bonceng

All posts tagged bonceng

image

Beberapa kali SF mengingatkan pengendara roda dua karena anak kecil yang dibonceng dibelakang ngantuk bahkan tertidur, hingga posisi boncengnya miring-miring hampir terjatuh. Pernah juga menolong bapak-bapak terjatuh dan anak yang diboncengnya terlempar agak jauh ketengah jalan. Untung kondisi lalu lintas sepi. Untuk mencegah dan meminimalkan resiko saat membonceng anak kecil ada alat berupa sabuk khusus untuk membonceng anak.
Continue Reading

image

Hindari hal-hal berikut ini :
1. Pakai rok panjang dan bonceng miring (hadap samping)
Riskan banget roknya masuk ke rantai/gir. Sudah berapa kali SF peringatkan boncenger cewek yang kaya gini.
image
2. Pakai pakaian/blues/jaket/mantel hujan kelelawar sampai menutup lampu rem dan sein.
Hal ini juga sering SF jumpai. Pengendara belakang jadi ga bisa memantau pergerakan motor didepannya.
3. Habis keramas helm malah ga dipakai.
Alasannya sekalian biar rambut cepet kering. Tapi resiko kepala pecah, mau?!
4. Membawa perhiasan berlebih, atau kurang hati- hati menempatkan tas bawaan.
Resiko di jambret. Pernah kejadian tante SF dijambret saat kurang waspada mengamankan tas bawaannya.
5. Memakai pakaian ketat/seksi.
Nah ini yang paling gawat, sudah berapa kali SF accidentally menyaksikan celengan gratisan. Biasanya karena tshirt yang kurang panjang dan celana ketat. Dipadu dengan jaket pressbody yang ga menutup sampai bawah. Sering kali saat dibonceng si cewek ga sadar tshirt tertarik ke atas, dan celana bagian belakang yang terdapat celah. Akibatnya kliatan deh CDnya bahkan juga celengannya. Gawatnya apa? Resiko merusak konsentrasi pengendara dibelakangnya 😆

image

image

Klo ini enak bonceng ato dibonceng hayo 😛

SF hampir ga pernah jadi boncenger ninja. Pas ada sodara pengen test ride motor ini sekaligus puter2 kota baru deh SF tukar posisi jadi boncenger. Kesan pertama saat nyemplak di jok belakang, busanya terasa sedikit keras namun masih bisa ditolerir. Kesan ga nyaman muncul saat dipake jalan. Ninja memiliki desain jok terpisah dan bertumpuk antara jok depan dan belakang. Dimensi jok depan menurut SF terlalu panjang, kalo buat pengemudi sih hal ini menguntungkan karena menentukan riding style (kalo pengen posisi racy tinggal geser pantat kebelakang sehingga badan membungkuk, klo pengen turing posisi duduk tinggal dimepetkan tangki). Namun ternyata hal ini lah yang bikin ga nyaman boncenger, karena ada space yang cukup lapang antara pengemudi dan boncenger. Akibatnya saat rem mendadak boncenger bisa merosot kedepan, sedangkan saat di gas dadakan bikin boncenger njengkang, SF pun sempat terangkat kakinya dari footstep belakang. Bundafaiz ga merasakan gejala ini karena selalu peluk SF saat berkendara, sehingga aman diajak jalan santai atau agak kenceng ( tetep aja ada warning alarm berupa cubitan diperut saat kecepatan 80, atau pukulan dihelm saat menyentuh 100 kpj) 😆 . Masak kalo pas bonceng temen cowok kudu meluk. Geli donkkk…… 🙂