boros

All posts tagged boros

Sepinya jakarta jangan dibandingin sama kota lain ya… ya tetep aja banyak kendaraan lalu lalang… tapi trafik lancar. Harapan Indah Bekasi – kalibata, kondisi normal 70 menit, kalau sepi bisa 50 menit. Seperti hari ini. Jam 6.34 dah mau nyampai kantor… jadinya mlipir dulu dah di tukang mie pinggir jalan…. 

konsumsi bensin juga mengejutkan… normalnya SF cuma dapet dibawah 1:40 di MID nya…. pagi ini bisa 1:46,7 km/l

Efek libur sekolah dan liburan akhir tahun. Jalanan jadi sepi… riding semakin bisa dinikmati….

Kenapa sih tiap berangkat kerja penunjuk konsumsi bensin Average pada Nmax SF selalu turun… (artinya tambah boros). Penasaran SF terjawab setelah pagi ini coba ngetes konsumsi BBM… pas dirumah reset MID. Dan gas…

Gaya berkendara SF dimirip-miripkan saat ngetes BBM beberapa hari lalu dimana saat pulang kantor SF dapatkan konsumsi bensin 1:40,1 km/l . 

Keluar dari harapan indah sampai walikota Jaktim konsumsi bensin lebih irit melewati 1:42km/l karena jalanan lowong. Selepas itu konsumsi turun lumayan drastis karena jalanan merambat. Apalagi pas lampu merah yang lebih dari 2 menit… Bisa turun 1-2 digit pada MID.

Tercatat ada 3 lampu merah dan 1 Palang Kereta pada jalur antara Harapan Indah hingga Kalibata. Kali ini SF kena 2 lampu merah lumayan lama, plus 1 palang kereta di pengadegan-kalibata… SF kudu nunggu 3 kereta lewat sekitar 3 menitan lah, biasa ini mah.. pernah nunggu sampai 4 kereta lewat!!! 

Saat berhenti di Palang kereta deket kantor konsumsi bensin masih menunjukkan 1:35,5 km/l, ga sampai 300 ratus meter sampai kantor konsumsi bensin jadi 1:33,3 km/l. Cuma gara2 palang kereta .

Hasil pengetesan kali ini cukup jauh selisihnya dibanding saat pulang kerja Senin kmaren, dimana Nmax dengan BBM V-power dan filter Ferrox dapat hasil 1:40,1 km/l. Kok bisa jauh ya selisihnya… padahal waktu dan jarak tempuh sama…

Positif salah satunya karena saat berangkat kerja lewat 3 lamer dan 1 Palker, sedangkan saat pulang kerja cuma kena 2 Lamer (1 lamernya jarang kena karena jalur prioritas, lampu merahnya bentar bgt)

Kalau pengen irit gampang… pas lampu merah dan Palang Kereta matiin mesin saja.  🙂

Disini fungsi SSS melakukan tugasnya, ga mustahil dalam rute dalam kota bisa ngirit 4 km/l kalau banyak lampu merahnya.

Mesam mesem saja SF baca status rekan SF di sosmed… masbro ini menceritakan pengalamannya ngobrol dengan ojeker Online…

Tadi pagi ketemu lagi sama bang ojeg online yg biasanya pakai motor sport. Tapi kali ini dia pakai motor skutik cc besar. Waktu saya tanya kenapa ganti motor, begini jawabannya:

Pendapatan ojeg online dg menggunakan motor sport maupun skutik pada umumnya telatif sama.

Namun biaya operasional berbeda, motor sport membutuhkan bahan bakar yg lebih banyak dibandingkan motor skutik.

Biaya Penyusutan motor sport juga lebih besar krn harga perolehan yg lebih mahal sedangakan masa manfaaat sama. Yaitu 4 tahun

Harga jual kembali motor sport setelah habis masa manfaat cendrung lebih kecil dibandingkan dg motor skutik.

…. duer… ini tukang ojeg pasti lulusan akunting

# Selalu ada cerita

Banyak usaha buyar karena tanpa perhitungan matang… akibatnya dalam jangka waktu tertentu buyar usahanya… 

biaya penyusutan biasa diabaikan…saat  barang modalnya termakan zaman jadi rusak atau produktifitasnya menurun penghasilannya juga melorot… 

Beberapa rekan menandakan keheranannya saat Nmax milik SF sudah abis kampas rem belakangnya di 7000km namun rem depan masih setengah.

image

Bukan hanya pada Nmax  ninja dan tiger milik SF juga habis duluan kampas belakangnya… alasannya simple kok
Rem belakang lebih sering digunakan karena rute harian tergolong padat (25 km ditempuh dalam 70menitan)

image

Di rute yang padat Saya sendiri lebih nyaman menggunakan rem belakang dengan porsi lebih banyak. Alasannya motor lebih mudah dikendalikan. Bobot SF yang tergolong beruang juga ga sepenuhnya membebani bagian depan motor jika memprioritaskan rem belakang. Coba kalau kebiasaan rem depan di jalur padat, bisa cepet bocor shock depannya :mrgreen:
Sebenarnya secara ga sadar SF melakukan ini, lah wong ngerem ya selalu depan belakang… tapi neken tuas rem belakang lebih kenceng dan lama kali. Beda jika di jalur cepat… penggunaan rem depan menjadi lebih diprioritaskan.

Tapi kok 7000km dah abis…? Boros amat ya….?
NMax adalah matic dengan bobot dan tenaga menyamai sport….
Bedanya engine break sangat minim pada matic ini, akibatnya rem bekerja lebih keras. Namun penyebab utama adalah rute padat dan ditunjang kebiasaan rider yang suka kesusu… 😆

Hari Jumat pagi,karena suatu hal yang tak terkira SF terpaksa berangkat ngantor agak mepet… Langsung saja terbersit dipikiran.. Kenapa ga sekalian ngetes konsumsi BBM Nmax untuk kesusu… ? Segera SF reset angka pengukuran BBM rata-rata. Kondisi jalanan seperti biasa… Macet…. Namun speedo sempet nyentuh 95kpj di BKT… Perjalanan 27km ditempuh dalam waktu 55menit… Untuk ukuran Jakarta, cukup lumayan cepet lah…meski ngebut, tapi ga ada manuver membahayakan seperti menyalip tipis, zigzag, mereng2 :).  Nyampai kantor malah lupa foto display konsumsi bbm pada speedo Nmax.. Maklum kesusu absen.
Saat akan pulang kantor baru deh SF foto MID konsumsi bensin rata2 hasilnya

image

Continue Reading

2 kendaraan SF mempunyai indikator konsumsi bensin. Yakni ertiga dan Nmax. Ternyata tanpa disadari indikator tersebut mempengaruhi psikologis pengendaranya untuk berkendara irit… ada rasa bersalah saat berakselerasi terlalu kencang karena indikator menunjukkan betapa borosnya bbm yang dikonsumsi … sebaliknya ada rasa senang saat kendaraan melaju stabil dengan indikator yang menunjukkan keiritan kendaraan kita.

image

Continue Reading

Sudah sebulan ini SF pindah kantor di kalibata. Rutenya jadi makin jauh… ga salah SF ambil Nmax non ABS untuk motor harian… pake tiger dan ninja kerasa banget capeknya. Sehari SF menempuh sekitar 55km dari Harapan Indah-klender-BKT kalmal-yos sudarso- gatsu-pengadegan-kalibata…. sedangkan arah pulang sedikit berbeda yakni kalibata-pengadegan-gatsu- yos sudarso-klender- harapan indah. Bagi orang Jakarta tentu tau kepadatan jalur itu… +-27km dengan waktu tempuh 60-70menit.

image

Continue Reading

ertiga pasca mudik

Saat mudik kemaren barang-barang sengaja SF tempatkan diatap agar kabin mobil bisa dimaksimalkan untuk ruang istirahat. Penempatan barang di atap ertiga SF termasuk safety kok karena memakai roof rack + Roof bag. Jadi ga pakai barang yang diiket seadanya.

Ada beberapa hal yang ingin SF sampaikan dalam pemakaian roof bag :

– Pemasangan roof bag sangat mempengaruhi stabilitas dan performa mobil. hal ini sangat terasa pada kecepatan 100kpj mobil terasa sedikit bergoyang. lari mobil juga terasa berat serasa ada yang “nggandoli” alias menahan laju mobil. Pernah SF paksa lari hingga 120 kpj, gejala goyang makin berat, kecepatan mobil juga terasa sangat lamban naiknya

roof box

Continue Reading

image

Kalau sebelumnya kesan penggantian header ertiga yang standarnya 4-1 menjadi 4-2-1 hanya berupa kesan yang subjektif mengenai perubahan karakter mobil (selengkapnya baca disini).  Kali ini SF mengadakan pengujian terukur disertai foto hasil pengujian.  Seberapa iritnya ertiga GX 2013 setelah ganti header 4-2-1? Silahkan simak hasilnya

Continue Reading