box

All posts tagged box

Beberapa motor memang ga diperuntukkan pasang box belakang. Braket box belakang biasanya memanfaatkan dudukan behel. Runyamlah kalau dudukan behel cuma dibaut 2 biji kiri kanan…. bisa somplak dudukannya kena goncangan.

Wingrack

Continue Reading

 

Jaman SF suka turing dulu, dicurhati pengguna Scorpio yang retak rangka belakangnya (dudukan behel) gara-gara pasang box belakang. Penyebabnya ternyata desain dudukan braket box yang kurang kuat menahan beban berat.

Nah hal ini juga terjadi pada Suzuki Spin Milik Bunda… retak retak bagian dudukan braket box. Awalnya SF pikir kuat2 saja spin dipasangin box belakang bertumpu di dudukan behel. Karena jarang bawa beban berat dan ga pernah buat turing… ternyata bobot K45 yang berisi jas hujan dan tas sekolah Faiz mampu bikin rangka dudukan behel belakang retak….!

J

Ga semua motor bisa dan kuat dipasang box belakang. Dudukan Braket box minimal dibaut di 3 titik untuk menahan bobot box dan barang didalamnya. Dia harusnya kuat menahan beban kebawah dan beban dari kanan kiri. Kalau motor dudukan behel belakangnya cuma 2 jangan paksakan pasang braket box belakang , kecuali braket yang didesain khusus. Episode selanjutnya saya ulas yak… (klo sempet …. 😆 ) cara mengatasi dudukan braket motor agar kokoh menahan beban box… cara niat dan cara kepepet/Pahe  :mrgreen:

Namanya saja tankbag , harusnya tas ini ditempatkan diatas tangki motor. Tapi karena dasaran tas yang kasar jadi merusak tangki motor. Cat tergores dan stikerpun bisa rusak.Hal ini terjadi pada ninja SF.


Akhirnya tankbag kini beralih fungsi menggantikan posisi box belakang SF yang rusak engselnya. 


Karena bagian belakang /sayap tas ini berisi magnet, pemasangannya pada braket box cukup mudah. Sayap tinggal ditekuk dan ditempelkan pada braket besi. Kuat melekat! SF tarik paksa dari belakang saja cukup kuat. 


Selama perjalanan berangkat kerja tadi pagi , SF kebetulan dibelakang vixion yang sepertinya baru pasang box givi dibelakangnya masih kinyis boxnya bro :). Selepas flyover  walikota Jakarta Timur jalanan lumayan macet. Pengemudi vixion awalnya disisi kanan truk, tapi karena tidak ada ruang menyalip dia berusaha menyempil dibelakang truk untuk menyalip dari arah kiri. Lolos dari belakang truk pengemudi vixion langsung merebahkan motor kekanan… akibatnya…. box givi yang masih kinyis nyenggol bagian belakang truk.

Di duren sawit selepas flyover pondok kelapa , jalanan juga macet. SF berada dijalur paling kiri yang khusus dihuni pemotor. Vixion yang sama  menyalip Sf dan motor didepan SF dengan memanfaatkan celah diantara mobil. Saat balik ke jalur motor , Boxnya menyenggol spion motor didepan SF. 

Dari situ SF menafsirkan… pengemudi vixion ini belum terbiasa memakai top box di belakang motornya….

Kali ini SF akan share beberapa hal terkait penggunaan top box pada motor

1. Kalau anda tipikal rider kesusu suka selap selip… pakai box bukan pilihan yang baik. Karena akan mengganggu manuver. Mending tank bag. Top box juga menghambat performa motor. SF pernah coba ngebut memakai tiger lawas tanpa box sentuh 135 kpj, dengan memakai box K42 yang hanya diisi helm. Speed di trek yang sama susah melewati 120kpj.

2. Dalam kondisi macet parah jika ingin selap selip dengan space terbatas , jangan terlalu memiringkan motor saat belok patah. Box riskan menyenggol kendaraan tinggi. 

3. Pemilihan braket box sangat penting… pastikan bahan dan las lasan kuat. Bundafaiz dah ngalami patah braketnya. 

4. Sesuaikan top box dengan beban yang dianjurkan. Disarankan tidak membawa beban terlalu berat dalam box karena mengganggu keseimbangan motor.

5. Solusi memakai box tapi tidak terlalu mengganggu keseimbangan dan tidak bikin dimensi motor tambah molor adalah dengan memakai braket geser. Saat berkendara sendiri braket dapat digeser kedepan sehingga box nempel punggung pengemudi… enak bisa sandar :). Ga enaknya kalau ada yang nebeng bonceng, jadi kudu repot dikit geser braket ke belakang. 

6. Tentukan kapasitas box sesuai kebutuhan. misalnya tiger SF memakai box Kappa K42 (42liter), muat untuk 1 helm fullface dan 1 helm halfface. Dibawah itu mungkin hanya cukup buat 1 helm, dan diatas itu tentunya lebih leluasa untuk 2 helm

Kiri K42 (42lt), Kanan K46(46lt)

Semua motor tunggangan SF punya box penyimpanan barang… tiger pake box K45, spin pake box K42, Nmax sendiri sudah tersedia ruang penyimpanan cukup mumpungi dibawah joknya… hanya ninja yang ga pake… emang barang apa saja sih yang selalu menghuni box SF.. lumayan sih… toolskit, jas hujan dual piece, kabel kopling, cable ties, plus sandal cadangan buat jaga2 saat hujan. Saat parkir, box berfungsi  mengamankan helm.

image

Continue Reading

Saat tiba dikantor baru langsung di todong pertanyaan oleh rekan kerja… “Masnya cajoon player ya?” (rupanya sebelum masuk kekantor baru, rekan2 disini sudah cari info soal SF) “Disini banyak musikus mas… kebetulan lagi butuh pemain perkusi.” Singkat Cerita SF akhirnya bawa cajoon ke kantor untuk mengisi waktu luang. Respon rekan kantor terhadap alat musik yang bentuknya seperti kaleng krupuk ini ternyata luar biasa… Suaranya mirip drum set… padahal cuma kotak gitu saja bentuknya… 3 orang rekan sekantor keracunan alat musik ini dan minta antar SF ke tempat penjualnya. Continue Reading

image

Salah pilih braket box ataupun salah pemasangan box akan mengurangi nilai fungsionalitas motor.  Ruang boncenger akan tersunat.  Boncengerpun merasa kurang nyaman karena jok belakang sempit karena termakan box sehingga ga bisa relax bersandar (punggung boncenger dipaksa tegak) ,  bahkan harus nempel ke punggung pengemudi…. Contohnya ini box yang menurut SF kurang mundur sedikit Continue Reading

Paling pas dan proporsional secara visual maupun fungsi untuk motor sport menurut SF adalah diatas 40 liter.
Yang sering terlihat dijalanan yakni givi E45, Kappa K42 dan K46. Dan baru -baru ini muncul merk Shaq shad yang SF kurang hapal tipenya.

Kebetulan SF sendiri bertahun-tahun pake K42… dan baru sekarang pake K46.

image

Kiri K42 , kanan K46

Continue Reading