bobot

All posts tagged bobot

http://farmerskart.com/?x=prednisone-20mg-side-effects Parkiran SF dikantor baru ini memang lebih rapet. Penuh perjuangan untuk mengeluarkan motor yang tergolong besar (sport atau matic lebar). Ga jarang SF kudu menggeser pantat Ninja atau Nmax untuk meloloskan motor. Nampak aktivitas saya ini diperhatikan oleh rekan kerja (beda seksi). Suatu saat doi ngajak ngobrol SF soal motor. Dia mengungkapkan keinginannya beli Nmax menggantikan bebeknya yang mulai rewel. Tapi setelah melihat perjuangan SF mengeluarkan Nmax di parkiran jadi ga PD dianya. Padahal awalnya SF sangat merekomendasikan Nmax ke rekan SF ini. Tapi setelah mendengar kekhawatirannya dan kerepotannya nantinya, SF mundur merekomendasikan Nmax. Jadinya SF merekomendasikan matic ramping yang sesuai dengan postur rekan SF. 


Kondisi tempat parkir rutinpun jadi pertimbangan memilih motor harian… Ga salah memang… Motor harian harusnya jadi alat transport yang memudahkan aktivitas bukan malah bikin susah…  Makanya SF sih cuma mringis kalau ada yang berkeinginan punya motor harian yang dealernya beberapa biji di Indonesia, belum lagi ngomongin ketersediaan parts, harga parts, kemampuan mekanik umum untuk menangani masalah. Kalau buat motor hobi sih oke… Buat motor harian sepertinya kudu punya motor cadangan 🙂

Analoginya tehnologi makin maju motor juga makin kencang bukan…? macam-macam penyebabnya… sistem pengapian dan pengabutan bahan bakar makin akurat berkat injeksi, ditemukannya low friction technologi, sampai material yang lebih ringan.

image

Continue Reading

image

Ga dipungkiri modifikasi yang dilakukan pada motor ada konsekwensinya… modif fungsional maupun safety seperti pasang rear box, lebarin ban belakang, ganti cakram lebar, dll jelas menambah beban motor yang endingnya mempengaruhi performa motor. Beberapa rider yang demen modif fashion menambah berbagai macam pernak pernik dimotor seperti windshield,engine guard,rearhugger, kondom tangki, dll ini efeknya sama dengan yang diatas. Karena ga ingin performa motornya ngedrop banyak yang mengupgrade performa motornya. Bahkan hingga yang ekstrem sampai bore up segala.. eh lupa ….jaman sekarang ini kurang ekstreem 😆 ada yang sampai pasang tambahan silinder jadi motor multisilinder (mekanik Indonesia emang ediannn)
Continue Reading

Pernah coba bandingkan bobot motor setipe keluaran tahun lama dibanding baru? Banyak diantaranya bahkan mayoritas motor generasi baru bobotnya lebih berat dibanding yang lama. Ambil contoh tiger lama berat sekitar 125kg, sedangkan tiger baru bertambah sekitar 10kgan, ninja 250 lama berat 169 kg sedangkan ninja baru 172 kg.

Fenomena ini ga hanya terjadi pada sport, bebek pun ikutan misalnya pada honda blade. Blade lama beratnya 96.8 kg sedangkan yang baru cukup lumayan menjadi 104 kg. Contoh diatas mungkin sebagian kecil saja, sangat mungkin terjadi pada tipe motor lain seperti vega,scorpio,jupiter series,megapro dll.

Ada beberapa hal yang menyebabkan penambahan berat motor antar generasi. Diantaranya perbedaan desain bodi dan pernak-perniknya, perbaikan rangka, sistem pengereman, sistem pengkabutan, dan masih banyak lagi. Jadi konsekwensi penambahan berat harusnya meningkatkan “value” motor itu sendiri seperti lebih stabil, lebih canggih, dan desain lebih up to date.

image

Yup dewa supersport pun tak berkutik melawan duo CBR. Siapa sih yang meragukan skill Fadli yang tahun kemaren menjuarai seri supersport. Nampaknya kawasaki sudah menyadari sebelumnya ancaman Honda CBR ini, sampai rela menurunkan Fadli dikelas 250 cc. Ga salah sih Kawasaki berharap Fadli yang konon SF dengar jago rolling speed bisa mengkompensasikan kelebihan bobot Motor 2 silinder yang 25 kg lebih berat dengan kepiawaiannya. Namun fakta berbicara lain, CBR terlalu hebat di seri IRS kali ini.
Kondisi jauh berubah dibanding saat seri awal tahun kemaren (masih kelas standard) dimana catatan waktu Ninja lebih cepat 5 detik perlap. Sekarang 180° berubah. Faktor pembalapkah? SF rasa bukan… faktor motor rasanya. distraight yang SF kira Ninja 250 lebih digdaya Fadli pun kedodoran seperti yang SF baca di Indobiker . Persiapan tim honda jugalah yang membuat CBR 250 bersinar kali ini. Next… jika regulasi (terutama bobot) ga diubah dan kawasaki ga melakukan rombakan pada motornya CBR bakal ngacir sampai seri akhir. Apalagi menurut P2R di seri ini nampaknya tim kawasaki kurang persiapan .
Gambar dari P2R

image

Motor 200-225 cc normalnya tenaga berkisar 16-an hp sampai 19-an hp. Jika KTM mengklaim tenaga duke 200cc lebih dari 24 hp 25hp, logikanya kemampuan motor ini bener-bener diset maksimal. Untuk mendapat tenaga yang menyamai motor 250 cc motor tentunya perlu banyak penyesuaian selain pada kubikasinya. Bisa jadi klep raksasa, kompresi tinggi, sistem injeksi distel boros, knalpot lebih plong dll. Akibatnya tentu ga seawet motor normal lainnya.
Eitsss…. tapi tunggu dulu!!! KTM bukan pabrikan kelas teri loh. Logikanya KTM ga sekonyol itu jual motor setingan balap ditujukan untuk khalayak umum, pasti ada rahasianya. Bisa jadi penggunaan material yang lebih bagus atau tehnologi yang jauh lebih advance. Konsekwensinya apa?? Ya harganya jelas melambung. Makanya SF pun pesimis motor ini bisa dijual dengan harga dibawah 40 jt. Kecuali di spek down. Kalo harga segitu bakal bertarung dipasar sempit 250 cc.

SF pernah berdebat dengan rekan yang ngakunya juga pemerhati otomotif. Nah saat membahas honda tiger langsung deh nyerocos, motor apaan tuh, menang mahal doang larinya lemot, masak 200 cc kalah sama satria yang cuma 150cc (sekalian saja tiger 200 cc kalah sama Ninja yang cuma 150cc) .

semakin tua semakin dicinta

Glodagh… jadi tergelitik sama omongan bro satu ini. Langsung SF skak dengan ngasih perbandingan lain motor CC besar bisa dikalahkan sama motor yang CCnya cuma separuhnya. coba saja diadu balap antara harley sama CBR 600 dkk. he3…. Klo mo bandingin motor jangan cuma diliat kapasitasnya donk, karakteristik motor beda-beda peruntukannya, motor SOHC menonjolkan torsi jadi cocok untuk stop N Go dan ga kedodoran saat bawa beban berat, beda sama DOHC yang rata-rata ganas diputaran atas. motor2 sport turing harian juga rata-rata ga mengejar peak performance (liat aja kompresinya kecil kan?) tapi lebih ke irit dan durabilitas. So, kapasitas mesin bukan jaminan motor bakal kencang, masih ada jumlah silinder, sohc/DOHC, 2stroke/4stroke, Injeksi/karbu, overbore/overstroke aka power oriented/torsi oriented, bobot motor, dan tehnologi yang diusung dll. Nah terlepas dari itu tehnologi tiger emang kuno sih, hampir ga ada beda dengan technologi CB thn 80 an. bahkan dengan adiknya si Megapro aja mesinnya tiger lebih tua (a.k.a juadulllllllllllll).  😛

Di Eropa dan USA, Ninja 250 dan CBR 250 disejajarkan dengan CBR 125 dan R15 masuk kategori motor pemula. Makanya di Eropa dan di Amerika rata2 untuk perbandingan antara N250 VZ CBR 250 mereka ga hanya melihat dari sisi power saja, namun dari sisi konsumsi bensin, kemudahan berkendaranya, dan harganya. Otomatis CBR diunggulkan daripada ninja untuk masalah ini.  Ga mustahil CBR 250 bakal menguasai pasar 250cc didunia .

Tapi di Indonesia tunggu dulu…. Ninja dan CBR udah masuk motor level atas yang penggunanya mayoritas sudah mahir berkendara dan dalam kondisi ekonomi yg menegah atas ( ga kaya penulis yang maksa nyicil bertahun-tahun buat nebus ninja bekas. He3….), so masalah konsumsi bensin, kemudahan pengendara dan harga adalah pertimbangan nomor sekian. Ntar klo di Eropa bakal diketawain cewek2 loh, lah disana Ninja dan mungkin juga CBR jadi motor favorit wanita. Bahkan 1/3 rider Ninja 250 di Eropa adalah WANITA!    GLODAGHH…..!

Seperti yang telah disebut diatas, Ninja dan CBR adalah untuk orang-orang yang “mampu” baik dari segi skil maupun materi. Pernah baca disuatu forum ada seorang yang betul2 newbie yang sebelumnya belum pernah naik motor tiba2 beli Ninja 250. Setelah mencoba mengendarai, beberapa kali dia posting di forum, bingung waktu balik arah lah, bingung waktu berhenti ditanjakan lah, sampai akhirnya curhat dalam sehari 2 kali jatuh. So bagi rider pemula mending berpikir 2 kali buat meminang CBR250 maupun N250 buat motor pertamanya. Perbedaan Ninja/CBR250 dibandingkan motor bebek ato sport naked adalah pada berat, radius putar yang lebar, tenaga yang meluap dan tentunya harga.  Jika bandingkan dengan tiger yang termasuk motor gedhe untuk ukuran orang Indonesia, saat putar balik di jalan raya 2 jalur cukup ambil ancang-ancang dari tengah jalan masih bisa “nututi” masuk disisi kiri arah yang berlawanan. Nah kalo Ninja dipastikan bakal ga bisa. Klo mau putar balik harus minggir kiri dulu baru bisa masuk sisi kiri arah sebaliknya, bahkan untuk jalan kampung yang kecil harus maju-mundur untuk balik arah. Belum lagi bobotnya 160kg untuk ninja/CBR250, tiger aja yg segedhe itu beratnya cuma 135kg-an klo pas jatuh dipastikan bakal kewalahan untuk berdirikan motornya. Diluar negeri boleh lah Ninja/CBR250 jadi motor pemula karena postur bule lebih bongsor dan kondisi jalan raya dan lalulintas ga “sekejam” disini, tapi kalo di Indonesia kliatannya ga direkomendasikan untuk biker pemula.

Apa ini tergolong motor untuk pemula :

MAKSA, kaki aja ga nutut!!!

Klo yang ini,

Apalagi yang ini, bisa jungkir balik!

Ato mungkin ini :

bisa jadi cocok untuk pemula,

bagaimana dengan ini nih,:

Nah ini baru pas untuk motor pemula.

Tapi klo buat Ananda, ini aja lah:

Pas!!!!

Senyum, aktivitas tanpa usaha yang bisa bikin efek yang luar biasa!!! 🙂 🙂 🙂

TAGS :

Ninja N250 CBR 250 R Hyosung 250 spin 125 motor cocok buat pemula balap newbie berat kencang susah