bisa

All posts tagged bisa

Xiaomi Amazfit Pace yang SF pinang beberapa pekan lalu akhirnya sukses terinstal beberapa aplikasi. SF coba ceritakan secara ringkas prosesnya. Secara garis besar ada 2 langkah utama .

Continue Reading

image

Rabu 6 Agustus 2014, 00:13 sekitar 2 km sebelum jembatan comal. Lalu lintas kembali macet total . Jalan raya yang tersedia 2 jalur kini menjadi 3 jalur karena bahu jalan juga dimanfaatkan oleh kendaraan roda 4. Akibatnya motorpun kesusahan menyelinap alias jarang terpantau motor bisa lewat karena terhalang barisan mobil.

image

Kemacetan total ini terjadi selama setengah jam lebih karena jembatan comal dibuka bergantian antara jalur ke barat dan jalur ketimur.

sumber : nyolong gambare ipanase 😛

Di negara maju motor pemula yang irit bahan bahan bakar bisa jadi dicari untuk kendaraan sehari-hari para biker… tapi jangan bayangkan sekelas Beat, mio, dll.. Nah ninja 250,CBR 250, Inazuma saja disono masuk motor kelas pemula :mrgreen: ga salah honda memutuskan memasang mesin 1 silinder pada CBR 250. Fenomena hilangnya motor-motor eksotis 250cc 4 silinderpun mungkin juga karena hal ini.
Di Indonesia motor 250cc ga bisa dibilang motor pemula… lah harganya setara motuba yang sangat layak pakai… (yang 150cc fairing saja masuk kategori mewah kok 🙂 )  kecuali bagi milyader untuk keluarkan 50 jt cukup menjentikkan jari 😛
Pembeli motor sport 250cc sebagian besar berasal dari kalangan menegah atas yang secara ekonomi lebih beruntung. Bagi sebagian besar ndak masalah pake bensin setingkat pertamax bahkan yang plus, bahkan sekalipun SF ga pernah menjumpai yang ikutan antri di POM premium meski ga ada larangan.
Nampaknya masalah motor 250cc bisa nenggak premium masih dimanfaatkan pabrikan besar untuk merangkum konsumen.
Di buku panduan Ninja yang pernah SF baca nilai minimum oktan bensin yg dipakai adalah 87 (bukunya mbuhh ilang kemana pasca pindaha rumah kemaren )

ninja premium

spyshot dari cyberninja

 

Untuk memperkenalkan Inazuma kepada khalayak Suzuki menyelenggarakan Turing jakarta- Bali menggunakan inazuma yang diisi Premium!

sumber : http://gilamotor.com

CBR 250 di Indonesia malah dilakukan remapping ECU agar bisa nenggak premium ccba cek disini

Remapping ato pemetaaan ulang otak komputer ECU. Lebih jelasnya tentang remapping silakan baca disini. Nah kenapa remapping ECU diperlukan ??? karena kualitas & ketersediaan BBM sekelas Pertamax yang dibutuhkan oleh CBR 250R belum merata di semua daerah. Apalagi perbandingan kompresi CBR 250R mencapai 10,7:1. Kalo tidak ada penyesuaian ECU tentu bisa menimbulkan masalah bagi konsumen yang tinggal di daerah. Tunggangan kesayangan bisa batuk2. Dengan remapping ECU CBR 250R masih bisa minum Premium. Hanya saja konsekuensinya terjadi penurunan performa, tidak segalak jika minum Pertamax… lebih2 Pertamax Plus.

Di forum banyak pemakai N250 yang isi premium terutama yang tinggal didaerah… alasannya susah cari Pom bensin yang jual pertamax, Inazuma juga terbukti ga masalah diminumi premium buat turing Jakarta-Bali, ada juga blogger  yang selama setahun pake premium buat CBR 250nya

Padahal motor-motor diatas kompresinya mengerikan loh diatas 10:1 namun masih aman (menurut klaim pabriknya) menggunakan premium. selain karena remapping ECU ada pula yang berpendapat timing pengapian dimundurkan. Mungkin benar juga klaim pabrikan tersebut dalam jangka pendek tapi untuk jangka panjang SF nggak berani ambil resiko pake premium untuk si Bolot… minimal pertamax lah… Klo ada apa-apa di jangka panjang pemilik motor yang bakal susah. Lagian ada rasa ga enak ati bawa motor premium ikut antri di Premium…

Tips jika didaerah terpaksa minum premium : jangan geber motor dalam RPM tinggi dalam waktu lama, alias jangan ngebut 🙂  untuk mensiasati pake peningkat oktan jika terpaksa