Beberapa perbaikan pasca beli taruna bekas,plus perkiraan biayanya

image

Berbagai alasan orang jual kendaraannya… mulai kendaraan yang rewel terus, berpotensi rusak lebih parah,bosan ingin ganti kendaraan baru,dll. Sang pembeli pun kesusahan untuk mencari jawaban yang benar,sebenarnya apa alasan owner lama menjual kendaraannya?

Continue reading “Beberapa perbaikan pasca beli taruna bekas,plus perkiraan biayanya”

Ga mau direpotkan motor lawas, ya beli baru- 8 tahun bersama tiger

wpid-wpid-1326789765-picsay-1-1.jpg
Semua kendaraan SF beli bekas :). yang sebiji ini memang sedikit menyusahkan karena umurnya sudah 9 tahun :).
Tiger silver hitam keluaran 2004 ini Mau ga mau minta perhatian lebih. Terlalu banyak sektor yang mengalami keausan. mulaki kaki-kaki, kelistrikan,bodi, hingga mesin. Okelah tak bahas satu-persatu
1. Kaki-kaki
-Kelemahan tiger ada di kancingan gir belakang. bener saja… SF terpaksa Ganti Velg karena jalur kancingan gir Velg original dah hampir kemakan habis. padahal baru pakai 2,5 tahunan
-Bushing Arm baru beberapa bulan lalu ganti karena arm belakang dah goyang kesana kemari
-Kaki depan termasuk handal bebas masalah. Laher cuma sekali ganti sekalian ganti Velg.
-Mulai Timbul masalah di komstril oblagh.. belum sempet ganti. baru dirapetin doang. Putaran agak seret tapi masih dalam batas toleransi (saya 😛 )
-Shock breaker bawaan jadi keras setelah pemakaian 6thn akhirnya ganti Shock tipe Nitro milik TVS 160
-Rantai dah 4 kali ganti. terakhir pake Sinnob gear set
2. Kelistrikan
-Spul Jebol 3 kali. jebol pertama sekitar 4 tahun pemakaian, trus di gulung ulang. Jebol lagi 2 tahun kemudian trus di gulung ulang, terakhir jebol lagi setahun lalu akhirnya ganti original. hal ini kemungkinan kurang rapinya perkabelan di motor SF sehingga korslet dan bikin tewas spul. segala macem asesori nempel (penah nempel) di motor ini.misal : lampu mobil 55 Watt,klakson stebel,modif lampu hazard (dah ga dipake, buat gaya-gayaan saat ikut komunitas 🙂 ) , sampai kunci rahasia.
-Aki ganti beberapa kali (kalau ga salah tiap 2-3 tahun) sekarang pake yang mur-mer merk global klo ga salah harganya 150rban 🙂 awet dah lewat setengah tahun
3. Bodi.
-Tangki aman belum bocor…. lah ini anehnya padahal katanya tiger favorit tangki bocor
-kancingan bodi tengah belakang banyak yang rompal
-rangka miring , akhirnya dipress beberapa bulan lalu
-mika rem belakang rompal dikit bagian bautnya… ini juga banyak diderita pemilik tiger. karena terlalu kencang saat ngebaut mika waktu ganti bohlam
-Jok beberapa kali ganti kain dan busa
-Cat dah baret dan kusam disana sini akhirnya dicat 3 tahun silam
-bodi samping kiri pecah … bukan karena jatuh pecah karena bagian bodi ini sering buat tumpuan dengkul saat menggeser motor.
4. Mesin
-Sudah oversize 25, gara gara seal bocor oli netes hingga motor kehabisan oli. alhasil Seher baret dan Booring kudu oversize. Noken dan templar sedikit kemakan tapi masih dalam batas toleransi jadi ga perlu diganti
-kampret eh kamrat alias rantai keteng dah sering ganti, sekitar 20rb kman, beberapa bulan lalu ganti LAT (lift assy tensioner), lidah tensioner sudah 2 kali ganti. Sektor ini juga penyakit bawaan tiger. gejala awalnya tiap distater bagi berisik beberapa saat ilang, lama-kelamaan berisik terus
-Sektor kopling kurang handal. sudah 4 kali pantek kopling house karena oblagh, penggantian kampas kopling sekitar 4 X an
wpid-DSC_0481.jpg
Sementara cuma itu yang SF ingat… secara performa sekarang masih lumayan kok. Saat jalanan suepi lepas lampu merah pernah SF kebut hingga 130 kpj dengan nafas masih tersisa, performa sih masih mumpungi dan ga malu-maluin dibanding motor keluaran terbaru. Tapii…… bensin buorossss!!! gaya nyetir ngirit saja paling cuma dapet 1:25 rata-rata normalnya 1:22 an.
wpid-1360896714-picsay.jpg
Dengan berbagai problem yang ada ga salah jika tiger ini harga jual bekasnya lumayan ngedrop, ditahun 2005 SF beli bekas motor ini sekitaran 17 jt (harga baru klo ga salah 21jtan) sekarang palingan 8 jtaan (CMIIW) tapi ya gitu calon pembelinya kudu bener-bener siap mental karena pasti minta jajan, hal-hal diatas mungkin bisa dijadikan acuan parts-parts yang perlu diwaspadai jika membeli tiger tahun lawas.
Ingat karakter pengemudi juga sangat mempengaruhi keawetan motor loh. Dulunya SF speed oriented dan nyetirnya sering ngawur, baru setelah punya momongan jadi insaf 🙂

Alhamdulillah tigernya sekarang sudah ga ngambekan PR sudah banyak yang dibenahi. paling tinggal sepele saja… ganti bodi belakang, rumah lampu dah ga kinclong, operan gigi sudah mulai oblag, karet footstep sobek, dan pernak-pernik kecil lainnya.

ga mau direpotkan motor lawas ??? ya beli baru saja. Kenyamanan dan kepuasan jelas beda tapi dana memang banyak terkuras :).

atau beli bekas tahun muda. kalau beruntung bisa dapet barang istimewa.
Contohnya di awal 2011 SF cari N250 bekas(th 2009 ) dapet harga 38jt (harga baru saat itu 46jtan) KM baru 600, tanpa baret sedikitpun, kinclong kaya barang dari dealer, toolsbox masih diplastik 🙂 pokoknya seperti riding motor baru dengan harga selisih 8 juta lebih murah!
Trus cari mobil juga gitu keluaran tahun 2003 tapi KM baru 75 rb, general checkup ke bengkel mesin interior dan bodi mulus istimewa cuma perlu ganti belt dan cairan cuma abis 715rb mobil dah siap tempur seluruh indonesia.
So pilih kendaraan baru atau bekas? pertimbangkan konsekwensi dan dananya!

Waspada penggunaan sealant packing pada motor

image

Siksaan bertubi-tubi saat dulu menunggang GL max saat akhir hayatnya. Modif tanpa perhitungan pada bengkel belajaran makin memperparah kondisi GL. Demi perbaikan si GL ijo SF rela bobol tabungan dari hasil usaha konveksi sewaktu kuliah. Ratusan ribu melayang dengan harapan kondisi GL max bugar kembali. Bengkel dipercayakan seorang kenalan adik yang ngakunya sudah ahli menangani GL series. Enaknya lagi doi mau ambil motor kerumah. Motor diinapkan beberapa hari dibengkel, plus DP beberapa lembar 50 rban. Begitu motor jadi, montir langsung nganter ke rumah SF yang berjarak 15 km dari bengkelnya. Saat motor dateng SF begitu kaget dengan bunyinya seperti mesin jahit.. kuasar poll. Dengan dalih akan memperbaiki ulang, motor sementara ditinggal dirumah SF dan dia pamit pulang dulu. Sisa pembayaran sengaja ga SF lunasi sampai motor beres. Eh montir sialan itu malah ngilang ga kembali. Terpaksa SF gelandang motor ke bengkel terdekat. Setelah di bongkar terlihat sektor atas mesin kering kerontang alias oli ga naik kesilinder atas. Alhasil rompal hampir semua isi head silinder plus rumah nokennya. Setelah diteliti lebih lanjut, ketahuan penyebabnya. Jalur oli buntu oleh sealant packing !!!! Menurut orang bengkel, si mekanik lama terlalu banyak mengolesi sealent pada blok mesin sehingga sealant yang berlebih dan mengering menyerupai gumpalan karet masuk ruang mesin dan menyumbat jalur oli. Akibatnya fataalll!!!. Rontok dah tuh mesin… 🙁  .
Daleman mesin terpaksa dicarikan parts murah hasil hunting di pasar loak plus beberapa parts menggunakan kw2, setelah beres GL ijo penuh kenangan langsung dijual apa adanya. Seingat SF saat itu (tahun 2004) GL max ijo milik SF dijual sekitar 1.5 juta dibawah harga pasar.

Jangan Sembarangan Port Polish

image

Salah satu cara meningkatkan power motor secara instan adalah melakukan port polish. Namun perlu hati hati dalam memilih bengkel. Kalau metode yang dilakukan benar hasil yang didapat berupa kenaikan power dan hemat bensin, tapi jika ngaco bakal bikin tenaga ngempos dan boros. Seperti yang dijabarkan oleh Tommy Huang sang produsen BRT. Porting polish yang benar bukan menghilangkan kulit jeruk ( ini yang sering salah kaprah) karena dengan menghilangkan kulit jeruk bahan bakar dan udara tidak tercampur sempurna. Port polish yang benar berfungsi memperbaiki aliran udara /flow dengan cara mengurangi hambatan yang ada.

image