memperkuat sambungan bisa memakai klem khusus atau cable tie. Monggo dijajal

Nmax SF kok bisa irit banget ya padahal jalur macet

Terkait dengan tes konsumsi bensin Nmax yang SF lakukan beberapa pekan lalu ( baca disini ). Kondisi harian, konsumsi Nmax menghasilkan angka real 1:38,2 km/l dengan penunjuk pada spedometer (MID) menunjukkan angka 1:38,9 km/l. Beberapa rekan dan pembaca penasaran bagaimana bisa Nmax yang bermesin 150cc bisa irit padahal jalur tergolong macet. Baiklah mungkin penjelasan ini bisa menjawab :

1. Kondisi rute

SF dibantu oleh jalur bebas hambatan sekitar 5km…(BKT pulo Gebang menuju Bekasi). meski sebelumnya macet, dijalur luancar ini konsumsi bensin lumayan tertolong jadi lebih irit (Bar keiritan bahkan bisa manteng di bar 4-5  dari 6 bar)

2. Riding style

SF memang bukan orang yang suka riding pelan… tapi ga pernah grusa grusu ngegas dan ngerem dadakan. Jadi klo mau kenceng ya ngegasnya cukup diurut… ga diplintir dadakan… maklum dah berumur…. wkqmw

3. Kondisi motor

Motor saat itu dalam kondisi fit karena habis di servis.

Itu yang bikin Nmax SF jadi irit…. 

sekarang gimana? Susah dapet angka segitu…. ! Jalur bekasi timur raya sedang perluasan trotoar dengan mengorbankan jalan raya. Dulu banyak kendaraan lewat jalur busway…  SF yang lewat jalur biasa jadi lebih lancar karena kepadatan terbagi. Sekarang jalur busway steril karena dijaga petugas. Jalur normal jadi makin padat…. motor apapun jadi boros kaya gini. Apalagi motor SF dah 4000km ga diservis (cuma ganti oli tiap 2000km). Rata-rata harian AVG menunjukkan angka sekitar 1:36 km/l. Bahkan pernah saat macet parah (kalibata – Harapan indah 90 menit!) konsumsi bensin dibawah 1:30. Menurut SF sih masih tergolong irit … ninja dan tiger lawas SF jelas lebih boros…..kwkqkq

Test konsumsi bensin Nmax full to full dengan shell super kondisi harian plus perbandingan dengan MID

Sebenarnya sepele sekali test kali ini… Tapi baru sempet SF lakukan. Metodenya full to full… Sebelumnya SF isi full Nmax menggunakan shell super. Setelah terisi penuh hingga hampir luber, SF reset trip meter dan petunjuk konsumsi bensin avg (average = rata2). Dipakai deh ngantor beberapa hari… Termasuk juga dipakai bunda nganter Faiz sekolah. 

Setelah meteran bensin berkedip SF putuskan untuk isi bensin lagi dengan tetap menggunakan shell super. Kondisi trip meter pada saat mengisi bensin menunjukkan 234,8 km 

Bensin yang dibutuhkan untuk mengisi kembali tanki Nmax hingga penuh sebanyak 6,15 liter. Artinya konsumsi bensin real sebesar 234,8km: 6,15l=38,2 km/l

Saat itu Penunjuk konsumsi bensin pada MID Nmax menunjukkan angka  38,9 km/l ….  
ternyata selisihnya dengan kknsumsi real ga beda jauh… Termasuk akurat lah….

Konsumsi tersebut dicapai dalam kondisi harian normal cenderung macet (26 km rata rata dicapai dalam waktu 75 menit ), riding style ga dibuat buat, bobot rider 100 kg :mrgreen: display sepanjang testing ini sengaja Ga SF set pada posisi yang menunjukkan besarnya konsumsi bensin AVG, namun SF posisikan agar menunjukkan jarak tempuh agar ga mempengaruhi riding style SF 

Taruna dan Ertiga Untuk Mudik

Taruna SF tercatat 3 kali turing Jakarta Surabaya sebelum dikandangkan di kediaman SF di Surabaya untuk kereta kencana orang tua. Ertiga SF juga 3 kali turing Jakarta-Surabaya

image

Bagaimana kesan menggunakan kedua mobil tersebut untuk perjalanan jauh? Baca selengkapnya ulasan dibawah ini…. Continue reading “Taruna dan Ertiga Untuk Mudik”

Ertiga teririt itu ternyata standar pabrikan, ini tipsnya

Event eco driving rally kelas MPV yang dulunya selalu dimenangi Grand Livina, beberapa tahun terakhir dimenangkan oleh Ertiga. Ada pertanyaan sahabat blog di FB menanyakan apakah ertiga yang konsumsi bensinnya melebihi1:26 dengan rute bervariasi (termasuk rute padat) bbm pertamax, dalam kondisi standar?
SF coba klarifikasi kepada drivernya langsung… dan ini jawabnya :

image

Continue reading “Ertiga teririt itu ternyata standar pabrikan, ini tipsnya”

Edian… Ertiga bisa irit 1:26,32kmpl

Ampunnnn dah… mobil SF yang sudah dibikin irit dengan modif header saja mentok cuma dapat 1:20 jalur anyer sampai pintu gerbang tol bekasi barat…. begitu keluar dari tol ke Harapan indah turun jadi 1:18.8 … lah ertiga yang yang disupiri wanita ini malah bisa dapat konsumsi bensin 1:26,32 km/l! Ini mobil MPV 1400cc lohhhh…. metode pengukuran juga ga berpatokan dari MID namun dari metode full to full!

image

Rekor tersebut tecatat dalam lomba Eco Driving Rally (monggo googling sendiri di google) yang diadakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
Ga bisa dibayangkan bagaimana kesabaran driver sehingga dapat konsumsi bensin segitu di jalur perkotaan dengan tipikal padat dibawah terik matahari

Embuh kok bisa gitu… sepertinya kaki SF kudu banyak disekolahkan :mrgreen:

Kenapa ya susah banget bikin indikator bensin akurat menunjukkan sisa bensin

image
Indikator bensin sebelah kiri

Contoh pada Nmax SF. Beberapa hari lalu Nmax dipakai  berangkat kerja dengan indikator bensin menunjukkan 5 bar alias sudah berkurang 1 bar. Dipakai PP hari itu indikator bensin tidak bergerak padahal kondisi lalin macet puarah gara-gara jalan dikeruk.

Continue reading “Kenapa ya susah banget bikin indikator bensin akurat menunjukkan sisa bensin”

Pengen cari mobil dan ga ingin menyesal… coba intip tingkat kebahagiaan pemilik mobil berbagai segmen berikut

Survey dilakukan terhadap 3000an responden yang tersebar diberbagai propinsi di Indonesia dengan jumlah pertanyaan 109 item. Survey ini digagas oleh otomotifnet (Otomotif Group, Kompas Gramedia). Survey dilakukan atas indeks kepuasan berkendara dan indeks tingkat emosi berkendara
Berikut ini daftar pemuncak di setiap kategori seperti yang dilansir metrotvnews
City hatchback: Honda Brio (53,26%)
Double cabin: Nissan Navara (49,93%)
Full cedan: Toyota Camry (54,97%)
High SUV bensin: Nissan X-Trail (56,86%)
LCGC: Toyota Agya (59,81%)
Low MPV: Suzuki Ertiga (70,89%)
Mid sedan: Honda Civic (50,15%)
Mid SUV bensin: Hyundai Tucson (55,14%)
Mid SUV diesel: Mitsubishi Pajero Sport (67,54%)
Mid hatchback 1500cc: Honda Jazz (62,82%)
Mid MPV: Toyota Kijang Innova (67,05%)
Small hatchback: Kia Rio (54,85%)
Small sedan: Toyota Vios (53.55%)
Small SUV: Daihatsu Terios (53,61%)
Small van: Daihatsu Luxio (57,21%)
Sport: Honda CR-Z (69,16%)
Untuk kategori merk, Nissan jadi jawara diikuti tipis oleh Suzuki yang mengejutkan lebih membahagiakan dibanding merk lain

image

Continue reading “Pengen cari mobil dan ga ingin menyesal… coba intip tingkat kebahagiaan pemilik mobil berbagai segmen berikut”