Konsekwensi modif, penurunan performa

image

Secara ga sadar banyak modifikasi yang kita lakukan malah bikin performa motor menurun. Banyak contohnya, yang sering yakni pemasangan ban lebar yang jelas menambah hambatan karena area pertemuan permukaan jalan dan roda makin luas. Modif untuk fashion alias dongkrak tampilan lain juga nambah bobot motor yang artinya juga memperkecil angka power to weight ratio. Namun beberapa modif yang dilakukan bukannya tanpa alasan. Selain untuk dongkrak tampilan juga berfungsi meningkatkan keamanan dan fungsionalitas. Kembali ke prioritas masing-masing sih… nyaman pake motor standar monggo… pengen kenceng ya oprek mesin saja, pengen fungsional ya jangan protes kalau performa motor turun.

Motor pasang box belakang, waspada nyenggol

image

Fungsional box pada motor benar-benar SF rasakan. Ga pernah sekalipun box dalam kondisi kosong meski saat motor ga dipakai ๐Ÿ™‚ , penghuninya dari tas kerja, helm, jas hujan, toolskit, kabel kopling, dll. Bahkan saat SF mudik ke Surabaya dan motor ditinggal dirumah, laptop, PS2 sampai DSLR jadi penghuni box ini, tentunya motor digembok gedhe ๐Ÿ™‚ย  . Nah teringat saat awal-awal pasang box ini, beberapa kali nyenggol angkot bahkan sampai bak truk :mrgreen: . Secara dimensi, panjang dan lebar bagian belakang motor otomatis bertambah… ini yang kadang lupa diantisipasi. Alhasil jika khilaf box belakang ini rawan nyenggol atau tersenggol kendaraan lain. ๐Ÿ™‚ย  semakin tinggi posisi box juga semakin beresiko nyenggo loh . Lah kokk… ? Yup jika dikemacetan seringkali pengendara motor bermanufer mencari celah. Kebetulan sepulang kerja Jumat kemaren dikawasan padat Yos Sudaraso SF tepat dibelakang pengendara tiger yang menggunakan box (klo ga salah merk KMI). Kliatannya sih biker ini keburu-buru. Ga sabar terjebak diantara mobil, biker ini berusaha bermanufer kekiri menyelip diantara 2 mobil, manufer kekiri aman (mobil dibelakangnya sedan) namun pas bermanuver kekanan sambil memiringkan motornya box tentunya ikut miring dan box nyerempet bak mobil pickup didepan (kanan rider). Meski pemilik pick up ngeklakson si rider tiger ini cuek dan ngilang didepan. Sebenernya ada beberapa tips agar pengguna box tak terganggu manuvernya. Pakai braket geser! Sudah 6 tahun lebih tiger SF pasang braket ini, dan sangat-sangat membantu.
Eitss..lupa tipsnya. saat bermanufer memotong seperti kejadian diatas.. diusahakan posisi motor jangan terlalu miring sehingga posisi box tetap tegak, kedua kaki diturunkan untuk meminimalisir kemiringan agar box ga nyenggol kanan kiri ๐Ÿ™‚

image

Hati-hati taruh helm dalam box saat riding

image

Helm kesayangan SF catnya mengelupas bagian ventilasi udaranya, padahal ga pernah sekalipun terjatuh. ๐Ÿ™ Kejadian ini terjadi gara-gara helm SF taruh dalam box dan motor SF pake untuk beli gorengan deket rumah :mrgreen:. Kerena disekitar rumah SF banyak polisi tidur, sukses dah helm serasa dikocok dalam box. Karena pengalaman itu, sebelum markir helm kedalam box ane lindungi dulu dengan tas helm bawaannya.
image
Untung helmnya bukan helm jutaan, nah kalo pas bawa helm kenang-kenangan dari Rossi trus catnya ngelupas pas tanda-tangannya gimana ๐Ÿ˜†

Hati-hati Box Kappa/ Givi macet ga bisa dibuka jika overload

image

Beli makanan kelinci merupakan rutinitas SF bisa sebulan sekali atau dua kali. Beberapa hari lalu Iseng mampir ke tempat jual makanan burung saat berangkat kerja ternyata ada Pur kelinci murah cuma Rp 5rb per kilo (biasanya 8rb) langsung deh borong Pur 6 KG :mrgreen: . Tas kerja terpaksa dikeluarkan dari box dan Pur menjadi penghuni Box Kappa K42 ini. Pas nyampai parkiran kantor, isi box terpaksa disusun ulang karena helm harus masuk ke box. Helm sebelah kiri dan tumpukan Pur dan jas hujan jadi satu sebelah kanan. saat ditutup box nampak kepenuhan, dan ga mau ditutup. karena keburu absen Box SF paksa segala cara untuk bisa tertutup sedikit ditekan dan dipukul-pukul :mrgreen: , begitu pengaitnya nyantol pada tempatnya, seharusnya tuas pengait cuma didorong kebawah dan dikunci tapi malah ga bisa. SF berniat membuka kembali box, namun macettt…! waduhhh… dikunci ga bisa, dibuka juga ga bisa. Wah… SF absen dulu dan segera balik keparkiran untuk buka box ini. 15 menit berlangsung dan pengait ga bisa lepas dari tutup box sampai baju kerjapun basah oleh keringat. Bahkan sampai seorang OB datang membantu, hasilnya tetep nihil. SF pun nyerah dan berniat melepas box dari braketnya. Apesnya lagi begitu box lepas dari braket langsung jatuh keras ke lantai semen (karena dalemannya ga imbang kali ya ) . Gubrak … pas di stop lampnya . waduh pecah nih pikir ane. eh ternyata stop lamp K42 ini cukup kuat, cuma baret doank ๐Ÿ™ dan ga disangka Tutup box langsung terbuka… byeuhhh…. isi box SF tata ulang. jas hujan ane masukkan dalam helm sehingga cukup ruang untuk menempatkan Pur.
image

Hati- hati bagi pemilik box yang sistem pengancingnya berupa pengait yang biasa diaplikasikan box Kappa dan Givi, jika kepenuhan jangan dipaksa, jika dipaksa akan sedikit merubah bentuk tutup box dan akibatnya pengait ga bisa dibuka (macet) begitu nyantol. Solusinya banting box dengan keras. He3… ( guyon loh jangan dipraktekkan) ๐Ÿ˜† . Dulu sih pernah kejadian seperti ini, biasanya tutup box cuma ditekan-tekan sana sini dan pengait setengah dipaksa terbuka, entah kenapa kali ini cukup susah. Ada juga yang pernah ngalami ? Monggo dishare cara mengatasinya.

Macam penataan bagasi untuk turing jauh

image

Ngiler saat lihat forum luar yang membahas settingan bagasi motor untuk turing. Di Luar negeri semua motor (kecuali bebek dan matic cc kecil) digunakan untuk turing, mulai sportbike,hyperbike,enduro,supermoto,cruiser, dll. Penataan barang bawaan pun macam- macam mulai dari yang pake box, bags, sampe asal diikat pun ada. Monggo lihat penampakannya dibawah ini

image

image

image

image

Kalo ini modif yang sering kita jumpai saat musim mudik lebaran :mrgreen:

image

Komparasi Ninja 250 dan Tiger Untuk Turing

Akhirnya baru sempet ngicipi Ninja 250 buat turing Sabtu kemaren. Meskipun cuma short turing (45 km-an) namun udah cukup untuk dapet feelnya. Ninja 250 notabene genrenya adalah sport turing, punya mesin beringas khas motor sport yang disematkan ke motor berfairing dengan riding position gak terlalu nunduk. Untuk kenyamanan turing ninja harus takluk dengan honda tiger yang sudah sering kali ane buat turing. Apalagi tiger sudahย  dimodif untuk menguatkan aura turingnya. Ubahan yang sudah SF lakukan pada honda tiger sudah menyentuh ergonomi berkendara, diantaranya meninggikan setang depan memakai raiser, menyesuaikan kontur jok serta mengganti shock breaker belakang yang sedikit lebih nungging (kondisi terakhir ganti milik TVS apache yang sudah menganut sistem gas/ nitro).

image

NINJA 250
Urusan mesin jangan tanya! Buat jalan nyantai oke buat kenceng hayuukkk! Mesin 2 silindernya menawarkan sensasi power tinggi yang bebas getaran, kalo ini susah disaingi dengan mesin 1 silinder. Namun perlu diingat, turing ga selalu dikaitkan dengan speeding, namun lebih ke arah kenyamanan berkendara jarak jauh. Posisi Riding ninja yang tidak setegak honda tiger bikin pergelangan tangan dan punggung terasa lebih capek. Namun keuntungan posisi ini, -maaf- pantat lebih sedikit menanggung beban tubuh karena distribusi berat juga terarah didepan, akibatnya pantat ga terasa cepet penat dibanding tiger. Desain ninja yang sedikit kurang pantas jika dipasang top box pasti akan merepotkan jika buat turing. Untuk itu terpaksa SF keluar duit lebih untuk membeli tank bag. Urusan handling, ninja memang terasa lebih stabil dijalanan kosong, lah bobotnya sendiriย  hampir 40 kg lebih berat dari tiger, ditambah lagi dengan adanya fairing bikin ninja lebih anteng membelah angin. Namun anehnya untuk masalah pengereman SF rasa lebih responsif honda tiger, mungkin karena bobot ninja yang jauh lebih berat dibanding tiger. Padahal ninja ini sudah ane bekali cakram depan lebar serta ban lebar ukuran 120 depan dan 150 belakang. Untuk shockbreaker, ninja dengan monoshocknya jelas lebih nyaman dibanding shock ori tiger. Konsumsi pertamax 1:20-25 untuk luar kota. Kelemahan yang paling fatal : ninja sangat tidak nyaman buat boncenger jika menempuh perjalanan jauh.

image

HONDA TIGER 2004
Urusan mesin sudah terasa lebih dari cukup untuk turing. Karakternya sungguh beda dengan ninja. Torsi dan tenaga langsung terisi dari putaran bawah kalo ninja ga seberapa galak putaran bawah, putaran tengah melempen tapi putaran mesin diatas 9000 rpm tenaga jadi menggila alias langsung naik drastis. Kalo bukan penyuka speed touring, mesin tiger terasa lebih pas. Urusan ergonomi tiger muantab, apalagi sudah modif turing. kenyamanan berkendara jarak jauh jelas lebih nyaman daripada ninja. Namun terpaan angin pada tiger terasa berlebih hal ini karena posisinya yang tegak, apalagi saat berada disamping bis atau papasan, masih terasa goyangan pada bodi motor. Dengan berat 40 kg lebih ringan dibanding ninja pengereman terasa lebih responsif, apalagi tiger sudah ane modif cakram depan lebar dan ban lebar. Desain tiger cocok banget dipadukan dengan top box maupun sidebox jika buat turing, ini sangat membantu bila dibanding memakai tank bag yang bakal kebingungan saat hujan deras. Apalagi dengan konstruksi yang pas, rear box juga bisa dipakai sandaran bagi boncenger maupun rider ( pakai braket geser). Untuk shockbreaker, shock stereo tiger harus mengakui keunggulan monoshocknya ninja. Namun setelah shock tiger ane ganti dengan shock nitro kepunyaan TVS 160, empuk dan reboundnya ga jauh dibanding ninja. Konsumsi bensin premium ga jauh dibanding ninja yakni kisaran 1: 25-30 namun premium harganya separuhnya pertamax :mrgreen:. Kalo buat boncengan, tiger salah satu yang ternyaman dikelasnya apalagi udah pakai rear box bisa buat sandaran boncenger.

KESIMPULAN
Ninja cocok buat turing jika tidak membawa boncenger, barang bawaan sedikit dan rute yang ga macet.
Sedangkan tiger cocok untuk hampir semua kondisi kecuali jika anda penyuka high speed touring.

Kalau komparasi ninja dan tiger untuk motor harian ada disini